Home / Romansa / Istri Rahasia Tuan Dirga / Bab 83 Perhatian yang Menghangatkan Hati

Share

Bab 83 Perhatian yang Menghangatkan Hati

last update publish date: 2026-10-28 01:06:51

Pagi itu, Renata bangun lebih awal dari biasanya. Cahaya matahari baru saja menyusup melalui celah tirai ketika dia meraih ponsel di meja samping tempat tidur. Ada beberapa pesan dari teman kampusnya mengenai jadwal konsultasi skripsi, dan salah satunya mengingatkannya bahwa dia harus segera menyerahkan revisi terakhir.

Renata menghela napas panjang sebelum duduk di tepi ranjang. Semakin dekat dengan akhir masa kuliahnya, semakin banyak hal yang harus dipersiapkan. Dia ingin menyelesaikan semua
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Rahasia Tuan Dirga   Bab 90 Hal-hal Kecil yang Membuat Bahagia

    Menjelang siang, Renata menutup laptop dan meregangkan tubuh. Dia akhirnya mengikuti saran Dirga untuk beristirahat sejenak. Ketika keluar dari ruang kerja, dia mendapati suaminya sedang berbicara melalui telepon di ruang tengah. Dirga menyelesaikan pembicaraannya beberapa menit kemudian.“Sudah selesai?” tanya Dirga.“Sudah. Aku mau membuat teh," jawab Renata.“Aku temani.”Renata menatapnya heran. “Bukankah kamu juga punya banyak pekerjaan?”“Ada. Tapi, aku bisa mengambil jeda sebentar.”Mereka berjalan ke dapur bersama. Renata menyiapkan teh, sementara Dirga mengambil dua cangkir dari lemari. Pemandangan itu sederhana, bahkan mungkin tidak berarti bagi orang lain. Namun, bagi Renata, kebersamaan semacam inilah yang mulai membuat rumah tersebut terasa benar-benar seperti rumahnya. Bukan sekadar tempat tinggal yang dia tempati setelah menikah, melainkan tempat dirinya merasa aman, diterima, dan menjadi dirinya sendiri.Ketika mereka duduk berdampingan di meja kecil dekat jendela, Ren

  • Istri Rahasia Tuan Dirga   Bab 89 Semakin Pandai Menggoda

    Pagi itu, Renata terbangun dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Malam-malamnya menjadi lebih istimewa sejak malam pertama. Sejak itu, malam menjadi lebih hangat daripada sebelumnya. Dirga selalu memperlakukannya dengan lembut dan baik. Rutinitas baru setiap malam yang membuatnya lelah. Namun, entah mengapa dirinya merasa lebih bahagia.Terlebih ketika membuka mata, Renata langsung menemukan Dirga berada di dekatnya. Pria itu masih tertidur ketika dirinya perlahan menoleh. Wajah Dirga yang biasanya terlihat tegas saat bekerja kini tampak lebih tenang. Tidak ada kerutan di dahinya, tidak ada tatapan serius yang sering membuat orang lain segan. Hanya ketenangan yang membuat Renata ingin tersenyum tanpa alasan.Renata memperhatikan suaminya beberapa saat sebelum akhirnya mengulurkan tangan untuk merapikan sedikit rambut Dirga yang jatuh ke dahinya. Namun, sebelum jemarinya sempat menjauh, tangan Dirga menangkap tangannya.“Sedang apa?” Suara Dirga terdengar berat karena baru bangun tidu

  • Istri Rahasia Tuan Dirga   Bab 88 Dirga Mulai Pandai Menggoda

    Setelah sarapan, Dirga bersiap untuk berangkat ke kantor. Renata mengantarnya sampai ke depan pintu, seperti yang belakangan sering mereka lakukan. Namun, kali ini Dirga tidak langsung berjalan menuju mobil. Dia berbalik dan merapikan rambut Renata yang tertiup angin.“Aku mungkin pulang sedikit terlambat. Ada beberapa dokumen yang harus kuselesaikan.”Renata mengangguk.“Tidak apa-apa. Aku juga harus melanjutkan revisi.”Dirga menatapnya sejenak, lalu mengulurkan tangan untuk menggenggam tangan Renata."Tapi, aku akan berusaha pulang secepat mungkin," lanjut Dirga."Kenapa? Kamu tidak perlu terburu-buru kalau memang ada pekerjaan yang penting."Dirga lantas maju satu langkah. Dia mendekatkan bibir di telinga Renata. Jantung wanita itu mendadak berdebar lebih kencang saat berada di jarak begitu dekat dengan sang suami. Apalagi mengingat kejadian semalam."Karena aku ingin menghabiskan malam bersamamu," bisik Dirga menggoda.Sontak saja Renata sedikit mundur setelah mendengar itu. Pipi

