Share

Bab 16

Auteur: Itsmoore
last update Date de publication: 2026-01-31 22:38:54

Pak Argan tidak bergerak, dia masih berdiri di sana memegang piring pasta. Namun, perlahan tatapan matanya berubah. Dari tatapan kaget, turun ke arah kakiku yang masih gemetar, lalu naik lagi ke wajahku yang berkeringat. Jakunnya bergerak naik turun saat dia menelan ludah dengan susah payah.

"Kamu... bereaksi?" tanyanya pelan, sangat pelan, tapi terdengar jelas di telingaku yang berdenging.

"Nggak! Enggak, Pak! Saya cuma... cuma kepanasan! AC Bapak rusak kayaknya!"

Aku buru-buru bangun dari pos
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé
Commentaires (1)
goodnovel comment avatar
Alvina Salma
ceritanya makin seru...
VOIR TOUS LES COMMENTAIRES

Latest chapter

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 210

    Tiba-tiba, tayangan berita di layar televisi itu terpotong oleh sebuah spanduk berita kilat. Pembawa acara wanita di studio berita muncul dengan raut wajah yang sangat serius."Pemirsa, baru saja beredar kabar mengejutkan terkait ayah dari mahasiswi NA yang sedang viral hari ini. Beredar bukti mutasi rekening yang menunjukkan beliau menggelapkan uang donasi pengobatan istrinya untuk bermain judi daring."Pembawa acara itu membacakan narasi berita yang bersumber dari fitnah akun palsu buatan Argan.Layar televisi langsung menampilkan tangkapan layar akun Twitter yang menyebarkan bukti mutasi palsu tersebut. Ribuan komentar netizen terlihat membanjiri unggahan itu dengan hujatan kasar."Bapak lihat sendiri kan? Stasiun televisi nasional aja langsung kemakan sama berita hoaks buatan anak buah Bapak."Aku menggelengkan kepala melihat betapa rusaknya sistem verifikasi media massa di negara kita ini."Publik sekarang bakal nuduh bapakmu cuma cari

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 209

    "Kita harus keluar dari rumah sakit ini sekarang juga lewat pintu darurat belakang. Aku nggak mau wajahku masuk kamera wartawan murahan di lobi bawah sana."Argan langsung menarik pergelangan tanganku dengan cengkeraman jari yang sangat kuat. Pria ini menarik tubuhku menjauhi ranjang medis tempat ibuku sedang tertidur pulas."Aku mau di sini aja nemenin ibuku, Pak! Tolong jangan seret aku pergi lagi hari ini!"Aku mencoba melepaskan tanganku sambil menahan langkah kakiku di atas lantai keramik."Ibumu udah aman dijagain sama perawat rumah sakit ini. Kamu harus ikut aku balik ke Jakarta sekarang juga."Argan sama sekali tidak peduli dengan penolakanku siang ini. Dia menyeret tubuhku keluar dari kamar VIP dan menyusuri lorong rumah sakit.Kami masuk ke dalam lift khusus karyawan medis di bagian belakang gedung tinggi ini. Pintu lift terbuka di area parkir bawah tanah yang sangat sepi dan juga lumayan gelap.Sopir pribadi Argan sudah men

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 208

    Argan menepis tanganku dan memberikan ancaman kekerasan fisik secara terang-terangan kepadaku. Pria ini benar-benar menghalalkan segala cara untuk membungkam saksi kunci kejahatan masa lalunya.Kami berdua menunggu laporan hasil pengejaran dari anak buah Argan di dalam kamar rawat inap ibuku. Aku duduk lemas di atas sofa sudut ruangan sambil terus berdoa untuk keselamatan bapakku di jalan raya.Argan berdiri mondar-mandir di depan jendela kaca ruangan dengan raut wajah yang sangat tegang dan kaku. Waktu berjalan terasa sangat lambat dan menyiksa seluruh sisa kewarasanku pada siang hari ini. Suara detak jarum jam dinding di kamar VIP ini terdengar sangat nyaring memecah keheningan medis.Ponsel Argan tiba-tiba berdering memunculkan panggilan masuk dari sebuah nomor telepon seluler asing. Pria itu langsung menekan tombol terima panggilan dan mengaktifkan mode pengeras suara ponselnya."Halo, ini siapa? Anak buahku udah berhasil nangkap bapak mertuaku di jal

