Share

Bab 32 Kabur

Author: D Lista
last update Last Updated: 2026-01-03 14:34:05

Bab 32 Kabur

"Ka...kalian berdua ternyata bersekongkol menghancurkan keluargaku, hah?" Tunjuk Almira bergantian pada Yuan dan Sasti.

"YA. Memang kenapa?! Keluarga kalian duluan lah yang salah. Ada seseorang menghilangkan nyawa orang tuaku. Lantas kalau dibalas, salahnya dimana?" ucap Sasti dengan semangat berapi-api. Hingga membuat Almira menunjuk lagi muka Sasti.

"Kamu..." Hampir saja kedua tangan Almira menarik jilbab Sasti. Namun, Yuan segera menahannya supaya tidak terjadi adu fisik.

"Lepasin Yuan! Aku mau beri dia pelajaran." Almira berusaha memberontak. Namun dengan sigap dua pengawal Yuan memeganginya.

"Ikat saja dia biar diam!" titah Yuan pada pengawalnya. Dengan sigap pengawal itu mengeluarkan tali lalu mendudukkan Almira pada salah satu kursi dan mengikatnya.

"Apa?! Yuan...kamu!" seru Almira sambil menatap tajam ke arah Yuan.

Karena masih teriak-teriak, mulut wanita itu pun diplester. Tak ayal Almira meronta-tonta dengan wajah merah padam. Kedua mata melotot tajam ke
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik   Bab 43 Extrapart 2

    Bab 43 Extra Part 2"Halo, Mas Agha." Almira akhirnya menelpon Agha."Ada apa, Al? Sasti sudah kamu antar sampai rumah?" tanya Agha."Ckk, nih istrimu lagi ngidam atau apa sih, Mas. Aku disuruh nganter buat mbuntutin kamu. Pokoknya kamu keluar sini. Aku udah gerah mau pulang mandi." Almira sudah mengomel di telpon.Agha pun keluar dari kantornya. Ia memandang keheranan mobil sepupunya terparkir tak jauh dari kantor."Kenapa diantar kesini?""Tuh, tadi di lampu merah lihat Mas Agha naik mobil sama polwan cantik. Dia nggak mau pulang. Maunya ngikutin mobil Mas Agha. Eh tahunya sampai sini malah ketiduran. Tanggung jawab nih, Mas. Aku mau pulang.""Ya sudah. Sana pulang bawa mobilku. Nanti atau besok tak tukar. Biarkan Sasti tidur, kasian kalau dibangunin.""Ckk, hari ini aku dikerjain dua pasangan bener, nih. Nggak Mas Rizky, Mas Agha juga. Hufh."Agha tertawa lebar mendengarnya. Ia bergegas menepuk bahu sepupunya."Sabar, ya. Semoga jodohnya disegerakan."Almira hanya mendecis lalu men

  • Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik   Bab 42 Extrapart 1

    Bab 42 Extra Part 1Satu tahun kemudian..."Ayo buruan sarapannya dipercepat, Sayang. Mas harus mimpin upacara ini," ucap Agha dengan nada halus sambil melihat arloji di tangan kanannya. Sementara sang istri hanya tersenyum sambil menyelesaikan proses mengunyah makanannya dengan santai.Satu bulan sudah mereka resmi menjadi pasangan suami istri. Selesai rangkaian acara pernikahan, mereka sebentar lagi harus kembali ke tempat bertugas yaitu di kampung halaman Sasti. Entah kenapa akhir-akhir ini Sasti manjanya nggak ketulungan. Minta ini itu yang aneh-aneh.Terlihat berbeda sekali dengan watak asli Sasti yang mandiri dan tak pernah manja. Mereka berdua masih tinggal sementara di rumah Pak Projo. Seperti keinginan Bu Santi, Mama Agha. Ia pengin ditemani menantunya sebelum ditinggal bertugas ke kampung halaman. Agha bertugas di kepolisian dan Sasti menjalankan KKN di kampungnya."Sabar, Mas! Aku nggak bisa makan cepat, nih. Nanti kalau mual muntah gimana?""Asam lambung kamu kambuh lagi?

  • Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik   Bab 41 Ending

    Bab 41 Ending"Maaf, beliau yang akan mengisi acara. Ini spesial karena beliau khusus menangani masalah tema hari ini," ucap polwan itu dengan lembut tapi nadanya tegas.Netra Sasti terbelalak. Gugup langsung menderanya. Ia beberapa kali mengucek mata. Berharap salah melihat bayangan seseorang."Mas Agha?! Ah, mungkin hanya ilusiku saja. Aku terlalu mengharapkan bertemu dia," rutuk Sasti dalam hati. Ia menunduk sedikit lalu menengadah kembali tapi tak sanggup melihat kedatangan narsum. Ia merasa takut hanya bermimpi. Memilih memandang ke arah MC sebentar, ia menunggu kode dari panitia. Sampai tidak ia sadari, narasumber sudah duduk di sampingnya."Apa kabar?" Suara maskulin itu begitu mengganggu konsentrasi Sasti. Mendadak ia gugup setengah mati.'Ya Rabb, kenapa wajah dan suaranya menghantui aku,' batin Sasti masih belum menoleh ke samping kiri."Mbak Sasti Ayuandira, saya sudah siap. Bisa dimulai?"Deg.'Kenapa dia tahu nama lengkapku? Oh, iya tadi kan MC menyebutkan. Tapi kan cuma

  • Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik   Bab 40 Spesial Pre Ending

    Bab 40 SpesialDi luar ruangan, Sasti berdiri bersama Nina di batas antara pengantar dan penumpang. Netranya mengedar kesana kemari mencari keberadaan seseorang. Ia lalu menerima ponsel Nina yang telah terhubung dengan Adam."Halo, Pak Adam. Ini Sasti, Mas Agha bersama Pak Adam?""Maaf Sasti, saya sedang sendiri sekarang. Ada pesan untuknya?""Oh. Bilang aja saya kirim pesan ke nomernya. Terima kasih."Sasti membungkukkan badan sambil memegangi lututnya yang terasa kebas akibat berlarian mengejar waktu. Nyatanya, usahanya untuk bertemu Agha gagal. Sasti masih berusaha menetralkan napasnya yang ngos-ngosan."Gimana, Sas?" tanya Nina trenyuh. Sasti hanya menggelengkan kepala."Terlambat, mereka sudah masuk pesawat, Nin.""Sabar ya, Sas! Tapi kamu sudah pesan ke Pak Adam, kan? Kalau kamu nyari Pak Agha.""Iya. Aku tanya Pak Agha ada nggak tapi Pak Adam lagi sendiri. Trus aku bilang aja udah kirim pesan ke nomer Pak Agha.""Syukurlah. Semoga terbaca dan segera dibalas ya. Setidaknya kita

  • Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik   Bab 39 Pre Ending

    Bab 39 Pre Ending 1Panas terik tak menyurutkan niat Sasti mengejar Agha ke bandara. Menurut info dari dosennya, pesawat satu jam lagi. Ia kahirnya diantar oleh Nina naik motor. Sebab Rizky ada kelas pada jam itu."Ayo buruan, Nin! Nanti telat." Sasti membonceng Nina. Karena sahabatnya itu tak mengizinkannya mengendarai di depan. Sasti kalau sudah terburu bisa-bisa naik motornya tak beraturan dan membahayakan."Sabar, Sas. Rada macet ini jalannya. Tahu sendiri kan jam makan siang. Lagian siapa suruh nggak peduli sama Kapten. Jelas-jelas pas di mall udah tak kasih kesempatan ngobrol. Raga dimana jiwanya dimana," omel Nina pada Sasti yang hanya bisa memutar bola mata jengah.Sasti ikut kesal pada dirinya sendiri yang tidak acuh saat diajak ngobrol sama Agha."Sasti, Sasti bisa-bisanya hal penting malah ga ngerti sama sekali." Sasti makin gemas seiring motor Nina yang hampir sampai bandara Adisucipto yang ada di Yogya. Namun belum juga masuk area parkiran, Nina menghentikan mendadak moto

  • Jadi Cantik Setelah Dimaki Burik   Bab 38 Berakhir

    Bab 38 Berakhir"Sasti, lusa saya ada tugas. Saya mungkin akan lama..." Agah berucap lirih. Namun, Sasti masih sibuk dengan ponselnya membalas pesan Rizky."Hmm, gimana? Mas Agha tadi bilang apa?" Wajah Sasti melongo karena begitu beralih dari fokus melihat layar HP, tatapan Agha tak berkedip mengarah padanya. Sekelebat rasa bersalah menghantui.'Tadi Mas Agha ngomong apa, sih? Duh, kacau aku malah nggak konsen.'"Sasti, kalau kamu pergi dari Rizky, kembalilah pada saya!"Bersamaan kalimat lirih itu, notif pesan di ponsel Sasti berbunyi."Gimana, Mas?" ulang Sasti sambil fokus membalas pesan dari Rizky.Agha berdecak seraya menghela napas panjang. Ia sedikit tertawa mengejek diri sendiri. Teringat lima tahun lalu, ia di posisi Sasti sekarang. Mengabaikan lawan bicara saat sedang mengutarakan perasaannya."Gimana kalau kamu balikan sama saya aja, Sas! Biarkan Rizky kembali dengan Andini." Kali ini Agha memberi tawaran dengan nada bercanda. Entah karena dia sudah jengah atau sebenarnya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status