Home / Lainnya / Jagoan Kampung Merantau Ke Kota / Bab 331: Jet Li dan Jackie Chan

Share

Bab 331: Jet Li dan Jackie Chan

Author: Ayusqie
last update publish date: 2026-04-10 23:52:47

**

“Ada apa, Gending?”

Pertanyaan Miss Widya itu tidak segera aku jawab. Aku berusaha mempertahankan konsentrasiku, karena pada saat bersamaan aku tengah menunduk.

Aku memperhatikan panel indikator pada mobil mercy yang mewah ini. Selain speedometer dan takometer di situ aku menemukan ada beberapa lampu indikator yang menyala.

Artinya, sensor mobil ini telah mendeteksi kerusakan. Pantas saja, mobil ini tidak bisa aku gas, walaupun aku telah menginjak pe

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Aldi Syah
Author ini gmn sjh... dia bikin tokoh yg jagoan, tapi selalu salah perhitungan. mau kabur, tp mobilnya pelan. ya harusnya ganti taksi aja yg mangkal di jalan. mobil ditinggal aja...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 468: Mosaik Terbesar

    **Adi yang menerima amplop itu pun heran.“Apa ini?”“Bacalah,” kata Autumn, kembali memeluk Adi dari belakang.Ternyata, oh, Adi segera teringat!Ini adalah amplop yang dulu pernah ia bawa dari Abah Anom, dan selanjutnya ia serahkan pada Autumn di kantornya.Bulu roma Adi serentak berdiri ketika membaca isi surat itu. Sebuah hikmah pun ia resapi kehadirannya bersamaan dengan usainya ia membaca surat dari Abah Anom itu.“Pantas saja,” katanya dalam hati.Pantas saja dulu Abah Anom merasa keberatan ketika ia berhubungan dekat dengan Ceu Lena.Karena rupanya.., Adi tidak melanjutkan kata hatinya lagi. Dua tangan Autumn yang melingkar semakin erat di pinggangnya ia sambut, ia genggam, ia angkat, dan ia kecup bergantian.“Autumn..,”“Ya..?”“Kamu bau domba.”“Kamu juga.”“Hahaha…”Autumn tertawa penuh bahagia, Adi tertawa penuh haru, terkenang kembali pada Abah Anom dan seluruh kehidupannya di Gayatri sana.Bronco dan Clown sesekali melirik ke atas, kepada tuan mereka. Ketika tidak ada p

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 467: Belum Halal

    **“Tentang ajakan pulang itu, apakah kamu mau mempertimbangkannya lagi?”"Aku sudah mempertimbangkannya.” Jawab Autumn pelan.Adi mendekatkan wajahnya pada Autumn, sembari menaikkan satu alisnya dan bertanya lagi.“So..?”“Aku mau pulang, tapi dengan beberapa syarat.”“Syarat apa itu?”“Kamu tidak akan meninggalkan aku lagi.”Adi menarik nafas dalam-dalam dan menatap Autumn sungguh-sungguh. Autumn tersenyum mencibir.“Bagaimana? Kamu bisa memenuhi syaratku?”“Baik,” Adi menyahut.“Artinya, kamu bersedia?”“Iya, aku bersedia.” Jawab Adi, bersama satu deburan yang mendadak terjadi di dalam hatinya.“Syarat berikutnya. Kamu harus menjaga aku lagi.”“Iya, aku bersedia.” Deburan di dalam hati Adi pun semakin menjadi-jadi.“Selamanya?”“Iya, selamanya, aku bersedia.”“Seumur hidupmu?”“Iya, seumur hidupku..,”"Dunia dan akhirat?”Deburan yang keras tadi pun mencapai tepian jiwa Adi, yang selama ini kering dari rasa cinta dan kasih.Ia bangkit dan berpindah duduk di samping Autumn. Ia menge

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 466: Satu Lembaran Baru

    **Suasana di rumah peternakan Hastono menjadi semarak. Tentunya menjadi lebih hangat dan penuh warna. Lampu-lampu rumah dan di seantero peternakan pun dinyalakan.Adi membatalkan niatnya untuk pulang ke Cristchurch. Dengan senang hati ia menginap di rumah Pak Hastono ini.Selain karena ditahan oleh Bibi Kelly dan Autumn, juga karena ada banyak hal yang mesti ia tuntaskan. Ya rindu, ya cinta, juga kisah hidup yang telah terlewat.Bibi Kelly sibuk menyiapkan makan malam bersama Autumn di dapur, sementara Pak Hastono dan Adi berbincang panjang lebar di ruang tengah.Di sini, barulah Adi mengetahui bahwa Pak Hastono ini adalah adik dari Ayuning Tyas, ibunya Autumn, yang dikenal Adi sebagai Ibu Suri.Adi pun tercekat dalam rasa haru, teringat pada kisah Pak Hastono sebelumnya yang menyatakan bahwa Ibu Ayuning Tyas itu sudah meninggal dunia.Duh, rasanya, ia ingin memeluk Autumn lagi. Beberapa saat Adi merasa sedih. Katanya p

