Share

33. Perhiasan

Author: HaniHadi_LTF
last update publish date: 2026-08-22 11:15:45

Pertanyaan itu membuat Linggar terdiam.

Tatapan Ilalang masih tertuju kepadanya. Linggar merasa lelaki itu bukan sekadar menanyakan sebuah perhiasan. Lebih karena merasa apa yang ia beri, tidak dihargai Linggar

Dengan ragu, Linggar menatap Ilalang lewat pantulan cermin di depannya.

“Kenapa Mas membeli perhiasan seperti itu?”

Ilalang diam sejenak, menatap Linggar dengan tatapan sulit diartikan.

Linggar masih menunggu. Jemarinya menyentuh ujung hijab, sementara matanya mengikuti pantulan Ilalan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   125. Sekali jadi

    Kayra masih menatap layar.Linggar ikut menahan napas.“Kenapa, Dok?”Kayra akhirnya mengangkat wajah.“Ada sesuatu yang perlu saya sampaikan.”Genggaman Ilalang menguat.“Apa?”Kayra kembali menatap layar.“Sepertinya usia kehamilan Mbak Linggar bukan seperti yang kita perkirakan.”Linggar membeku.Ilalang menatap layar, lalu wajah Kayra.“Maksud Dokter?”Kayra menarik napas.“Karena dari hasil pemeriksaan ini... usia kehamilan Mbak Linggar sudah memasuki dua bulan.”Linggar terpaku.“Dua bulan?”“Iya.”Linggar refleks menyentuh perutnya.Selama ini ia tidak merasa ada sesuatu yang berubah. Tidak ada perut membesar. Tidak ada tanda yang membuatnya menyadari bahwa ada kehidupan kecil yang sudah tumbuh cukup lama.“Dok, apa benar?” tanya Linggar ragu. Kayra mengangguk.“Hasil pemeriksaannya mengarah ke sana. Kalau ingin lebih memastikan, nanti kita bisa lakukan pemeriksaan lanjutan.”Ilalang justru tersenyum lebar.“Dua bulan?”Kayra tertawa kecil.“Sepertinya kalian benar-benar harus

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   125. Kebetulan

    “Lintang.”Anak itu spontan mengangkat wajah.“Tante Cindy!”Lintang hendak berlari menghampirinya. Namun langkahnya terhenti ketika Ilalang mendadak meraih tangannya.Linggar menatap tangan Ilalang. Melihat bagaimana wajah suaminya berubah.Tatapan Ilalang tertuju kepada Cindy yang berdiri menunggu mereka.Linggar ikut memandang perempuan itu. Ada sesuatu dalam sorot mata Cindy yang membuat Linggar bertanya-tanya.Mengapa ia sudah menunggu sejak pagi?Ilalang menggenggam tangan Linggar sedikit lebih erat saat Cindy melangkah mendekat.“Aku memang sengaja menunggu kalian.”Ilalang menatapnya.“Untuk apa?”Cindy tidak langsung menjawab. Ia hanya tersenyum kecil.“Aku ingin menunggu Lintang sekolah. Sekalian mau ngobrol sebentar sama Rania.”Linggar menatap perempuan itu tanpa suara. Tangannya masih berada dalam genggaman Ilalang. Jemari lelaki itu terasa hangat, tetapi hati Linggar justru kembali tidak tenang.Lintang sudah berdiri sambil menatap Cindy.“Tante mau lihat Lintang sekolah

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   124. Lebay

    "Mas....”Linggar menatap Ilalang dengan mata yang masih mengaca.Dokter Kayra tersenyum lembut.“Selamat, Mas. Hasil pemeriksaan Mbak Linggar menunjukkan positif hamil.”Ilalang yang sejak tadi berdiri tegang seolah lupa bernapas. Matanya berpindah dari wajah Kayra menuju Linggar.“Positif?”Kayra mengangguk.“Iya. Tapi untuk memastikan usia kehamilan, sebaiknya nanti diperiksa lebih lanjut menggunakan USG di rumah sakit.”Linggar tidak langsung menjawab. Tangannya justru mencari tangan Ilalang. Begitu jemari mereka bertaut, genggaman lelaki itu menguat.“Linggar…” Suara Ilalang terdengar bergetar. Lelaki itu menatap Linggar dengan mata sudah mengaca.Linggar tersenyum sambil menahan air mata.“Mas…” Tidak ada kalimat lain yang mampu keluar.Ilalang mengangkat tangan mereka yang saling menggenggam, lalu mengecup punggung tangan Linggar.“Kita benar-benar akan punya anak.”Air mata Linggar akhirnya jatuh. Ia mengangguk.Ilalang menundukkan kepala sesaat. Ketika kembali mengangkat waja

