/ Pendekar / Jalan Sunyi sang Pendekar / Bab 39 - Awal Perjalanan

공유

Bab 39 - Awal Perjalanan

last update 게시일: 2025-08-27 12:08:35

“Karena ....” Luo Yi menggantung ucapannya dengan sengaja. Pandangannya menatap ayah dan ibunya secara bergantian sebelum melanjutkan kata-katanya. “Karena kalian satu-satunya kultivator yang memiliki energi Yin dan Yang di Ibukota Ningzou ini. Aku ingin kalian berdua tetap tinggal di Ibukota Ningzou ini, untuk melindungi Ibukota ini dari ancaman yang mungkin akan datang selama aku pergi mengembara.”

Luo Yin menoleh ke arah Luo Yang, dan suaminya itu hanya diam seraya membalas tatapannya dengan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 83 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 4

    "Menebus kesalahan?" Kapten Yu Lei menatap singa raksasa itu dengan heran. Ia dan Luo Han refleks menghentikan serangan ketika mendengar binatang spiritual itu berkata seperti itu. "Apa aku tidak salah dengar?""Aku juga mendengarnya." Luo Han menimpali. Energi Qi kuning yang melapisi pedangnya perlahan meredup. "Dia meminta diberikan kesempatan karena ingin menebus kesalahan."Luo Yunxi berbalik, menatap singa raksasa itu. Gadis itu juga melihat binatang spiritual itu membalas tatapannya. Ia kemudian menoleh ke arah Luo Han dan Kapten Yu Lei. "Tenggorokannya sepertinya terluka. Suara yang barusan dikatakannya parau sekali."Singa Seratus Ribu Tahun itu berusaha bangkit dengan dua kaki depannya yang bergetar hebat, membuat Kapten Yu Lei dan Luo Han mengeratkan genggaman pedangnya. "Tenang saja. Aku sudah tidak memiliki niat sama sekali untuk bertarung," kata singa raksasa itu dengan suara paraunya. "Aku hanya ingin menggunakan Teknik Reinkarnasi untuk menghidupkan kembali orang-orang

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 82 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 3

    Bola Simfoni Yin Yang itu melesat bagai meteor raksasa yang jatuh dari langit, menerjang Singa Seratus Ribu Tahun itu tanpa ampun.Singa Seratus Ribu Tahun itu langsung menyalurkan seluruh energinya ke tenggorokannya, mengaktifkan Teknik Auman sang Raja Rimba, mencoba menahan serangan itu dengan seluruh sisa energi Qi yang dimilikinya. Hanya ini yang bisa dilakukannya, karena binatang spiritual raksasa itu tidak bisa menggerakkan tubuhnya yang terjerat jaring laba-laba Arachna.GROAAAR!Auman bertekanan tinggi dan Bola Simfoni Yin Yang itu bertabrakan, saling menekan dengan kekuatan yang nyaris seimbang. Hingga dalam waktu tujuh tarikan napas kemudian, terjadilah ledakan dahsyat di udara.DUAAAR!Tekanan dari gelombang ledakan itu membuat tanah yang dipijak Singa Seratus Ribu Tahun itu ambrol, membentuk kawah berdiameter sekitar tiga puluh tombak. Sementara nasib singa raksasa itu mengenaskan sekali. Tubuhnya tergeletak lemas di tengah-tengah kawah yang baru saja terbentuk itu, seola

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 81 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 2

    Dengan Ilmu Meringankan Tubuh, Kapten Yu Lei melesat ke arah Singa Seratus Ribu Tahun itu seraya mengayunkan pedangnya secara vertikal. Menyadari serangan itu, singa raksasa itu langsung mengaum. Auman bertekanan tinggi dari binatang spiritual seratus ribu tahun itu membuat tubuh Yu Lei terdorong ke belakang. 'Kuat sekali tekanan aumannya!' pekik Yu Lei dalam hati seraya melakukan putaran di udara dan mendarat dengan aman di daratan. Debu-debu yang berterbangan membuat penglihatannya sedikit terhalang. Dari jarak seratus lima puluh tombak di atas daratan, dengan Teknik Pedang langit Luo Han dan Luo Yunxi sedang mengawasi pertarungan antara Yu Lei dan Singa Seratus Ribu Tahun itu, bersiap melakukan serangan Teknik Kombinasi Simfoni Yin Yang ketika mendapat instruksi dari sang kapten. Meski Luo Han kultivasinya hanya Ranah Tinggi Tahap Awal dan Luo Yunxi masih berada di Ranah Lanjutan Tahap Sembilan, kekuatan mereka akan meningkat tujuh kali lipat lebih kuat jika mereka menggabungkan

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 80 - Kisah Pendekar Yin Yang Part 1

