Share

JEJAK SANG PEWARIS
JEJAK SANG PEWARIS
Author: JQ Hamdani

Bab 1

Author: JQ Hamdani
last update Last Updated: 2023-06-06 17:58:48

Morenmor adalah sebuah kota terpencil di negara Pecunia. Hampir semua penduduknya adalah keluarga-keluarga kaya yang memiliki pengaruh sangat besar, bahkan hingga ke luar negeri.

Hukum dan pemerintahan hanyalah formalitas di kota ini.

Tidak jarang, pejabat tinggi pemerintahan, bahkan yang berasal dari pemerintah pusat, harus kehilangan wibawa dan kekuasaannya ketika menginjakkan kaki di kota ini.

Tanpa dukungan dan persetujuan keluarga-keluarga teratas, tidak akan ada peraturan atau kebijakan yang dapat diterapkan. UANG dan SENJATA adalah satu-satunya peraturan dan kebijakan yang berlaku dan diakui di kota ini! 

Akan tetapi, uang dan senjata justru merupakan dua hal yang paling sulit didapatkan di Morenmor.

Bukan karena keduanya tidak ada di sana!

Sebaliknya, ada terlalu banyak uang dan senjata yang beredar di Morenmor.

Akan tetapi, semua uang dan senjata itu hanya berputar di kalangan keluarga-keluarga terkaya saja. Sepertinya, para pemimpin keluarga teratas Morenmor memang telah sepakat bahwa hanya uang milik mereka saja yang boleh beredar di Morenmor!

Siapapun boleh saja bekerja dan berkarir dengan gaji puluhan juta per bulan. Namun, jangan pernah bermimpi untuk memiliki dan membangun perusahaan sendiri.

Siapapun juga bebas membeli dan memamerkan senjata paling canggih dan mematikan di mana saja. Akan tetapi, dewa kematian akan langsung bertamu ke rumah siapapun yang berani meletuskan senjatanya di luar kehendak dan kepentingan keluarga-keluarga teratas Morenmor!

Keluarga Sanjaya adalah salah satu keluarga teratas yang paling berpengaruh di kota Morenmor.

Beberapa rumor dan kabar burung bahkan menyebutkan bahwa keluarga itulah yang terkaya. Jaringan bisnis dan harta kekayaan keluarga itu tersebar di seluruh pelosok Negara Pecunia, bahkan di seluruh dunia.

Dari generasi ke generasi, semua urusan yang terkait dengan keluarga itu senantiasa dikendalikan dan diawasi langsung oleh Kepala Keluarga Sanjaya sendiri.

Saat ini, yang menjadi Kepala Keluarga Sanjaya adalah Wilson Sanjaya.

Lelaki tua yang biasa dipanggil Kakek Sanjaya itu adalah Kepala Keluarga Sanjaya dari generasi kedelapan. Saat ini usianya hampir menginjak 60 tahun.

Kakek Sanjaya hanya mempunyai seorang anak laki-laki.

Namanya Charles Sanjaya.

Charles adalah seorang Jenderal muda dengan karir yang sangat cemerlang.

Dia adalah Panglima Pasukan Khusus yang sering menjalankan misi rahasia di sekitar perbatasan Negara Pecunia.

Charles memiliki seorang istri yang cantik jelita, bernama Pamela Atmaja.

Pamela baru saja melahirkan anaknya yang kedua.

“Anak kita perempuan lagi! Sepertinya, aku terpaksa memenuhi janjiku pada Ayah,” ucap Charles pada istrinya seraya menggendong putri kedua mereka.

Pamela tidak menyahut.

Dia malah menangis.

Bukan tangis bahagia, tapi tangis kehancuran.

“Tolonglah, Charles. Memohonlah pada Ayah, minta tambahan waktu tiga tahun lagi. Aku akan memberinya cucu laki-laki!” pinta Pamela, meratap di antara isak tangisnya.

Charles menggeleng lemah.

Sebelum Pamela meminta, sebenarnya Charles sudah berkali-kali memohon pada ayahnya.

