MasukPutriku sakit parah dan membutuhkan sejumlah besar uang untuk pengobatan. Sementara itu, suamiku bukan hanya langsung menyerah dalam memberikan pengobatan, tetapi juga memulai hubungan asmara dengan teman masa kecilnya, Rachel Linata. Dalam keputusasaan, cinta pertamaku, Collin Luandra, mentransfer 10 miliar ke rekeningku dan menemaniku merawat putriku. Namun, putriku tetap tidak dapat terlepas dari cengkeraman maut. Enam tahun kemudian, Collin dan aku memiliki anak sendiri. Saat pergi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan kehamilan sendirian, aku mendengar percakapan Collin dengan dokter. "Pak Collin, kamu dan Bu Rhea juga sudah punya anak kalian sendiri sekarang. Gimana kalau apa yang terjadi waktu itu terungkap?" "Waktu itu, Rachel sakit parah. Aku mau nggak mau pakai sedikit trik supaya Rachel bisa terima transplantasi jantung dari anak itu. Lagian, Rhea sudah hamil lagi sekarang. Dia seharusnya nggak akan permasalahkan hal itu lagi." Saat ini, aku baru menyadari bahwa putriku sengaja didiagnosis secara salah. Collin telah diam-diam mentransplantasikan jantungnya kepada Rachel.
Lihat lebih banyakMistress – A tainted identity
Prologue
Sweats was dripping from his forehead, his heart was pounding loudly in his chest out of anxiety and fear, his body was visibly trembling. His grip tightened on the steering wheel making his knuckles white as he took a sharp turn to escape from them who were chasing him but luck was not on his side. Luck abandoned him the moment he entered in his life.
He glanced at the side mirror to find that five black cars were still chasing him with full speed and he could also hear some gunshots.
He didn’t understand how to save himself from them and most importantly how to save her.
He knew what he would do to her once he got hold of her.
He wanted to save her as he had only two hours to save her, after that he will not be able to save her.
He increased the speed of the car.
The road was dark and deserted, there was no trace of any human being except those six cars. Five black car was chasing the white one which was running on the road at insane speed and to catch it, they were also matching its speed.
"Don't forget the boss's orders are that we have to capture him alive so shoot anywhere on the car but not him" he instructed the other man and pointed his gun at the tire of white car but he missed "shit"
He sat his aim again but before he could pull the trigger his phone started ringing and he knew exactly who was calling him.
He turned on Bluetooth and heard a cold, intimidated and dominating voice from the other side which made him shiver "Send me your location."
"Yes boss" line went dead. He quickly shared his live location and shouted at the person in the driver seat “Try to get to his side so I can shoot the tires”
The driver did the same and increased car’s speed so that he could reach next to him but that was a difficult task as it is was easy to match his speed.
"God, I know I am a sinner but please don't punish her for my sins. She is innocent, please save her" he prayed to God in his mind desperately.
He now realized what it mean to be helpless, weak.
Suddenly a bright light hit his eyes making him blind for few second and caused him to close his eyes but when he opened again his eyes widened in fear. His mind shouted in panic “he is here, I have to save her”
Two cars were parked in front of him in the middle of the road, blocking his path.
He had to save her
He made a sharp turn so that he could escape but his car went on the divider at full speed and he lost his control on it.
The next moment the car was roiling down on the road with his painful screams and crashing sounds of car.
Before he knew what to do, he found himself rolling with the car.
He felt unbearable pain all over his body, with a liquid covering his body. He knew that it was his blood. He heard many different screaming voices. His eyes were getting heavy.
He had no idea what was happening but he could feel that someone was dragging him and throwing him on a hard surface due to which the pieces of glass stuck in his body pierce his body, making him scream in agony.
After all his failed efforts, he half opened his eyes finally and his eyes fell on black boots a few inches from him.
He moved his eyes from his boots to his face and his already severely wounded body shivered at his sight.
He stood here in all his full demonic glory. His aura was screaming dangerous, ruthless, dark and everything that terrified you. his face was devoid of emotions, no mercy, no pity but his eyes held a promise to destroy him and her.
"Fuck, he's lost a lot of blood. If we don't get him to the hospital in time, he'll die." someone said to the man who was looking at a half dead man lying in front of him.
His intense eyes roamed all over his body. There were wounds all over his body in which pieces of glass had stuck, blood was oozing out from everywhere which was forming a pool around him but he could see his slightly open eyes which were staring at him, his eyes held pain, fear and terror.
The same emotions which were once in his eyes, now were in his eyes but they were giving him satisfaction, a sadistic satisfaction.
He bended down to his level when he saw his lips moving, he was mumbling something but his voice was low.
“P……….please l…leave h………..her, s…………she is innocent” hearing this brought a malicious smirk on his face.
“Being her innocent will not save her from me but it will incite me to be mercilessly ruthless on her." his voice held a promise that's meant to be fulfilled.
“please” he pleaded to him as a tear slipped out of his eye which gave other man immense satisfaction but his face suddenly turned hard and his eyes started spitting fire as he seethed darkly "Nothing is free, she too will have to pay the price for your blood flowing in her veins I will make sure she pays for every drop that will haunt you every second. Get ready for your punishment.”
He stood up straight as he threw last glance at him before turning around and ordered them to take him to his hospital but he stopped in his tracks and added “And this is my promise to make you realize how we feel when you beloved is suffering in front of you but you can’t save her. it’s work like a slow poison”
"W…….Who a……are you??" he heard a raspy barely audible voice.
“You sinfully forced redemption” he spoke loudly and whispered under his breath “The spark from your past has now become a raging fire that is going to engulf her.”
