Share

Masih Tak Diam

Author: Aldra_12
last update Petsa ng paglalathala: 2026-10-01 15:38:59

Di apartemennya.

Brian duduk di depan televisi tanpa benar-benar menonton apa pun, pikirannya masih dipenuhi kekesalan sejak pemecatan yang menghancurkan kariernya beberapa hari lalu.

“Harusnya aku duduk santai tapi tetap mendapat upah, bukan duduk begini tapi tanpa mendapatkan apa pun!” Brian menenggak minumnya, geram karena kini tak punya pemasukan gara-gara dipecat.

Di tengah kekesalan yang dialaminya. Ponselnya bergetar, menampilkan pesan dari salah satu temannya yang masih bekerja di mall
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
yang kau hadapi bukan cuma freya ya brian tapi keano tahu kamu?
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Membongkar Rahasia

    Gerald menggeram, pipinya begitu panas menerima tamparan dari Freya. Dia tak terima, tangannya terangkat hendak membalas tamparan itu. “Beraninya kamu—”Namun, sebelum tangan itu sempat mendarat di pipi Freya, Rachel sudah lebih dulu maju, lalu menahan pergelangan tangan Gerald. “Jangan coba-coba!”Rachel menatap Gerald dengan mata berkilat marah. Melepas pergelangan tangan Gerald dengan kasar. “Kamu ini kelewatan, Gerald! Ikut campur urusan orang padahal kamu sendiri nggak tahu apa-apa!” “Aku cuma bicara fakta!” balas Gerald, masih menahan pipi yang nyeri akibat tamparan Freya yang begitu keras. “Coba cek sendiri, ayah Freya memang punya banyak utang karena judi! Itu bukan rahasia lagi!”Suara keributan itu menarik perhatian beberapa orang yang kebetulan melintas di area toko. Namun, sebelum situasi semakin memanas, langkah kaki yang tegas dan berwibawa terdengar mendekat dari ujung koridor.Keano melangkah masuk bersama Nanda dan beberapa jajaran direksi yang kebetulan sedang melak

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Penyebar Rumor

    Mengabaikan rasa tak nyaman dan tatapan aneh ke arahnya, Freya segera mengetik balasan untuk Rachel, jarinya masih sedikit gemetar di atas layar ponsel.[Aku udah di mall, Chel. Jadwal shift aku diganti jadi siang.]Tidak lama, balasan Rachel muncul di layar.[Jangan ke mana-mana dulu. Aku ke sana sekarang.]Freya menyimpan ponselnya, lalu mengangkat pandangannya. Beberapa karyawan yang sejak tadi berada di ruang ganti mulai bergerak satu per satu, melewatinya dengan tatapan yang begitu jijik, beberapa bahkan sengaja menjauh seolah keberadaannya adalah sesuatu yang kotor. Tidak ada satu pun yang menyapa seperti biasanya.Freya menunduk, menahan diri untuk tidak bereaksi berlebihan di depan mereka, meski dadanya terasa begitu perih menahan tatapan-tatapan menghakimi itu.Tidak lama kemudian.Rachel datang dengan napas terengah, langsung menghampiri Freya yang masih duduk diam di sudut ruangan.“Frey, aku nggak nyangka bakal ada gosip separah ini,” kata Rachel, duduk di samping Freya d

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Gosip Lagi

    “Maksudnya peduli yang seperti apa, Pak?” tanya Freya, kening berkerut dalam. “Apa soal … trauma Bapak?” Freya memastikan.Dia menatap serius pada Keano, menunggu jawaban dengan napas sedikit tertahan. Namun, pria itu hanya diam, tidak langsung menjawab.Melihat keheningan yang terlalu lama itu, Freya akhirnya melanjutkan dengan nada lebih tenang, seolah mencoba menjawab pertanyaannya sendiri. “Mungkin karena saya peduli karena Bapak ‘kan sudah banyak membantu saya, jadi wajar kalau saya ingin membalasnya sedikit.”Keano menatap Freya sejenak, sudut bibirnya tertarik membentuk senyum masam yang nyaris tak terlihat.“Istirahatlah,” kata Keano akhirnya, memilih untuk tidak melanjutkan topik itu lebih jauh. Dia bangkit, merapikan kotak obat yang tadi dia gunakan, lalu melangkah menjauh dari ranjang.Freya menatap punggung Keano yang berjalan menuju kamar mandi, rasa penasarannya masih menggantung tanpa jawaban yang jelas. Namun, melihat Keano yang jelas enggan membahasnya lebih jauh, F

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Kenapa Peduli?

