Home / Romansa / Istri Rahasia Tuan Dirga / Bab 52 Pernikahan yang Terbongkar

Share

Bab 52 Pernikahan yang Terbongkar

last update publish date: 2026-10-10 09:00:22
“Celina?”

Seketika suasana yang sebelumnya hangat berubah menjadi penuh tanda tanya. Ratih menoleh dari satu wanita ke wanita lainnya.

“Kalian sudah saling kenal?”

Celina tidak langsung menjawab. Dia justru berjalan cepat menghampiri Renata dengan ekspresi yang masih dipenuhi rasa tidak percaya.

“Kamu ngapain di sini?” tanya Celina.

Nada suara Celina terdengar spontan, seperti seorang sahabat yang tiba-tiba menemukan temannya berada di tempat yang sama sekali tidak pernah dibayangkan.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Rahasia Tuan Dirga   Bab 88 Dirga Mulai Pandai Menggoda

    Setelah sarapan, Dirga bersiap untuk berangkat ke kantor. Renata mengantarnya sampai ke depan pintu, seperti yang belakangan sering mereka lakukan. Namun, kali ini Dirga tidak langsung berjalan menuju mobil. Dia berbalik dan merapikan rambut Renata yang tertiup angin.“Aku mungkin pulang sedikit terlambat. Ada beberapa dokumen yang harus kuselesaikan.”Renata mengangguk.“Tidak apa-apa. Aku juga harus melanjutkan revisi.”Dirga menatapnya sejenak, lalu mengulurkan tangan untuk menggenggam tangan Renata."Tapi, aku akan berusaha pulang secepat mungkin," lanjut Dirga."Kenapa? Kamu tidak perlu terburu-buru kalau memang ada pekerjaan yang penting."Dirga lantas maju satu langkah. Dia mendekatkan bibir di telinga Renata. Jantung wanita itu mendadak berdebar lebih kencang saat berada di jarak begitu dekat dengan sang suami. Apalagi mengingat kejadian semalam."Karena aku ingin menghabiskan malam bersamamu," bisik Dirga menggoda.Sontak saja Renata sedikit mundur setelah mendengar itu. Pipi

  • Istri Rahasia Tuan Dirga   Bab 87 Pagi Pertama Setelah Malam Itu

    Cahaya matahari perlahan menyusup melalui celah tirai kamar ketika Renata membuka mata. Untuk beberapa detik, dia hanya berbaring diam, menikmati kehangatan selimut yang membungkus tubuhnya. Kesadarannya belum sepenuhnya kembali sampai dia merasakan sebuah lengan melingkar lembut di pinggangnya.Renata menoleh perlahan. Dirga masih tertidur di sampingnya. Wajah pria itu terlihat jauh lebih tenang dibandingkan ketika sedang berada di kantor. Tidak ada tatapan tegas yang biasa membuat orang lain berhati-hati saat berbicara dengannya. Tidak ada ekspresi serius yang seolah selalu menyimpan banyak pikiran. Hanya Dirga, suaminya, yang sedang tidur dengan damai.Pipi Renata menghangat ketika kenangan malam sebelumnya kembali memenuhi pikirannya. Dia teringat bagaimana mereka akhirnya berbicara dari hati ke hati, bagaimana Dirga terus memastikan bahwa dirinya nyaman, dan bagaimana kecanggungan yang selama ini menjadi batas di antara mereka perlahan menghilang.Malam itu menjadi pengalaman yan

  • Istri Rahasia Tuan Dirga   Bab 86 Malam yang Menjadi Milik Berdua

    Sejak pagi, Renata merasa ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya. Dia sudah mengambil keputusan, tetapi ketika membayangkan harus mengungkapkannya secara langsung kepada Dirga, keberaniannya mendadak menghilang. Berkali-kali Renata berdiri di depan cermin kamar, merapikan rambut, kemudian kembali duduk di tepi ranjang sambil memikirkan kalimat yang tepat. Bagaimana jika Dirga salah memahami maksudnya?Bagaimana jika dia justru terlihat terlalu terburu-buru?Renata menghela napas, lalu menepuk pelan kedua pipinya. Mereka sudah menikah. Dirga juga selalu memperlakukannya dengan penuh perhatian. Pria itu tidak pernah memaksanya melakukan sesuatu yang belum siap dilakukan. Justru sikap itulah yang membuat Renata semakin yakin bahwa dia ingin melangkah lebih dekat.Selama ini, Dirga selalu memberinya waktu. Sekarang, Renata ingin menunjukkan bahwa dia juga memilih pria itu dengan sepenuh hati.Ketika turun untuk sarapan, Renata mendapati Dirga sedang membaca dokumen di meja makan. Pria itu

