Share

Rencana Freya

Penulis: Aldra_12
last update Tanggal publikasi: 2026-08-22 12:47:28

Freya menunduk sejenak, mengumpulkan pikirannya yang masih berkecamuk. Jemarinya meremat ujung rok kerja, gerakan kecil yang selalu muncul setiap kali dia gugup atau ragu mengungkapkan sesuatu.

“Sebenarnya ….” Freya memulai dengan suara pelan, matanya masih menatap ke bawah. “Saya juga masih bingung dan penasaran, kenapa Brian yang akhirnya terpilih.”

Keano menatap lekat wajah Freya yang tampak bergulat dengan pikirannya sendiri. Dia tidak menyela, membiarkan Freya menyelesaikan kalimatnya deng
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
keano pasti akan melindungi freya, jangan senang dulu kamu brian, tunggu waktu hukumanmu datang
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Bikin Kesal

    Freya menarik Rachel menjauh dari area rak yang mulai ramai dikunjungi pelanggan, membawanya ke sudut gudang kecil di belakang toko yang biasa mereka pakai untuk menyimpan stok barang.“Frey, kamu kenapa sebenarnya?” tanya Rachel begitu mereka berdua sudah cukup jauh dari keramaian, suaranya penuh kekhawatiran. “Dari tadi aku perhatikan, sikapmu aneh sekali.”Freya menghela napas panjang, menyandarkan punggungnya ke rak besi di belakangnya. Dia menatap Rachel yang menunggu dengan sabar, mata Rachel penuh kepedulian tulus yang selama ini selalu jadi tempatnya bersandar.“Aku baru tahu sesuatu tentang Brian,” kata Freya akhirnya, suaranya pelan tapi jelas.Kening Rachel berkerut. “Tentang Brian? Maksudmu soal posisi manajer itu?”Freya mengangguk pelan. “Aku sempat cek data penjualanku tadi. Ternyata, kode staf Brian ada di banyak transaksi besar yang sebenarnya aku yang tangani sendiri.”Mata Rachel membola lebar seketika. “A-apa? Maksudmu Brian mencuri pencapaianmu?”“Sepertinya begit

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Selalu Memojokkan

    Freya melangkah kembali menuju toko kosmetik dengan langkah yang lebih ringan dari sebelumnya, meskipun masih ada sisa kelelahan yang tersembunyi di balik ekspresi tenangnya. Dia mengatur napas sekali lagi sebelum melewati pintu kaca toko, berusaha terlihat seperti biasa.Baru saja Freya masuk ke ruang loker karyawan, suara langkah kaki tergesa mendekat ke arahnya, lalu berhenti tak jauh darinya.“Dari mana saja kamu, Freya?” Melissa muncul dengan tangan bersedekap di dada, matanya menyipit penuh selidik. “Sudah hampir setengah jam kamu menghilang. Apa kamu pikir toko ini milikmu sampai bisa kamu tinggal sesuka hatimu?”Freya menatap pada Melissa sekilas, lalu membuka lokernya dengan tenang. “Aku hanya ada urusan sebentar. Sekarang aku sudah kembali.”Jawaban singkat dan datar itu justru membuat mata Melissa semakin menyipit. Dia melangkah lebih dekat, mengamati wajah Freya dengan seksama, seolah mencari celah dari balik ketenangan yang ditunjukkan.“Urusan apa? Atau jangan-jangan kam

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Rencana Freya

    Freya menunduk sejenak, mengumpulkan pikirannya yang masih berkecamuk. Jemarinya meremat ujung rok kerja, gerakan kecil yang selalu muncul setiap kali dia gugup atau ragu mengungkapkan sesuatu.“Sebenarnya ….” Freya memulai dengan suara pelan, matanya masih menatap ke bawah. “Saya juga masih bingung dan penasaran, kenapa Brian yang akhirnya terpilih.”Keano menatap lekat wajah Freya yang tampak bergulat dengan pikirannya sendiri. Dia tidak menyela, membiarkan Freya menyelesaikan kalimatnya dengan caranya sendiri.“Kalau memang dia layak mendapatkan posisi itu, memang seharusnya dia yang mendapatkannya,” ucap Freya lagi, kali ini dia mengangkat wajah dan menatap Keano dengan sorot mata penuh kejujuran. “Saya tidak keberatan kalau memang penilaiannya adil.”Freya menjeda sejenak kalimatnya, menarik napas pelan sebelum melanjutkan. “Tapi kalau ternyata dia tidak pantas, dan posisi itu didapat dengan cara yang curang seperti mencuri hasil kerja orang lain ... saya berharap posisi itu dibe

