Beranda / Rumah Tangga / Istri Yang Kau Anggap Mandul / Bab 120 - Pembacaan Hasil Tes Kesuburan

Share

Bab 120 - Pembacaan Hasil Tes Kesuburan

Penulis: Eladzaky
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-26 10:00:34

Dokter Rachel menarik napas sejenak, memberi jeda sebelum membacakan semua hasil serangkaian Tes yang telah Alya lakukan dua minggu yang lalu.

Satu persatu dokter Rachel membuka lembaran hasil tes itu dan membacakannya. Sejujurnya Alya dan lainnya pun kurang mengerti karena apa yang dibacakan oleh dokter Rachel sebagian besar menggunakan bahasa medis.

Sampai akirnya tibalah di saat dokter Rachel membuka satu amplop terakhir, yaitu amplop yang berisi hasil tes secara keseluruhan, sekaligus yang menyatakan keadaan rahim Alya saat ini.

"Nah, berdasarkan hasil dari serangkaian tes tadi, maka dengan ini pasien atas nama "Alya HUmaira" dinyatakan.... Sehat! Bahkan kondisi rahimnya sangat-sangat subur" Pungkas dokter Rachel dengan senyum yang mengembang.

"Alhamdulillah..." Ucap semua secara bersamaan.

Airmata langsung meluncur begitu saja dari kedua kelopak mata Alya. Dengan segera ia mendorong meja di depanny

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 123 - Ayu Cemburu

    Kagiatan belajar mengaji Laras dengan Erwin berjalan dengan baik dan lancar. Hari demi hari kemampuan Laras mulai membaik, ia termasuk orang yang cepat belajar jika memang yang dipelajari adalah sesuatu yang disukainya atau yang membuatnya senang.Karena momen kebersamaannya dengan Erwin adalah salah satu sumber bahagianya Laras, maka dia dengan semangat belajar.Melihat Laras yang begitu bersemangat belajar, dan progressnya pun cukup baik, Erwin jadi ikut senang. Ada rasa kagum dalam dirinya melihat kegigihan Laras untuk memperbaiki diri."Orang tua kamu di kampung gimana kabarnya Ras? Perasaan sejak pertama kamu kerja disini gak pernah ada ijin pulang kampung?" Tanya Erwin tiba-tiba, ketika mereka baru saja selesai belajar mengaji.Laras terhenyak, ia tak menyangka akan dapat pertanyaan seperti ini secara tiba-tiba."Ba-baik Bang, Alhamdulillah" Ujarnya dengan terbata-bata.Sebenarnya Laras

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 122 - Erwin Menolak Jadi Guru Ayu

    Keesokan harinya, seperti yang sudah dijanjikan, Erwin mulai mengajarkan Laras membaca Al-Qur'an disela-sela jam istirahatnya."Kamu udah makan siang Ras?" Tanya Erwin sebelum memulai sesi belajar."Sudah Bang""Sholat Dzuhur?""Sudah juga""Oke, masih ada waktu dua puluh menit ya. Kita mulai sekarang aja"Ayu menganguk dengan penuh semangat, ia mengeluarkan sebuah buku Iqro yang khusus dibelinya untuk belajar mengaji dengan Erwin."Ka-kamu.. mau belajar ini?" Tanya Erwin sedikit tak percaya, ia pikir tadinya Laras akan membawa mushaf."Iya Bang""O-oke.. yaudah yuk, dibuka Iqro nya. Kamu sudah bisa sampai mana?"Laras menggeleng pelan."Sama sekali belum?"Laras menunduk malu, kemudian menggeleng lagi. Menyadari itu Erwin langusng mencairkan suasana dengan memberi Laras semangat."Oke, gapapa Ras, santai aja.

