Share

Curiga

Author: Pulungan
last update publish date: 2026-02-11 22:12:57

Rendy memperhatikan Alia yang terus menempelkan telinganya ke alat pendengar di tangannya itu membuat Rendy menghela nafas panjang.

"Al makan sana, tenang aja nanti kalau ada suara gua panggil kok," suruh Rendy karena hari sudah menunjukkan pukul 10.00 malam.

"Sebentar lagi,"

"Ini udah jam 10.00 Alia, kalau ada gua panggil ... Kalau nggak ambil nasi sana kita makan bareng sini," ucap Rendy yang dibalas anggukan oleh Alia.

Saat Alia pergi terdengar suara mendesis yang seperti orang kesakitan mem
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Tetangga Julid

    Sepanjang makan malam dengan Alex beberapa kali Lidya melirik ke arah Mbok yang jauh dari mereka. "Malam ini aku nggak jadi party lah," ucapnya mulai membuka pembicaraan namun Alex tetap fokus pada makanannya. "Mas ...""Hum,""Aku nggak jadi party,""Terus?" tanya Alex membuat Lidya menghela nafas panjang."Ya namanya rumah tangga sih Mas, wajar nggak sih kalau ada permasalahan," ujarnya lagi yang dibalas anggukan oleh Alex."Kamu dulu juga kan nggak peduli banget sama aku jadi ya udah Aku nyari pelampiasannya di luar, tapi kan kita berhak berubah lebih baik nggak?" Lanjutnya "Iya,""Hum ..." Dehem Lidya sambil sesekali melihat ke arah mbok. Setelah selesai makan malam Alex kembali ke ruang tengah yang diikuti oleh Lidya. "Kamu mau kemana?""Ya ... Mau sama kamu sih Mas," ujarnya membuat Alex mengerutkan keningnya."Kalau kamu ngelakuinnya demi uang nggak ada ya, jatah kamu adanya di minggu berikutnya," "Nggak Aku mau ngobrol sama kamu aja," jawabnya yang dibalas anggukan oleh

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Alia Senang

    Tatapan Fras tidak kunjung lepas dari istrinya, iya benar-benar meyakini bahwa istrinya itu mempunyai hati yang lembut bahkan ketika dikakitin berkali-kali. Ia tersenyum sekilas lalu mengucapkan rasa syukur yang sangat dalam di hatinya. 2 jam di rumah nenek, Alex pamit pulang karena masih harus menempuh perjalanan ke kota. "Papa nggak mau nginep aja disini?" tanya Alia membuat Alex diam sejenak lalu ia mengusap kepala Alia sekilas."Terima kasih banyak ya untuk kebaikan hatinya, tapi papa nggak bisa Papa udah terlalu banyak ngerepotin," ujarnya membuat Alia mengangguk.Setelah kepergian Alex, Alia terlihat sangat bahagia ia bahkan senyum-senyum sendiri saat menimbang bayi membuat Fras bingung."Sayang ...""Hum,""Are you okay? Apa apa ada trigger kamu?" tanya Fras memastikan istrinya itu. "Aku baik-baik aja, nggak ada apa-apa," jawabnya membuat Fras mengangguk."Kalau kamu ngerasa sesuatu tolong kasih tahu aku ya, misalnya Kamu ngerasa nggak dihargain atau Kamu ngerasa kehilangan

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Diakui

    Keesokan harinya sesuai janjinya dengan Alex pagi-pagi sekali mereka sudah berangkat menuju ke perkampungan di mana Alia dan Fras tinggal.Namun sebelum berangkat ia sempat berdebat dengan Lidya yang baru saja pulang party. "Jam segini baru kamu pulang?""Apa sih mas, kamu tuh nggak usah ngatur-ngatur kalau mau keluar ya keluar aja mau sampai besok lusa bodo amat, aku nggak peduli juga jadi kita ngejalanin hidup masing-masing lah ya udah males tau nggak sih kalau mempermasalahkan jadi terus, ngantuk," ujarnya lalu ia masuk ke dalam kamar membuat Alex menghela nafas panjang.Sepanjang perjalanan menuju ke sana, Alex terlihat berapa kali mengatur nafasnya."Bapak yakin mau langsung ke sana atau mau minta orang dulu ikut sama kita?" tanya sopir itu."Tidak usah, saya mau ke sana sendiri aja apapun respon mereka, ya udah diterima aja," jawabnya yang dibalas anggukan oleh pak sopir.Di sisi lain, Alia dan Fras sebenarnya sudah beberapa kali membujuk nenek agar ikut kekuatan sama nenek tet