  • Istri Rahasia Tuan Dirga   Bab 87 Pagi Pertama Setelah Malam Itu

    Cahaya matahari perlahan menyusup melalui celah tirai kamar ketika Renata membuka mata. Untuk beberapa detik, dia hanya berbaring diam, menikmati kehangatan selimut yang membungkus tubuhnya. Kesadarannya belum sepenuhnya kembali sampai dia merasakan sebuah lengan melingkar lembut di pinggangnya.Renata menoleh perlahan. Dirga masih tertidur di sampingnya. Wajah pria itu terlihat jauh lebih tenang dibandingkan ketika sedang berada di kantor. Tidak ada tatapan tegas yang biasa membuat orang lain berhati-hati saat berbicara dengannya. Tidak ada ekspresi serius yang seolah selalu menyimpan banyak pikiran. Hanya Dirga, suaminya, yang sedang tidur dengan damai.Pipi Renata menghangat ketika kenangan malam sebelumnya kembali memenuhi pikirannya. Dia teringat bagaimana mereka akhirnya berbicara dari hati ke hati, bagaimana Dirga terus memastikan bahwa dirinya nyaman, dan bagaimana kecanggungan yang selama ini menjadi batas di antara mereka perlahan menghilang.Malam itu menjadi pengalaman yan

  • Istri Rahasia Tuan Dirga   Bab 86 Malam yang Menjadi Milik Berdua

    Sejak pagi, Renata merasa ada sesuatu yang berbeda dalam dirinya. Dia sudah mengambil keputusan, tetapi ketika membayangkan harus mengungkapkannya secara langsung kepada Dirga, keberaniannya mendadak menghilang. Berkali-kali Renata berdiri di depan cermin kamar, merapikan rambut, kemudian kembali duduk di tepi ranjang sambil memikirkan kalimat yang tepat. Bagaimana jika Dirga salah memahami maksudnya?Bagaimana jika dia justru terlihat terlalu terburu-buru?Renata menghela napas, lalu menepuk pelan kedua pipinya. Mereka sudah menikah. Dirga juga selalu memperlakukannya dengan penuh perhatian. Pria itu tidak pernah memaksanya melakukan sesuatu yang belum siap dilakukan. Justru sikap itulah yang membuat Renata semakin yakin bahwa dia ingin melangkah lebih dekat.Selama ini, Dirga selalu memberinya waktu. Sekarang, Renata ingin menunjukkan bahwa dia juga memilih pria itu dengan sepenuh hati.Ketika turun untuk sarapan, Renata mendapati Dirga sedang membaca dokumen di meja makan. Pria itu

  • Istri Rahasia Tuan Dirga   Bab 85 Hati yang Memilih

    Pagi itu, Renata terbangun dengan perasaan hangat yang masih tertinggal sejak malam sebelumnya. Dia teringat bagaimana dirinya menunggu Dirga pulang, bagaimana pria itu akhirnya duduk menemaninya di ruang keluarga meskipun terlihat lelah, dan bagaimana dia merasa begitu lega hanya karena suaminya sudah berada di rumah.Renata memandangi langit-langit kamar sambil tersenyum kecil. Dulu, dia tidak pernah membayangkan akan sampai pada titik itu. Pernikahannya dengan Dirga terjadi begitu cepat, tanpa kesempatan untuk mengenal satu sama lain secara mendalam. Pada awalnya, dia bahkan kesulitan memahami sikap pria itu yang cenderung dingin dan sulit ditebak. Namun, hari demi hari telah mengubah banyak hal.Dirga mulai membuka dirinya, sedangkan Renata perlahan belajar mempercayainya. Mereka tidak lagi sekadar berbagi rumah, melainkan juga perhatian, kekhawatiran, dan kebahagiaan kecil yang membuat kehidupan bersama terasa semakin berarti.Renata bangkit dari tempat tidur, lalu bersiap untuk

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status