Partager

bab 25

Auteur: Mariahlia
last update Date de publication: 2025-10-23 21:46:07

Mobil Arsen melaju di jalanan yang basah, menyibak genangan air yang memantulkan lampu-lampu kota seperti serpihan kaca. Wiper bekerja cepat, tapi pandangannya tetap kabur. Entah karena hujan yang terlalu deras, atau karena matanya sendiri yang mulai perih oleh air yang tak mau diakuinya sebagai air mata.

Radio di dashboard menyala tanpa sengaja. Lagu lama—suara perempuan lembut menyanyikan tentang seseorang yang pergi tanpa sempat berpamitan. Arsen tersenyum miris. Seolah alam pun sengaja memp
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Istri Rahasia Sang CEO    bab 84

    Sentuhan itu terjadi begitu saja.Tidak direncanakan.Tidak dicari.Hanya karena langkah mereka yang semakin dekat di antara orang-orang yang berjalan berlalu-lalang.Punggung tangan Arsen menyentuh jari Kamila.Sangat ringan.Hampir seperti hembusan angin yang lewat.Kamila sedikit terkejut.Ia menoleh sebentar ke arah tangan mereka.Namun ia tidak langsung menarik tangannya.Arsen juga menyadarinya.Ia melirik sekilas.Kemudian kembali menatap ke depan, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.Namun langkahnya melambat sedikit.Mereka terus berjalan di antara deretan tenda.Lampu warna-warni menggantung rendah di atas kepala.Kabel-kabel listrik melintang dari satu tiang ke tiang lain.Suara genset kecil berdengung di belakang salah satu tenda.Musik dangdut masih diputar dari speaker tua yang sesekali terdengar pecah.Di depan mereka, beberapa anak kecil sedang berlarian sambil membawa balon.Salah satu balon berbentuk ikan berwarna biru terang.Anak itu hampir menabrak Kamila.Kamila mu

  • Istri Rahasia Sang CEO    bab 83

    Malam turun perlahan di gang kecil itu.Cahaya matahari yang tadi masuk melalui jendela kini sudah berubah menjadi warna jingga pucat yang menempel di dinding rumah.Angin sore masuk lewat celah tirai.Membawa aroma masakan dari rumah tetangga.Bawang goreng.Sambal yang sedang ditumis.Dan suara sendok beradu dengan wajan.Kamila masih duduk di sofa.Kakinya dilipat ke samping, tubuhnya sedikit bersandar. Matanya memandang keluar jendela ruang tengah.Langit mulai berubah gelap.Lampu-lampu rumah di gang satu per satu menyala.Arsen berdiri di dapur kecil yang menyatu dengan ruang tengah. Ia membuka lemari atas, melihat-lihat isinya.Ada beberapa gelas.Dua piring.Beberapa mangkuk kecil.Ia mengambil dua gelas lalu menuangkan air dari dispenser.Ketika ia kembali ke ruang tengah, Kamila masih memandang keluar.Arsen menyerahkan satu gelas padanya.“Minum dulu.”Kamila menerimanya.“Terima kasih.”Beberapa detik mereka hanya minum dalam diam.Tiba-tiba terdengar suara dari luar.Musi

  • Istri Rahasia Sang CEO    bab 82

    Pelukan itu tidak lama.Namun cukup untuk membuat dada Kamila terasa hangat.Arsen memeluknya dengan satu tangan—karena tangan satunya masih menopang kepala kecil Dania yang tertidur di bahunya.Kamila memejamkan mata sebentar.Ia bisa mendengar detak jantung Arsen.Tenang.Teratur.Berbeda sekali dengan dulu, ketika setiap kali mereka dekat, selalu ada sesuatu yang tegang di antara mereka.Sekarang… rasanya lebih damai.Perlahan Kamila melepaskan pelukan itu.Ia mengusap ujung matanya yang basah.“Dania harus ditidurin dulu,” gumamnya pelan.Arsen mengangguk kecil.“Iya.”Ia berjalan kembali ke kamar kecil di samping ruang tengah.Langkahnya hati-hati.Seakan takut lantai rumah itu mengeluarkan suara keras.Kamar itu tidak besar.Namun cukup.Tempat tidur bayi berada di sudut dekat jendela. Tirai tipis berwarna putih menahan cahaya matahari agar tidak terlalu terang.Arsen menunduk sedikit.Ia menurunkan Dania ke kasur bayi dengan gerakan yang sangat pelan.Tangannya menahan punggung