Namun, usahanya tak membuahkan hasil sama sekali. Kakek Sanjaya tetap bersikeras menyuruhnya agar segera mencari istri lagi. Lebih dari itu, Pemimpin Keluarga Sanjaya itu bahkan sudah menyiapkan seorang gadis muda untuk menjadi istri kedua Charles!

“Aku sudah mencobanya berkali-kali, tapi Ayah tetap pada keputusannya. Dia tak mau menunggu lagi. Dia bahkan sudah memepersiapkan calon untukku. Dia sudah mengatur semuanya. Paling lambat, minggu depan – aku harus menikah dengan Soraya Clint,” jawab Charles gundah.

Soraya Clint adalah calon istri yang disiapkan oleh Kakek Sanjaya untuk Charles.

Gadis itu berasal dari Keluarga Clint, salah satu keluarga terkaya Morenmor yang lain. Dia berusia tiga tahun lebih muda daripada Pamela. Wajahnya sangat cantik, walaupun memang tak secantik Pamela.

“Cobalah sekali lagi, Chares! Aku yakin, anak kita yang ketiga nanti pasti laki-laki!” pinta Pamela sekali lagi, tak mau menyerah.

Charles menggeleng lagi dan berkata, “Aku tak bisa, tapi tidak ada salahnya jika kamu mau mencobanya sendiri. Sebentar lagi Ayah akan datang menjengukmu. Mungkin dia akan luluh jika kamu yang bicara.”

Raut wajah Pamela langsung berubah.

Dia tahu persis watak Kakek Sanjaya.

Selama hampir lima tahun menjadi menantu lelaki paling kaya di Morenmor itu, dia tak pernah mendengar ayah mertuanya itu menjilat ludah sendiri – apalagi jika sudah menyangkut kelangsungan trah Keluarga Sanjaya di masa depan!

Namun, Pamela juga tahu bahwa itu adalah peluang terakhirnya.

Suaranya terdengar pasrah saat dia bertanya, “Baiklah, aku akan mencobanya. Kapan Ayah akan datang?”

Charles menjawab, “Mungkin sekarang dia sudah di bawah.”

Pamela langsung panik.

Rasa percaya dirinya pupus begitu saja ketika pintu ruangan tempatnya dirawat pasca melahirkan tiba-tiba terbuka lebar.

Kakek Sanjaya masuk dengan langkah gagah penuh wibawa.

Setengah lusin pengawal berbadan tegap yang mengenakan pakaian dan kacamata serba hitam tampak mengiringi di belakangnya. Semuanya terlihat menjinjing beberapa paper bag beraneka warna dan ukuran pada kedua tangannya.

“Selamat untuk kalian berdua! Kudengar cucuku sudah lahir, aku bawa banyak hadiah untuknya!” ujar Kakek Sanjaya sambil tertawa lebar.

Dia memberi isyarat pada keenam orang pengawalnya agar segera meletakkan semua hadiah di atas sebuah meja, tak jauh dari ranjang Pamela.

Selanjutnya dia mendekati Pamela dan berkata, “Aku juga punya hadiah untukmu! Mulai hari ini, mansion paling mewah di Bukit Desperato adalah milikmu. Kamu boleh tinggal di sana bersama kedua putrimu sesuka hatimu.”

Pamela langsung terhenyak.

Dia sadar, Kakek Sanjaya ingin menyingkirkannya!

Walaupun Kakek Sanjaya memang mengatakan ‘boleh tinggal di sana’, tapi Pamela tahu persis bahwa itu maknanya ‘harus tinggal di sana’!

Pamela langsung membatalkan niatnya untuk memohon lalu berkata, “Terima kasih, Ayah. Mansion itu sangat mewah, saya tidak menyangka Ayah akan menghadiahkannya pada saya. Besok saya akan langsung pindah ke sana.”

“Tidak masalah, kamu layak mendapatkannya. Mansion itu bahkan masih belum sebanding dengan pengorbananmu,” kata Kakek Sanjaya, menyatakan maksudnya secara tersirat.

Pamela menjawab sinis, “Tidak apa-apa, Ayah. Bagaimanapun, Keluarga Sanjaya membutuhkan keturunan laki-laki untuk meneruskan trah Keluarga.”