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Interogasi

    Freya masih berdiri di belakang gedung sambil menarik dan membuang napas berkali-kali untuk melegakan sesak di dadanya.Memang tak apa jika dia tak menjadi manager toko, hanya saja Freya tak bisa menerima hasil kerjanya dicuri oleh orang yang benar-benar dia percayai.Seperti mendapat roti ketika dia membutuhkan, tapi juga harus menerima racun secara bersamaan.Ini sangat menyakitkan untuk Freya. Bibirnya tersenyum getir, pria yang dia kagumi, ternyata tak lebih dari pria licik, manipulatif, dan tak berperasaan.Bodohnya Freya percaya pada Brian begitu saja. Bagaimana bisa dia tak pernah menaruh curiga pada pria itu.Saat Freya masih terus menenangkan perasaan kecewanya. Ponsel Freya kembali bergetar. Kali ini pesan singkat yang muncul di layar.Pesan ini dari Keano.Freya membuka pesan itu dan membaca isinya.[Naik ke ruang kerjaku. Sekarang.]Freya menatap pesan itu dengan dada berdebar. Tidak ada ruang untuk menolak dari nada tegas yang tersirat lewat kalimat singkat itu.Dia menar

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Diam-diam Mengamati

    Di dalam area mall.Keano baru saja menyelesaikan pertemuan singkat dengan salah satu tenant di lantai bawah PD Mall. Langkahnya melintasi koridor utama, sengaja memilih rute yang melewati depan toko kosmetik tempat Freya bekerja.Kebiasaan barunya ini muncul entah sejak kapan—setiap kali ada urusan di lantai bawah, dia selalu menyempatkan diri lewat sana, meski hanya sekadar memastikan.Tatapan Keano menyapu etalase toko yang tertata rapi, mencari sosok yang biasanya berdiri di balik meja kasir atau sibuk merapikan rak produk.Namun, Freya tidak ada di sana.Keano menghentikan langkahnya sejenak, matanya menelusuri setiap sudut toko yang terlihat dari luar. Hanya ada Rachel yang tampak sibuk melayani pelanggan, dan seorang karyawan lain yang tidak dia kenal namanya.Kening Keano berkerut tipis. Biasanya di jam seperti ini, Freya sudah berada di posisinya.Nanda yang berjalan di belakangnya menyadari langkah Keano yang melambat. Nanda sampai memastikan ke mana arah tatapan atasannya

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Ternyata Licik

    Freya menatap Brian yang berdiri di ujung koridor dengan senyum ramahnya yang biasa, seolah dunia baik-baik saja. Rasa marah yang tadi tertahan di dadanya kini mendidih, siap meluap kapan saja.“Frey? Kamu kenapa? Wajahmu pucat sekali,” tanya Brian, melangkah mendekat dengan raut khawatir yang terlihat begitu meyakinkan.Freya menatap Brian lekat-lekat, mencoba mencari secuil rasa bersalah di balik wajah tenang itu. Tapi yang dia temukan hanyalah ketenangan yang begitu wajar, seolah pria ini benar-benar tidak tahu apa-apa.“Aku baru saja melihat data penjualanku,” kata Freya akhirnya, suaranya datar tapi tajam. “Kenapa kode stafmu ada di transaksi-transaksi besarku, Brian?”Untuk sepersekian detik, ada kilat terkejut yang lewat di mata Brian. Tapi secepat itu pula raut wajahnya kembali normal, bahkan menampilkan ekspresi bingung yang dibuat-buat.“Maksudmu apa? Aku tidak paham,” balas Brian, mengangkat bahu seolah benar-benar tidak mengerti.“Jangan berpura-pura, Brian.” Freya melangk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status