Home / Romansa / Istri Rahasia Om Raymond / 46. Muslihat Raymond

Share

46. Muslihat Raymond

Author: Henny Djayadi
last update Petsa ng paglalathala: 2026-06-28 10:56:11

Raymond memperbaiki posisi berdirinya, lalu menatap Jovita dengan tatapan dingin yang dipaksakan.

Di hadapan Jimmy yang masih menahan tawa, Raymond sengaja memasang topeng profesionalnya sebagai seorang atasan yang kaku.

“Jovita,” panggil Raymond dengan nama asli dan terdengar formal. Suaranya sengaja dibuat sinis dan penuh penekanan.

“Ingat, kamu berada di biro arsitek ini atas rekomendasi dan permintaan langsung dari Viola. Belajarlah dengan benar dan tunjukkan progres yang jelas. Jangan samp
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (2)
goodnovel comment avatar
vyv
pulang kantor samperin aja om si jovita istrimu itu biar ga ngambek ...
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
ha ha ha bingung sendiri kan?
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Istri Rahasia Om Raymond   165. Cinta yang Terlambat

    “Ini portofolio arsitektur terbaik tahun ini yang sudah kita kerjakan,” ujar Damian sambil menyerahkan sebuah flashdisk kepada Dylan. “Beberapa di antaranya ada sentuhan dari Vastu Chandra.”Dylan menerima flashdisk itu, memutarnya di sela jari seraya bergumam dengan nada sinis yang tak bisa disembunyikan.“Bosnya awet muda banget ya, Pi. Jampi-jampinya kayaknya kuat banget.”“Jampi-jampi apa?” tanya Damian sambil terkekeh.Sebagai seorang ayah yang kenyang pengalaman hidup, Damian langsung menangkap getaran cemburu yang tersembunyi di balik suara putranya.Damian menyahut santai, “Memang masih muda. Waktu Papi sudah terima banyak proyek besar di mana-mana, dia baru terbang ke Australia buat kuliah.”Dylan menaikkan sebelah alisnya, tampak kebingungan dengan garis waktu yang baru saja dibeberkan papinya. Namun sebelum Dylan sempat bertanya lebih jauh, Damian menepuk bahu putranya pelan.“Sudahlah,” potong Damian cepat. “Kalau kamu mau punya keahlian desain yang setara atau bahkan mela

  • Istri Rahasia Om Raymond   164. Memastikan Aman

    Di atas sofa empuk di sudut ruangan, Jovita berbaring bersandar pasrah di dada bidang Raymond. Napasnya masih tersengal tipis, tubuhnya terasa lemas dan lelah usai gejolak percintaan panas yang baru saja mereka lewatkan di tengah keheningan kantor.Raymond melingkarkan lengan kokohnya, merengkuh tubuh Jovita rapat-rapat dalam kehangatan. Jemarinya mengusap lembut pundak istrinya yang penampilannya sudah terlihat rapi kembali.“Maaf... mungkin sampai kamu benar-benar lulus kuliah nanti, aku belum bisa mengumumkan pernikahan kita di depan publik,” bisik Raymond pelan, suaranya sarat akan rasa bersalah.Jovita mendongak, menatap garis rahang suaminya. Wajah tenang dan penuh wibawa itu membuatnya sering merasa rendah diri.“Nggak apa-apa, Om. Setelah lulus nanti, aku akan berusaha keras dapat pekerjaan yang bagus... biar aku benar-benar pantas berdiri di samping Om Ray.”Raymond tersenyum tipis, matanya berbinar haru mendengar ucapan polos itu. Ia mempererat pelukannya.“Ini bukan soal ka

  • Istri Rahasia Om Raymond   163. Masih Kuat Berdiri?

    “Kamu benar,” ujar Raymond seraya mengetukkan jarinya di atas draf. “Area atrium ini kalau tidak diberi celah cross ventilation yang memadai, konsep green building-nya bakal gugur di pengujian efisiensi energi.”“Kalau posisi jalusi anginnya digeser lima belas derajat ke arah utara, aliran udaranya bisa maksimal tanpa perlu menambah beban daya fan eksterior.”Raymond mengambil pena, mencatat poin-poin masukan dari istrinya di lembar catatan khusus.“Masukan yang sangat jeli,” puji Raymond. “Besok pagi aku bakal mendiskusikan lagi dengan Divisi Design & Engineering.”Raymond menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi, menghembuskan napas lega yang panjang. Beban pekerjaan berat yang menumpuk di kepalanya seharian ini seolah terangkat seketika. Ia melirik jam tangan, lalu menatap Jovita lembut.“Kamu sudah makan malam, Jo?”Jovita menggeleng pelan dengan senyum tipis. “Belum. Katanya tadi mau makan bareng di sini...”“Mau pesan makan apa malam ini?” tanya Raymond seraya mengambil ponsel

