author-banner
Tiyar Sri Widanti
Tiyar Sri Widanti
Author

Novel-novel oleh Tiyar Sri Widanti

Istri Rahasia Tuan Dirga

Istri Rahasia Tuan Dirga

Tak pernah terlintas di benak Renata bahwa hidupnya akan berubah hanya dalam satu malam. Mahasiswi semester akhir yang bekerja sebagai barista itu kehilangan segalanya setelah kedua orang tuanya meninggal. Difitnah mencuri oleh paman dan bibinya, Renata diusir tanpa memiliki tempat untuk pulang. Di saat paling putus asa, seorang pria asing bernama Dirga Mahardika datang menyelamatkannya dari pelecehan. Melihat Renata hidup sebatang kara, Dirga menawarkan tempat tinggal sementara. Namun kebaikan itu justru menyeret mereka pada keputusan yang tak pernah mereka bayangkan. Demi melindungi Renata dari gosip dan memenuhi desakan ibunya, Ratih, agar segera menikah, Dirga mengajukan sebuah lamaran yang mengejutkan. Pernikahan itu berlangsung diam-diam. Tak seorang pun mengetahuinya. Bahkan Celina, sahabat Renata yang ternyata adalah keponakan Dirga, sama sekali tidak menyadari bahwa sahabatnya telah resmi menjadi bibinya sendiri. Mereka sepakat merahasiakan pernikahan tersebut hingga waktu yang tepat. Namun menyimpan rahasia ternyata jauh lebih sulit daripada mengucapkan akad. Saat mantan kekasih Dirga kembali setelah melihatnya sukses, keluarga yang pernah mengusir Renata mulai mengincar warisan orang tuanya, dan rahasia pernikahan mereka perlahan terancam terbongkar, Renata dihadapkan pada pilihan yang menyakitkan—bertahan sebagai istri yang tak pernah diakui atau pergi demi kebahagiaan pria yang telah memberinya tempat untuk pulang. Mampukah pernikahan yang berawal dari rasa iba berubah menjadi cinta sejati? Ataukah rahasia itu justru menghancurkan mereka sebelum sempat saling mencintai?
Baca
Chapter: Bab 7
Mobil yang dikendarai Dirga melaju membelah jalanan kota yang mulai lengang. Hujan masih turun rintik-rintik, membentuk butiran air yang terus mengalir di kaca mobil. Lampu-lampu kendaraan dari arah berlawanan memantulkan cahaya kekuningan yang tampak samar di balik derasnya embun.Di dalam mobil, suasana begitu hening. Renata duduk di kursi penumpang sambil memeluk tas yang sejak tadi tidak pernah dilepaskan. Pandangannya mengarah ke luar jendela, tetapi pikirannya melayang jauh.Dalam satu hari, hidup Renata berubah. Rumah yang dibangun dengan susah payah oleh almarhum ayahnya kini bukan lagi tempat yang bisa dia sebut sebagai rumah. Di sanalah gadis itu tumbuh, ibunya mengajarinya memasak, dan ayahnya selalu menunggu di teras setiap kali pulang sekolah.Kini semua itu terasa begitu jauh. Bukan karena rumahnya berpindah tempat, melainkan karena Renata telah diusir dari sana. Dadanya kembali terasa sesak. Tanpa sadar, jemarinya menggenggam bingkai foto kecil kedua orang tuanya yang b
Terakhir Diperbarui: 2026-09-01
Chapter: Bab 6
Renata spontan menggeleng. "Tidak usah. Merepotkan." "Malam sudah larut," kata Dirga. Suara Dirga terdengar tenang. Dia mengedarkan pandangannya ke sepanjang jalan di depan Lumière Café yang semakin sepi. Gerimis belum juga berhenti, sementara kendaraan yang melintas hanya sesekali terlihat. Renata menggenggam ponselnya lebih erat. "Aku bisa menunggu." Gadis itu berusaha terdengar yakin, meski aplikasi ojek online di layar ponselnya masih belum menunjukkan tanda-tanda ada pengemudi yang menerima pesanannya. Dirga kembali mengalihkan pandangan ke arah jalan yang lengang, lalu berkata, "Daerah sini tidak aman." Kalimat itu diucapkannya tanpa bermaksud memaksa. Dia hanya menyampaikan apa yang baru saja mereka alami beberapa menit lalu. Renata ikut menoleh ke arah jalan yang mulai gelap. Suasana yang tadinya biasa saja terasa berbeda. Bayangan wajah pria mabuk yang tadi mencengkeram tangannya kembali terlintas di benaknya. Bagaimana jika pria itu kembali? Pikiran itu membuat bulu kud
Terakhir Diperbarui: 2026-08-27
Chapter: Bab 5
