Home / Mafia / Istri Rahasia Sang Bos Mafia / Bab 132: Tamu Pertama Datang

Share

Bab 132: Tamu Pertama Datang

Author: Rizki Adinda
last update publish date: 2026-06-08 21:03:48

Tak lama kemudian…

Aleksander duduk di sofa di ruang kerjanya. Sinar matahari pagi Jakarta masuk melalui jendela-jendela tinggi di belakangnya, memberi kesan hangat tapi tetap tenang.

Selembar kertas rapi berada di tangannya, daftar tamu yang disusun dengan sangat teliti oleh Evalia.

Dimas duduk di hadapannya, diam dan

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 368: Wanita Paling Bahagia di Dunia

    Alih-alih menjawab, Aleksander hanya menuntunnya maju dengan lembut, satu tangannya bertumpu di pinggang Evalia. “Ayo masuk,” ujar Aleksander dengan tenang. “Evan sudah menunggu kita.”Evalia membuka mulut untuk menyanggah, tetapi kehangatan rumah yang langsung menyambut begitu mereka melangkah masuk membuat protesnya urung terucap.Bagian dalam rumah itu sama sekali tidak seperti yang dibayangkannya. Dinding-dinding batu memancarkan kehangatan yang menenteramkan, sementara aroma samar kayu dan wewangian khas kayu memenuhi udara.Jemari Evalia mencengkeram tangan Aleksander lebih erat saat mereka melangkah semakin jauh ke dalam rumah pertanian itu. Jantungnya berdebar kencang, dipenuhi perpaduan antara kegugupan dan rasa penasaran yang mengusik tentang putra Tante Marni.

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 367: Sangat Gugup

    Aleksander bangkit dan merapikan jasnya setelah mengakhiri sambungan dengan Surya. “Istirahatlah,” katanya kepada Evan. “Kau akan membutuhkan seluruh tenagamu.”Saat Aleksander berbalik menuju pintu, Evan memanggilnya, “Alex.”Langkah Aleksander terhenti.“Terima kasih,” ujar Evan pelan.Bukan sebagai bawahan. Bukan pula sebagai atasan. Melainkan sebagai keluarga.Aleksander tidak berbalik. Ia hanya mengangkat sebelah tangan sebagai tanda bahwa ia mendengarnya, kemudian berjalan keluar.♥♥♥Seminggu kemudian.Evalia tampak

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 366: Kau Puas?

    Evan tertawa getir. “Pria tua itu bahkan mengirim dua kelompok sekaligus demi memastikan keberhasilannya. Tindakan berlebihan memang cocok dengannya.”Aleksander berhenti mondar-mandir, lalu menatap Evan secara langsung. “Hal yang lebih mencemaskanku adalah bagaimana dia bisa mengetahui keterlibatanmu. Bagaimana dia tahu bahwa Natasha nggak bunuh diri?”“Itu juga yang kutanyakan sejak tadi....” jawab Evan lirih.Keheningan kembali menyelimuti ruangan, kali ini terasa jauh lebih berat.Kemudian, Aleksander berbicara dengan suara lebih rendah. “Ada hal lain.”Evan mengangkat kepala. “Apa?”“Aku menduga seseorang telah

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 365: Dingin dan Pendendam

    “Mungkin saja,” Evan mengakui. “Itulah sebabnya aku meminta Surya menyelidikinya. Kalau mereka berhasil melacakku, siapa pun yang berada di sekitarku bisa ikut terancam.”Ekspresi Aleksander semakin kelam. “Dia juga belum menghubungiku. Apa dia kesulitan menemukan petunjuk?”“Itulah yang membuatku khawatir,” kata Evan pelan. “Kita nggak bisa terus berada dalam kegelapan. Kalau orang-orang itu mengetahui bahwa aku masih hidup, mereka nggak akan berhenti. Mereka akan menyerang lagi.”“Dan lain kali,” ujar Aleksander dengan suara rendah, “mereka nggak akan datang tanpa persiapan.”Evan mengangguk muram. “Mereka sudah mengenalku sebagai Evan Wiratama. Kalau mereka menggali lebih dalam,

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 364: Berkaitan dengan Masa Lalu

    “Cocok...” Kata itu nyaris hanya berupa bisikan yang lolos dari bibir Evan. Tangannya mengepal semakin kuat hingga buku-buku jarinya memutih, tetapi ia tetap terdiam.Selama beberapa saat, Aleksander tidak mengatakan apa pun. Ia memberi Evan ruang untuk bernapas dan menghadapi luapan emosi yang bahkan belum mampu dikenali pria itu. Setelah itu, Aleksander melanjutkan dengan suara tenang dan terukur.“Nama ibumu Marni Hadi,” kata Aleksander lembut. “Dia masih hidup. Ayahmu meninggal tidak lama setelah kau menghilang di Semarang. Kejadiannya mendadak. Ibumu ditinggalkan seorang diri.”Tatapan Evan jatuh ke selimut. Bulu matanya menorehkan bayangan di bawah mata.“Dia tinggal di Jepara, Jawa Tengah,” lanjut Aleksander. “

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 363: Hasilnya Cocok

    “Kamu benar-benar nggak menerimanya?”Dion mengangkat kedua tangan. “Demi kehormatan seorang pramuka. Aku menolaknya dengan sopan dan profesional. Kukatakan kepada mereka bahwa aku sedang nggak bisa menerima pekerjaan.”Evalia perlahan mengembuskan napas, baru menyadari bahwa sedari tadi dia menahannya. “Terima kasih. Aku nggak ingin menerima pekerjaan apa pun untuk saat ini, terutama setelah cedera yang kualami. Risikonya terlalu besar...”Dion mengamati wajahnya. Nada suaranya melunak. “Kamu mengkhawatirkan Martadinata?”“Ya,” aku Evalia. “Jika Raka sedang mengejar Evan dan Evan ternyata memang Niko... keadaan ini bisa membahayakan kita semua.”Dion men

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 8: Bisa Saling Jaga

    “Aku janji nggak akan ngomong yang aneh-aneh, Dion…” Eva menahan gemetar dalam suaranya, “Tapi demi kewarasanku, kumohon kamu tenang dan jangan mencoba cari tahu tentang dia. Serius. Lebih baik bagi semua orang kalau kamu nggak mengusik dia. Dia bukan cuma masalah besar, dia udah ada di level ‘VIP’,

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 7: Siapa Ayahnya?

    Eva mengerutkan kening. “Janji apa?”“Aku pernah janji, nggak akan pernah nyari-nyari hal tentang kamu, hidupmu, keluargamu, juga temanmu. Kecuali kamu sendiri yang minta,” ujar Dion.Evalia terdiam. Dadanya terasa sesak. Ia menarik napas panjang, lalu perlahan tersenyum sendu. Dalam diam, ia member

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 6: Sumber Penderitaan

    Keesokan paginya, untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Eva bangun dengan perasaan bebas. Tak ada alarm, tak ada panggilan dinas, tak ada Estella yang mendadak menerobos masuk kamarnya dan menyuruhnya cepat bersiap.

  • Istri Rahasia Sang Bos Mafia   Bab 5: Nama Baru, Hidup Baru

    Sayangnya, harapan Eva itu tak akan pernah terjadi.Dari balik kaca gelap mobil itu, Eva melihat Waluyo Wijaya duduk di kursi belakang. Tatapannya lurus ke depan, dingin dan tak berperasaan. Ia bahkan tak menoleh sedikit pun ke arah taksi yang baru saja keluar dari area kediamannya.Rasanya seolah E

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status