Share

Jangan Bilang Kau Menginginkan Cintaku Lagi
Jangan Bilang Kau Menginginkan Cintaku Lagi
Author: Suarani

Bab 1

Author: Suarani
Mendengar ini, air mata mengalir tanpa suara di wajahku. Anak yang kukandung bukanlah buah cinta antara aku dan Collin, melainkan hadiah penebusan dosa. Hubungan selama enam tahun ini hanyalah kepura-puraan Collin. Semuanya demi cinta sejatinya, Rachel.

Aku mengelus perutku yang sedikit membuncit dan tersenyum pahit. Enam tahun lalu, aku tidak mampu menyelamatkan putriku. Sekarang, aku tidak ingin lagi melanjutkan hubungan terkutuk ini.

Dalam ruang praktik dokter di rumah sakit, dokter itu menghela napas pelan. Nadanya diwarnai penyesalan. "Baiklah, Pak Collin. Tapi, apa ini benar-benar sepadan? Rachel sudah menikah. Kamu seharusnya jalani hidupmu sendiri. Lagian, Bu Rhea sangat mencintaimu. Dia wanita yang baik."

Collin terdiam sejenak, lalu menjawab dengan tegas, "Kenapa nggak sepadan? Aku nggak peduli sama gelar atau status. Selama bisa melindungi Rachel, itu sudah cukup. Dia bisa mencintai siapa pun yang dia mau. Aku cuma mau dia sehat dan bahagia."

"Sedangkan untuk Rhea, dia memang sangat baik. Dia itu istri yang baik, juga akan jadi ibu yang baik. Sayangnya, aku nggak mencintainya. Cinta itu nggak bisa dipaksakan."

Mendengar kata-kata Collin, dokter itu menggeleng dan tidak mendesak lebih lanjut.

"Kehamilan Bu Rhea sangat nggak stabil. Dia itu wanita dengan kehidupan yang sulit, juga sudah kehilangan seorang anak. Kali ini, kuharap kamu bisa bersikap lebih baik padanya dan anak dalam kandungannya."

Ada keheningan panjang di dalam ruang praktik. Akhirnya, Collin bergumam pelan sebagai tanda setuju.

Aku menggigit bibirku kuat-kuat dan dengan keras kepala menolak untuk mengeluarkan suara. Setelah Collin dan dokter pergi, aku baru berani menangis tersedu-sedu.

Ternyata putriku yang baru berusia beberapa hari bukan meninggal karena sakit, tetapi karena sengaja didiagnosis secara salah oleh dokter yang disuap Collin. Semua itu dilakukan demi mendapatkan jantung baru untuk Rachel.

Pada saat itu, putriku didiagnosis menderita penyakit serius dan dirawat di unit perawatan intensif. Suamiku, Kelvin Kusnadi, tidak bersedia menanggung beban itu. Dia langsung meninggalkan rumah sakit dan pergi menemui teman masa kecilnya, Rachel.

Kehadiran Collin adalah satu-satunya cahaya dalam hidupku dan putriku. Jika mengingat kembali sekarang, Collin memberi bantuan hanya agar bisa merawat jantung untuk Rachel dengan lebih baik.

Setelah aku bercerai dengan Kelvin, Collin langsung menikahiku. Itu mungkin hanya karena rasa bersalah.

Di luar rumah sakit, hujan turun sangat deras.

Aku tidak naik taksi, melainkan berjalan terhuyung-huyung dengan tubuh basah kuyup. Hujan yang bercampur dengan air mata membasahi wajahku. Aku bahkan sudah tidak ingat entah berapa kali aku menangis.

Ketika aku sampai di rumah dengan keadaan berantakan, pembantu bergegas menyambutku.

"Nyonya, kalau sudah hujan, kenapa Nyonya nggak suruh sopir untuk jemput Nyonya? Nyonya lagi hamil. Basah kuyup begini nggak akan bagus untuk kesehatan."

Mendengar keributan ini, Collin keluar dari ruang kerjanya.

Melihat mataku yang merah dan rambutku yang berantakan, secercah rasa iba terlintas di matanya. Dia meletakkan cangkir kopinya dan menggendongku.

Nada bicara Collin mengandung sedikit teguran. "Kamu akan segera jadi ibu, kenapa kamu masih begitu keras kepala seperti anak-anak? Dengan kehujanan, kamu bisa flu. Selain itu, gimana kalau anak dalam kandunganmu juga terluka? Aku bahkan nggak tahu lagi harus gimana ngomongin kamu."