Renata menoleh ke arah pria bertubuh tinggi yang baru saja turun dari mobil hitam itu. Sorot matanya tajam, wajahnya tetap datar tanpa menunjukkan kepanikan sedikit pun. Dia berdiri tegak dengan kedua tangan di samping tubuh, tetapi auranya memancarkan wibawa yang sulit diabaikan.Pria mabuk yang masih mencengkeram pergelangan tangan Renata mendengus kesal. Dia menoleh dengan tatapan penuh tantangan. "Siapa kamu? Jangan ikut campur urusanku!" Pria itu melangkah maju setengah langkah, berusaha menunjukkan keberaniannya meski tubuhnya sedikit oleng karena pengaruh alkohol. Sementara itu, Renata masih berusaha melepaskan diri. Pergelangan tangannya mulai terasa sakit akibat cengkeraman yang terlalu kuat. Napasnya memburu, sementara air mata terus membasahi pipinya. Pria berjas hitam itu tidak bergeming sedikit pun. Tatapannya justru beralih pada tangan yang masih mencengkeram Renata, lalu kembali menatap wajah pria mabuk tersebut. Ekspresi pria itu tetap tenang. Namun, ketenangan itula
Terakhir Diperbarui: 2026-08-27
Chapter: Bab 4
Malam semakin larut. Jarum jam perlahan mendekati pukul sepuluh ketika ketiga pria yang membuat Renata gelisah itu akhirnya berdiri dari kursi mereka. Setelah membayar tagihan, mereka melangkah keluar sambil sesekali masih melirik ke arah dalam kafe. Baru setelah pintu kaca tertutup rapat di belakang mereka, Renata mengembuskan napas lega. Ketegangan yang beberapa waktu lalu dia tahan perlahan menghilang, meski rasa waspada masih tersisa. Tak lama kemudian, jarum jam menunjukkan pukul setengah sebelas. Lampu di sebagian area pelanggan mulai dipadamkan sebagai tanda Lumière Café telah resmi tutup. Seperti biasa, seluruh karyawan saling berbagi tugas. Renata mengangkat gelas-gelas kotor ke dapur, merapikan kursi dan meja, lalu mengepel lantai hingga mengilap. Setelah memastikan semua pekerjaannya selesai, dia masuk ke ruang ganti untuk melepas seragam kerja dan mengenakan kembali pakaian yang dipakainya saat datang. Saat keluar dari ruang ganti sambil menyampirkan tas di bahu, Sisk
Terakhir Diperbarui: 2026-08-27
Chapter: Bab 3
Renata menatap pantulan wajahnya di kaca halte.Matanya sembap akibat terlalu banyak menangis. Dia menepuk-nepuk pipinya pelan, berusaha menyamarkan bekas air mata. "Jangan kelihatan kalau habis nangis," gumam gadis itu lirih. Renata tidak ingin rekan-rekan kerjanya bertanya. Menjelaskan bahwa dirinya baru saja diusir dari rumah sendiri hanya akan membuat dadanya kembali sesak. Setelah menarik napas panjang, gadis itu memesan ojek online. Tak lama kemudian, sebuah motor berhenti di depan halte. Renata duduk di jok belakang sambil memeluk koper kecilnya erat-erat. Sepanjang perjalanan, gadis itu hanya menatap jalanan yang mulai ramai. Deretan pertokoan, lampu lalu lintas, dan orang-orang yang berlalu-lalang seolah tak mampu mengalihkan pikirannya dari kejadian beberapa menit lalu. Bayangan wajah mendiang kedua orang tuanya silih berganti memenuhi benaknya. Dulu mereka berpesan agar Renata menjaga rumah itu, tetapi justru dirinya yang diusir tanpa memiliki kuasa untuk mempertahankan.
Terakhir Diperbarui: 2026-08-27
Chapter: Bab 2
Rahang Arman mengeras. Dia melangkah mendekat hingga hanya berjarak beberapa langkah dari Renata. "Selama kami yang merawat rumah ini, kami yang berhak menentukan siapa yang tinggal di sini!" tegas Arman. Kalimat itu menggema di telinga Renata. Mereka bukan hanya merampas rumah peninggalan kedua orang tuanya. Mereka juga berusaha merampas haknya untuk merasa memiliki satu-satunya tempat yang menyimpan seluruh kenangan tentang keluarga yang telah tiada. Bagaimana mungkin seseorang bisa mengusir pemilik rumah dari rumahnya sendiri? Pertanyaan itu terus berputar di kepala Renata. Dadanya terasa sesak, seolah udara di rumah yang sudah menjadi tempatnya bertumbuh tiba-tiba tak lagi menyisakan ruang untuk bernapas.Air mata mulai menggenang di pelupuk mata Renata. Dia menatap Arman dengan tatapan penuh luka. "Paman pernah bilang hanya akan menjaga rumah ini sampai aku lulus kuliah." Kalimat itu meluncur pelan.Renata masih mengingat jelas janji yang diucapkan pamannya beberapa hari setelah pem
Terakhir Diperbarui: 2026-08-27
I Love You, My Boss

I Love You, My Boss

Demi menolak perjodohan, Ilona pergi dari rumah. Berjanji akan berjumpa dengan kekasih hati di kota yang masih terlalu asing untuknya. Dia hanya ingin bersatu dengan Arsenio, pemuda yang menajdi cinta pertamanya. Namun, dalam pelarian, gadis itu mengalami kejadian tidak terduga. Dapatkah Ilona berjumpa dengan kekasih hati? Atau menyerah dan menerima perjodohan yang telah diputuskan oleh orang tuanya?
