Share

3. Bagaimana Mungkin?

Penulis: J.A
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-08 23:35:33

... Kondisi asli ibunya.

"Ini..? Aku bisa merasakannya?' Lin Xuan bergumam sendiri. Ia menghembuskan napas lega.

Pendarahan otak mendadak memang telah membuat tubuh ibunya lumpuh total, pernapasan terhenti, denyut nadi lenyap. Tapi bagi pewaris Yu Jing Shu, ini hanyalah kematian semu.

Banyak catatan kuno yang menyebutkan orang-orang selamat meski napas mereka berhenti beberapa saat akibat tekanan darah di otak. Kuncinya ada pada waktu seperti sekarang ini... jika bisa diselamatkan tepat di masa kritis penghentian napas itu, nyawa masih bisa ditarik kembali dari gerbang kematian.

"Ayah, tolong cari satu set jarum perak untukku, sekarang!" ucap Lin Xuan dengan suara tenang, tapi tegas, mata tak lepas dari tubuh ibunya.

"Jarum perak? Untuk apa, Xuan?" Lin Quanyou menatap putranya bingung, alisnya berkerut dalam. Sebagai pemilik toko obat tradisional Tiongkok kecil-kecilan, ia tentu tahu jarum perak adalah alat akupunktur klasik. Tapi dengan nyawa istrinya yang sudah tergantung di ujung benang tipis, apa gunanya menusuk jarum sekarang? "Ibumu... sudah tak bernapas, Nak."

"Ayah, Ibu belum benar-benar mati. Aku bisa menyelamatkannya. Tolong percaya padaku sekali ini saja. Aku takkan membiarkan Ibu meninggalkan kita berdua begitu saja."

Lin Quanyou menatap mata putranya lama. Ada sesuatu yang berbeda di sana— bukan lagi tatapan pemuda biasa yang selalu ceroboh, melainkan keyakinan yang dingin dan dalam. Akhirnya ia mengangguk pelan, "Baiklah... Ayah akan cari sekarang juga. Tunggu sebentar."

Ia bergegas keluar dari rumah sakit, langkahnya cepat meski pundaknya terasa berat. Tak lama kemudian, Lin Xuan dengan hati-hati membalikkan tubuh ibunya yang dingin, menyangga ranjang hingga membentuk sudut empat puluh lima derajat agar darah tak semakin menumpuk di otak. Ia mengambil air panas dari termos di samping ranjang, merendam kain bersih, lalu mengompres dahi ibunya perlahan, berharap tekanan bisa mereda sedikit demi sedikit.

"Maaf, tapi pasien sudah dinyatakan meninggal, anak muda. Apa yang sedang kau lakukan di sini?" suara Dr. Zhou Bin terdengar dingin dari ambang pintu. Dokter itu berdiri dengan tangan disilang, "Kalau kau punya bakti sebesar ini, mengapa tidak mengumpulkan seratus ribu yuan untuk operasi lebih awal? Sekarang pura-pura jadi pahlawan?"

Seorang perawat di belakangnya ikut bergumam pelan tapi cukup terdengar jelas, "Tak punya uang buat berobat, tapi sekarang sok berbakti. Menjijikkan sekali!"

Lin Xuan tak bergeming. Ia terus fokus pada ibunya, tak peduli bisik-bisik itu.

Tak lama, Lin Quanyou berlari masuk dengan napas tersengal-sengal, tangannya memegang kotak kecil yang masih tersegel rapi. "Xuan'er, ini jarum peraknya. Sejak kapan kau belajar teknik ini? Jangan main-main dengan nyawa ibumu sendiri!"

"Ayah, apa Ayah lupa? Aku lulusan fakultas kedokteran. Sekarang Ibu sudah tak bernapas, jadi kita hanya bisa mencoba segala cara yang ada. Percayalah padaku."

Lin Xuan sendiri sebenarnya masih ragu. Teknik ini baru saja ia warisi, pengetahuan mengalir deras tapi belum pernah ia praktikkan. Namun ia tahu persis titik-titik yang harus ditusuk, juga alur qi yang harus dibuka.