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 207

    Aku langsung berlari mendahului Argan menuju arah lift penumpang di ujung lorong bangunan ini.Aku sangat khawatir dengan kondisi ibuku yang ditinggal sendirian di dalam kamar perawatan intensif. Pintu lift terbuka dan aku langsung masuk disusul oleh Argan dari arah belakang punggungku.Aku menekan tombol lantai tiga dan langsung berlari menyusuri lorong kamar rawat inap VIP. Tanganku mendorong pintu kamar nomor tiga belas dengan pergerakan dorongan yang lumayan kasar.Ibuku terlihat sedang tertidur pulas di atas ranjang medis dengan alat bantu pernapasan menempel di hidung. Kondisi fisiknya terlihat sangat stabil tanpa ada tanda-tanda gangguan pernapasan yang berbahaya siang ini."Syukurlah ibu baik-baik aja di ruangan ini sendirian."Aku bergumam pelan sambil berjalan mendekati letak pinggiran ranjang besi tersebut. Aku mengusap punggung tangan ibuku yang terpasang jarum infus dengan sangat lembut.Argan menyusul masuk ke dalam kamar rawat

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 206

    "Siapa orang yang berani ngambil tas kerja berisi dokumen asli itu dari dalam loker stasiun?!" Argan menuntut jawaban pasti sambil memajukan badannya sedikit ke arah depan."Orang yang ngambil tas kerja itu adalah pria paruh baya yang pakai kemeja usang, Bos. Wajahnya sangat persis sama wajah mertua Bos yang lagi nungguin istrinya di rumah sakit Puncak.""Bapakku yang ngambil tas kerja itu dari dalam loker stasiun sentral?"Aku bertanya dengan suara yang sangat pelan dan juga bergetar. Dadaku terasa sangat sesak mendengar nama ayah kandungku disebut dalam laporan pengawal itu."Kamu pura-pura kaget sekarang di depanku, Nara?! Kamu pasti udah sekongkol sama pria tua itu buat ngambil dokumen aslinya!"Argan membentak keras sambil menatap lurus ke arah kedua bola mataku pagi ini."Aku sama sekali nggak pegang hape dari semalam, Pak Argan! Gimana caranya aku ngasih tahu kode loker itu ke bapakku di Puncak sana?!"Aku membela diri dengan n

  • Jangan Baca Novel Ini!   Bab 205

    Argan memberikan instruksi kepada salah satu pengawalnya yang berdiri di dekat pintu. Pengawal berbaju hitam itu langsung merampas ponsel pintar dari dalam tas milik Felicia.Dia mengarahkan lensa kamera lurus ke arah wajah wanita modis yang sedang hancur tersebut. Felicia terpaksa mengucapkan semua kalimat kebohongan itu dengan suara yang bergetar hebat.Wanita ini mengakui semua perbuatan kotor yang sebenarnya murni dilakukan oleh Argan sendiri. Aku menatap proses perekaman video itu dengan perasaan mual yang sangat luar biasa besar.Kekuasaan uang benar-benar bisa mengubah pelaku kejahatan utama menjadi korban yang tak bersalah. Semua orang di ruangan ini hanya bisa diam menonton sandiwara kotor buatan suamiku."Udah selesai, Bos. Videonya udah saya unggah ke semua akun media sosial resmi milik Nyonya Felicia."Pengawal itu menekan tombol kirim dan melaporkan hasil kerjanya kepada Argan. Dia mengembalikan ponsel mahal itu ke atas permukaan meja

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status