Aku meliriknya dan bergumam, "Collin, aku pernah jadi ibu. Kamu nggak perlu ajari aku. Kalau anaknya meninggal, ya sudah. Lagian, aku juga sudah pernah kehilangan satu anak."

Langkah Collin terhenti dan keningnya berkerut. Namun, dia akhirnya tetap diam.

Bak mandi sudah diisi dengan air panas. Collin mencoba membantuku membuka pakaian, tetapi aku menolak. Dia menatapku dengan curiga, sepertinya merasa bingung dengan perilakuku yang janggal. Setelah bersitegang cukup lama, dia akhirnya meninggalkan kamar mandi.

Aku menggosok tubuhku dengan sabun mandi berulang kali, mencoba untuk menghilangkan semua bekas yang Collin tinggalkan pada tubuhku selama bertahun-tahun.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Jangan Bilang Kau Menginginkan Cintaku Lagi   Bab 10 

    Setelah malam itu, Collin terlihat menjadi jauh lebih tua hanya dalam waktu semalam. Dia memutuskan untuk meninggalkan segalanya dan pergi ke ibu kota untuk mencariku.Sebelum pergi, Collin pergi ke rumah Rachel. Dia ingin meninggalkan surat untuk Rachel, yang berisi permintaan maaf dan ucapan perpisahan.Collin tahu kata sandi pintu rumah Rachel. Jadi, dia langsung masuk. Begitu masuk, dia mendengar Rachel mengeluh kepada sahabatnya.Sepanjang kariernya, ini adalah pertama kalinya Rachel diterpa skandal negatif. Terlebih lagi, sumbernya berasal dari Collin, orang yang paling mencintainya. Rachel tentu saja marah."Sebenarnya, aku sama sekali nggak sakit enam tahun lalu. Aku sengaja berbohong kepada Collin. Waktu itu, aku terlalu mencintai Kelvin. Selama nggak ada anak itu, Kelvin dan Rhea baru mungkin cerai. Aku nggak nyangka Collin sebodoh itu dan percaya sama semua yang kukatakan. Mampus! Rumah tangganya sudah hancur sekarang!""Selain itu, Collin juga sudah permalukan aku di depan

  • Jangan Bilang Kau Menginginkan Cintaku Lagi   Bab 9 

    Saat keluar dari studio, Collin menyadari hujan turun dengan deras di luar. Melihat pemandangan ini, dia tiba-tiba teringat aku yang datang melakukan pemeriksaan kehamilan sendirian dan pulang dalam keadaan basah kuyup karena diguyur hujan lebat.Kali ini, Collin berjalan menerobos hujan tanpa ragu. Asistennya bergegas memayunginya, tetapi dia menepisnya dan membiarkan hujan dingin menerpa wajahnya.Mungkin karena hujan yang dingin, suara Collin agak bergetar dan diwarnai isak tangis yang nyaris tak tertangkap."Ternyata, diguyur hujan deras begitu pahit dan sakit. Rhea, aku yang salah. Aku nggak jaga perasaanmu tepat waktu, juga nggak berempati padamu." Collin berjalan terhuyung-huyung sejauh sepuluh kilometer. Ketika tiba di rumah, langit sudah gelap. Rasa dingin menjalar ke tubuhnya dan dia bersin-bersin.Melihat ini, pembantu dengan cepat membuatkannya air jahe panas.Collin menyesapnya dan merasa pedas. Rasanya sangat berbeda dari yang biasa dia minum. Baru saja Collin hendak me

  • Jangan Bilang Kau Menginginkan Cintaku Lagi   Bab 8 

    Seusai sarapan, Rachel menyeret Collin untuk pergi menata penampilan."Kak Collin, aku butuh kamu untuk beri aku dukungan di konferensi pers hari ini." Collin mengelus kepala Rachel dan mengikuti instruksinya. Namun, matanya tak pernah lepas dari ponselnya. Dia takut akan melewatkan pesan dari asistennya.Konferensi pers dimulai. Tepat sebelum naik ke panggung, Collin menerima pesan dari asistennya.[ Pak Collin, aku sudah suruh seseorang untuk menyelidikinya. Sepertinya Nyonya memang sudah tahu kebenaran tentang apa yang terjadi enam tahun lalu. ][ Beberapa hari yang lalu, dia pergi ke kamar mayat rumah sakit untuk cari jenazah anaknya. Dia juga berkonsultasi dengan firma hukum tentang perceraian dan kesalahan diagnosis yang mengakibatkan kematian anaknya. ][ Selain itu, Nyonya ... Nyonya pergi ke rumah sakit dan melakukan aborsi. ] Melihat pesan terakhir, jari-jari Collin langsung gemetar. Dia hampir menjatuhkan ponselnya. Segera setelah itu, asistennya segera mengirimkan video r

