Share

10. Rencana yang Berantakan

Auteur: Henny Djayadi
last update Dernière mise à jour: 2025-08-09 01:37:48

Otak Kirana ingin menolak kenyataan kabar kehamilan Naira. Tapi matanya melihat jika di hadapannya, semua orang tengah bersuka cita. Merayakan sesuatu yang baginya seperti mimpi buruk yang datang lebih cepat dari seharusnya.

Sementara itu, Aditya berdiri di tengah ruang tamu yang riuh oleh ucapan selamat dan tawa bahagia. Suasana itu seperti pesta kecil yang hangat, namun baginya terasa seperti panggung sandiwara yang dibangun dari kebohongan demi kebohongan.

Matanya tak lepas dari Naira yang duduk tenang, menunduk sambil mengelus perutnya yang masih datar. Di wajah itu, tak ada kebahagiaan seorang calon ibu. Hanya diam, lalu melempar senyum yang terlihat jelas sangat dipaksakan.

Batin Aditya bergemuruh. Ada dorongan kuat untuk bersuara mengungkap jika kehamilan Naira bukan berasal dari benihnya. Sebab ia tahu persis, tujuh bulan terakhir, tak ada lagi waktu yang mereka habiskan sebagai pasangan suami istri.

Bahkan akibat penolakan Naira selama ini, semalam Aditya kembali memuaskan di
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Triany Andiastuty
itulah sifat pelakor, mengambil yg bkn hak nya, menuntut di akui secara sah, hidup dr rasa iri & dengki..hatinya jahat, sprt setan
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   351. Diamnya Naira

    Ujung jari Alex baru saja menyentuh dinginnya gagang pintu logam itu ketika suara datar sang dokter menahannya."Satu hal lagi, Pak Alex."Alex mematung. Punggungnya menegang, seolah setiap saraf di tubuhnya sedang bersiap menerima hantaman badai. Ia tidak berbalik, namun ia bisa merasakan tatapan tajam dokter itu menembus jas mahal yang ia kenakan."Kepanikan tidak akan mengubah angka di hasil laboratorium itu. Tetaplah tenang. Untuk keluarga yang Anda cintai, dan untuk diri Anda sendiri."Alex menoleh sedikit, hanya cukup untuk memperlihatkan profil wajahnya yang keras. Sebuah senyum tipis tersungging di sudut bibirnya, getir, hambar, dan sarat akan keputusasaan.Itu bukan senyum seorang pemenang, melainkan senyum seorang pria yang sadar bahwa ia sedang berdiri di tepi jurang, bertaruh habis-habisan dengan takdir yang tak pernah berpihak padanya."Saya tidak panik, Dok," bisik Alex. Suaranya rendah, nyaris tenggelam oleh deru napasnya sendiri yang terasa berat. "Saya hanya takut."A

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   350. Bagiaman Menjelaskannya?

    Theo, yang sejak tadi menyimak dari sudut ruangan, akhirnya angkat bicara. “Saya tetap di sini.”Alex menoleh, alisnya bertaut sedikit. “Ya.”Theo mengangguk mantap.“Archie dan Naira tidak perlu beradaptasi dengan wajah-wajah baru dalam situasi genting ini. Anak buahmu sudah hafal setiap sudut rumah, rute perjalanan, hingga kebiasaan terkecil mereka. Keamanan domestik adalah prioritas.”Selo Ardi menambahkan, “Itu pilihan paling logis. Fokus Anda tidak boleh terbagi antara lapangan dan rumah.”Alex terdiam sejenak.“Theo, kau pegang kendali penuh di sini. Tidak ada kompromi, tidak ada celah. Mengerti?”Theo menepuk dadanya singkat, sebuah gestur loyalitas tanpa syarat. “Mengerti.”Alex beralih pada Revan dan Selo. “Kalian berangkat sekarang.”Revan menyambar kunci mobil di atas meja. “Jika Peter melawan?”Alex menatap Revan lurus-lurus, ada kilatan gelap di matanya yang dalam. “Dia sudah lama melawan, Revan. Akhiri saja.”Jawaban itu sudah lebih dari cukup. Tanpa kata lagi, Selo Ardi

