Share

Di usir

Penulis: Pulungan
last update Tanggal publikasi: 2026-02-07 22:20:18

Hari menunjukkan pukul 09.00 malam dan cuaca semakin dingin, sekarang Alia dan Fras sudah di kamar berdua.

"Saya boleh tidur disini?" tanya Fras yang dibalas anggukan Alia, walaupun sebenarnya hatinya masih sedikit menolak.

"Saya janji nggak ngapa-ngapain," ujar Fras

"Iya pak,"

"Jangan manggil bapak lagi," ucap Fras membuat Alia menghela nafas panjang selalu meniup lampu minyak tersebut.

"Eh ..." Fras tiba-tiba menarik tangan Alia membuat Alia langsung tertarik ke sampingnya.

"Ada apa?"

"Saya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Perubahan

    Pagi-pagi sekali, Alia sudah bangun karena terbiasa bangun pagi saat tinggal di rumah Alex. "Mau kemana?" tanya Fras sambil menahan tangan istrinya itu membuat Alia menoleh."Aku mau ke dapur Mas bantuin--"Ssshhtt ... Kita di sini tamu, lagi capek istirahat aja nggak usah dipaksain," ucap Fras lalu kembali menarik istrinya itu agar berbaring di sebelahnya."Mas ...""Hum,""Sebelum kita tidur tadi malam aku deg-degan tahu,""Kenapa?""Nggak tahu kayak apa ya ... Aku ngerasa kesakitan aja gitu tiba-tiba, seperti teringat sesuatu--"Iya kamu ke trigger trauma waktu tinggal di sini, aku minta maaf ..." ucapnya membuat Alia terdiam."Um..."Terbaik untuk menghadapi trauma itu adalah dengan mendatangi tempatnya kembali, setidaknya kita bisa melihat apakah diri kita sudah berdamai apa belum," lanjut Fras membuat Alia mengangguk.Hari menunjukkan pukul 08.00 pagi, mereka baru saja keluar dari kamar karena mendengar suara Lidia yang tampak heboh dari pagi. "Gimana sih Mbok beresin aja ngga

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Kesadaran

    Alex keluar dari kamar sambil memegangi dadanya yang tiba-tiba saja terasa sakit. "Mbok ...""Iya pak, eh kenapa pak?""Tolong ambilkan obat saya mbok," ucapnya yang baru saja duduk di sofa lalu menadahkan kepalanya ke atas. "Ini pak, aduh ... Kenapa lagi dada bapak?" tanya mbok terlihat sangat khawatir."Tidak apa-apa," jawabnya "Assalamualaikum," Terdengar suara salam dari depan membuat mereka berdua menoleh. "Walaikumsalam, eh masuk masuk ..." ucap Alex saat melihat yang datang adalah anak dan menantunya. "Kalian kenapa nggak ngabarin kalau datang, tau gitu kan tadi Papa beliin makanan dulu," ucap Alex membuat Fras terkekeh."Udah nggak usah repot-repot orang tua duduk aja udah, kami bawain makanan sendiri," jawabnya membuat Alia terkekeh."Sini nak sini," ucap Alex membuat Alia langsung duduk di samping Ayah mertuanya itu. "Papa kenapa?""Ah nggak, biasalah namanya juga nggak pernah sakit ya kan, kambuh sedikit aja mungkin efek udah lama nggak minum obat kali ya," ucapnya m

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Serba Salah

    Selama acara berlangsung, Fras benar-benar menunjukkan kepada panitia itu bahwa rumah tangganya baik-baik saja tidak seperti apa yang mereka pikirkan dan apa yang mereka katakan. Hari menunjukkan pukul 05.00 sore, seminar itu sudah selesai. Fras dan Alia sedang menuju pintu keluar. "Pak ..." Panggil Raya membuat mereka menoleh. "Jangan lewat situ, lagi pada rame nanti besok-besokan Pak lewat pintu samping aja," ucap raya sambil tersenyum membuat Fras mengangguk.Sebagai panitia Raya mengantarkan mereka hingga keluar dari auditorium tersebut. "Terima kasih," ucap Alia yang dibalas anggukan oleh Raya."Terima kasih banyak ya udah belain saya," ucap Fras membuat raya kaget lalu detik kemudian ia menggangguk."Kamu orang mana?" tanya Alia membuat Raya diam sejenak lalu tersenyum."Saya orang rantau Bu,""O iya, tinggal sama siapa di sini?""Hehe ngekos," "O iya iya, biaya?""Sambil kerja Bu," jawabnya lagi membuat Alia diam sejenak lalu ia merangkul raya."Jangan pernah putus asa, ja

