分享

36. Pack Isi 10

last update publish date: 2026-06-23 11:00:20

“Dylan, makasih ya udah mau datang,” ucap Viola lembut, nadanya sengaja dilembutkan, mengemis perhatian. “Aku beneran nggak nyangka kamu bakal langsung ke sini.”

Viola memajukan tubuhnya sedikit, mencoba bersandar pada bantal yang ditumpuk, berharap pemuda itu akan duduk di tepi ranjangnya dan menggenggam tangannya dengan mesra.

Dylan yang berdiri satu meter di samping brankar hanya tersenyum tipis, senyum formal yang terasa berjarak. Bukannya mendekat atau menanyakan bagaimana kondisi tubuh Vi
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節
評論 (3)
goodnovel comment avatar
vyv
ayo kaaa update lagi plisssss lagi seru2nya
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
pengecut juga pak Raymond..pria matang yg saat ini hanya ingin menuntaskan libidonya..makanya sekali lagi tanya..gimana dia bisa menahan libidonya selama 2 tahun lebih dengan Karina?
goodnovel comment avatar
Nindry Ayangcrut
Lagi donk thir
查看全部評論

最新章節

  • Istri Rahasia Om Raymond   46. Muslihat Raymond

    Raymond memperbaiki posisi berdirinya, lalu menatap Jovita dengan tatapan dingin yang dipaksakan.Di hadapan Jimmy yang masih menahan tawa, Raymond sengaja memasang topeng profesionalnya sebagai seorang atasan yang kaku.“Jovita,” panggil Raymond dengan nama asli dan terdengar formal. Suaranya sengaja dibuat sinis dan penuh penekanan.“Ingat, kamu berada di biro arsitek ini atas rekomendasi dan permintaan langsung dari Viola. Belajarlah dengan benar dan tunjukkan progres yang jelas. Jangan sampai performa kerjamu di sini membuat Viola kecewa.”Raymond sengaja mencatut nama anaknya, di depan para karyawan. Bukan tanpa sebab, ini adalah bagian dari muslihat taktis agar ia memiliki alasan logis untuk tetap memantau dan berada di dekat Jovita dalam lingkungan kerja tanpa memicu desas-desus.Sementara itu Jovita hanya bisa menunduk dalam-dalam sambil mengangguk samar.“Baik, Pak Raymond. Saya mengerti,” ucap gadis itu lirih.Ada rasa takut, bersalah, dan malu yang bercampur aduk di dalam d

  • Istri Rahasia Om Raymond   45. Cemburu Buta

    “Besok jangan telat lagi ya, Jo,” ujar Aris, nada suaranya tegas mengingatkan.Di kubikel kerja, Aris melipat gulungan cetak biru di atas meja lalu menatap Jovita dengan raut wajah serius, terlihat professional dan mengayomi sebagai mentor.“Tidak ada gunanya kamu bela-belain lembur sampai malam kalau paginya diawali dengan tidak disiplin. Di Vastu Chandra, manajemen waktu itu nomor satu.”Jovita menunduk dalam, meremas jemarinya yang mendadak dingin.“Iya, Mas. Maaf, saya akan berusaha nggak ulangi lagi.”Dalam hati, Jovita merutuk habis-habisan. Ia menyalahkan Raymond yang telah mengurungnya di kamar hotel hingga tak bisa memanfaatkan waktu pagi ini.Tapi, saat ingatan tentang bagaimana pria matang itu menyentuhnya dan bagaimana ia meringkuk di dada bidang Raymond melintas di benaknya, Jovita tidak bisa berbohong. Sepasang pipinya seketika merona merah, memancarkan semburat hangat yang untungnya tertutup oleh helai rambutnya yang menjuntai.Aris yang tidak menyadari pergolakan batin

  • Istri Rahasia Om Raymond   44. Seberapa Besar Nyalimu?

    Sebuah pulpen montblanc melayang di udara, tepat sasaran menuju dada Jimmy sebelum akhirnya ditangkap dengan tangkas oleh pria itu sambil tertawa renyah.“Keluar dari ruanganku, Jim. Kembali kerja,” usir Raymond tajam.Kilat salah tingkah di mata Raymond tidak bisa disembunyikan dari pengamatan sang sahabat. Semburat tipis di tulang pipinya menegaskan bahwa todongan Jimmy baru saja menghantam telak egonya.Jimmy meletakkan pulpen itu kembali ke atas meja kerja Raymond dengan bunyi ketukan pelan. Seringai usil di wajahnya perlahan memudar, digantikan oleh ekspresi serius yang melenyapkan seluruh atmosfer bercanda di antara mereka.Jimmy mendesah berat, lalu menopang kedua tangannya di atas meja, mencondongkan tubuhnya ke arah Raymond.“Lalu, apa rencanamu sekarang?” tanya Jimmy, nadanya kini berubah menjadi suara seorang penasihat bisnis yang dingin dan rasional. “Kau tahu betul siapa Haryo Adhiwangsa.”Raymond tidak menyahut. Ia hanya menegakkan punggung, bersedekep dada, dan siap men