Baca
Chapter: Bab 18 Rasa Khawatir
Kenapa belum tidur, Mas?” tanya Ilona ketika melihat Erlangga duduk di beranda belakang. Laki-laki itu menoleh, lalu menyunggingkan senyuman melihat Ilona yang berdiri di ambang pintu dengan mata menyipit. “Aku belum mengantuk, Lon. Kalau kamu masih ngantuk, tidur lagi sana!” perintah Erlangga. Bukannya menuruti ucapan sang bos, Ilona malah mendekat dan duduk di samping Erlangga. Awalnya, dia terbangun sebab haus dan mengambil air minum di dapur. Akan tetapi, ketika hendak kembali ke kamar, Ilona melihat pintu belakang yang terbuka. Oleh sebab itu, dia mendekat dan mendapati Erlangga tengah termenung di sana. “Mas Erlangga lagi ada masalah, ya?” tanya Ilona lagi. “Enggak.” “Lalu, kenapa belum tidur jam segini?” “Ada hal yang sedang aku pikirkan saja.” Satu pukulan mendarat di lengan Erlangga. Sontak saja laki-laki pemilik bisnis kontruksi itu mengaduh kesakitan. Dia menoleh dan memperlihatkan tatapan tajam pada Ilona. “Sakit tahu, Lon! Kamu itu wanita atau laki-laki, sih? Ka
Terakhir Diperbarui: 2023-11-02
Chapter: Bab 17 Pernyataan Cinta Mario
“Apa perasaanmu lebih baik?” tanya Mario di sela-sela menikmati makan malam. “Ya, seperti yang kamu lihat saat ini. Aku baik-baik saja,” balas Bianca. Keduanya pun saling berbalas senyuman, lalu kembali menyuap makanan ke mulut masing-masing. Sepulang bekerja, Mario sengaja menanti Bianca di tempat biasanya. Laki-laki itu tidak ingin hubungan dekatnya dengan sang baawahan diketahui karyawan lainnya. Bukan tanpa sebab, jika kedekatan mereka tercium, maka akan menimbulkan gosip dikalangan karyawan. Hal itu tidak baik untuk karir keduanya. Terlebih, Mario merupakan anak dari pemilik perusahaan yang akan meneruskan bisnis sang papa. Hubungan tersembunyi keduanya sudah berlangsung sekitar tiga tahun. Tepatnya, setelah Mario mulai bekerja di perusahaan sang papa usai mengurus cabang di luar kota. Dia yang tertarik pada Bianca, langsung mencoba mendekatinya. Sayangnya, pengakuan Bianca bahwa dirinya telah memiliki tunangan membuat Mario kecewa. Laki-laki itu pun memutuskan untuk berteman
Terakhir Diperbarui: 2022-05-05
Chapter: Bab 16 Kejutan Kecil
“Yakin cuma belanja ini saja, Mbak?” tanya Pak Paiman, tukang sayur keliling langganan Ilona. “Iya, Pak. Mas Erlangga sedang tidak ada di rumah. Jadi, aku hanya masak sedikit saja,” jawab Ilona. “Lagi ada tugas luar kota?" Ilona mendekat, lalu berkata dengan sedikit berbisik, “Mas Erlangga sedang ke Jakarta menemui kekasihnya, Pak.” Pak Paiman manggut-manggut. Tangan legamnya dengan terampil memasukkan belajaan Ilona ke kantong plastik sembari menghitung. Setelah itu, laki-laki paruh baya tersebut menyerahkan plastik berisikan sayur bayam beserta tahu dan tempe kepada Ilona. Gadis itu pun menerima dan mengeluarkan sejumlah uang sesuai harga belanjaan. “Mbak Ilona enggak cemburu gitu Mas Erlangga ke Jakarta?” lanjut Pak Paiman. “Cemburu? Kenapa aku harus cemburu? Pak Paiman ini ada-ada aja.” Ilona terkekeh, lucu mendengar pertanyaan laki-laki paruh baya tersebut. “Lah iya, dilihat-lihat itu Mas Erlangga ganteng, banyak gadis-gadis di sini yang naksir, loh. Bisa saja Mbak Ilona ju
Terakhir Diperbarui: 2022-05-01
Chapter: Bab 15 Penolakan Bianca
