Share

Bab 8

Author: Nabila Gemoy
last update publish date: 2026-03-25 18:51:25

Aruna sengaja memasukkan Hana ke dalam rumahnya dengan alasan menjadi pembantu. Dia sedang merencanakan sesuatu bersama Hana. Tentu saja Mahesa merasa khawatir karena kedua istrinya berada di rumah yang sama.

"Aruna, kita perlu bicara!" Mahesa menarik Aruna ke ruang kerjanya. "Dia itu madu kamu, tapi mengapa kamu bawa kemari? Bagaimana kalau dia menyakiti kamu?"

"Aku ingin pergi dari kamu, sementara dia ingin kamu seutuhnya. Jadi apa salahnya?"

Mahesa semakin pusing di buatnya. Jika Bobi tahu d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 16

    Ternyata paket terus berdatangan ke rumah Aruna. Mulai dari foto hingga bunga dan makanan kesukaan Aruna. Karena merasa tidak memesan apapun, Aruna memilih untuk mengabaikannya. Namun, Andri justru marah. Dia merasa pengirim paket telah mengganggu ketenangan Aruna."Ini pasti ulah Mahesa, aku akan beri dia peringatan."Benar saja, sore itu Andri menunggu Mahesa di depan kantor Mahesa. Ketika dia melihat Mahesa, Andri langsung mendekatinya."Apa maksud kamu mengganggu istriku? Kalian sudah mantan! Jangan berharap bisa kembali sama dia!""Siapa yang mengganggu Aruna?""Jangan sok gak tahu! Kamu kirim paket terus-menerus ke rumahku untuk apa?""Aku tidak melakukannya."Andri marah, dia memukul Mahesa. Terjadilah baku hantam diantara mereka berdua. Indi yang melihat hal itu segera memanggil satpam kantor untuk melerai mereka."Awas kamu kalau ganggu istriku lagi!" Andri masih marah. Sementara, Mahesa sudah dibawa ke dalam kantor kembali."Siapa dia?" "Suaminya Aruna.""Aruna mantan istri

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 15

    Indi bukannya takut, dia malah melawan Hana. Dia tidak menyadari kalau dirinyalah yang salah di posisi ini."Kamu kira aku takut? Gak akan!""Dasar pelakor gak tau diri! Percaya diri banget dirimu."Hana tak ingin mengalah, bukan karena ingin mempertahankan Mahesa tapi harga dirinya sebagai istri sah sedang dipertaruhkan. Sebagai istri sah, Hana tidak ingin harga dirinya diinjak-injak walaupun dia susah tidak mencintai Mahesa lagi."Kamu kira, kamu akan mendapatkan dia? Tidak! Aku yakin dia mau sama kamu karena ada sesuatu tujuan.""Alah... Kamu bilang seperti itu karena cemburu kan!""Sudah.... Sudah .... Hana kamu pergi! Jangan bikin gaduh disini! Bikin malu saja!"Mahesa mengusir Hana dari lobi. Hana benar-benar kesal dengan sikap Mahesa selama ini."Lihat saja kalian! Aku akan membalas sakit hatiku ini." Hana tidak akan melupakan orang-orang yang telah menyakitinya.Jika dulu Hana hanya bisa menangis saat Mahesa lebih memilih Aruna, kini Hana lebih kuat dari sebelumnya.***Tidak

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 14

    Malam itu, Mahesa pulang dalam keadaan mabuk. Dia berbicara tanpa menghiraukan perasaan Hana yang ada di sampingnya."Aruna ...aku mencintaimu! Aku ingin kita bersama lagi. Memadu kasih, mempunyai buah hati dan bahagia bersama."Hati wanita mana yang tak sakit, mendengarkan pengakuan sang suami. Benar kata orang, orang mabuk itu pasti jujur karena dia bicara dalam keadaan setengah sadar. Hana meneteskan air mata, dia memilih meninggalkan Mahesa di kamar sendirian."Aruna, kamu sudah bahagia. Tapi mengapa kamu masih mengganggu Mahesa? Apa istimewanya dirimu? Aku yang selalu menemani Mahesa tapi mengapa kamu yang dia cintai?" Hana mengusap air matanya. "Tidak, aku harus kuat. Aku harus kuat sampai anak ini lahir. Meskipun anak ini tidak pernah di akui papanya sendiri."Hana mengambil air minum, dia mencoba menenangkan dirinya. Dia sudah tidak punya siapapun kecuali Mahesa.Ketika kembali ke kamar? Mahesa sudah mendengkur. Dia terlihat sangat lelah sekali. Hana berbaring dengan menatap w