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   349. Rencana

    Alex terdiam. Kali ini, ketenangannya bukan topeng yang ia pasang dengan sengaja. Ada sesuatu yang runtuh pelan di dadanya.“HIV,” ulang Alex lirih.Satu kata itu menggantung di udara, dingin dan mematikan.Seketika, bayangan Naira melintas tanpa permisi. Ia teringat senyum istrinya pagi tadi. Tangannya yang melingkar di lehernya. Perut yang baru mulai menyimpan kehidupan.Belum lagi suara cempreng Archie yang meneriakkan "Dadda!" dan "Dede!" dengan binar mata yang membuat Alex merasa menjadi pria paling dibutuhkan di seluruh dunia.Alex menelan ludah. Tenggorokannya terasa seperti padang pasir yang tandus.“Sejak... kapan?” tanyanya akhirnya. Suaranya pecah, sebuah getaran ketakutan yang gagal ia sembunyikan di balik wibawanya.Revan menghela napas panjang, beban di pundaknya tampak semakin nyata.“Waktu di Bali, statusnya masih reaktif. Dokter belum berani memberi vonis final. Tapi dua kali pemeriksaan mendalam setelah itu...”Revan menjeda, menatap Alex dengan tatapan iba yang meny

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   348. Sikap Alex

    Revan benci saat dia harus kembali ke apartemen tempat dia menyembunyikan Regina selama ini. Entah apa tujuan Alex mengajak mereka bertemu di tempat ini.Bagi Revan yang sudah keluar masuk apartemen ini merasa kedatangannya disambut dengan kesunyian yang mencekik. Bukan jenis sunyi yang menenangkan, melainkan kesunyian predator, kosong, dingin, dan penuh ancaman.Revan melangkah masuk, membiarkan pintu tertutup dengan dentum halus yang menggema di lorong yang hampa.Sepatu pantofelnya berhenti tepat di tengah ruang tamu. Ia mematung. Udara di sana terasa berat dan pengap, namun ada satu aroma yang menusuk indranya hingga ke ulu hati. Aroma white musk dan peony. Bau parfum Regina.Aroma itu masih tertinggal di sana, tipis, mewah, dan menyiksa karena pemiliknya tidak ada di depan mata.Ingatan kebersamaan dengan Regina menyerang Revan, bukan karena cinta atau rindu, tapi khawatir mengingat saat ini Regina memasuki kendang srigala sendiri.Kembali Revan membuka kertas yang ditinggalkan o

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   347. Muslihat Regina

    "Abang…?"Suara Theo nyaris tertelan deru mesin motor yang baru saja ia matikan. Matanya berpijar, menatap sosok di depannya dengan binar yang sulit diartikan, antara tidak percaya, lega, sekaligus ngeri.Pria di hadapannya hanya melempar senyum tipis. Guratan perak mulai menghiasi pelipisnya, tanda waktu telah berjalan jauh sejak terakhir kali mereka bersisian.Namun, sorot mata pria itu tetap tak berubah, tajam dan tenang secara mematikan. Itu adalah mata seorang pria yang sudah terlalu sering menatap maut hingga maut itu sendiri bosan menunggunya."Bang Sel," bisik Theo lagi, suaranya kini lebih mantap. "Aku kira Abang sudah… mati.""Hampir," potong Selo Ardi dengan nada ringan, seolah sedang membicarakan cuaca. "Tapi sayangnya, dunia belum selesai menggunakan tenaga kita."Theo segera melompat turun dari motornya. Tanpa kata-kata basa-basi, keduanya beradu peluk. Singkat dan keras sebuah pelukan khas pria yang dibesarkan oleh disiplin dan kerasnya dunia yang penuh bahaya, di mana

  • Istri yang Ternoda: Mengandung Benih Tuan Vancroft   346. Nasib Theo

    Naira hanya berdiri mematung, matanya tidak lepas mengikuti setiap gerak-gerik Alex.Pria itu tampak asing. Wajahnya mengeras seperti pahatan batu, otot rahangnya berkedut, terlalu tegang untuk sekadar urusan kantor di hari Minggu."Kamu mau ke mana?" Suara Naira hampir menyerupai bisikan, seolah takut jika ia bicara terlalu keras, kenyataan pahit akan dia temukan di depan matanya.Alex tidak menyahut. Ia menyambar jaket hitamnya dengan gerakan yang terburu-buru yang terlihat mencekam. Seperti seseorang yang sedang berlomba dengan waktu yang tidak berpihak padanya.Di sudut ruangan, Archie masih duduk di atas karpet, menepuk-nepuk mainan kayunya tanpa dosa. Alex menghampiri bocah itu, lalu mengangkatnya dalam satu sentakan. Ia memeluk putranya lama sekali. Terlalu lama untuk ukuran seorang ayah yang hanya akan pergi melakukan pekerjaan rutin."Jaga Mommy," bisik Alex tepat di telinga mungil Archie. Suaranya serak, sarat beban. "Jaga dede bayi juga, ya?"Archie menatap mata ayahnya. Aj

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status