“Kamu tidak perlu khawatir, aku akan menyuruh Charles menceraikan Soraya jika tahun depan mereka tidak mampu memberiku cucu lelaki!” sahut Kakek Sanjaya penuh keangkuhan.

Pamela terhenyak sekali lagi.

“Jadi … Charles sudah menikah lagi?” tanya Pamela, marah campur sedih.

Kakek Sanjaya menggeleng dan menjawab, “Belum. Mereka baru akan menikah tiga hari lagi. Kamu tak perlu hadir jika kondisimu masih belum pulih sepenuhnya. Bagimanapun, kamu baru melahirkan.”

Sekali lagi, Pamela tahu persis maksud Kakek Sanjaya.

‘Tak perlu hadir’ artinya adalah ‘tak boleh hadir’!

Tiga hari kemudian, pesta pernikahan Charles Sanjaya dengan Soraya Clint benar-benar digelar secara besar-besaran di atas penderitaan tak bertepi Pamela Atmaja!

“Jangan pernah berharap untuk bahagia! Aku sendiri yang akan memastikan penderitaan kalian!” desis Pamela, bersumpah penuh dendam. Dia mengucapkan sumpahnya, tepat pada saat Charles dan Soraya mengangkat sumpah setia sebagai suami istri – jauh di tengah Kota Morenmor!

Dua bulan kemudian, Pamela mendengar bahwa Soraya telah hamil.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 235

    Wisma Adulterium memang sudah habis terbakar dan Victoria pun telah meninggal dunia.Namun, target operasi senyap malam ini bukan hanya sebatas itu.Target operasi senyap yang digelar pada malam itu adalah membasmi keluarga Desplazado hingga ke akar-akarnya. Selama keluarga teratas Granda Peko yang dituduh bersekutu dengan Keluarga Wijaya dari Negara Vicinus itu belum musnah sepenuhnya, maka operasi rahasia yang digagas oleh beberapa komandan senior pasukan milisi Morenmor itu tentu akan dianggap gagal.Victoria memang figur penting dalam Keluarga Desplazado, tetapi dia bukan satu-satunya tokoh berpengaruh di keluarga teratas Granda Peko itu. Masih ada Adelia dan Rudolf Subrata yang bahkan memiliki pengaruh yang jauh lebih besar.Begitu juga dengan Wisma Adulterium.Istana cinta sesaat itu memang dikenal sebagai kediaman utama Keluarga Desplazado. Akan tetapi, sebenarnya tak banyak tokoh keluarga yang berdiam di sana. Bahkan, Adelia Desplazado yang telah resmi dinobatkan sebagai pemim

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 234

    Wisma Adulterium sudah habis terbakar.Leon dan Adelia yang datang beberapa saat setelah segalanya terlambat hanya mendapati sekelompok petugas pemadam kebakaran Granda Peko yang sedang mencari dan mengumpulkan jenazah para korban. Pasangan suami istri terkaya seantero Morenmor itu hanya dapat menatap sedih campur marah ketika akhirnya mengenali bahwa dua di antara sosok-sosok tak bernyawa ditemukan oleh pasukan pemadam kebakaran adalah jenazah Lucas dan Victoria.“Maaf, Tuan, Nyonya. Kami tidak dapat berbuat apa-apa karena sekelompok tentara dari pasukan aliansi Morenmor membawa perintah resmi untuk memblokir jalan dan menutup semua akses menuju tempat ini Mereka mengatakan ada penyusup dari Negara Vicinus yang bersembunyi di Wisma Adulterium,” ungkap komandan pasukan pemadam kebakaran dengan menampilkan raut wajah penuh rasa bersalah, mencoba menjelaskan alasan keterlambatan mereka.Leon menyahut singkat sedikit ketus, “Kami tahu!”Dia kemudian memanggil delapan dari 24 orang pengaw