  • Istri Rahasia Om Raymond   43. Umpan Cantik

    “Bagaimana bisa, Ray?” Jimmy setengah berteriak, matanya masih terpaku pada selembar surat bukti nikah siri di tangannya dengan tatapan tidak percaya. “Kamu gila? Kapan kamu melakukan semua ini?”Raymond tidak langsung menjawab. Ia hanya mengetukkan jarinya ke atas meja kerja dengan tenang, lalu memberikan perintah singkat, “Lihat tanggal yang tertera di sana.”Jimmy dengan cepat menggeser pandangannya ke baris tanggal dokumen tersebut. Mulutnya sedikit terbuka saat menyadari sebuah memori yang familiar. “Ini... hari ulang tahun Viola?” gumam Jimmy lirih.Raymond mengangguk lambat, pandangannya menerawang jauh. “Waktu itu Viola memintaku untuk mengantar Jojo pulang karena sudah kemalaman. Tapi di sana, aku justru melihat dia disiksa habis-habisan sama ayah kandungnya sendiri.”Napas Raymond memberat saat mengingat kejadian malam itu. “Pria itu terus-menerus meminta uang. Karena Jojo menolak memberikan, dia mulai kalap. Pria tua itu berteriak-teriak histeris di lingkungan sekitar,

  • Istri Rahasia Om Raymond   42. Jujur pada Sahabat

    Melewati barisan kubikel karyawan magang, langkah kaki Raymond mendadak melambat. Sepasang matanya menangkap pemandangan yang seketika menyulut api cemburu di dadanya.Di sana, Jovita sedang duduk berdekatan dengan Aris, salah satu arsitek muda berbakat di Vastu Chandra. Yang saat ini mendapat tugas untuk membimbing anak-anak magang.Keduanya tampak begitu serius mendiskusikan sebuah cetak biru di atas meja kerja, sesekali Aris tersenyum ramah yang dibalas dengan anggukan dan tawa tipis oleh Jovita.“Nah, garis potongan yang ini sudah bagus, Jo. Kamu punya insting yang kuat untuk detail fungsional,” puji Aris sambil tersenyum ramah, wajahnya berjarak cukup dekat dengan Jovita karena sama-sama memandangi kertas kalkir.“Tapi ingat, ke depannya harus lebih fokus lagi ya, biar kamu nggak sering-sering mengulang revisi dari awal. Sayang energinya.”Jovita tertawa tipis, sebuah tawa lepas yang sama sekali tidak ia tunjukkan saat menatap Raymond siang ini.“Sip, Mas. Jangan bosan-bosan ya m

  • Istri Rahasia Om Raymond   41. Di Antara Dua Hati

    Jimmy melangkah masuk setelah mengantar para investor. Tapi, langkah kaki Jimmy melambat begitu ia merasakan atmosfer canggung yang mendadak mencekik ruangan tersebut.Sebagai orang yang tadi pagi mendengar ‘desahan gila’ Raymond di telepon dan tahu persis rahasia apa yang sedang disembunyikan sahabatnya.Jimmy langsung bisa membaca situasi dari ekspresi tegang Raymond. Dipandanginya sang sahabat dengan tatapan prihatin sekaligus ngeri, seolah tahu betul ada beban baru yang luar biasa berat yang baru saja dijatuhkan ke atas pundak sang arsitek.Raymond berdeham pelan, mencoba menguasai kembali gejolak emosinya sebelum menatap lurus ke mata Haryo.“Sebenarnya itu usul yang sangat bagus, Om.” Raymond terdiam, menjeda kalimatnya. “Tapi... bisakah kita membicarakan dan menjadwalkan ulang hal ini setelah kondisi Vio benar-benar pulih?”Senyum di wajah cantik Karina seketika luntur. Gurat kekecewaan yang mendalam kembali tercetak jelas di sana, ia menyadari bahwa ini artinya dia harus menga

  • Istri Rahasia Om Raymond   19. Sebuah Keputusan

    Raymond menoleh menatap Jimmy dengan kilat mata yang begitu tajam dan berbahaya. Rahangnya mengeras. Jika tatapan mata bisa membunuh, sahabatnya pasti sudah terkapar di lantai koridor saat ini juga.“Jaga bicaramu, Jim. Jangan sampai aku benar-benar menghabisimu di tempat ini,” ucap Raymond. Suaran

  • Istri Rahasia Om Raymond   17. Kerdil

    Karina membawa Jovita menuju area kafetaria khusus karyawan yang terletak di lantai mezanin. Tempat itu jauh dari kesan kantin konvensional pada umumnya, desain interiornya mengusung tema industrial-biophilic yang sangat estetis dan megah.Jovita dan Karina mengambil posisi duduk di salah satu sudu

  • Istri Rahasia Om Raymond   16. Pertemuan Jovita dan Karina

    Jovita berdiri mematung di kamar mandi, menatap pantulan dirinya sendiri di balik cermin yang mulai berembun.Jemarinya perlahan naik, menyentuh bibirnya yang masih sedikit bengkak, lalu turun meraba lehernya yang tertutup rapat oleh kerah sweater turtleneck.Ada rasa asing dan tidak percaya diri y

  • Istri Rahasia Om Raymond   15. Kebohongan Besar

    Pertanyaan Jimmy siang tadi terus berdengung di kepala Raymond sepanjang perjalanan pulang. Bahkan tetap mengganggu benaknya hingga roda SUV hitamnya berhenti di depan pelataran rumah.Bagaimana nasib hubungannya dengan Karina?Bagaimana pertanggungjawabannya pada Jovita?Dua pertanyaan itu menghim

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status