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 13

    Sebenarnya Mahesa tidak menginginkan kehamilan itu. Namun, dia juga tidak tega untuk membuatnya tiada."Dia hamil? Kenapa kamu tidak tahu? Apa mungkin bukan anakmu?"Mawar justru membuat asumsi sendiri sehingga membuat Mahesa menaruh curiga pada Hana. Ucapan Mawar menjadi Boomerang untuk kehamilan Hana.Mahesa masuk ke dalam ruangan Hana, dia tampak acuh pada Hana."Mas, kita akan punya momongan! Kita harus jaga dia sampai persalinan!""Kenapa kamu tidak bilang kalau hamil? Apa dia bukan anakku?""Hah!!! Kamu menuduh aku selingkuh! Tega kamu, Mas!"Mawar bukannya meredam keadaan justru memperkeruh suasana sehingga makin kacau."Alah, kamu kan memang tukang selingkuh! Pantas hamil diam-diam saja! Harusnya anak itu celaka saja!"Ucapan Mawar membuat Hana kesal, dia berusaha meredam amarah karena mereka berada di rumah sakit. Jika tidak, Hana sudah melupakan emosinya.Esoknya, Hana sudah diperbolehkan untuk pulang. Namun, Mahesa memilih untuk bekerja, Hana pulang dari rumah sakit seorang

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 12

    Demi bisa menumpang hidup pada Hana, Mahesa terpaksa diam. Namun, sebagai pria dia merasa harga dirinya di pertaruhkan."Aku ini laki-laki, tidak pantas seperti ini." Ponsel Mahesa berdering. Ada panggilan dari keluarganya."Mahesa ... Kamu harus menolong papa!" Suara Mawar di seberang sana tampak panik. "Papa di tangkap polisi!"Mahesa termangu, dia tidak tahu harus berbuat apa. Saat ini, dia tidak punya kuasa apapun."Mahesa, jangan diam! Tolong papa!" Mawar terus mendesak Mahesa.Mahesa mematikan panggilannya dan segera ke kantor polisi. Sampai di sana dia melihat Bobi sedang diintrogasi polisi. Mahesa tidak menyangka kasus kecelakaan Papa Aruna akan diusut lagi.Mahesa tidak dapat menolong Bobi, dia kembali pulang. Mawar marah karena merasa Mahesa tidak berguna. Demi menyelamatkan Bobi, Mawar mendatangi Aruna.Malam itu, Aruna sedang tidak di rumah. Jadi Mawar tidak bertemu dengan Aruna. Mawar kesal dia menunggu hingga Aruna pulang.Mobil Aruna memasuki halaman rumah Aruna. Ia mel

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 11

    Aruna dan Andri semakin dekat, hal itu membuat Mahesa makin kepanasan. Dia tidak ingin melepaskan Aruna."Jangan sampai kamu kalah sama dia!" Bobi yang sudah tahu hubungan Aruna dengan Andri mengingatkan Mahesa. "Ingat, Aruna adalah aset kita!""Kenapa Papa izinkan Aruna kerja lagi? Bukannya itu akan membahayakan kita?""Itu tugas kamu, bagaimana biar dia tidak betah di kantor." Bobi justru melimpah semua pada Mahesa.Satu Minggu bekerja, Aruna mulai menemukan satu per satu kejanggalan. Banyak proyek yang dananya melambung tinggi tapi tidak sesuai dengan di lapangan."Apa ini?" Aruna masuk ke ruangan Mahesa. "Kamu dan papa kamu ingin perusahaan ini bangkrut?" Aruna memperlihatkan semua laporan yang sudah ia cek kembali."Apa maksudnya? Kamu menuduh kami?""Ini ada buktinya! Oh aku sekarang tahu alasan kamu tidak mau menceraikan aku. Kalian ingin menguasai perusahaan ini kan!""Aruna jaga bicara kamu. Aku ini suami kamu, tidak mungkin aku melakukan hal itu." Mahesa masih menyanggah."S

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 10

    Aruna sedikit kecewa karena tidak mendapatkan info apapun dari Anjas. Namun, dia tidak putus asa, dia akan mengatur ulang jadwal untuk bertemu Anjas lagi.Sekilas terbesit dipikiran Aruna untuk datang ke kantor. Biar bagaimanapun? Kantor itu juga milik Aruna. Aruna langsung menjalankan mobilnya men

  • Istri Tak Tersentuh    Bab 9

    Aruna meminta izin pada Mahesa untuk menginap di rumah mamanya selama beberapa hari. Mahesa tentu saja mengizinkan Aruna.Sampai di rumah, Aruna disambut hanya oleh Ratih. Dia sanang Aruna sering berkunjung."Apa ada masalah?""Tidak, Ma."Malam itu, Aruna dan Ratih duduk berdua di taman. Sambil m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status