"Baiklah... Kau coba saja. Ayah selalu percaya padamu," Lin Quanyou menepuk bahu putranya dengan tangan gemetar, suaranya serak penuh harap dan takut bercampur jadi satu.

Lin Xuan menghela napas dalam, lalu berbalik menghadap ibunya. Napasnya kini tenang, konsentrasi mendalam. Dengan tangan yang tak lagi gemetar, ia membuka kotak jarum perak, mengambil yang pertama, dan mulai menusuk—dimulai dari titik Baihui di puncak kepala, lalu secara bertahap ke titik-titik lain, lapis demi lapis, mengikuti alur energi yang ia rasakan begitu jelas dari warisan Yu Jing Shu.

"Hei! Ini rumah sakit pusat, apa yang kau lakukan?!" Zhou Bin yang melihat pemuda itu menusuk jarum ke tubuh pasien langsung melangkah maju, "Dari mana kau dapat jarum rusak begini? Seenaknya menusuk mayat orang? Bagaimana nanti kalau laporan kematiannya menuduh kami yang membunuh pasien!"

Lin Xuan tiba-tiba menoleh, tatapannya dingin, "Bukankah dokter sendiri yang bilang pasien sudah tak ada tanda vital sejak tadi? Kalau sudah mati, apa salahnya ditusuk beberapa jarum? Atau dokter takut kalau-kalau pasien ini tiba-tiba bangun dan membuat reputasi dokter hancur?"

Zhou Bin langsung kehabisan kata-kata. Mulutnya terbuka, tapi tak ada suara yang keluar. Ia dokter yang bertanggung jawab, tapi anak muda di depannya ini terlalu berani.

"Baiklah, baiklah, anak yang paling berbakti!" Zhou Bin akhirnya mendengus sinis. "Apa kau ingin ibumu mati tanpa ketenangan? Silakan saja, tusuk sepuasnya. Tapi aku ingatkan, ruang ICU ini dihitung per jam. Selama kau punya uang, buang-buang lah waktu sesukamu."

Lin Xuan tak menghiraukan lagi. Ia terus fokus, menusukkan jarum terakhir dengan presisi sempurna. Barulah ia menghela napas panjang, sudut bibirnya terangkat tipis dalam senyum lega.

Menurut filsafat warisan Yu Jing Shu, pendarahan otak seperti ini hanyalah hal sepele bagi seorang pewaris sejati. Kini ia sudah mengikuti metode itu dengan tepat, tapi di lubuk hati masih ada keraguan kecil, apakah ini benar-benar nyata? Ataukah hanya ilusi dari keputusasaan belaka??

"Sudah selesai berbuat ulah?" Dua petugas medis masuk membawa tandu, suara mereka tak sabar. "Petugas kami masih harus mengurus jenazah pasien. Cepat pindahkan mayat ini ke kamar jenazah!"

"Tunggu. Ibuku belum mati. Beliau akan segera sadar."

"Sadar?" Tak hanya Zhou Bin, bahkan Lin Quanyou pun menatap putranya dengan mata melebar tak percaya. Li Xiaoyan sudah dinyatakan meninggal lebih dari setengah jam. Bagaimana mungkin?

Zhou Bin berbalik, tersenyum sinis ke arah Lin Quanyou. "Pak Lin, sepertinya putra Anda juga perlu diperiksa ke dokter saraf. Istri Anda sudah meninggal lebih dari setengah jam. Kalau beliau bisa bangun lagi, nama saya Zhou Bin akan saya tulis terbalik..."

Ia masih berbicara tatap muka dengan ayah Lin Xuan, tapi tiba-tiba ekspresi Lin Quanyou berubah drastis. Matanya melebar kaget, mulut ternganga. Pandangannya tertuju ke Li Xiaoyan di atas ranjang. Alat monitor di kepala tempat tidur yang tadinya datar tanpa suara tiba-tiba hidup kembali!

Bunyi bip-bip stabil terdengar, garis detak jantung mulai naik-turun berfluktuasi seperti irama kehidupan yang kembali. Perlahan, kelopak mata Li Xiaoyan yang tadinya terpejam rapat bergetar, lalu terbuka pelan.

Zhou Bin menoleh cepat, dan seketika mulutnya ikut menganga lebar, wajahnya memucat bagai melihat hantu di siang bolong.