  • Istri Rahasia Om Raymond   162. Curiga yang Terpatahkan

    Raut masam di wajah Viola seketika sirna saat melihat mobil mamanya perlahan memasuki pekarangan rumah. Selain karena butuh teman untuk mengusir rasa kesepian, ada hal penting dan mendesak yang harus segera ia bicarakan dengan Felisa.“Mama!” panggil Viola, menyambut kedatangan ibunya dengan pelukan hangat di ruang tamu.Felisa tersenyum penuh kasih sayang, mengelus rambut putrinya. “Kangen ya sama Mama?”Mereka berdua lalu melangkah menuju ruang tengah yang luas. Tak lama kemudian, Bi Lastri datang membawa nampan berisi dua gelas jus jeruk dingin. Setelah meletakkannya di atas meja, Bi Lastri bermaksud kembali ke dapur, namun langkahnya terhenti secara samar saat mendengar pembicaraan intens di antara ibu dan anak itu.“Ma... sepertinya Papa benar-benar punya simpanan,” bisik Viola dengan raut wajah tegang.Felisa meminum jusnya sedikit, lalu menatap Viola tajam.“Tadi Mama baru saja bertemu Karina. Papamu mengaku pada Karina kalau dia baru saja dijebak menggunakan obat perangsang sa

  • Istri Rahasia Om Raymond   161. Pemufakatan Jahat

    “Mungkin bagimu permainannya sudah selesai. Tapi bagiku, ini baru saja dimulai.”Karina menegakkan punggung, menatap Felisa tanpa keraguan sedikit pun.“Aku tidak akan pernah mundur. Aku sudah mengorbankan banyak hal untuk Raymond, dan aku akan tetap memperjuangkan cintaku pada Raymond.”Felisa tertegun sejenak. Sorot mata Karina yang dipenuhi obsesi mendadak menyulut kembali asa yang sempat padam di dalam dadanya.Rasa sakit hati dan tak terima yang terpendam lama dalam diri Felisa karena dicampakkan Raymond kembali membara hebat. Jika ia tidak bisa memiliki Raymond kembali, maka perempuan mana pun juga tidak boleh memilikinya.Sebuah senyum miring perlahan terukir di bibir Felisa.“Menarik. Ternyata seorang putri Adhiwangsa punya nyali senekat ini.”“Jangan salah paham,” ujar Karina seraya melipat kedua tangannya di dada. “Aku masih membencimu atas apa yang kamu lakukan pada Raymond di masa lalu.”Seandainya waktu itu Raymond tidak masuk jebakan Felisa, Karina yakin kedekatan pujaan

  • Istri Rahasia Om Raymond   160. Dua Mantan

    Di sebuah kafe privat nan tenang, Karina tampak menyesap cangkir kopinya perlahan saat sebuah suara mengalihkan perhatiannya.“Ada perlu apa sampai putri pengusaha besar Adhiwangsa ingin bertemu denganku?”Karina mengalihkan pandangannya. Di hadapannya kini berdiri Felisa, tampil elegan namun sarat aura dingin. Felisa menyunggingkan senyum tipis yang sulit diartikan, lalu melangkah anggun dan duduk tepat di seberang Karina.Dengan napas berat dan raut wajah penuh amarah yang tertahan, Karina mulai bicara.“Raymond mengaku padaku... kalau dia melakukan kesalahan yang sama.”Felisa mengerutkan dahi, terkejut mendengar ucapan itu. “Apa maksudmu?”Dalam hidup tentu manusia banyak melakukan kesalahan, termasuk Raymond. Tapi Felisa sangat tahu, kesalahan yang dianggap fatal dan tak ingin Raymond ulang adalah, tidur dengan perempuan sebelum menikah.Karina menatap Felisa dengan pandangan sinis menajam. “Ternyata ada wanita sundal lain yang menggunakan cara menjijikkan persis seperti dirimu d

  • Istri Rahasia Om Raymond   26. Semakin Terjerat

    Pagi belum sepenuhnya pecah kala Jovita berusaha menggeser lengan kekar yang melingkari pinggangnya. Tubuhnya terasa begitu lemas dan remuk setelah semalaman penuh menjadi pelampiasan gairah liar Raymond yang tak terbendung.Begitu Jovita bergerak sedikit saja untuk turun dari ranjang, lengan tegap

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   6. Hilang Kendali

    Saat Raymond melangkah masuk, keadaan rumah keluarga Chandra sudah jauh lebih tenang. Pria itu melihat sosok Jovita baru saja turun dari lantai dua sambil membawa tas kainnya dan sebuah tumbler pemberian Viola.​Raymond menghentikan langkah. "Jojo? Belum pulang?"​Jovita sedikit tersentak, lalu me

  • Istri Rahasia Om Raymond   5. Tumbler Maut

    “Papa jahat!”​Pekikan nyaring Viola seketika memutus tautan bibir Raymond dan Karina. Kedua orang dewasa itu menoleh terkejut, mendapati Viola berdiri dengan dada naik-turun menahan amarah, sementara Jovita mematung di belakangnya dengan wajah pias.​Raymond segera melepaskan dekapannya pada Kari

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status