LOGINAlex keluar dari kamar sambil memegangi dadanya yang tiba-tiba saja terasa sakit. "Mbok ...""Iya pak, eh kenapa pak?""Tolong ambilkan obat saya mbok," ucapnya yang baru saja duduk di sofa lalu menadahkan kepalanya ke atas. "Ini pak, aduh ... Kenapa lagi dada bapak?" tanya mbok terlihat sangat khawatir."Tidak apa-apa," jawabnya "Assalamualaikum," Terdengar suara salam dari depan membuat mereka berdua menoleh. "Walaikumsalam, eh masuk masuk ..." ucap Alex saat melihat yang datang adalah anak dan menantunya. "Kalian kenapa nggak ngabarin kalau datang, tau gitu kan tadi Papa beliin makanan dulu," ucap Alex membuat Fras terkekeh."Udah nggak usah repot-repot orang tua duduk aja udah, kami bawain makanan sendiri," jawabnya membuat Alia terkekeh."Sini nak sini," ucap Alex membuat Alia langsung duduk di samping Ayah mertuanya itu. "Papa kenapa?""Ah nggak, biasalah namanya juga nggak pernah sakit ya kan, kambuh sedikit aja mungkin efek udah lama nggak minum obat kali ya," ucapnya m
Selama acara berlangsung, Fras benar-benar menunjukkan kepada panitia itu bahwa rumah tangganya baik-baik saja tidak seperti apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka katakan. Hari menunjukkan pukul 05.00 sore, seminar itu sudah selesai. Fras dan Alia sedang menuju pintu keluar. "Pak ..." Panggil Raya membuat mereka menoleh. "Jangan lewat situ, lagi pada rame nanti besok-besokan Pak lewat pintu samping aja," ucap raya sambil tersenyum membuat Fras mengangguk.Sebagai panitia Raya mengantarkan mereka hingga keluar dari auditorium tersebut. "Terima kasih," ucap Alia yang dibalas anggukan oleh Raya."Terima kasih banyak ya udah belain saya," ucap Fras membuat raya kaget lalu detik kemudian ia menggangguk."Kamu orang mana?" tanya Alia membuat Raya diam sejenak lalu tersenyum."Saya orang rantau Bu,""O iya, tinggal sama siapa di sini?""Hehe ngekos," "O iya iya, biaya?""Sambil kerja Bu," jawabnya lagi membuat Alia diam sejenak lalu ia merangkul raya."Jangan pernah putus asa, ja
Hari demi hari berlalu, Alex rutin kontrol ke rumah sakit tentang penyakitnya. Ia selalu didampingi oleh Mbok dan sopirnya."Pak ... Untuk perkembangan hari ini semuanya baik-baik aja, tolong dipertahankan ya beginilah kalau bisa menjalani kehidupannya jangan banyak pikiran, jangan terlalu berlarut-larut di masa lalu atau masalah apapun itu ya," ucap dokter itu yang dibalas anggukan oleh Alex."Iya Dok,""Kalau bapak ada keluhan atau masalah itu jangan dipendam, obrolin aja sama orang yang terpercaya atau enggak minimal Bapak bercerita sendiri," lanjutnya Setelah keluar dari ruangan itu ia tersenyum kepada sopirnya."Gimana pak?""Alhamdulillah, keadaan saya jauh lebih membaik. Sesuai dengan niat saya tadi pagi, kalau kondisi saya membaik maka saya akan mengundang anak yatim. Jadi kalian berdua tolong carikan anak yatim di sekitar kompleks kita ya, minimal 50 orang kalau ada 100 orang juga nggak papa," ujar Alex yang dibalas anggukan oleh mereka.Di sisi lain, berbeda dengan frash y
Setelah selesai dari kampus, Fras langsung memilih pulang karena ia merasa tidak nyaman setelah mendengar rumor yang begitu banyak tentang dirinya."Assalamualaikum,""Walaikumsalam," jawab Alia yang baru saja membukakan pintu untuk suaminya itu.Hening!Tidak ada basa-basi apa-apa lagi, Fras langsung menghampiri anaknya yang sedang belajar duduk lalu ia merebahkan tubuhnya di samping anak kecil itu. "Mas ...""Hum,""Kamu kecapean ya?" "Hum,""Um ... Ya udah kalau gitu istirahatlah dulu," ucap Alia yang dibalas anggukan oleh Fras.Alia menggendong putranya lalu membawanya sedikit menjauh dari suaminya itu karena tidak ingin mengganggunya. 1 jam kemudian, Fras terbangun dari tidurnya. Ia melihat sekelilingnya lalu detik kemudian ia duduk."Huh ... Jam berapa ini?" gumamnya sambil melihat ke arah meja rias.Untuk beberapa saat dia mencoba mengingat apa yang terakhir ia lakukan. "O my God," ucapnya lalu ia buru-buru bangkit dari ranjang kemudian mencari istri dan anaknya. "Sayan---