    Malam harinya.Keano pulang lebih larut dari biasanya setelah menyelesaikan berbagai urusan di kantor. Dia berjalan menyusuri koridor rumah yang sudah sepi dan gelap, menuju kamarnya yang ada di lantai dua.Begitu memasuki kamar, dia melangkah lebih dalam, tatapannya tertuju ke atas ranjang.Freya sudah tertidur lelap di sana, posisinya yang berantakan seperti biasa, satu kaki terjulur keluar dari selimut.Keano melangkah mendekat dengan pelan, matanya tertuju pada pergelangan kaki Freya yang masih terbalut perban. Dia berjongkok di sisi ranjang, tangannya terulur untuk memastikan kondisi kaki itu tanpa bermaksud membangunkan Freya.Namun, begitu jemarinya menyentuh kulit di sekitar perban, Freya tersentak kaget, matanya terbuka lebar dan tubuhnya refleks bergerak.“Pak?” Freya bersuara, masih setengah terjaga, menatap Keano yang berjongkok di sampingnya.“Apa aku mengejutkanmu?” tanya Keano tenang, meski gerakannya tadi memang tidak dia maksudkan untuk membangunkan Freya.Freya meng

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Masih Tak Diam

    Di apartemennya.Brian duduk di depan televisi tanpa benar-benar menonton apa pun, pikirannya masih dipenuhi kekesalan sejak pemecatan yang menghancurkan kariernya beberapa hari lalu. “Harusnya aku duduk santai tapi tetap mendapat upah, bukan duduk begini tapi tanpa mendapatkan apa pun!” Brian menenggak minumnya, geram karena kini tak punya pemasukan gara-gara dipecat.Di tengah kekesalan yang dialaminya. Ponselnya bergetar, menampilkan pesan dari salah satu temannya yang masih bekerja di mall.[Bro, kamu udah lihat belum? Heboh banget di grup karyawan. Freya digendong sama Pak Keano tadi siang, lewat koridor utama pula, bukan jalur belakang!]Brian mengerutkan kening, membuka pesan itu dengan rasa penasaran yang bercampur tidak percaya. Temannya mengirimkan beberapa tangkapan layar dari grup karyawan, memperlihatkan foto-foto yang diam-diam diambil beberapa karyawan yang melihat—Freya dalam gendongan Keano, wajahnya yang tertunduk malu, dan Keano yang berjalan tegap tanpa peduli tat

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Tidak Terlalu Peduli

    Keano kembali ke mall untuk melanjutkan pekerjaannya.Keano baru saja duduk di balik meja kerja ketika Nanda masuk dengan membawa beberapa dokumen, raut wajahnya sedikit berbeda dari biasanya.“Pak.” Nanda membuka suara, meletakkan dokumen itu di atas meja. “Berita soal kejadian tadi sudah menyebar ke seluruh karyawan mall. Bukan hanya di toko tempat Freya bekerja, tapi juga sampai ke divisi lain.”Keano tidak menanggapi. Dia meraih salah satu berkas yang ada di meja, membukanya dengan tenang seolah informasi yang baru saja disampaikan Nanda bukanlah sesuatu yang perlu dia risaukan.Nanda memperhatikan sikap itu dengan kening sedikit berkerut. “Apa Bapak sekarang berniat mempublikasikan pernikahan ini? Bukankah ini bukan bagian dari rencana awal?”Keano masih diam, matanya tetap tertuju pada lembar laporan di tangannya. Setelah beberapa saat, dia akhirnya menjawab tanpa mengangkat wajah. “Bukan aku yang ingin pernikahan ini dirahasiakan.”“Maksud saya bukan soal siapa yang ingin merah

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status