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Taubat

    Sesampainya di kantor polisi Alex berhasil membebaskan pembantu dan anak buahnya dari penjara, membuat mereka langsung bersujud di depan Alex."Pak makasih banyak pak ..." ucap mereka membuat Alex mematung.Seharusnya yang berlutut itu adalah dirinya namun mereka malah berlutut di hadapannya membuat pak sopir menunduk sambil tersenyum menahan haru.'Masih gak nyangka nemenin bos dari zaman dia benar-benar enggak punya hati sampai sekarang bisa seperti ini,' ucapnya dalam hati.Setelah semuanya selesai Alex memberikan amplop pada mereka satu persatu. "Huh ... Maafkan saya," ucapnya membuat mereka saling melempar pandangan, lalu detik kemudian mengangguk."Terima kasih banyak Pak, maka tidak salah ..." ucap mereka lalu mereka pergi begitu saja.Sebelum keluar dari kantor polisi itu ia sempat duduk di kursi karena lemas sebentar."Kita pulang sekarang pak?" tanya sopir itu yang dibales gelengan oleh Alex."Jangan dulu, bawa saya ke makam," ucapnya Tanpa membuang waktu mereka langsung b

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Membebaskan

    Hari menunjukkan pukul 05.00 sore Lidya sudah balik ke rumah, Alex yang tidak peduli dengan apa yang dilakukan istrinya itu benar-benar tidak menegur atau menyapanya. "Ekhem ... Gimana hari-hari kamu Mas?" tanya Lidya membuat Alex menoleh."Ya beginilah,""Kok bisa sih kamu berubah drastis? Perasaan dulu nggak kayak gini, bosanan dan ya nggak suka aja seperti ini? Kamu lagi nanya kayak seseorang kah? Atau Kamu lagi suka sama Mbok yang lewat kamu,"Untuk beberapa saat Alex mencoba mencerna ucapan istrinya itu namun detik kemudian ia menghela nafas panjang."Maksudnya?""Halah nggak usah pura-pura bodoh deh Mas, kamu tuh suhu kalau soal beginian," lanjutnya membuat mbok yang baru saja datang dari belakang merasa bingung karena namanya dibawa-bawa. "Ini minumannya Pak,""Makin akrab ya," gumam Lidya membuat mbok heran."Hah? Gimana maksudnya Bu?""Kamu jujur aja sih sama saya, kamu udah rasa sama suami saya?""Hah?""Lidya ..." ucap Alex tidak suka dengan cara Lidya memperlakukan pemb

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Hura-hura

    Sore hari Fras ntar bangun dari tidurnya, ia melihat sekelilingnya tidak ada Alia membuatnya langsung buru-buru bangun. "Sayang ..." ucapnya membuat Alia menoleh."Kenapa nggak bangunin aku?" tanya Fras membuat Alia menggeleng."Kamu kelihatan sama kecapean Mas, Aku pengen keluar juga nggak bisa soalnya kuncinya nggak tahu di mana," jawabnya membuat Fras langsung menghala nafas panjang. "Huh ... Alhamdulillah,""Hah?""Nggak hehe, ya udah kalau gitu ayo kita pulang ..." ucapnya lalu buru-buru bersiap membuat Alia bingung."Nanti nenek bingung nggak ya," gumamnya pelan."Tidak," jawab Fras tiba-tiba membuat Alia kaget. "Nenek nggak bakalan bingung, dia juga memaklumi apa yang terjadi sama kita kok. Setelah ini aku mau minta izin ah sama nenek, mau membawa istriku tinggal di hotel ini, mau?" Tanya Fras membuat Alia kaget."Hah?""Iya aku pengen bawa kamu tinggal di sini, bukan apa-apa ... Aku cuman pengen kamu hidup lebih privasi, jauh dari orang-orang yang ngomong hal-hal negatif,"

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Tertangkap

    Seminggu telah berlalu, Alex semakin frustasi karena ia ingin kembali ke rumahnya, namun dia tidak mau berurusan dengan wartawan apalagi polisi. "Huh sampai sekarang belum ada nih kabar dari Fras?" tanya Alex pada anak buahnya itu yang dibalas anggukan oleh mereka."Belum ada Pak, kami mencoba mel

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Foto Bugil

    Heri demi hari, jadi dia tidak bisa mendapatkan kabar Alia sedikitpun membuatnya semakin frustasi."Dek ... Liat ini hp mama kenapa?" ucap Mama Lidya buru-buru mendekatinya sambil menunjukkan ponselnya membuat Lidya menghela nafas panjang."Itu nggak ada apa-apa mah, mama mau nggak ngikutin saran a

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Istri Taruhan Sang Dosen   berkebun

    Lidya tidak tahu harus berbuat apa lagi sekarang karena langkahnya sudah dibatasi oleh keluarganya, sedangkan ia harus mencari keberadaan Alia."Huh ... Kenapa jadi berantakan semua sial! Pak Alex, bisa-bisanya dia nyebarin foto itu padahal aku juga lagi berusaha nyari," kesal Lidya lalu ia mengota

    last updateLast Updated : 2026-03-29
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Salah Orang

    Sesampainya di bandara, Alia melihat Rendi sedang berjalan sendirian di sana membuatnya langsung berhenti."Mbok sebentar sepertinya itu Rendy," ucapnya membuat mbok menoleh."Ah perasaanmu aja itu mah Neng, kita lanjut aja ya soalnya mas Fras suruh mbok buat nganterin kamu ke tempatnya langsung,"

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status