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 465: Langit Merah Mayfield

    **“Kenapa kamu meninggalkan akuu..??”Autumn memeluk Adi dengan sangat erat, seakan takut lepas dan ditinggal pergi lagi. Adi juga memeluk Autumn dengan energi yang sama, dan betapa ia merasa terenyuh di saat menyadari bahwa betapa kurusnya Autumn sekarang.Kedua tangan Adi bisa merasakan tulang pundak dan tulang bahu Autumn yang menonjol. Setelah sedekat ini barulah juga Adi menyadari bahwa rambut Autumn yang kini berwarna pirang kemerahan, itu karena memang sengaja diwarnai. “Kenapa, Mojo..? Kenapa kamu pergi..?” Autumn terus meratap di dalam pelukan Adi.“Bahkan waktu itu, aku belum selesai bicara..,”“Aku menunggu kamu di Cipanas..,”“Aku mencari kamu di mana pun..,”Adi tak kuasa juga menahan air matanya, yang jatuh menetes dan cepat ia seka tanpa melepaskan pelukannya dari Autumn.Semua isakan yang tertah

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 464: Asuhan Pualam

    **Ingatan bisa saja samar, atau bahkan hilang sekali pun. Seiring waktu, sosok dan penampilan juga bisa berubah. Selanjutnya hati boleh berharap kendati pun pikiran terus mendebat.Tapi naluri, sesuatu yang kadang berbisik lewat satu dentingan yang begitu hening di dalam jiwa manusia, itulah yang membuat Autumn tersentak ketika ia menyadari bahwa Adi telah keluar dari pondok dan berjalan meninggalkannya.Dalam satu detik, bersama denting yang hening tadi, ia mendapat satu kesimpulan meskipun tidak utuh, juga satu keberanian walaupun sesungguhnya masih rapuh.Ia berlari ke arah pintu, cepat membukanya dan berteriak.“Gendiiiing…!”Kalau dia memang Gending dia pasti akan berhenti, begitu pikirnya. Benar!Sosok laki-laki itu hentikan langkahnya tepat di ujung jalan setapak sana. Ia putar badan dengan wajah terperangah dan matanya yang melebar, persis seperti tadi ketika memandangi lukisan Hello kitty di dalam

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 463: Harga Sebuah Kenangan

    **Semakin dipandang semakin disimak suaranya, semakin mengingatkan Autumn pada seseorang yang.., sangat ia harapkan.“Tidak mungkin ini Mojo!” Batin Autumn membantah harapannya sendiri.“Sepanjang yang aku tahu Mojo belum menikah..,”“Dulu dia memang pernah mengaku punya pacar, lalu mengaku sudah menikah, tapi dia tidak pernah bisa menunjukkan buktinya!”“Kalau memang benar ini adalah Mojo.., tapi itu rambutnya, kumis dan jengggotnya, perawakan badannya, juga bekas luka di pelipisnya itu.., tidak mungkin ini Mojo!”Hati Autumn terus berkelindan dengan pemikirannya sendiri. Di satu sisi berharap, tapi di lain sisi menolak.Sementara Adi terus saja dikungkung rasa penasaran tentang bagaimana lukisan Mikhail itu bisa berada di Mayfield ini. Nalarnya berusaha mencari kemungkinan logis, namun semua kemungkinan itu tak kunjung ia terima dan bahkan ia debat sendiri.

  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 301: Begitu Hidup Begitu Nyata

    **“Selamat malam, Putri Bintang.., semoga mimpi indah..,”Widya tersentak. Ia terkejut setengah mati. Cepat ia membuka matanya dan melihat bergantian pada Pak Murad yang tengah mengemudi mobil alphard-nya ini, dan Fredy, ajudan sementara yang menggantikan Gending.

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 300: Jelaga Hitam Masa Lalu

    **Iroh sedang duduk termangu di depan cermin, seorang diri, di dalam kamar yang memang telah disediakan oleh paman dan bibinya.Ia baru saja selesai mengenakan busana. Berupa kebaya putih dan rok panjang bermotif batik. Ia juga mengenakan jilbab, atau kerudung,

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 294: Setetes Darah

    **Beberapa hari kemudian..,Rusun Cipinang Permai, Jakarta Timur.“Mikhail..!” Panggil Iroh pada putranya.“Cepat mandi sayang. Sebentar lagi ayah kamu datang lho.”“Ayah? Datang?” Mikhail menghentikan gerakan tangannya yang

    last updateLast Updated : 2026-04-05
  • Jagoan Kampung Merantau Ke Kota   Bab 200: Tawa Getir

    **“Jadi, setelah pergi dari Acropolis, kamu mau ke mana?”“Untuk sementara, mungkin aku mau pergi ke Angke.”“Tempat siapa tuh?”“Tempat tinggal aku yang dulu, bareng teman karibku, sesama badut hello Kitty.”Mbak

    last updateLast Updated : 2026-03-29
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status