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   123. Menunggu

    “Kapan hari Mas kan bilang kalau Mas itu sulit punya anak. Apa benar?”Pertanyaan Linggar membuat Ilalang seketika bangkit.Lelaki itu menggaruk tengkuknya. Sesaat kemudian terdengar tawa kecil, seperti seseorang yang baru ketahuan menyimpan sesuatu.“Maaf.”Linggar mengerutkan kening.“Kenapa minta maaf?”Ilalang kembali terkekeh.“Itu aku lakukan supaya kamu nggak terus menyuruhku pakai pengaman.”Mata Linggar membesar.“Jadi kamu sengaja bilang begitu?”Ilalang mengangguk pelan.“Bisa dibilang begitu.”Linggar menatapnya tak percaya.“Berarti Mas sengaja mau aku hamil?”“Iya.” Jawaban itu keluar begitu saja.Linggar tercekat.Ilalang justru terlihat santai, seolah tidak memahami betapa besar arti pengakuannya bagi perempuan itu.“Memangnya apa lagi tujuan kita menikah kalau bukan untuk itu juga?”Linggar menelan ludah.“Mas…”“Hm?”“Lalu bagaimana kalau aku benar-benar hamil?”Ilalang justru mengangkat alis.“Apanya yang salah?”Linggar terdiam.Ada begitu banyak hal berputar dalam

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   122. Penjelasan

    Linggar kaget.Sean segera berdiri.“Sepertinya cuma kram. Sini, kasihkan air hangat itu. biar ditempel di perut Linggar."Ilalang mengerutkan kening.“Yakin cuma kram?”Sean melirik Linggar sebentar.“Iya. Tapi kalau masih sakit, sebaiknya diperiksa lebih lanjut.”Ilalang mengangguk lemas.“Baik.”Lelaki itu lalu duduk di sebelah Linggar setelah Sean pamit. Tangannya meraih bahu perempuan itu."Aku pikir tadi tidak sekedar kram. Tapi itu....""Itu apa, Mas?"Ilalang tersenyum sebentar, lalu menggeleng. "Nggak. Nggak apa-apa."Ia lalu memegang perut Linggar.“Masih sakit?”Linggar menggeleng.“Sudah agak mendingan.”Ilalang mengusap kepalanya pelan.“Kalau begitu istirahat. Aku bawakan makanan lagi biar kamu nggak lapar."Belum juga Linggar bereaksi, Ilalang sudah pergi. Tak lama ia sudah kembali dengan bubur ayam."Aku suapin, ya. Makan bubur dulu. Kamu habis muntah."Linggar menatap wajahnya. Ada begitu banyak hal yang ingin ia tanyakan. Tentang semalam. Teemasuk tentang perkataanny

  • JANDA ISTIMEWA TERJEBAK PERNIKAHAN KEDUA   121. Kejutan

    Huek...huek! Linggar memuntahkan isi perutnya.Ilalang memijit punggung dan tengkuk Linggar.Linggar menggeleng.“Sudah, Mas. Aku nggak apa-apa.”Wajah Linggar terlihat pucat. Perutnya masih mulas, sementara suara percakapan Rania dan Sean tentang Ilalang dan Cindy tadi terus berputar dalam kepalanya, hinggah makin membuat perutnya makin bergolak.Linggar memejamkan mata sebentar. Ia tidak ingin memikirkan kemungkinan yang bahkan belum tentu benar. Namun tubuhnya justru terasa semakin tidak nyaman.“Wajahmu pucat.”“Aku mau ke tenda saja. Kalau Mas mau kembali, kembalilah," ucap Linggar dengan menepis tangan Ilalang."Linggar...kamu ini kenapa begini sama aku?"Linggar berdiri tapi sempoyongan.Ilalang segera merengkuhnya dan hendak membawanya berjalan ketika Sean muncul."Linggar kenapa?”“Aku nggak tahu. Tiba-tiba perutnya sakit.”Sean langsung memperhatikan wajah Linggar.“Nyingkir kamu, Lang. Biar aku periksa.”Ilalang menoleh tajam.“Nggak salah suruh aku nyingkir?”“Lang, aku cu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status