[Aku sudah sampai. Kamu baik-baik saja di rumah, 'kan?]Ilona membaca sekilas pesan dari Erlangga yang masuk ke ponsel miliknya. Setelah itu, dia meletakkan benda pipih itu tanpa berniat membalas. Ilona bersyukur majikan tampannya telah sampai di Jakarta. Selama berada di sana, gadis itu berjanji tidak akan mengganggu Erlangga.Ilona keluar dari aplikasi hijau, lalu beralih ke aplikasi berlogo F. Dia kembali memeriksa pesan masuk, barangkali Arsenio mengirim pesan. Akan tetapi, angannya tidak sesuai kenyataan. Akun milik Arsenio tidak aktif.Untuk menenangkan hati, Ilona beralih ke dapur dan menyeduh secangkir cokelat hangat. Gadis itu tersenyum bahagia ketika menghidu aroma cokelat yang begitu lezat. Dia pun membawa secangkir cokelat itu beserta setoples camilan ke ruang televisi.Setelah meletakkan minuman serta makanan ke meja, Ilona mencari remote televisi. Akan tetapi, dia tidak menemukan benda tersebut. Ilona membuka laci meja satu per satu, barangk
Terakhir Diperbarui: 2022-04-09
Chapter: Bab 14 Bertemu Bianca
Cukup lama Ilona menunggu, tetapi pesannya tidak kunjung mendapat balasan. Gadis itu berdecak kesal, Arsenio sungguh telah menguji kesabaran."Ish, kenapa enggak aktif lagi? Apa dia melupakanku? Apa dia sudah memiliki wanita lain? Enggak ... enggak ... enggak." Ilona menggeleng cepat, menepis pikiran buruk.Untuk mendinginkan hati, Ilona pun berniat mencari minuman dingin. Dia mengayunkan kaki melewati ruang keluarga untuk menuju dapur. Ilona meraih gelas, lalu menuang minuman dingin yang diambil dari dalam kulkas. Perlahan, dia meneguk hingga habis. Setelah puas, tangannya mengusap mulut yang basah."Aku pasti akan menemukanmu, Arsen!" gumam Ilona.Gadis berambut sebahu itu memilih kembali ke kamar. Tidak ada Erlangga di rumah membuatnya sedikit santai. Dia tidak harus menyiapkan makanan. Ilona sendiri bisa makan sesuka hati, apa yang diinginkan.Ketika melewati ruang keluarga, tiba-tiba Ilona terbayang wajah Erlangga. Biasanya, laki-laki itu dudu
Terakhir Diperbarui: 2022-04-04
Chapter: Bab 13 Rindu yang Salah
"Baik-baik di rumah. Kalau butuh belanja sayur, cukup di tukang sayur depan rumah. Jangan keluyuran enggak jelas. Tunggu aku pulang, baru kita cari Arsenio!" pesan Erlangga.Ilona menyunggingkan senyuman. Sudah puluhan kali dia mendengar pesan yang sama dari bibir Erlangga. Gadis itu hanya bisa mengatakan 'iya' sebagai jawaban.Sebuah koper telah digenggam Erlangga. Laki-laki itu berhenti di ruang televisi, lantas berbalik menatap Ilona yang berada di belakangnya. Sementara itu, Ilona mengernyitkan kening. Dia heran dengan polah laki-laki berkemeja kotak tersebut. Padahal, Erlangga ingin ke Jakarta untuk menemui kekasih hatinya. Namun, mengapa dia malah mengkhawatirkan dirinya yang berada di rumah?"Ada apa lagi, Mas?" tanya Ilona."Ingat pesanku!" tegas Erlangga."Iya. Iya. Iya. Aku tahu My Boss paling ganteng. Jangan khawatirkan aku. Tenang saja."Mendapat jawaban yang begitu manis, Erlangga merasakan sesuatu yang berbeda. Dadanya me
Terakhir Diperbarui: 2022-03-15
Anda juga akan menyukai
Sang Sekretaris
Sang Sekretaris
Romansa · Kanietha
271.4K Dibaca
Di Ujung Senja
Di Ujung Senja
Romansa · Selfie Hurtness
265.9K Dibaca
ISTRI MUDA AYAHKU
ISTRI MUDA AYAHKU
Romansa · Jemyadam
265.0K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status