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Lidya sudah heboh karena harus berangkat cepat. "Mbok ... Sepatu saya yang hitam mana,? Jangan bilang itu belum dibersihin lagi," omelnya dari depan kamar membuat mbok menoleh. "Udah Bu," ucap mbok membuat Lidya langsung mengambil sepatu itu dari tangan Mbok lalu buru-buru ke depan. Setelah ia berangkat Alex keluar dari kamar sambil tersenyum, ternyata Lidia benar-benar membuktikan kalau dia bekerja sungguh-sungguh. "Mbok, nanti kalau udah mau jam 05.00 tolong siapin makanan buat Lidya ya ... Siapin air hangat juga," ucapnya "Baik Pak," Disisi lain, Fras juga sudah kembali bekerja normal setelah Berapa lama ia vakum dari dunia pendidikan. "Sayang aku berangkat ya, nanti pulangnya cepat kok soalnya hari ini aku cuma ada dua mata kuliah aja," ucapnya yang dibalas anggukan oleh Alia. "Papa katanya nanti mau ke sini," Deg! "Hah? Kapan bilangnya?" "Tadi pagi banget nelpon," jawabnya membuat Fras terlihat khawatir. "Tenang Mas nggak bakal a
Hari menunjukkan pukul 05.00 sore Lidya baru pulang ke rumah setelah seharian di luar. Baru saja sampai di rumah semuanya serba salah, ia tiba-tiba marah-marah dan tidak terkontrol seperti biasanya."Mbok ... Ini gimana sih makanan semuanya pada dingin, sengaja biar saya nggak nafsu makan," kesalnya begitu ia masuk ke dalam dapur membuat mbok yang baru saja selesai mencuci piring langsung menoleh. "Ibu mau dimasakin yang baru atau dihangatin saja?""Saya sudah lapar, kenapa nggak disiapin sih dari tadi," kesalnya selalu mengambil piring dan tetap memakan lauk yang ada di meja makan itu. Alex yang mendengarkan itu hanya diam dan membiarkan istrinya itu berekspresi sesuai yang dia mau."Besok Ibu pulang jam berapa biar saya siapkan sesuai jamnya, hari ini kan saya nggak tahu ya Bu dan Bapak tadi makan jam 03.00-an," ujar mbok membuat Lidya memutar mata malas."Siapin aja jam 05.00, kalau kayak gini kan jatuhnya makan makanan dingin," dumelnya yang dibalas anggukan oleh Mbok."Mau kema
Deg!"Maaf pak, tapi saya nggak bisa selamanya bergantung sama bapak. Bapak udah baik banget sama saya, bahkan saya nggak tahu gimana caranya balas budi. Dipikiran saya sekarang cuman satu, bagaimana caranya saya pergi tanpa membuat Bapak khawatir, makanya Saya berusaha dulu buat ngumpulin dana sa
"What? Demi apa lu sama Pak Fras?""Eh bentar bentar, kok gua mulai curiga ya sama lu Al, jujur deh sama kita-kita lu tuh ada hubungan apa sama Pak Fras?" tanya Rendi dengan tatapan yang tidak biasanya membuat Alia menaikkan alisnya sebelah, lalu detik kemudian ia tertawa. "Apa sih kalian, gitu a
Hari menunjukkan pukul 10.00 malam, Alia Baru saja sampai di rumah. Tidak seperti biasanya, kali ini Alia tidak disambut oleh fras membuatnya lega.'Huh syukurlah dia nggak ada disini setidaknya aku nggak denger yang marah-marah,' ucap Alia dalam hati lalu ia menuju ke kamar untuk bersih-bersih.S
"Hah?""Telinganya masih berfungsi kan?" tanya Fras membuat Alia cengengesan."Heheh bapak duduk aja, saya kalo di bantuin bisa salting," ucapnya ceplas-ceplos lalu detik kemudian ia tersadar."Hehe maaf pak, bercanda jangan di masukin ke hati," ucapnya lagi Drt ... Drt ... Drt Ponselnya kembali