    Bab 80 - Kisah Pendekar Yin Yang "Terima kasih atas tawarannya, Ketua," kata Luo Yi dengan tenang. "Namun, kami ingin melanjutkan perjalanan mengembara saja, karena saya merasa masih banyak kegaduhan yang belum ditenangkan." "Baiklah kalau begitu," kata Xuan Lu. "Namun, sebelum kalian pergi, bolehkah aku bertanya sesuatu?" Luo Yi mengangguk. "Silahkan, Ketua." "Sebelum menanyakannya, aku ingin memberitahu bahwa pertanyaan ini mungkin akan sedikit menyinggungmu," kata Xuan Lu. "Ketua tidak perlu khawatir soal itu," kata Luo Yi dengan tenang. "Silahkan tanyakan saja." "Baiklah, maaf ...." Xuan Lu lalu mengambil nafas dalam-dalam sebelum bertanya, "Apakah dantianmu cacat?" Alis Yun Xiao terangkat mendengar itu. Luo Yi menatap Xuan Lu beberapa saat, lalu ia mengangguk dengan tenang. "Benar, Ketua. Dantian saya memang telah cacat sejak lahir, karena saya tidak mampu mewarisi kekuatan orangtua saya." Yun Xiao yang sejak tadi hanya diam menyimak akhirnya tak bisa untuk tidak bertany

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 79 - Diterimanya Yin Yao Kembali

    Setelah tujuh pembakaran dupa berlalu, akhirnya Xuan Lu membuka matanya. Ia masih terbaring di lantai bambu gazebo taman Paviliun Tamu dengan kepalanya yang kini telah bertumpu pada bantal.Sesaat pandangannya agak buram, lalu perlahan kembali jernih. Ketika ia menyadari bahwa dirinya telah kembali ke dunia nyata, ia langsung beranjak duduk dan menoleh ke kanan dan ke kiri."Apakah aku sudah kembali?" Xuan Lu langsung mencengkeram bantal yang baru saja digunakannya untuk memastikan. Ketika ia berhasil mengangkat bantal itu, ia bernapas lega. "Akhirnya aku telah kembali."Ia lalu menoleh ke kanan dan ke kiri, tetapi ia tidak mendapati dua pemuda yang sebelumnya bersamanya. Xuan Lu kemudian beranjak keluar dari gazebo, lalu tanpa diduga ia melihat Luo Yi dan Yun Xiao duduk di bawah pohon bunga persik. Ia langsung berjalan ke arah mereka.Luo Yi langsung berdiri, begitu pula dengan Yun Xiao. Mereka menangkupkan tinju di depan dada."Selamat datang kembali, Tuan Xuan," kata Luo Yi dengan

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 78 - Ilusi Nada Masa Lalu

    Ketua sekte mengerutkan kening. "Kenapa kau mengeluarkan seruling?""Karena seruling ini yang akan menceritakannya pada Anda," jawab Luo Yi dengan tenang.Ketua sekte dibuat semakin heran dengan jawaban Luo Yi, bahkan Yun Xiao yang sudah beberapa hari bersama Luo Yi juga merasa heran."Bagaimana mungkin seruling bisa melakukan itu?" tanya ketua sekte."Tentu saja bisa," jawab Luo Yi dengan tenang. "Dalam setiap alunan nada, terdapat jejak masa lalu. Dari situlah Anda dapat melihat masa lalu." "Aku tidak mengerti maksudmu, tapi mungkin aku akan mengerti setelah kau menunjukkannya," kata ketua sekte. "Silahkan tunjukkan saja."Luo Yi mengangguk, lalu ia meniup seruling perak itu, memainkan nada lembut yang menenangkan jiwa.Mendengar permainan seruling Luo Yi, tiba-tiba ketua sekte teringat sesuatu. "Lagu ini ... sepertinya aku pernah mendengarnya," batin ketua sekte. "Kalau tidak salah ...." Ketua sekte membulatkan matanya ketika teringat sesuatu. "Ini lagu yang terakhir yang dimain

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 53 - Pertemuan antara Dua Pengembara

    “Tidak akan kubiarkan!” kata seseorang yang berada di belakang Luo Yi. “Tiadak akan kubiarkan kau merebut jatahku!”Meski Luo Yi tidak mengerti dengan maksud ucapan seseorang yang di belakangnya itu, ia tetap tenang dan wajahnya tetap datar—tidak ada kerutan sedikit pun di dahinya.“Apa yang kau ma

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 52 - Misteri Hilangnya Indera Pendengaran

    Terlihat pada sebuah Gazebo yang terletak di tengah-tengah taman umum Kota Xianglu, seorang anak kecil memandang ke arah air mancur seraya berkata, “Paman, kenapa aku tidak bisa mendengar suara air mancur itu? Padahal biasanya ketika aku datang ke sini, aku selalu mendengar suara percikan air mancu

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 44 - Dalang di Balik Munculnya Siluman Kijang Serigala

    Di pedalaman Hutan Huoluo, terdapat satu bangunan yang sangat besar. Ada banyak ruangan di dalam bangunan ini. Di salah satu ruangan terdalam, terlihat seorang pria berjubah putih dan mengenakan kacamata tengah sibuk dengan pekerjaannya.Tangan pria itu dengan lincah menekan-nekan tombol keyboard.

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 43 - Arti dari Kekuatan Sejati

    “Tidak mungkin. Anda pasti bercanda.” Qing Yue memperhatikan wajah Luo Yi dengan seksama, mencoba mencari kebohongan di sana. Namun, ia tidak menemukan tanda-tanda kebohongan dalam ekspresi datar yang ditunjukkan Luo Yi.“Saya tidak bercanda,” kata Luo Yi. “Memang seperti itulah kenyataannya.”Qing

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status