Teilen

Perhatian Kecil

last update Veröffentlichungsdatum: 20.08.2026 15:41:17

Keesokan harinya.

Freya baru saja selesai mengganti pakaian kerjanya di dalam kamar mandi. Dia keluar dengan blus lengan panjang berwarna krem, rambutnya masih setengah basah dan tergerai di bahu.

Freya melangkah menuju cermin besar di sudut walk in closet, lalu mulai menyisir rambutnya dengan gerakan cepat karena waktu hampir siang.

Sampai suara pintu walk in closet kembali terbuka, membuat Freya menoleh sekilas.

Keano melangkah masuk dengan kemeja putih yang belum sepenuhnya dikancingkan dan
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (1)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
krano sangat peduli padamu freya
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Diam-diam Mengamati

    Di dalam area mall.Keano baru saja menyelesaikan pertemuan singkat dengan salah satu tenant di lantai bawah PD Mall. Langkahnya melintasi koridor utama, sengaja memilih rute yang melewati depan toko kosmetik tempat Freya bekerja.Kebiasaan barunya ini muncul entah sejak kapan—setiap kali ada urusan di lantai bawah, dia selalu menyempatkan diri lewat sana, meski hanya sekadar memastikan.Tatapan Keano menyapu etalase toko yang tertata rapi, mencari sosok yang biasanya berdiri di balik meja kasir atau sibuk merapikan rak produk.Namun, Freya tidak ada di sana.Keano menghentikan langkahnya sejenak, matanya menelusuri setiap sudut toko yang terlihat dari luar. Hanya ada Rachel yang tampak sibuk melayani pelanggan, dan seorang karyawan lain yang tidak dia kenal namanya.Kening Keano berkerut tipis. Biasanya di jam seperti ini, Freya sudah berada di posisinya.Nanda yang berjalan di belakangnya menyadari langkah Keano yang melambat. Nanda sampai memastikan ke mana arah tatapan atasannya

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Ternyata Licik

    Freya menatap Brian yang berdiri di ujung koridor dengan senyum ramahnya yang biasa, seolah dunia baik-baik saja. Rasa marah yang tadi tertahan di dadanya kini mendidih, siap meluap kapan saja.“Frey? Kamu kenapa? Wajahmu pucat sekali,” tanya Brian, melangkah mendekat dengan raut khawatir yang terlihat begitu meyakinkan.Freya menatap Brian lekat-lekat, mencoba mencari secuil rasa bersalah di balik wajah tenang itu. Tapi yang dia temukan hanyalah ketenangan yang begitu wajar, seolah pria ini benar-benar tidak tahu apa-apa.“Aku baru saja melihat data penjualanku,” kata Freya akhirnya, suaranya datar tapi tajam. “Kenapa kode stafmu ada di transaksi-transaksi besarku, Brian?”Untuk sepersekian detik, ada kilat terkejut yang lewat di mata Brian. Tapi secepat itu pula raut wajahnya kembali normal, bahkan menampilkan ekspresi bingung yang dibuat-buat.“Maksudmu apa? Aku tidak paham,” balas Brian, mengangkat bahu seolah benar-benar tidak mengerti.“Jangan berpura-pura, Brian.” Freya melangk

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Bagaimana Bisa?

    Freya berangkat bersama Nanda seperti hari sebelumnya. Dia sudah tiba di mall dan langsung masuk untuk bersiap bekerja.Suasana di area belakang toko kosmetik dipenuhi bisik-bisik karyawan yang berkumpul di depan papan pengumuman. Freya berjalan mendekat bersama Rachel, ikut menyelinap di antara kerumunan untuk melihat kertas yang baru saja ditempel.Pengumuman Resmi: Manajer Toko Kosmetik Area Lantai 2 — Brian MahendraFreya membaca nama itu berulang kali, memastikan matanya tidak salah lihat.“Apa?” Rachel yang berdiri di sampingnya bersuara lebih dulu, matanya membola tak percaya. “Brian? Yang benar saja!”Bisikan di sekitar mereka semakin ramai. Beberapa karyawan saling berpandangan dengan raut heran, ada juga yang menggelengkan kepala pelan.“Bukannya penjualan Brian selalu di bawah rata-rata?” bisik salah satu karyawan dari toko sebelah.“Iya, aneh sekali. Padahal semua tahu Freya yang paling konsisten mencapai target,” timpal yang lain, suaranya cukup pelan tapi masih terdenga