  • Istri Rahasia Tuan Dirga   Bab 85 Hati yang Memilih

    Pagi itu, Renata terbangun dengan perasaan hangat yang masih tertinggal sejak malam sebelumnya. Dia teringat bagaimana dirinya menunggu Dirga pulang, bagaimana pria itu akhirnya duduk menemaninya di ruang keluarga meskipun terlihat lelah, dan bagaimana dia merasa begitu lega hanya karena suaminya sudah berada di rumah.Renata memandangi langit-langit kamar sambil tersenyum kecil. Dulu, dia tidak pernah membayangkan akan sampai pada titik itu. Pernikahannya dengan Dirga terjadi begitu cepat, tanpa kesempatan untuk mengenal satu sama lain secara mendalam. Pada awalnya, dia bahkan kesulitan memahami sikap pria itu yang cenderung dingin dan sulit ditebak. Namun, hari demi hari telah mengubah banyak hal.Dirga mulai membuka dirinya, sedangkan Renata perlahan belajar mempercayainya. Mereka tidak lagi sekadar berbagi rumah, melainkan juga perhatian, kekhawatiran, dan kebahagiaan kecil yang membuat kehidupan bersama terasa semakin berarti.Renata bangkit dari tempat tidur, lalu bersiap untuk

  • Istri Rahasia Tuan Dirga   Bab 84 Rindu yang Tidak Lagi Disembunyikan

    Sejak konsultasi terakhir dengan dosen pembimbingnya, suasana hati Renata menjadi jauh lebih baik. Dia masih memiliki beberapa revisi yang harus diselesaikan, tetapi beban yang semula terasa begitu berat sudah mulai berkurang.Pagi itu, Renata duduk di meja makan sambil memeriksa catatan di laptopnya. Sesekali dia menyeruput teh hangat buatan Bi Sari, lalu kembali mengetik dengan penuh konsentrasi.Dirga yang baru selesai bersiap untuk berangkat ke kantor memperhatikannya dari ambang ruang makan.“Sejak tadi kamu belum berhenti bekerja,” tegur Dirga.Renata mendongak. “Aku sedang berusaha menyelesaikan revisi sebelum akhir pekan.”“Kalau begitu, kamu juga harus ingat untuk beristirahat sebelum akhir pekan.”Renata tersenyum geli. “Kamu ini seperti dosen pembimbing kedua.”“Kalau aku dosen pembimbingmu, mungkin sejak kemarin kamu sudah kusuruh tidur," ujar Dirga.“Lalu, siapa yang mengerjakan skripsiku?”“Kamu. Aku hanya memastikan kamu tidak jatuh sakit sebelum berhasil menyelesaikann

  • Istri Rahasia Tuan Dirga   Bab 83 Perhatian yang Menghangatkan Hati

    Pagi itu, Renata bangun lebih awal dari biasanya. Cahaya matahari baru saja menyusup melalui celah tirai ketika dia meraih ponsel di meja samping tempat tidur. Ada beberapa pesan dari teman kampusnya mengenai jadwal konsultasi skripsi, dan salah satunya mengingatkannya bahwa dia harus segera menyerahkan revisi terakhir.Renata menghela napas panjang sebelum duduk di tepi ranjang. Semakin dekat dengan akhir masa kuliahnya, semakin banyak hal yang harus dipersiapkan. Dia ingin menyelesaikan semuanya dengan baik, tetapi terkadang rasa khawatir datang tanpa permisi. Bagaimana jika dosen pembimbingnya masih meminta banyak perbaikan? Bagaimana jika dia tidak bisa lulus tepat waktu?Pikiran-pikiran itu membuat Renata terdiam cukup lama. Sampai sebuah ketukan terdengar dari pintu kamar.“Renata, kamu sudah bangun?”Suara Dirga membuatnya segera menoleh.“Sudah. Masuk saja.”Dirga membuka pintu setelah mendapat izin. Dia sudah berpakaian rapi untuk berangkat ke kantor, tetapi belum mengenakan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status