LOGINTatapan Fras tidak kunjung lepas dari istrinya, iya benar-benar meyakini bahwa istrinya itu mempunyai hati yang lembut bahkan ketika dikakitin berkali-kali. Ia tersenyum sekilas lalu mengucapkan rasa syukur yang sangat dalam di hatinya. 2 jam di rumah nenek, Alex pamit pulang karena masih harus menempuh perjalanan ke kota. "Papa nggak mau nginep aja disini?" tanya Alia membuat Alex diam sejenak lalu ia mengusap kepala Alia sekilas."Terima kasih banyak ya untuk kebaikan hatinya, tapi papa nggak bisa Papa udah terlalu banyak ngerepotin," ujarnya membuat Alia mengangguk.Setelah kepergian Alex, Alia terlihat sangat bahagia ia bahkan senyum-senyum sendiri saat menimbang bayi membuat Fras bingung."Sayang ...""Hum,""Are you okay? Apa apa ada trigger kamu?" tanya Fras memastikan istrinya itu. "Aku baik-baik aja, nggak ada apa-apa," jawabnya membuat Fras mengangguk."Kalau kamu ngerasa sesuatu tolong kasih tahu aku ya, misalnya Kamu ngerasa nggak dihargain atau Kamu ngerasa kehilangan
Keesokan harinya sesuai janjinya dengan Alex pagi-pagi sekali mereka sudah berangkat menuju ke perkampungan di mana Alia dan Fras tinggal.Namun sebelum berangkat ia sempat berdebat dengan Lidya yang baru saja pulang party. "Jam segini baru kamu pulang?""Apa sih mas, kamu tuh nggak usah ngatur-ngatur kalau mau keluar ya keluar aja mau sampai besok lusa bodo amat, aku nggak peduli juga jadi kita ngejalanin hidup masing-masing lah ya udah males tau nggak sih kalau mempermasalahkan jadi terus, ngantuk," ujarnya lalu ia masuk ke dalam kamar membuat Alex menghela nafas panjang.Sepanjang perjalanan menuju ke sana, Alex terlihat berapa kali mengatur nafasnya."Bapak yakin mau langsung ke sana atau mau minta orang dulu ikut sama kita?" tanya sopir itu."Tidak usah, saya mau ke sana sendiri aja apapun respon mereka, ya udah diterima aja," jawabnya yang dibalas anggukan oleh pak sopir.Di sisi lain, Alia dan Fras sebenarnya sudah beberapa kali membujuk nenek agar ikut kekuatan sama nenek tet
Sesampainya di kantor polisi Alex berhasil membebaskan pembantu dan anak buahnya dari penjara, membuat mereka langsung bersujud di depan Alex."Pak makasih banyak pak ..." ucap mereka membuat Alex mematung.Seharusnya yang berlutut itu adalah dirinya namun mereka malah berlutut di hadapannya membuat pak sopir menunduk sambil tersenyum menahan haru.'Masih gak nyangka nemenin bos dari zaman dia benar-benar enggak punya hati sampai sekarang bisa seperti ini,' ucapnya dalam hati.Setelah semuanya selesai Alex memberikan amplop pada mereka satu persatu. "Huh ... Maafkan saya," ucapnya membuat mereka saling melempar pandangan, lalu detik kemudian mengangguk."Terima kasih banyak Pak, maka tidak salah ..." ucap mereka lalu mereka pergi begitu saja.Sebelum keluar dari kantor polisi itu ia sempat duduk di kursi karena lemas sebentar."Kita pulang sekarang pak?" tanya sopir itu yang dibales gelengan oleh Alex."Jangan dulu, bawa saya ke makam," ucapnya Tanpa membuang waktu mereka langsung b
Hari menunjukkan pukul 05.00 sore Lidya sudah balik ke rumah, Alex yang tidak peduli dengan apa yang dilakukan istrinya itu benar-benar tidak menegur atau menyapanya. "Ekhem ... Gimana hari-hari kamu Mas?" tanya Lidya membuat Alex menoleh."Ya beginilah,""Kok bisa sih kamu berubah drastis? Perasaan dulu nggak kayak gini, bosanan dan ya nggak suka aja seperti ini? Kamu lagi nanya kayak seseorang kah? Atau Kamu lagi suka sama Mbok yang lewat kamu,"Untuk beberapa saat Alex mencoba mencerna ucapan istrinya itu namun detik kemudian ia menghela nafas panjang."Maksudnya?""Halah nggak usah pura-pura bodoh deh Mas, kamu tuh suhu kalau soal beginian," lanjutnya membuat mbok yang baru saja datang dari belakang merasa bingung karena namanya dibawa-bawa. "Ini minumannya Pak,""Makin akrab ya," gumam Lidya membuat mbok heran."Hah? Gimana maksudnya Bu?""Kamu jujur aja sih sama saya, kamu udah rasa sama suami saya?""Hah?""Lidya ..." ucap Alex tidak suka dengan cara Lidya memperlakukan pemb
