Início / Pendekar / Jalan Sunyi sang Pendekar / Bab 39 - Awal Perjalanan

Compartilhar

Bab 39 - Awal Perjalanan

last update Data de publicação: 2025-08-27 12:08:35

“Karena ....” Luo Yi menggantung ucapannya dengan sengaja. Pandangannya menatap ayah dan ibunya secara bergantian sebelum melanjutkan kata-katanya. “Karena kalian satu-satunya kultivator yang memiliki energi Yin dan Yang di Ibukota Ningzou ini. Aku ingin kalian berdua tetap tinggal di Ibukota Ningzou ini, untuk melindungi Ibukota ini dari ancaman yang mungkin akan datang selama aku pergi mengembara.”

Luo Yin menoleh ke arah Luo Yang, dan suaminya itu hanya diam seraya membalas tatapannya dengan
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 71 - Masa Lalu Yun Xiao Part 5

    "Guru, bertahanlah!" kata Yun Xiao seraya menyalurkan Qi pada luka gurunya, memadatkannya agar pendarahan berhenti.Zhang Hao mengangkat tangan kanannya. Meski kondisinya sangat lemas, ia tetap menggerakkan tangan itu dan menggengangam pergelangan Yun Xiao yang sedang menyembuhkan luka di dadanya. "Simpan saja energimu untuk pulang dengan selamat, Xiao'er!" kata Zhang Hao dengan suara lemah. Yun Xiao menggeleng. "Tidak! Aku harus menyelamatkanmu.""Aku ... tidak akan bertahan lama.""Kau kuat. Kau pasti bisa bertahan!" Tangan Yun Xiao bergetar hebat saat mengatakan itu.Zhang Hao tidak berkata apa-apa lagi. Ia hanya tersenyum untuk mengurangi rasa khawatir muridnya. Namun, beberapa saat kemudian, matanya menutup dengan pelan. Napas dan detak jantungnya berhenti saat itu juga. "Guruuuuuu!" Tangis Yun Xiao pecah seketika. Tubuhnya terguncang hebat, membiarkan air matanya jatuh membasahi wajah pucat gurunya yang kini terbujur kaku di pangkuannya.Sore itu, di bawah langit yang mulai

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 70 - Masa Lalu Yun Xiao Part 4

    Zhang Hao mengeratkan genggamannya pada kristal itu. "Jangan mimpi!"Tiba-tiba tubuhnya menghilang setelah mengatakan itu.Tiga pria berjubah hitam yang mengepung Zhang Hao membelalakkan matanya sebelum celingukan ke segala arah."Itu dia!" Salah satu dari mereka menunjuk ke arah Zhang Hao yang kini telah berada di dekat Yun Xiao. "Bunuh dia sebelum kekuatannya pulih!"Ketiga pria itu melesat ke arah Zhang Hao dan Yun Xiao seraya menghunuskan senjata masing-masing—pedang, sabit besar, dan tombak yang telah dialiri Qi hitam."Guru!" Yun Xiao hendak meloncat untuk menghindar, tetapi Zhang Hao menahannya, memberi isyarat padanya untuk tetap tenang.Namun, dalam jarak tujuh tombak sebelum mereka sampai ....DUAR!"Aaaaa!"Ketiga pria berjubah hitam itu terpental dua puluh tombak. Dua orang berhasil menancapkan tombak dan sabit ke tanah untuk mengerem, sementara yang lain tubuhnya menghantam tanah gunung, menggelinding tak terkendali hingga menabrak batu.Pria berjubah hitam yang membawa s

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 69 - Masa Lalu Yun Xiao Part 3

    Zhang Hao mengalirkan Qi-nya ke telapak kaki, mengaktifkan Teknik Langkah Bayangan Bulan, lalu berlari ke arah bangau raksasa itu dengan cepat.Setiap langkah ke sepuluh, sebuah replika bayangan yang menyerupai dirinya muncul dan berpencar untuk menyerang bangau itu dari segala arah.Melihat itu, bangau raksasa itu tidak tinggal diam. Beast seratus ribu tahun itu langsung melesat ke udara untuk menghindari serangan sekaligus memikirkan strategi untuk menyerang balik.Namun, dalam waktu dekat itu, Zhang Hao telah berhasil membuat seratus bayangan. Dengan kompak, ia dan seratus bayangannya membuat segel tangan, mengaktifkan Formasi Seratus Bayangan Bulan yang membentang dengan skala empat ratus tombak persegi.Karena formasi tersebut terbentuk dengan sangat cepat, bangau raksasa itu tidak memiliki kesempatan untuk kabur dan terkurung di dalam formasi.'Apa yang orang ini rencanakan?' pikir bangau raksasa itu. 'Kenapa dia mengurungku dengan formasi sebesar ini?'Tanpa berpikir lebih lanj

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 68 - Masa Lalu Yun Xiao Part 2