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 233

    Lucas tewas.Dua belas pria misterius berkostum serba hitam, sekarang tinggal delapan orang.Ratusan orang pelayan, pengawal, dan gadis-gadis cantik pemuas syahwat, berikut para pria hidung belang yang menjadi tamu-tamunya, kini terjebak pasrah tanpa daya upaya apa pun. Mereka hanya bisa berkumpul sambil meratap, memohon agar diperbolehkan keluar dan meninggalkan Wisma Adulterium yang saat ini masih terus terbakar hebat.Sedangkan Victoria Desplazado yang merupakan target utama operasi senyap yang dijalankan oleh orang-orang berkostum serba hitam itu, saat ini masih bersembunyi di dalam kamar tidurnya yang tahan api dan anti peluru.Sebenarnya, dia mendengar dan sudah akan membuka pintu ketika Lucas menggedor-gedor pintu kamar sambil memanggil-manggil.Victoria tidak jadi membuka pintu karena sesaat kemudian dia mendengar suara tembakan di balik pintu kamarnya. Bagaimanapun, dia masih trauma karena pernah hampir mati ketika kepalanya tidak sengaja terserempet peluru yang menembus daun

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 232

    Wisma Adulterium memiliki empat kamar istimewa yang amat berbeda daripada kamar-kamar yang lain, dua kamar ada di bangunan sayap barat dan dua lagi terdapat di bangunan sayap timur. Setiap kamar berukuran sangat luas dan perabotan di dalamnya juga amat mewah.Keempat kamar istimewa itu sudah ada sejak awal berdirinya Wisma Adulterium.Pada zaman dahulu, keempat kamar tersebut adalah kamar-kamar yang sengaja disiapkan sebagai tempat khusus untuk menyenangkan pejabat Kerajaan atau anggota Keluarga Istana. Tentu saja, banyak rahasia tingkat tinggi yang tersimpan di dalam kamar-kamar mewah itu.Rahasia-rahasia tingkat tinggi itulah sebenarnya yang menjadi dasar kekuatan dan pilar kekuasaan Keluarga Desplazado hingga mampu berdiri kokoh di Granda Peko selama ratusan tahun!Saat ini, salah satu kamar istimewa itu ditempati oleh Victoria Desplazado.Sebagai ruang pribadi yang sejak awal memang disiapkan untuk orang-orang dengan latar belakang dan identitas istimewa, kamar tidur yang kini dit

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 231

    Sisi timur Wisma Adulterium mulai terbakar hebat.Sementara, pria berkostum serba hitam yang telah berubah menjadi monster api masih terlihat berlarian tak tentu arah dengan api berkobar-kobar di seluruh tubuhnya. Setiap langkahnya meninggalkan jejak api menyala dan membuat kebakaran di kediaman utama Keluarga Desplazado semakin meluas.Lucas menembak lagi dan monster api pun berhenti berlarian, tumbang dengan seluruh tubuh masih berkobar.Akan tetapi, ternyata bukan hanya ada satu monster api di Wisma Adulterium!Seorang wanita penghuni wisma dan satu tamu lelakinya juga telah berubah menjadi monster api. Pasangan tanpa ikatan resmi itu tengah terlelap dalam kenikmatan ketika sebuah botol berisi minyak dengan sumbu menyala terbang menembus jendela kamar, lalu pecah dan membakar ujung seperei ranjang mereka. Keduanya baru terbangun saat pakaian dan rambut mereka dijilat api.Tak butuh waktu lama, beberapa ruangan di lantai dua Wisma Adulterium pun terbakar hebat dan menciptakan lebih

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 230

    “Hati-hati …”“Tenanglah, jangan berisik …”Dua orang lelaki berpakaian serba hitam berjalan mengendap-endap mendekati gerbang sebuah bangunan besar berlantai dua di pusat kota Granda Peko, Wisma Adulterium.Tidak terlalu jauh di belakang kedua orang itu, masih ada sepuluh orang lainnya yang juga berpakaian serba hitam. Mereka bersembunyi di balik bayangan pepohonan atau mobil-mobil yang parkir di pinggir jalan.Melihat gelagat yang ditunjukkan oleh sikap dan gerakan mereka, sudah dapat dipastikan bahwa orang-orang berpakaian serba hitam itu memiliki tujuan jahat. Niat jahat mereka tak perlu diragukan lagi ketika dua orang pertama tiba-tiba memanjat gerbang dan melompat masuk. Apa pun alasannya, hanya orang jahat yang akan masuk dengan cara memanjat pintu gerbang!Tak lama berselang, terdengar suara berderit halus dan pintu gerbang pun terbuka dari dalam.Ternyata, kedua orang yang tadi melompat masuk itulah yang membukanya.Sepuluh orang berpakaian serba hitam yang lain pun langsung

