Se connecterKondisi visual di dalam ruangan tidur kami, langsung berubah menjadi sangat gelap gulita, pada hitungan detik pertama. Cahaya berwarna kuning dengan tingkat intensitas remang-remang, menembus masuk melewati batas celah kaca jendela depan.Argan melangkah merapatkan jarak, mendekati titik posisiku berdiri.Dia mengulurkan sebelah telapak tangan kanannya, lurus ke arah posisi letak tanganku."Pegang area telapak tanganku ini, menggunakan cengkeraman lima jari tanganmu, secara sangat bertenaga."Aku merespons uluran tangan berukuran besar itu, membiarkan permukaan area kulit kami, kembali saling bersentuhan secara langsung. Argan menggandeng telapak tangan kananku, menarik massa tubuhku untuk mulai berjalan keluar, meninggalkan area dalam vila."Langkah kaki panjangmu ini bergerak terlalu cepat, mendahului batas kecepatan maksimal, pergerakan engsel tulang lututku.""Kamu harus meningkatkan ritme berjalanmu, agar pergerakan kakimu sejajar denga
Argan tidak merespons bunyi pertanyaan vokalku, menggunakan susunan kata dari dalam pita suaranya. Pria ini mulai memindahkan barang-barang pribadinya, masuk ke dalam lubang kompartemen tas bawaannya. Dia memasukkan buku tebal jurnal medis, lalu menggabungkan beberapa potongan pakaian bersihnya, secara berurutan dan sangat terstruktur."Gerakan mekanis tanganmu memasukkan benda-benda itu, terlihat memiliki tingkat kecepatan kinetik yang sangat tinggi," laporanku mengobservasi tempo pergerakan mekanis, pada kedua belah serabut otot lengannya."Aku harus mempercepat proses pengemasan barang bawaan ini, semata-mata untuk menghemat kuantitas alokasi durasi waktu kita," balas Argan menjelaskan dasar perhitungan matematis, di balik kecepatan pergerakan lengannya.Meskipun pria ini menggerakkan tangannya dengan tempo sangat cepat, ritme pernapasan biologisnya tetap terlihat sangat tenang. Dada bidangnya bergerak naik turun secara konstan, dengan frekuensi hisapan asupa
"Aplikasi keamanan ini memberikan peringatan mutlak, bahwa sinyal sistem pemosisi global mobilku, sedang diakses.""Siapa pihak luar yang mencoba mengakses, lokasi titik koordinat kendaraan pribadimu itu, dari jarak jauh?" tanyaku menuntut identitas pelaku pelacakan, secara langsung dan sangat spesifik kepadanya."Sinyal pelacak di mobilku itu, sedang diakses secara ilegal oleh sebuah perangkat komputasi asing."Otot wajah Argan langsung menegang keras, merespons masuknya informasi digital di atas layar ponselnya. Rahang bawahnya terkunci sangat rapat, hingga struktur tulang pipinya menonjol menekan lapisan kulit luar. Pria ini menyadari besarnya tingkat kecerobohannya, yang lupa mematikan fitur pelacak itu, sejak sore hari tadi."Aku melakukan kesalahan prosedur keamanan, karena membiarkan modul pelacak itu, terus menyala memancarkan gelombang aktif," keluh Argan mengakui kelalaian teknisnya, secara terbuka di dalam ruangan privat ini."Siapa manu
"Jelaskan padaku sekarang juga, apa isi makna pesan teks panjangmu itu, menggunakan struktur bahasa lisan murni," perintah Felicia menuntut laporan audio verbal secara langsung, dari rekan kerja pria kekasihnya itu."Argan mendobrak masuk ke ruanganku, menggunakan dorongan bahu kanan, yang merusak baut, pada engsel pintuku," jelas Dokter Hadi menceritakan urutan tindakan mekanis agresif Argan, secara gamblang dan runtut."Apakah Argan benar-benar menggunakan, kekerasan suara verbal, untuk melindungi mahasiswi itu, dari tindakan prosedur medismu?" tanya Felicia memastikan tingkat intensitas ancaman audio, yang Argan berikan secara langsung kepadanya."Argan menarik kerah kemeja kerjaku, dan dia siap menghancurkan, reputasi profesiku, jika aku menyentuh, kulit tubuh mahasiswi itu," lapor Dokter Hadi menyebutkan detail lokasi kontak fisik, beserta susunan kalimat ancaman yang dia terima."Gadis itu sama sekali tidak memiliki, nilai keuntungan finansial apa p
Sementara itu di pusat kota yang jauh dari vila, sebuah ponsel mewah berdering menampilkan pesan masuk.Felicia duduk menyilangkan kedua kakinya, tepat di atas sofa ruang tamu, di dalam apartemen mewahnya. Mesin pendingin ruangan menyala terang, mengatur suhu pada angka enam belas derajat celcius, secara sangat konstan. Jari tangan kanannya memegang kuat, tangkai gelas kaca transparan, yang berisi cairan minuman anggur merah.Perasaan wanita itu terasa sangat gelisah, membuat detak jantungnya memompa darah, lebih cepat dari kecepatan normal. Otaknya terus bekerja memproses skenario, menunggu kabar data visual terbaru, dari area gedung kampus malam ini."Waktu di jam dinding ini, sudah menunjukkan angka, sebelas malam lewat tiga puluh menit," ujar Felicia membaca pergerakan jarum jam, yang menempel pada dinding ruang tamu."Kenapa pria itu, belum juga memberikan, laporan visual kepadaku, sampai detik ini?" tanya Felicia pada dirinya sendiri, dengan ritme n
Aku menghela napas panjang melewati celah bibir, merespons beban tugas dadakan tersebut. Dadaku bergerak naik turun, memompa pasokan oksigen ke dalam paru-paru secara maksimal.Tanganku kembali bergerak mendekati papan ketik, untuk mulai membaca ulang draf skripsiku."Paragraf terakhir di dokumen ini, membahas mengenai gangguan perilaku pada pasien usia dewasa," ujarku membacakan baris teks terbawah, pada layar monitor bercahaya redup ini."Kamu harus menghubungkan gangguan perilaku itu, dengan teori medis yang aku jelaskan tadi," saran Argan memberikan arahan akademis, untuk melengkapi kerangka hipotesis penelitianku."Teori medis mengenai kelainan hiperseksualitas itu, memiliki struktur logika yang sangat rumit," balasku menilai tingkat kesulitan integrasi data, ke dalam naskah akademis formal.Aku mencoba menghubungkan teori medis, yang tadi dijelaskan Argan secara gamblang. Otakku mencari jalur korelasi antara gejala fisik tersebut, dengan hipo







