Share

Membeli Es Krim

Penulis: Aldra_12
last update Tanggal publikasi: 2026-09-12 17:41:25
Freya terkesiap. Matanya mengerjap beberapa kali mendengar ucapan Keano. Apa maksud kata ‘ayo’?

“Ayo ke mana, Pak?” Freya memastikan, menatap penasaran pada Keano.

Keano menghela napas panjang. “Beli es krim, bukankah kamu mau es krim?”

Freya tersentak kecil. Dia hanya bergumam membayangkan es krim setelah makan sup, tapi siapa sangka Keano langsung mengajaknya pergi.

Freya tersenyum canggung, buru-buru dia menolak halus. “Tidak usah, Pak. Saya tidak serius, kok. Beneran.”

Melihat Keano diam, Fr
Aldra_12

Terima kasih untuk yang sudah mengikuti kisah Freya dan Keano. Jangan lupa tinggalkan komentar kalian, sebagai bentuk dukungan pada cerita ini.

| 4
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Margaretha Indrayani
lanjut thor............
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Beban di Pesta

    Mobil berhenti di pelataran Hotel Prada tepat ketika lampu-lampu kristal di lobi menyala semua. Seorang petugas valet membuka pintu, dan udara malam yang dingin menyapu bahu Freya yang hanya tertutup kain tipis.Dia menggenggam clutch di pangkuannya dengan kedua tangan. Lalu, perlahan turun dari mobil saat Keano mengulurkan tangan ke arahnya.Freya berdiri dengan anggun, bahkan dia sampai tak mengenali kalau wanita berpakaian kelas atas ini adalah dirinya.Dari mobil di belakang, Jordan dan Nadine turun. Nadine melangkah mendekat bersama Jordan ke arah Freya dan Keano berdiri.Begitu ada di hadapan Freya, Nadine mengulurkan tangan, merapikan helai rambut Freya yang menjuntai di pelipis dengan gerakan ringan seperti ibu yang mengantar anaknya ke panggung."Cantik," bisik Nadine. "Tegakkan bahumu. Kamu tidak perlu takut pada siapa pun malam ini." Senyum Nadine begitu menghangatkan.Freya mengangguk. Dadanya berdegup begitu keras sampai dia khawatir suaranya terdengar.Keano menekuk le

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Ragu Pada Diri Sendiri

    Keesokan harinya.Freya ada di dalam kamar mandi. Dia tidak ke mall, Keano sudah membuatkan izin untuknya agar tak masuk hari ini.Freya melangkah keluar dari kamar mandi begitu selesai. Dia berjalan sambil mengusap rambutnya yang basah, dan langkahnya terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu. “Freya, ini Mama.” Suara Nadine terdengar dari pintu luar.“Ya, Ma.” Freya membalas. Dia berjalan ke arah pintu, lalu membuka.Freya kaget melihat Nadine datang tak sendirian.Nadine masuk bersama dua pelayan yang mendorong rak gantungan berisi gaun-gaun malam."Keano sudah meminta izin ke supervisor tokomu, kan?" kata Nadine sambil menunjuk koleksi itu. "Jadi, ayo pilih gaun yang harus kamu pakai buat acara nanti."Freya canggung, dia tatap Nadine yang tampak begitu antusias. "Ma, tidak usah repot-repot—""Mama tidak repot." Nadine menarik satu gaun dari gantungan. "Mama senang."Freya tidak tahu bagaimana menolak orang yang berkata ‘senang’ dengan wajah sebahagia itu. Dia pasrah. Beberap

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Mungkin Tidak Bisa

    Makan malam tiba. Sup buatan Freya sudah disajikan di atas meja. Uapnya mengepul dengan aroma rempah yang begitu kuat.Jordan duduk di kursinya, menatap menu di atas meja, menunggu makan malam siap.Nadine duduk berhadapan dengan Keano yang bersebelahan dengan Freya. Freya menunduk sambil memutar sendok di mangkuknya sendiri. Dia terlalu gugup untuk menatap Keano.Keano menyendok kuahnya, meniup pelan, lalu menyesap.Tidak ada yang bicara.Keano menyendok lagi. Sekali, dua kali, tiga kali. Tanpa berkata apa pun, dia mengambil sepotong iga, memisahkan dagingnya dengan sendok, dan memakannya dengan tenang. Mangkuk pertama habis. Dia menambah satu mangkuk lagi tanpa menoleh pada siapa pun.Jordan menurunkan sendoknya perlahan. Dia menatap heran pada putranya yang makan begitu lahap."Sudah lama Papa gak lihat kamu makan sebanyak ini." Jordan tak mengalihkan pandangannya sama sekali dari Keano.Nadine juga menatap pada putranya, nafsu makan Keano mendadak berubah begitu besar."Supnya en