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Terdiam

    Hari demi hari berlalu, Alex rutin kontrol ke rumah sakit tentang penyakitnya. Ia selalu didampingi oleh Mbok dan sopirnya."Pak ... Untuk perkembangan hari ini semuanya baik-baik aja, tolong dipertahankan ya beginilah kalau bisa menjalani kehidupannya jangan banyak pikiran, jangan terlalu berlarut-larut di masa lalu atau masalah apapun itu ya," ucap dokter itu yang dibalas anggukan oleh Alex."Iya Dok,""Kalau bapak ada keluhan atau masalah itu jangan dipendam, obrolin aja sama orang yang terpercaya atau enggak minimal Bapak bercerita sendiri," lanjutnya Setelah keluar dari ruangan itu ia tersenyum kepada sopirnya."Gimana pak?""Alhamdulillah, keadaan saya jauh lebih membaik. Sesuai dengan niat saya tadi pagi, kalau kondisi saya membaik maka saya akan mengundang anak yatim. Jadi kalian berdua tolong carikan anak yatim di sekitar kompleks kita ya, minimal 50 orang kalau ada 100 orang juga nggak papa," ujar Alex yang dibalas anggukan oleh mereka.Di sisi lain, berbeda dengan frash y

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Karma terus berjalan

    Setelah selesai dari kampus, Fras langsung memilih pulang karena ia merasa tidak nyaman setelah mendengar rumor yang begitu banyak tentang dirinya."Assalamualaikum,""Walaikumsalam," jawab Alia yang baru saja membukakan pintu untuk suaminya itu.Hening!Tidak ada basa-basi apa-apa lagi, Fras langsung menghampiri anaknya yang sedang belajar duduk lalu ia merebahkan tubuhnya di samping anak kecil itu. "Mas ...""Hum,""Kamu kecapean ya?" "Hum,""Um ... Ya udah kalau gitu istirahatlah dulu," ucap Alia yang dibalas anggukan oleh Fras.Alia menggendong putranya lalu membawanya sedikit menjauh dari suaminya itu karena tidak ingin mengganggunya. 1 jam kemudian, Fras terbangun dari tidurnya. Ia melihat sekelilingnya lalu detik kemudian ia duduk."Huh ... Jam berapa ini?" gumamnya sambil melihat ke arah meja rias.Untuk beberapa saat dia mencoba mengingat apa yang terakhir ia lakukan. "O my God," ucapnya lalu ia buru-buru bangkit dari ranjang kemudian mencari istri dan anaknya. "Sayan---

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Rumor Kampus

    Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Lidya sudah heboh karena harus berangkat cepat. "Mbok ... Sepatu saya yang hitam mana,? Jangan bilang itu belum dibersihin lagi," omelnya dari depan kamar membuat mbok menoleh. "Udah Bu," ucap mbok membuat Lidya langsung mengambil sepatu itu dari tangan Mbok lalu buru-buru ke depan. Setelah ia berangkat Alex keluar dari kamar sambil tersenyum, ternyata Lidia benar-benar membuktikan kalau dia bekerja sungguh-sungguh. "Mbok, nanti kalau udah mau jam 05.00 tolong siapin makanan buat Lidya ya ... Siapin air hangat juga," ucapnya "Baik Pak," Disisi lain, Fras juga sudah kembali bekerja normal setelah Berapa lama ia vakum dari dunia pendidikan. "Sayang aku berangkat ya, nanti pulangnya cepat kok soalnya hari ini aku cuma ada dua mata kuliah aja," ucapnya yang dibalas anggukan oleh Alia. "Papa katanya nanti mau ke sini," Deg! "Hah? Kapan bilangnya?" "Tadi pagi banget nelpon," jawabnya membuat Fras terlihat khawatir. "Tenang Mas nggak bakal a

  • Istri Taruhan Sang Dosen   Marah lagi

    "What? Demi apa lu sama Pak Fras?""Eh bentar bentar, kok gua mulai curiga ya sama lu Al, jujur deh sama kita-kita lu tuh ada hubungan apa sama Pak Fras?" tanya Rendi dengan tatapan yang tidak biasanya membuat Alia menaikkan alisnya sebelah, lalu detik kemudian ia tertawa. "Apa sih kalian, gitu a

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Presiden Mahasiswa

    Hari menunjukkan pukul 10.00 malam, Alia Baru saja sampai di rumah. Tidak seperti biasanya, kali ini Alia tidak disambut oleh fras membuatnya lega.'Huh syukurlah dia nggak ada disini setidaknya aku nggak denger yang marah-marah,' ucap Alia dalam hati lalu ia menuju ke kamar untuk bersih-bersih.S

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-20
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Lidya Datang

    "Hah?""Telinganya masih berfungsi kan?" tanya Fras membuat Alia cengengesan."Heheh bapak duduk aja, saya kalo di bantuin bisa salting," ucapnya ceplas-ceplos lalu detik kemudian ia tersadar."Hehe maaf pak, bercanda jangan di masukin ke hati," ucapnya lagi Drt ... Drt ... Drt Ponselnya kembali

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Istri Taruhan Sang Dosen   Trigger

    Melihat semua makanan berserakan di lantai, Alia mematung sejenak lalu detik kemudian ia mengusap dadanya."Gak apa-apa, tunggulah dulu semuanya tenang, setelah itu tanya Pak Fras kamu ini di sini sampai kapan," ucap Alia pelan lalu ia mengatur nafasnya pelan-pelan.Setelah ia merasa tenang, Alia m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status