    Angin dingin berhembus pelan di Puncak Gunung Baihe. Kabut tipis menggantung di antara pepohonan tua. Dari puncak itu, terlihat seekor bangau putih raksasa beranjak berdiri. Matanya yang tajam menatap Zhang Hao dengan penuh kebencian.Sementara itu, dari jarak dua ratus meter, Yun Xiao mencengkeram dadanya, mencoba meredamkan rasa sakit akibat aura ganas yang bangau raksasa itu pancarkan. Setiap kata yang diucapkan beast seratus ribu tahun itu seperti jarum yang menusuk jantung dan paru-parunya. Napasnya tersendat. Tubuhnya terasa berat, sulit digerakkan. Dirinya yang baru berada di Ranah Lanjutan Tahap Awal tentu tak kuasa menahan aura seganas ini.'Aku harus menjauh lebih jauh lagi. Aura Bangau Putih Seratus Ribu Tahun ini benar-benar ganas sekali,' batin Yun Xiao seraya berusaha melangkahkan kakinya meski tertatih-tatih, setiap langkah ia menjauh, rasa sakit akibat aura ganas itu berkurang.Di sisi lain, Zhang Hao telah bersiap dengan pedang besar yang berada di genggaman tanganny

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 67 - Masa Lalu Yun Xiao Part 1

    "Gurumu yang telah meninggal?" ualng Luo Yi.Yun Xiao menganguk, kemudian ia melanjutkan, "Dua tahun lalu ...." Pikirannya kembali ke masa di mana gurunya masih hidup.Waktu itu, tepatnya pada malam yang sunyi di pedalaman Hutan Moyun, yang terletak di sebelah timur laut Kerajaan Li, Yun Xiao sedang duduk di depan api unggun bersama gurunya, Zhang Hao. Meski tampak seperti lima puluhan tahun, usia Zhang Hao sebenarnya adalah seratus tujuh puluh enam tahun.Sambil menatap api unggun, Yun Xiao membuka suara. "Guru, kenapa kau menyelamatkanku dan mengangkatku menjadi murid?"Pertanyaan itu membuat Zhang Hao teringat saat pertama kali melihat Yun Xiao menyelamatkan seekor kancil dari lilitan ular sanca. Sambil mengelus-elus jenggotnya, ia menatap bocah dua belas tahun itu seraya menjawab, "Karena kau anak yang baik.""Apakah hanya karena itu?" tanya Yun Xiao.Zhang Hao menjelaskan, "Dunia kultivasi yang kejam ini membutuhkan seseorang yang berhati mulia sepertimu. Kancil saja kau selamatk

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 66 - Insting Chen Kai

    "Berapa usiamu, Tuan Muda Xiao?" tanya Chen Kai."Empat belas tahun, Paman," jawab Yun Xiao.Chen Kai menatap wajah Yun Xiao dengan serius, mencoba mencari tanda-tanda kebohongan di sana, tetapi ia tidak menemukannya sedikit pun.Ia kemudian menoleh ke arah Luo Yi seraya bertanya, "Lalu, berapa usiamu, Tuan Muda Luo?""Usia saya tujuh belas tahun, Paman," jawab Luo Yi dengan tenang.Mendengar Luo Yi menjawab dengan setenang itu, Chen Kai juga kesulitan mencari tanda-tanda kebohongan dalam diri pemuda itu. Namun, ia juga sulit percaya pada jawaban mereka.Chen Kai bisa merasakan aura Ranah Tinggi Tahap Delapan dalam diri Yun Xiao, tetapi ia sama sekali tidak dapat merasakan aura kultivasi dalam diri Luo Yi.Ia lalu kembali menatap Yun Xiao dan bertanya, "Bagaiman caramu menerobos ke Ranah Tinggi Tahap Delapan di usia semuda itu?""Apa?!" kata Chen Lao dan Tang Yue secara bersamaan, terkejut. Pasalnya, ranah setingi itu kekuatannya setara dengan jenderal kerajaan. "Ranah Tinggi Tahap De

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 44 - Dalang di Balik Munculnya Siluman Kijang Serigala

    Di pedalaman Hutan Huoluo, terdapat satu bangunan yang sangat besar. Ada banyak ruangan di dalam bangunan ini. Di salah satu ruangan terdalam, terlihat seorang pria berjubah putih dan mengenakan kacamata tengah sibuk dengan pekerjaannya.Tangan pria itu dengan lincah menekan-nekan tombol keyboard.

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 43 - Arti dari Kekuatan Sejati

    “Tidak mungkin. Anda pasti bercanda.” Qing Yue memperhatikan wajah Luo Yi dengan seksama, mencoba mencari kebohongan di sana. Namun, ia tidak menemukan tanda-tanda kebohongan dalam ekspresi datar yang ditunjukkan Luo Yi.“Saya tidak bercanda,” kata Luo Yi. “Memang seperti itulah kenyataannya.”Qing

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 42 - Siluman Kijang Serigala

    Luo Yi tetap mengintai dari dalam semak-semak dekat pohon apel, menunggu saat yang tepat untuk memunculkan diri.Tak lama kemudian, suara lolongan serigala mulai terdengar, saling bersahutan. Dan pada saat itu, Luo Yi dapat melihat, para kultivator-kultivator itu mengeluarkan senjatanya masing-masi

  • Jalan Sunyi sang Pendekar   Bab 41 - Mencari Informasi

    Luo Yi menunggu hingga beberapa saat, tetapi ia tidak mendapatkan jawaban dari Qing Han maupun Qing Hui. Sepertinya, Qing Hui menuruti ucapan kakaknya, untuk tidak meladeni ocehannya lagi. Karena tidak mendapatkan jawaban dari mereka, akhirnya pun Luo Yi memutuskan untuk berkata, “Baiklah jika kal

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status