  • Istri Rahasia Sang CEO    bab 81

    Mobil hitam itu melaju pelan meninggalkan kontrakan Kamila. Mesinnya halus, hampir tidak terdengar. Hanya suara ban yang sesekali menyentuh kerikil jalan ketika mereka keluar dari area kontrakan. Di dalam mobil, suasana tenang.Terlalu tenang.Kamila duduk di kursi penumpang depan. Dania berada di kursi bayi di belakang, terikat sabuk dengan rapi. Bayi kecil itu tertidur . Napasnya kecil, teratur. Pagi-pagi sekali Arsen mengajaknya pergi entah kemana. Arsen menyetir tanpa banyak bicara.Tangannya mantap di setir.Sesekali matanya melirik kaca spion tengah… memastikan Dania masih tertidur nyaman.Matahari mulai terbit. Cahayanya masuk melalui kaca depan mobil, membuat bayangan lembut di wajah Arsen.Kamila menoleh sedikit.Ia memperhatikan laki-laki di sampingnya itu.Rahannya masih tegas seperti dulu. Tapi ada sesuatu yang berubah dalam cara ia menatap jalan. Lebih tenang. Lebih… hati-hati.Beberapa hari terakhir terasa seperti mimpi.Arsen yang ia kenal dulu berbeda dengan Arsen s

  • Istri Rahasia Sang CEO    bab 80

    Mobil berhenti pelan di depan kontrakan kecil mereka. Tidak ada pagar tinggi. Tidak ada satpam yang membuka gerbang dengan hormat. Hanya gang sempit yang cukup untuk satu mobil lewat perlahan. Tembok-tembok rumah di kanan kiri berdiri rapat. Beberapa catnya pudar. Jemuran tetangga bergoyang pelan diterpa angin sore. Arsen mematikan mesin. Suara mesin yang tadinya berdengung perlahan menghilang, menyisakan sunyi yang hangat. Dania tertidur lagi. Kamila tidak langsung turun. Ia memandangi rumah kecil itu beberapa detik. Pintu kayunya yang sedikit mengelupas di sudut. Pot tanaman kecil di depan yang daunnya mulai menguning karena ia lupa menyiram kemarin. Rumah yang dulu sering membuatnya merasa kurang. Hari ini terasa berbeda. Arsen keluar lebih dulu, lalu membuka pintu sisi Kamila. Ia membungkuk sedikit, melepas sabuk kursi bayi dengan hati-hati. Gerakannya pelan. Telaten. Kamila memperhatikan tanpa bicara. Dulu Arsen bukan tipe laki-laki yang sabar dengan hal-hal kecil. I

  • Istri Rahasia Sang CEO    Bab 79

    Pagi itu berjalan lebih sibuk dari biasanya.Bukan karena ada yang mendesak.Bukan karena ada kabar buruk.Melainkan karena Arsen, dengan nada hati-hati yang hampir seperti orang meminta izin, berkata setelah sarapan:“Kita ke rumah Papi siang ini, ya.”Kalimat itu sederhana.Namun tangan Kamila yang sedang melipat kain kecil Dania sempat berhenti sepersekian detik.Rumah besar.Rumah keluarga Arsen.Tempat yang selama ini hanya ia dengar dalam potongan-potongan cerita. Tentang ruang tamu yang luas dengan langit-langit tinggi. Tentang tangga melingkar dengan pegangan kayu mengilap. Tentang halaman depan yang lebih mirip taman kecil daripada pekarangan rumah.Tentang standar.Tentang harapan.Tentang tatapan-tatapan yang dulu membuatnya merasa seperti tidak cukup.Kamila mengangkat wajahnya perlahan.“Sekarang?” tanyanya pelan.Arsen mengangguk. “Papi sudah beberapa kali minta ketemu Dania lagi. Cintya juga cerewet banget.”Nama itu membuat sesuatu bergerak pelan di dalam dada Kamila.

  • Istri Rahasia Sang CEO    bab 6

    Hujan belum juga reda sampai tengah malam. Suara rintiknya memantul di dinding kos Kamila yang lembap, menimbulkan gema lembut namun menyesakkan. Udara dingin merambat ke dalam kamar kecil itu, membuat tubuhnya menggigil meski sudah dibalut selimut tipis. Kamila menatap langit-langit dengan mata l

  • Istri Rahasia Sang CEO    bab 5

    Kamila pulang dari hotel dengan langkah cepat, seolah udara sore bisa menelan dirinya sebelum tatapan itu menyusul. Ia tidak ingat banyak dari perjalanan pulang—hanya suara mesin bus yang monoton, wajah-wajah penumpang yang kabur, dan rasa sesak yang tak mau hilang. Begitu sampai di kos, ia langs

  • Istri Rahasia Sang CEO    bab 4

    Tiga hari telah berlalu sejak kejadian itu, tetapi waktu seakan tak bergerak bagi Kamila. Kosnya yang biasanya menjadi tempat istirahat kini berubah menjadi sangkar dingin yang mengurungnya dalam pikiran-pikiran kelam. Setiap kali ia memejamkan mata, potongan-potongan kejadian di lantai 25 muncul

  • Istri Rahasia Sang CEO    bab 3

    Kamila, gadis cantik itu, ia merupakan office girl di hotel itu. Sudah beberapa bulan ini ia bekerja di sana. Ia terkenal baik dan juga ramah, bahkan banyak staf dan juga beberapa atasannya suka pada Kamila. Langit pagi di lantai 25 mulai berwarna kelabu. Lampu-lampu lorong hotel menyala redup,

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status