Share

17. Kerdil

Author: Henny Djayadi
last update publish date: 2026-06-15 14:44:24

Karina membawa Jovita menuju area kafetaria khusus karyawan yang terletak di lantai mezanin. Tempat itu jauh dari kesan kantin konvensional pada umumnya, desain interiornya mengusung tema industrial-biophilic yang sangat estetis dan megah.

Jovita dan Karina mengambil posisi duduk di salah satu sudut yang agak privat, terlindung oleh partisi tanaman vertikal yang cukup rimbun.

“Kamu sudah sarapan, Jo? Mau memesan sesuatu?” tanya Karina. Suaranya terdengar renyah, ringan, dan bersahabat sembari m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Rahasia Om Raymond   338. Sudah Bisa Berdiri

    Saat melangkah menyusuri lorong rumah sakit yang lengang, langkah Raymond mendadak terhenti. Di hadapannya, beberapa tenaga medis keluar dari ruang perawatan Viola dengan wajah yang cukup tegang. Sisa-sisa peluh tampak di dahi mereka.Dada Raymond berdebar lebih kencang, gelombang ketakutan membanjiri kala membayangkan kemungkinan terburuk dan paling gelap yang bisa menimpa putrinya.Raymond mempercepat langkahnya, memangkas jarak dengan terburu-buru hingga berdiri di ambang pintu. Di sana, ia mendapati dokter spesialis yang menangani Viola sedang berdiri di hadapan Jovita.“Pasien baru siuman, kami akan terus memantau terus memantau perkembangan Viola, syaraf motorik dan kondisi fisiknya masih sangat lemah. Jika memang terpaksa, kami akan memberikan obat penenang dosis terkontrol agar ia bisa kembali beristirahat dengan tenang,” ucap sang dokter dengan nada tenang.Mendengar penjelasan itu, tarikan napas Raymond yang tadinya memburu perlahan melandai. Ada kelegaan luar biasa yang men

  • Istri Rahasia Om Raymond   337. Mau Mati Saja

    Raymond meremas amplop cokelat itu hingga kertas di dalamnya berkerut hebat. Tatapannya menatap kosong pada angka Tiga belas koma lima puluh persen yang seolah mencemooh seluruh keyakinan yang ia pegang selama puluhan tahun.“Apa ini benar-benar tidak salah cetak? Tolong periksa ulang datanya,” ucap Raymond dengan suara tertahan, rahangnya mengetat keras.Petugas laboratorium itu menggeleng pelan dengan ekspresi profesional. “Semua sampel sudah melalui prosedur validasi ganda, Pak. Hasilnya valid dan sesuai dengan data yang masuk.”Napas Raymond memburu, dadanya bergemuruh hebat seolah dihantam martil tak kasat mata.“Tolong jelaskan pada saya! Apa maksud angka tiga belas koma lima puluh persen ini? Kalau secara genetik itu bukan garis keturunan ayah dan anak, lalu hubungan apa yang kalian maksud?!”Petugas itu menelan ludah, merasakan ketegangan luar biasa yang menguar dari raut wajah pria di hadapannya.“Berdasarkan standar pemetaan DNA, angka di kisaran belasan persen lazimnya mere

  • Istri Rahasia Om Raymond   336. 13,50 %

    Roberto berbaring kaku di atas kursi periksa yang disandarkan, dengan posisi tubuh sedikit telentang.Dua jarum berukuran cukup besar menancap di lengannya, tersambung pada selang-selang bening yang mengalirkan darah merah pekat menuju mesin hemodialisis di sampingnya. Suara deru mesin yang teratur memutar darah untuk disaring memecah keheningan ruangan.Roberto memejamkan mata, tapi kesadarannya sangat penuh. Sejujurnya, motivasi hidupnya sudah lama sirna. Rasa bersalah akan keputusan di masa lalu serta kehancuran keluarganya terus menggerogoti jiwanya setiap detik.Tapi nyatanya, takdir seolah masih ingin menghukum Roberto. Di masa tuanya harus tersiksa dengan penyakit yang makin merusak tubuh serta rentetan masalah keluarga yang kian membelit.Jika sampai hari ini pemilik Chandra Group itu masih sudi menjalani cuci darah yang menyiksa ini, itu semata-mata karena ia tak sanggup menahan rasa sakit yang luar biasa akibat penyakit gagal ginjal yang menggerogoti fisiknya.‘Tuhan, aku ik

  • Istri Rahasia Om Raymond   335. Sampel

    Pagi-pagi sekali, Raymond dan Jovita sudah tiba di rumah sakit. Suasana di lorong area perawatan Intensif terasa begitu sunyi dan dingin saat mereka melangkah menuju kamar Viola.Di depan pintu kamar, pertemuan canggung dengan Felisa tak terelakkan.Jovita, yang dulunya bisa bersikap biasa dan luwes terhadap Felisa sewaktu masih dianggap sekadar sahabat Viola, kini merasakan jarak yang begitu membentang lebar. Mengingat posisinya sekarang yang telah sah menjadi istri Raymond, ada getaran kewaspadaan yang terselip di dadanya.Ditambah lagi, meski Felisa terlihat sangat lelah dan kusut akibat semalaman tidak tidur, garis kecantikan mantan istri suaminya itu masih tampak jelas. Jovita tahu betul, situasi yang menguras emosi dan penuh kerapuhan seperti saat ini memiliki celah berbahaya yang bisa saja memicu nostalgia atau kedekatan kembali di antara mantan pasangan itu.Raymond melangkah maju, memutus keheningan di antara mereka. Pria itu menatap Felisa datar.“Pulanglah. Ganti aku dan Jo