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Perhatian Kecil

    Keesokan harinya.Freya baru saja selesai mengganti pakaian kerjanya di dalam kamar mandi. Dia keluar dengan blus lengan panjang berwarna krem, rambutnya masih setengah basah dan tergerai di bahu.Freya melangkah menuju cermin besar di sudut walk in closet, lalu mulai menyisir rambutnya dengan gerakan cepat karena waktu hampir siang.Sampai suara pintu walk in closet kembali terbuka, membuat Freya menoleh sekilas.Keano melangkah masuk dengan kemeja putih yang belum sepenuhnya dikancingkan dan memperlihatkan sebagian dada bidangnya. Tangannya membawa sebuah kotak kecil berwarna putih.Freya buru-buru mengalihkan pandangan, pipinya memanas tanpa alasan jelas. Dia kembali fokus menyisir rambutnya, berusaha terlihat sesibuk mungkin.“Duduk,” kata Keano begitu sampai di dekat Freya, suaranya datar seperti biasa.Freya menghentikan gerakan tangannya. Dia menoleh dengan kening berkerut. “Duduk, Pak? Untuk apa?”Keano tidak menjawab. Dia hanya menunjuk kursi kecil di dekat meja rias dengan d

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Ketahuan Terluka

    Malam hari. Jam kerja telah usai. Freya berjalan keluar dari pintu khusus karyawan sambil menarik lengan baju pendeknya lebih rendah, berusaha menutupi memar yang masih membekas di kulitnya sejak insiden dengan Brian pagi tadi.Dia melangkah menuju titik jemput yang tadi pagi Nanda katakan. Namun, saat tiba di sana bukan mobil Nanda yang terparkir di sana.Freya menghentikan langkah saat melihat mobil sedan hitam Keano berhenti tepat di depannya, kaca jendela belakang turun perlahan.“Masuk.”Suara Keano yang datar itu membuat Freya tersentak kecil. Dia menoleh ke kanan dan kiri, memastikan tidak ada rekan kerja yang melihat, lalu bergegas masuk ke dalam mobil.“Kenapa Bapak sendiri yang jemput?” tanya Freya begitu duduk dan menutup pintu mobil dengan pelan.“Nanda ada urusan lain,” jawab Keano singkat, tatapannya tertuju ke luar jendela.Freya mengangguk pelan, tidak berani bertanya lebih jauh. Dia menyandarkan punggungnya, lalu tanpa sadar menggosok pelan lengannya yang masih teras

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Freya Mulai Curiga

    Freya langsung menatap ke suara yang menginterupsi. Begitu juga dengan Brian dan Melissa. Keduanya melebarkan mata mereka melihat siapa yang sedang melangkah mendekat.Seketika itu, tangan Freya akhirnya terlepas dari Brian. Dia mengusap lengannya yang sakit karena perbuatan Brian.Di hadapan mereka, kini berdiri Keano yang menatap tajam pada Brian dan Melissa, lalu sorot mata Keano melunak ketika melihat Freya menunduk dengan wajah menahan sakit.“Apa yang terjadi di sini?” Suara Keano terdengar tegas dan dalam.Brian dan Melissa langsung membungkukkan tubuh mereka ke Keano.Brian begitu panik, lalu dia mencoba menjelaskan. “Tidak ada apa-apa, Pak. Kami … kami … kami hanya sedang berdiskusi biasa.” Brian tersenyum karier ke Keano karena takut terkena masalah.Satu sudut alis Keano tertarik ke atas mendengar penjelasan Brian. Sampai dia menatap pada Freya, lalu Keano bertanya, “Apa yang dia katakan benar?”Freya tersentak mendengar pertanyaan Keano, apalagi tatapan pria ini kini tert

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status