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Janji Memasak

    Mobil berhenti di pelataran rumah Pradipta saat langit mulai berubah warna. Keano turun lebih dulu dan membukakan pintu untuk Freya. Gerakannya biasa saja, tapi Freya masih belum terbiasa diperlakukan begitu.Di sepanjang jalan tadi dia belum bicara lagi. Wajah Keano yang melembut sesaat setelah membaca pesan itu masih mengganggu pikirannya. Dia sudah memutuskan untuk mengabaikannya, tapi keputusan itu tidak sepenuhnya berhasil."Keano," panggil Freya begitu mereka berdiri di depan pintu utama."Hm?" Keano menoleh, menatap Freya yang seperti mau mengatakan sesuatu."Aku mau ke dapur sebentar." Telunjuk Freya terangkat sejenak ke dalam rumah.Kedua sudut alis Keano tertarik ke atas. "Lapar?""Bukan." Freya menggigit bibir bawahnya. "Aku pernah janji akan memasakkan sup iga untukmu. Kamu ingat?"Mata Keano menatap Freya lekat, seolah tidak percaya dia mengingat percakapan sederhana di mobil malam itu. Setelah beberapa saat, sudut bibir Keano bergerak tipis."Ingat," kata Keano. "Kamu

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Jadi Beda

    Bel tanda toko dibuka berbunyi dari pengeras suara. Rachel menepuk lutut Freya sekali, lalu berdiri dan merapikan seragamnya."Ayo. Yang kamu ceritakan tadi aman di aku," bisik Rachel. "Tapi soal 'cuma balas budi' itu, aku belum setuju."Freya hanya tersenyum tipis dan mengikuti Rachel keluar dari ruang ganti tanpa berkata apa-apa lagi.Begitu mereka melangkah ke area toko, Freya langsung merasakannya. Percakapan di sudut-sudut ruangan berhenti sepersekian detik, lalu berlanjut dengan suara yang lebih rendah. Ada yang pura-pura sibuk merapikan rak, ada yang menatap terang-terangan, ada pula yang buru-buru tersenyum begitu matanya bertemu mata Freya."Freya," sapa seorang karyawan yang dulu tidak pernah menyapanya lebih dulu. Dia melangkah mendekat dengan kedua tangan terlipat di depan perut. "Maaf ya soal kemarin. Aku sama sekali tidak percaya gosip itu, sumpah.""Tidak apa-apa," jawab Freya pelan."Kalau butuh apa-apa, bilang saja ya, Bu Freya." Freya tersentak. "Bu?""Eh, maksudku

  • Istri Rahasia Bos Dingin   Hanya Karena Hutang Budi

    Freya keluar dari walk in closet dengan kemeja kerja yang sudah rapi dan rambut yang dikuncir seadanya. Kamar sudah kosong. Ponsel Keano tidak lagi tergeletak di atas meja, dan jas hitam yang tadi tergantung di kapstok pun hilang. Hanya aroma hangat dari parfum pria itu yang masih tertinggal di udara.Dia berdiri sebentar di tengah kamar, menatap pintu yang tertutup rapat. Suara Keano di telepon tadi masih terngiang di telinganya, begitu pelan dan hati-hati, seperti seseorang yang bicara pada sesuatu yang mudah pecah.Siapa yang menelepon sampai dia bicara selembut itu?Freya menggeleng cepat, mengusir pikiran itu. Bukan urusannya. Dia meraih tas dan melangkah turun. Di teras, Pak Beni sudah menunggu di samping mobil, membukakan pintu belakang dengan senyum sopan."Silakan, Nona. Pak Keano sudah berpesan agar saya mengantar Nona sampai ke mall.""Terima kasih, Pak Beni."Sepanjang jalan, Freya menatap jalanan pagi yang mulai ramai. Kursi di sampingnya kosong, dan entah kenapa terasa

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status