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 121 - Belajar Mengaji

    Pagi itu, aroma khas rendang dan gulai yang begitu menggugah selera melingkupi udara di Rumah Makan Padang Selaras. Saat itu Erwin sedang berdiri di balik meja kasir, sambil memantau aktivitas dua karyawannya, Ayu dan Laras.Ayu, si gadis berhijab yang lemah lembut tengah sibuk menata piring-piring saji di meja prasmanan. Sementara itu, Laras, dengan gaya rambut ekor kudanya sedang mencuci panci besar di dapur belakang."Ras, Piring di rak sudah bersih semua, belum?" Tanya Erwin sambil mencatat stok bahan.Laras melongok dari dapur."Udah, Bang. Tapi kalau mau kinclong banget, sini bantuin cuci sendiri!" Jawabnya dengan senyum iseng.Sudah tak ada lagi kecanggungan antara Bos dan karyawannya itu, karena Erwin memang kerap bersikap layaknya teman pada mereka.Ayu yang mendengar itu hanya tersenyum sambil merapikan jilbabnya."Mbak Laras ih, kebiasaan bercanda terus. Bang Erwin nanya serius juga!"Erwin terkekeh kecil. "Gak apa-apa, Ayu. Laras memang beda caranya bercanda. Tapi hasil

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 120 - Pembacaan Hasil Tes Kesuburan

    Dokter Rachel menarik napas sejenak, memberi jeda sebelum membacakan semua hasil serangkaian Tes yang telah Alya lakukan dua minggu yang lalu.Satu persatu dokter Rachel membuka lembaran hasil tes itu dan membacakannya. Sejujurnya Alya dan lainnya pun kurang mengerti karena apa yang dibacakan oleh dokter Rachel sebagian besar menggunakan bahasa medis.Sampai akirnya tibalah di saat dokter Rachel membuka satu amplop terakhir, yaitu amplop yang berisi hasil tes secara keseluruhan, sekaligus yang menyatakan keadaan rahim Alya saat ini."Nah, berdasarkan hasil dari serangkaian tes tadi, maka dengan ini pasien atas nama "Alya HUmaira" dinyatakan.... Sehat! Bahkan kondisi rahimnya sangat-sangat subur" Pungkas dokter Rachel dengan senyum yang mengembang."Alhamdulillah..." Ucap semua secara bersamaan.Airmata langsung meluncur begitu saja dari kedua kelopak mata Alya. Dengan segera ia mendorong meja di depanny

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 119 - Hasil Test Keluar

    "Jadi gimana Al? Kapan kamu siap aku lamar?" Tanya Raja dengan tak sabar, karean sejak tadi Alya tak juga menjawab pertanyaannya."Maaf Mas, aku belum bisa jawab sekarang. Aku mau tau dulu hasil Tes ku gimana, setelah itu baru kita bicarakan lagi masalah lamaran" Jawab Alya akhirnya.Raja menghela napas kecewa, tadinya ia berharap Alya akan menyebutkan hari terdekat, atau kalau bisa minggu ini juga."Kan aku udah bilang, Mama udah gak mempermasalahkan soal itu. Mama gak menuntut kamu buat lakuin tes itu, itu artinya udah gak ada masalah apapun hasilnya nanti" Sahut Raja, mencoba meyakinkan Alya."Ini bukan buat Mama kamu Mas, ini buat aku sendiri" Tukas Alya.Akhirnya Raja mengalah, ia menghargai keputusan Alya, apapun itu."Baiklah, memangnya kapan hasil tesnya keluar?""Dua hari lagi"Kedua ujung bibir raja terangkat, ternyata ia tidak harus menunggu lama. Hanya dua ha

  • Istri Yang Kau Anggap Mandul   Bab 118 - Kabar Gembira

    Berulang kali Raja menghubungi Alya, tapi telepon darinya selalu di reject. Bahkan puluhan pesan yang Raja kirimkanpun tak kunjung dibuka oleh Alya.Akhirnya Raja memberanikan diri untuk datang langsung ke rumah Alya untuk memberitahu kabar bahagia itu. Kebetulan juga hari itu hari minggu, Raja merasa ini momen yang pas karena semua anggota keluarga Alya biasanya sedang ada di rumah. Jadi ia bisa sekaligus menyampaikan niat baiknya pada semua bahwa keluarganya akan segera datang untuk melamar AlyaDidepan sebuah rumah dengan taman kecil yang selalu tertata rapi itu, Raja berdiri sejenak. Mengamati setiap detail pagar bercat hitam yang berdiri kokoh, seolah ingin selalu melindungi siapapun yang berada di dalam rumah itu.Tangan Raja perlahan terulur ke arah bel pintu, kemudian menekannya dengan pasti. Suara ding-dong yang khas terdengar dari dalam, menggema diantara dinding-dinding rumah.Beberapa detik berlalu, dan dia mulai merasa sedikit gugup. Mungkin karena suasana rumah yang terl

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status