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 229

    Grace tak bisa berbuat apa-apa.Pesan rahasia yang dikirimkan Winston amat jelas. Setiap kalimat tersusun dengan sempurna dan terasa amat sesuai dengan situasi yang tengah berlangsung, menimbulkan kesan yang begitu nyata dan hampir tak mungkin untuk disangkal.Apalagi, dia pun telah terlanjur kelepasan memberi jawaban tak jujur kepada Adelia.Akhirnya, Grace hanya bisa terdiam pasrah – hingga bahkan tak sadar keningnya berdarah.Sementara di sisi lain, Adelia tampak terengah-engah menahan murka. Rentetan kata kasar dan caci maki yang meluncur deras dari celah bibirnya seolah tak pernah cukup untuk meluapkan amarah dan rasa kecewa di hatinya. Lebih dari itu, emosinya bahkan tidak berkurang sedikit pun walau hampir semua barang yang dapat dijangkaunya telah dia ambil dan lemparkan ke tubuh Grace!Beruntung, masih ada sedikit kewarasan yang tersisa dalam benak Adelia.Wanita jelita yang hampir sepenuhnya dikuasai emosi itu akhirnya berhenti mengamuk. Dengan suara yang melengking tinggi,

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 228

    Saling todong antara Grace dan para petugas keamanan rumah sakit Medicamento Hospital masih terus berlangsung. Tak ada pihak yang mau mengalah, tetapi tak ada pula yang berani untuk memulai tembak-menembak.Kedua belah pihak sama-sama menunggu.Sementara itu, Edward telah dibawa ke ruang perawatan.“Beritahu Nyonya Adelia, Tuan Edward ternyata benar-benar keracunan!” ucap seorang dokter muda setelah memeriksa kondisi Edward.Selang beberapa saat, Adelia pun tiba di ruang perawatan Edward.“Bagaimana keadaannya?” tanya wanita berparas bidadari itu dengan nada suara yang terdengar sedikit panik.Dokter menggeleng lemah lalu menjawab lirih, “Maaf, Nyonya. Kami masih belum dapat mengidentifikasi racun di dalam tubuh Tuan Edward. Untuk sementara, kami hanya dapat memperlambat penyebaran racun itu supaya tidak membahayakan organ vital.”Seorang perawat laki-laki kemudian menambahkan, “Sebenarnya, kita dapat menggali informasi dari wanita yang membawa Tuan Edward ke sini. Akan tetapi, wanita

  • JEJAK SANG PEWARIS   Bab 227

    Hari itu, Edward memang tak mungkin dihubungi.Sejak tadi malam, putra Victoria Desplazado yang juga merupakan suami Grace Wijaya itu telah dikurung di salah satu gudang bawah tanah pabrik obat Sanus Pharmacy. Dia ditangkap dan dikurung oleh Winston Wijaya karena ketahuan menelepon ibunya, pada suatu sore dua hari yang lalu.Saat itu, Winston mendengar bahwa Edward siap bekerja sama untuk mengusir orang-orang dari Negara Vicinus yang bercokol di pabrik obat Sanus Pharmacy.Seolah terinspirasi oleh pembicaraan telepon yang tak sengaja didengarnya tersebut, Winston selaku tetua Keluarga Wijaya dari Negara Vicinus langsung menyusun rencana untuk menjadikan Edward sebagai mata-mata.Demi memuluskan rencananya, dia memerintahkan Riana Blake agar meracuni Edward!Selain itu, dia juga memaksa Grace untuk membantu.“Sebentar lagi, Negara Vicinus mungkin akan terlibat dalam perang terbuka melawan Morenmor. Keluarga Wijaya adalah keluarga teratas di Negara Vicinus, tentu harus melakukan yang te

Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status