"Ha- Ha... Bagaimana mungkin??"

Di saat semua orang terpaku tak percaya, Lin Xuan hanya menatap ibunya dengan mata berkaca-kaca, tangannya masih memegang liontin yang kini terasa hangat di genggaman.

Kekuatan yang ia warisi... ternyata bukan mimpi.

Dan jika ini baru permulaan, apa lagi yang akan terjadi ketika dunia mulai menyadari bahwa seorang pemuda miskin dari apotek kecil ini kini memegang rahasia yang bisa mengubah nasib siapa saja.... termasuk nasib mereka yang pernah menghinanya?

***

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!   Chapter 138.

    Li Xiaomei keluar dengan wajah merah padam, meninggalkan Lin Xuan yang hanya bisa bengong. "Kak Lin, apa betul yang tadi ibu itu kerabatmu?" tanya Lu Qian heran. Belum pernah dia melihat tingkah laku seperti ini. Orang biasanya berterima kasih setelah diobati, tapi keluarga ini dari awal sudah kasar, malah tambah menjadi setelah sembuh."Ini keluarga dari pihak ibu saya. Memang hubungannya kurang baik," jawab Lin Xuan seadanya. Ia malas memperpanjang masalah. Keluarga Li Xiaomei memang dari dulu iri sama kesuksesan keluarga Lin di Jiangzhou. Waktu festival kemarin mereka datang buat merendahkan, tapi sekarang keluarga Lin makin maju, mereka pasti tambah iri.Li Xiaomei bukan tipe orang yang tahu balas budi. Lin Xuan mau mengobatinya cuma karena ibunya. Begitu Li Xiaomei keluar dari Baoren Hall dengan muka kesal, Jiang Shouchang dan anaknya yang menunggu di luar langsung menghampiri. "Bu, gimana? Sembuh nggak?" tanya Jiang Tao cemas."Sembuh apanya!" b

  • JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!   Chapter 137.

    Jiang Tao benar-benar terpana. Sosok macam apa Lin Xuan sekarang di Haiyang? "Aduh. Tao'er, kepalaku sakit lagi." Saat Jiang Tao masih tenggelam dalam pikirannya, Li Xiaomei tak kuasa menahan rasa sakit di kepalanya. Dia memegang pelipisnya, merasakan otaknya seperti membengkak. Semakin dia memikirkan Lin Xuan, semakin sakit kepalanya. "Tapi bukannya sakit kepala Ibu hanya kambuh di malam hari? Kok sekarang bisa kambuh?" Jiang Tao tampak bingung dan cemas. "Mungkin kondisinya semakin parah. Tao'er, kamu harus cepat cari jalan," Jiang Shouchang juga sangat khawatir. Sakit kepala Li Xiaomei biasanya tidak kambuh di siang hari. Ada apa ini? "Jangan khawatir, Bu. Bukankah Lin Xuan kenal dengan Dr. Lu? Bagaimana kalau kita coba dia? Kita kan kerabatnya, masa dia bisa menolak kita?" Saat berkata begitu, Jiang Tao menunduk. Dia sadar bahwa koneksi Lin Xuan berguna, dan itu adalah secercah harapan terakhir. Mau tak m

  • JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!   Chapter 136.

    Sekretaris Li membawa keluarga Jiang Shouchang ke pintu masuk Baoren Hall. Saat itu, keributan medis di Baoren Hall sudah selesai dan semua orang sedang mengantre di pintu masuk untuk konsultasi. Dengan Sekretaris Li yang memimpin, keluarga Jiang berhasil melewati antrean dan langsung masuk ke dalam."Permisi, apa Tuan Lu ada?" Sekretaris Li yang memakai kacamata hitam mendekat dan bertanya. Sebagai sekretaris ketua Grup Mengsheng, dia khawatir dikenali saat keluar, makanya dia pakai kacamata hitam."Tuan Lu sedang tidak ada di Haiyang. Beliau baru akan kembali beberapa hari lagi," jawab dokter jaga di dalam dengan nada sedikit tidak sabar."Kalau begitu tolong antar saya bertemu Dr. Lu Xiaoshen," kata Sekretaris Li sambil melepas kacamatanya."Eh, Sekretaris Li." Dokter jaga itu terkejut, lalu meletakkan pekerjaannya dan menjawab dengan sopan, "Tuan Lu seharusnya hari ini menerima pasien, tapi ada insiden di Baoren Hall hari ini. Tuan Lu bilang tidak akan menerima pasien hari ini.""

  • JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!   Chapter 135.

    "Tidak ada masalah dengan herbalnya," kata Lin Xuan setelah memeriksa ampas obat di atas lemari dengan teliti. Ada lebih dari tiga puluh jenis herbal, tidak ada yang kurang atau bertambah. Dari kondisi ampasnya, tampaknya sudah direbus lebih dari tiga jam, sesuai dengan waktu yang diperlukan untuk merebus obat Tiongkok. Selain itu, takarannya juga tepat, semua mengikuti resep."Jadi masalahnya ada di resep dong?" Nenek itu tampak puas, menunjuk Lin Xuan. "Kamu mati-matian membela Baoren Tang, pasti sudah dikasih uang sogok, ya?""Benar!""Siapa sih orang ini? Dari tadi terus membela Baoren Tang. Pasti sudah terima uang dari mereka!""Aku hampir tertipu orang ini. Kalau tadi nggak diingatkan Nenek, aku lupa kalau Baoren Tang dan orang ini satu suara.""Orang ini asal-usulnya nggak jelas. Dari awal Lu Qian sudah menjamin dia. Apa dia memang praktisi pengobatan Tiongkok yang punya kualifikasi? Paling cuma anteknya Lu Qian yang diba

  • JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!   Chapter 134.

    Menerima panggilan darurat dari Lu Qian, Lin Xuan segera bergegas menuju lokasi. Namun, sesampainya di pintu masuk Baoren Tang Haiyang, pemandangan yang dilihatnya sungguh tak terduga. Area itu dipenuhi lautan manusia, hampir sampai meluber ke luar."Baoren Tang, apotek nakal!""Baoren Tang! Apotek nakal!"Banyak orang meneriakkan slogan-slogan menuduh Baoren Tang sebagai apotek tidak bertanggung jawab. Lin Xuan terjepit di pinggiran kerumunan dan terhalang rapat, tidak bisa masuk ke dalam."Ada apa di dalam sana?" Lin Xauan menahan seorang pemuda dan bertanya."Ah, susah dibilang." Pemuda itu menggelengkan kepala dan menjelaskan dengan suara rendah, "Katanya, obat yang dibuat di Baoren Tang ini hampir membunuh orang. Keluarga pasien membawa orang untuk protes.""Baoren Tang kali ini benar-benar kena masalah." Pemuda itu juga datang untuk berobat. Melihat situasi begini, dia tidak berani masuk dan ikut menonton di pintu masuk ber

  • JARUM PERAK DEWA MEDIS: Kebangkitan Lin Xuan!   Chapter 133.

    Lin Xuan tidak membalas dendam pada keluarga Zhang, bukan karena dia menganggap masalah itu sudah selesai. Keluarga Zhang telah menipu uang mahar keluarga Lin, uang muka mobil dan rumah, totalnya hampir satu juta yuan. Masalah ini harus diselesaikan bagaimanapun juga.Alasan Lin Xuan tidak mau mengobati Zhang Fan adalah karena dia terlalu paham dengan situasi Zhang Fan. Zhang Fan masih muda dan gegabah, tidak bisa mengendalikan diri, yang menyebabkan impotensinya saat ini. Secara lahiriah dia tampak normal, dan pemeriksaan medis di rumah sakit menunjukkan dia seperti orang sehat lainnya. Namun, masalah tersembunyinya hanya diketahui oleh dia dan keluarganya. Wei Lao tidak bisa menyembuhkan penyakit seperti ini, dan Lu Lao juga tidak ada di Haiyang, jadi dia juga tidak berdaya.Pada akhirnya, mereka pasti akan datang meminta bantuannya. Mereka saja tidak terburu-buru, masa dia yang harus buru-buru?Lin Xuan naik taksi pulang ke rumah dan mendapati kelu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status