Sore hari Fras ntar bangun dari tidurnya, ia melihat sekelilingnya tidak ada Alia membuatnya langsung buru-buru bangun. "Sayang ..." ucapnya membuat Alia menoleh."Kenapa nggak bangunin aku?" tanya Fras membuat Alia menggeleng."Kamu kelihatan sama kecapean Mas, Aku pengen keluar juga nggak bisa soalnya kuncinya nggak tahu di mana," jawabnya membuat Fras langsung menghala nafas panjang. "Huh ... Alhamdulillah,""Hah?""Nggak hehe, ya udah kalau gitu ayo kita pulang ..." ucapnya lalu buru-buru bersiap membuat Alia bingung."Nanti nenek bingung nggak ya," gumamnya pelan."Tidak," jawab Fras tiba-tiba membuat Alia kaget. "Nenek nggak bakalan bingung, dia juga memaklumi apa yang terjadi sama kita kok. Setelah ini aku mau minta izin ah sama nenek, mau membawa istriku tinggal di hotel ini, mau?" Tanya Fras membuat Alia kaget."Hah?""Iya aku pengen bawa kamu tinggal di sini, bukan apa-apa ... Aku cuman pengen kamu hidup lebih privasi, jauh dari orang-orang yang ngomong hal-hal negatif,"
Sesampainya di rumah orang tua Rendy mereka langsung istirahat. "Rendy mana?" tanya Alia."Nggak tahu tuh di depan masih ngobrol sama ojeknya, Dia itu kalau ketemu orang tuh gampang banget ngobrol tahu, emang gitu ya?" tanya Mawar membuat Alia dan Amira tertawa."Emang gitu anaknya nak, semua orang diajak ngobrol. Apalagi udah ketemu cewek beh ..." ujar Mama "Dia tuh gampang akrab, setan aja bisa diajak ngobrol sama dia," timpal Alia membuat mereka tertawa."Ada apa nih kok nama saya di sebut-sebut, ganteng ya?" tanya Rendy membuat mereka bertiga saling melempar pandangan."Ganteng nggak, pedenya bukan maen," ledek Amira."Loh ... Kita liat nanti ya Ma, kalau sampai anakku cowok dari itu ganteng, mama harus ganti rugi 50 juta aja," ujarnya membuat Amira menghela nafas panjang.Sekitar tiga jam Alia di rumah Amira, setelah itu ia meminta pulang karena tidak mau nenek kecarian. Baru saja mereka keluar dari rumah, Alia bingung melihat ojek yang tadi masih di sana. "Loh itu?""Iya pak
"Dimana Alia?""Yah bapak ... To the point amat nanyanya, kan saya baru bilang ada sedikit informasi, saya tadi habis dari jurusan meminta data dari Alia.Nah ini, ada nama neneknya saya dapat soalnya kalau orang tuanya kata Alia udah nggak ada Pak," jawab Rendi membuat Fras terlihat lesu."Coba li
"Kamu nggak perlu tahu saya siapanya Alia, tapi kamu harus bantu saya untuk menemukan Alia," ujar Fras membuat Rendi mengangguk."Iya pak,""Siapa nak?" saya seseorang dari dalam."Ini Ma, dosennya Rendy di kampus,""Lah kalau dosennya ajak masuk," "Ayo pak,""Gak usah, kita mungkin bertemu besok
Setelah bertemu dengan Ibu Iin, Fras tiba-tiba saja lesu masuk ke dalam mobil."Al ini beneran?" gumam Fras.Untuk beberapa saat ia teringat beberapa kali ia memarahi Alia saat gadis itu pulang larut malam."Ah bodoh! Kenapa lu egois sih, lu kenapa sih dari awal lu aarrrgghhh ..."Fras mengemudi de
"Al ...""Hum," jawab Al lalu ia menoleh sekilas."Lu kenapa senyum-senyum sendiri bro, lu tuh dilihatin anggota-anggota dari tadi,""Oh iya, nggak apa-apa ini gua lagi ngeliat video lucu aja," jawab Al dengan santai membuat temannya itu langsung mengerutkan keningnya."Bisa-bisanya lu ngeliatin vi