  • Jangan Bilang Kau Menginginkan Cintaku Lagi   Bab 7 

    Melihat Rachel yang tidur lelap, Collin sama sekali tidak merasa mengantuk. Dia bangkit, lalu pergi ke balkon dan menyalakan sebatang rokok sambil menelusuri riwayat obrolan kami. Dari pertemuan pertama kami hingga sekarang, setiap detail kecil terlintas di benaknya.Collin sangat sibuk dengan pekerjaannya dan selalu pulang sangat larut. Sementara itu, aku selalu menyiapkan makan malam dan duduk sabar di depan meja makan untuk menunggunya. Beberapa kali, aku bahkan tertidur di meja makan.Collin teringat sosok kecil di bawah cahaya terang itu, yang kini sepenuhnya tertutup kegelapan. Pada saat ini, dia harus mengakui bahwa dia sepertinya telah terbiasa akan kehadiranku dalam hidupnya, terbiasa dengan aroma diriku di rumah ini, terbiasa untuk dapat menjangkau dan menyentuhku. Dia samar-samar menyadari bahwa hal terpenting dalam hidupnya sepertinya sedang menjauh darinya.Akhirnya, untuk yang pertama kalinya, Collin menulis pesan panjang yang mencapai seribu kata dan mengirimkannya. Nam

  • Jangan Bilang Kau Menginginkan Cintaku Lagi   Bab 6

    Mendengar kabar itu, Collin hampir jatuh. Dia benar-benar tidak dapat memercayai hal ini. Selama bertahun-tahun, betapa hebat pun pertengkaran mereka, mereka tidak pernah sampai pada titik perpisahan.Asisten Collin segera mencetak semua dokumen itu dan memberikannya kepada Collin.Collin membaca surat kesepakatan cerai dengan saksama. Setelah melihat nama Rhea Tandean di paling akhir, dia baru percaya bahwa ini bukan lelucon.Collin duduk termenung dan terlihat benar-benar putus asa. Asisten itu belum pernah melihat Collin begitu tak berdaya sebelumnya.Setelah lama terdiam, Collin perlahan-lahan berbicara, "Kenapa Rhea mau tinggalkan aku? Memangnya aku nggak cukup baik padanya? Aku sudah memberinya sebuah keluarga, begitu banyak uang, bahkan seorang anak. Kenapa dia masih nggak puas?" Melihat Collin yang frustrasi, asisten itu tidak bisa menahan diri dan mengatakan yang sebenarnya."Pak Collin memang sudah beri Nyonya sebuah keluarga, tapi nggak memberinya cinta. Semua cinta Bapak c

  • Jangan Bilang Kau Menginginkan Cintaku Lagi   Bab 5 

    Tidak lama kemudian, video kami direkam oleh seorang penggemar dan diposting ke internet. Video itu dengan cepat menjadi viral. Komentar netizen sangat tajam.[ Sepertinya Pak Collin bukan cuma kaya, tapi juga sangat baik dan setia. Dia bahkan begitu bertanggung jawab pada seorang pembantu. ][ Sudah kuduga, mana mungkin Collin tertarik sama wanita seperti itu? ][ Lihat, wanita tua itu bahkan mencoba meniru Rachel dengan mengenakan kalung zamrud. Menggelikan banget. ][ Kalung zamrud itu produk baru perusahaan kami dan cuma ada satu di dunia. Pak Collin sendiri yang minta aku untuk mengantarkannya ke rumah Rachel. ][ Pak Collin romantis banget. Setiap hadiah yang diberikannya unik. Rachel sangat beruntung! ]Aku berhenti membaca isi kolom komentar, lalu berbaring di atas meja operasi sambil menatap langit-langit dengan pusing.Dokter berulang kali mengonfirmasi keputusanku. "Bu Rhea, kamu yakin mau gugurkan anak ini?"Aku memejamkan mata dan mengangguk tegas.Aku sudah diberi obat bi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status