  • Istri Rahasia Om Raymond   334. Demi Kebaikan Viola

    Raymond menundukkan kepalanya dalam-dalam, bersuara lesu dan parau. “Sejak awal... Papa tidak pernah percaya kalau Vio itu anak kandungku.”Berulang kali Raymond menghela napas panjang, ingin rasanya melepas semua beban dengan bercerita, tapi itu berarti harus kembali mengorek luka lama.“Papa adalah orang pertama yang melihat aku bersama Feli, dia langsung berpikir ini adalah jebakan. Papa semakin marah karena aku lebih memilih bertanggung jawab dan mempertahankan Vio, daripada menuruti permintaannya untuk menggugurkan atau membuang anak itu... Bayangkan, Jo, aku masih SMA saat Vio lahir ke dunia.”DEG.Jovita tertegun. Matanya membelalak tak percaya. Kenyataan bahwa Raymond harus menanggung beban sebesar itu di usia yang masih sangat muda sungguh menyayat hatinya.“Setiap bayi terlahir suci tanpa dosa...” lanjut Raymond dengan mata yang mulai berkaca-kaca. “Saat itu, aku cuma tidak ingin Vio bernasib sama seperti diriku... lahir dan tumbuh besar tanpa pernah merasakan kasih sayang s

  • Istri Rahasia Om Raymond   333. Haruskah Tes DNA?

    Pertanyaan menohok dari Roberto sama sekali tidak mengejutkan bagi Elleonor. Sejak detik pertama ia melangkah ke rumah sakit dan memutuskan untuk mendonorkan darahnya, Elleonor sudah sangat tahu risikonya. Ia sadar betul rahasia lama yang terkubur puluhan tahun akan terkuak.Tapi bagi Elleonor, keselamatan dan nyawa Viola jauh lebih utama daripada segala topeng kebohongan yang ia pakai selama ini.Dengan wajah pucat yang memancarkan ketegaran pasrah, Elleonor membalikkan tubuhnya perlahan, menatap lurus mata suaminya tanpa sedikit pun rasa gentar. Tapi sebisa mungkin dia akan tetap menyembunyikan kebenaran, karena tujuannya belum tercapai.“Vio itu anaknya Feli,” jawab Elleonor lirih tapi tegas. “Kau tahu sendiri, Feli adalah anak dari adikku yang dititipkan pada kita. Aku sudah berjanji akan menjaga Feli, tapi aku gagal. Feli hamil….”Roberto terkekeh sinis penuh kepahitan, langkah kakinya semakin mendekat hingga menyisakan jarak yang sangat tipis di antara mereka. Matanya menyalang

  • Istri Rahasia Om Raymond   7. Miliki Aku, Om!

    Tak ada kelembutan dalam ciuman Raymond. Penuh kelaparan yang selama bertahun-tahun terpendam. Tangan kekar Raymond mencengkeram pinggang Jovita. Mengunci tubuh ringkih gadis itu di antara dada bidangnya dengan meja pantry hingga tidak bisa ke mana-mana.“Jojo…”Raymond menarik tautan bibir mereka

  • Istri Rahasia Om Raymond   3. Terpaksa Nikah

    Teriakan Joni berhasil memicu kehebohan. Tetangga yang terbangun langsung berkerumun di depan pintu, menatap Raymond dengan pandangan curiga dan penuh amarah.​“Dia mau memperkosa Jojo, Pak! Dia memaksa masuk dan memukuli saya!” fitnah Joni pura-pura kesakitan di lantai.​“Itu tidak benar!” Jovita

  • Istri Rahasia Om Raymond   2. Fitnah Keji

    Jovita mencengkeram erat tali tasnya, syarat dari Raymond seperti ujian akhir kelulusan, berat dan tak mudah.​Meyakinkan Viola menerima wanita lain menjadi ibunya.​“Om, maaf…” Jovita menelan ludah, menatap ragu pria matang di sampingnya. “Kita sama-sama tahu Vio itu keras kepala. Saya tidak yaki

  • Istri Rahasia Om Raymond   1. Upik Abu di Tengah Pesta

    “Argh….”Basah, dingin, dan lengket.Cairan kemerahan koktail buah merembes mengotori seragam katering Jovita. Matanya terpejam mencengkeram kuat nampan yang dia bawa menahan amarah.“Maaf! Sengaja,” cibir salah satu teman Jovita di kampus, meletakkan gelas kosong ke nampan Jovita dengan kasar. “Se

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status