*********
This is my news book, I hope you like it.
Setelah malam itu, Collin terlihat menjadi jauh lebih tua hanya dalam waktu semalam. Dia memutuskan untuk meninggalkan segalanya dan pergi ke ibu kota untuk mencariku.Sebelum pergi, Collin pergi ke rumah Rachel. Dia ingin meninggalkan surat untuk Rachel, yang berisi permintaan maaf dan ucapan perpisahan.Collin tahu kata sandi pintu rumah Rachel. Jadi, dia langsung masuk. Begitu masuk, dia mendengar Rachel mengeluh kepada sahabatnya.Sepanjang kariernya, ini adalah pertama kalinya Rachel diterpa skandal negatif. Terlebih lagi, sumbernya berasal dari Collin, orang yang paling mencintainya. Rachel tentu saja marah."Sebenarnya, aku sama sekali nggak sakit enam tahun lalu. Aku sengaja berbohong kepada Collin. Waktu itu, aku terlalu mencintai Kelvin. Selama nggak ada anak itu, Kelvin dan Rhea baru mungkin cerai. Aku nggak nyangka Collin sebodoh itu dan percaya sama semua yang kukatakan. Mampus! Rumah tangganya sudah hancur sekarang!""Selain itu, Collin juga sudah permalukan aku di depan
Saat keluar dari studio, Collin menyadari hujan turun dengan deras di luar. Melihat pemandangan ini, dia tiba-tiba teringat aku yang datang melakukan pemeriksaan kehamilan sendirian dan pulang dalam keadaan basah kuyup karena diguyur hujan lebat.Kali ini, Collin berjalan menerobos hujan tanpa ragu. Asistennya bergegas memayunginya, tetapi dia menepisnya dan membiarkan hujan dingin menerpa wajahnya.Mungkin karena hujan yang dingin, suara Collin agak bergetar dan diwarnai isak tangis yang nyaris tak tertangkap."Ternyata, diguyur hujan deras begitu pahit dan sakit. Rhea, aku yang salah. Aku nggak jaga perasaanmu tepat waktu, juga nggak berempati padamu." Collin berjalan terhuyung-huyung sejauh sepuluh kilometer. Ketika tiba di rumah, langit sudah gelap. Rasa dingin menjalar ke tubuhnya dan dia bersin-bersin.Melihat ini, pembantu dengan cepat membuatkannya air jahe panas.Collin menyesapnya dan merasa pedas. Rasanya sangat berbeda dari yang biasa dia minum. Baru saja Collin hendak me
Seusai sarapan, Rachel menyeret Collin untuk pergi menata penampilan."Kak Collin, aku butuh kamu untuk beri aku dukungan di konferensi pers hari ini." Collin mengelus kepala Rachel dan mengikuti instruksinya. Namun, matanya tak pernah lepas dari ponselnya. Dia takut akan melewatkan pesan dari asistennya.Konferensi pers dimulai. Tepat sebelum naik ke panggung, Collin menerima pesan dari asistennya.[ Pak Collin, aku sudah suruh seseorang untuk menyelidikinya. Sepertinya Nyonya memang sudah tahu kebenaran tentang apa yang terjadi enam tahun lalu. ][ Beberapa hari yang lalu, dia pergi ke kamar mayat rumah sakit untuk cari jenazah anaknya. Dia juga berkonsultasi dengan firma hukum tentang perceraian dan kesalahan diagnosis yang mengakibatkan kematian anaknya. ][ Selain itu, Nyonya ... Nyonya pergi ke rumah sakit dan melakukan aborsi. ] Melihat pesan terakhir, jari-jari Collin langsung gemetar. Dia hampir menjatuhkan ponselnya. Segera setelah itu, asistennya segera mengirimkan video r
Melihat Rachel yang tidur lelap, Collin sama sekali tidak merasa mengantuk. Dia bangkit, lalu pergi ke balkon dan menyalakan sebatang rokok sambil menelusuri riwayat obrolan kami. Dari pertemuan pertama kami hingga sekarang, setiap detail kecil terlintas di benaknya.Collin sangat sibuk dengan pekerjaannya dan selalu pulang sangat larut. Sementara itu, aku selalu menyiapkan makan malam dan duduk sabar di depan meja makan untuk menunggunya. Beberapa kali, aku bahkan tertidur di meja makan.Collin teringat sosok kecil di bawah cahaya terang itu, yang kini sepenuhnya tertutup kegelapan. Pada saat ini, dia harus mengakui bahwa dia sepertinya telah terbiasa akan kehadiranku dalam hidupnya, terbiasa dengan aroma diriku di rumah ini, terbiasa untuk dapat menjangkau dan menyentuhku. Dia samar-samar menyadari bahwa hal terpenting dalam hidupnya sepertinya sedang menjauh darinya.Akhirnya, untuk yang pertama kalinya, Collin menulis pesan panjang yang mencapai seribu kata dan mengirimkannya. Nam
Tidak lama kemudian, video kami direkam oleh seorang penggemar dan diposting ke internet. Video itu dengan cepat menjadi viral. Komentar netizen sangat tajam.[ Sepertinya Pak Collin bukan cuma kaya, tapi juga sangat baik dan setia. Dia bahkan begitu bertanggung jawab pada seorang pembantu. ][ Suda
Keesokan harinya, Collin membangunkanku. Dia memencet pasta gigi ke sikat gigiku seperti dulu, bahkan mencoba memasak di dapur.Saat aku menyikat gigi, dia dengan lembut memeluk pinggangku dari belakang dan berkata, "Rhea, aku yang salah. Aku nggak seharusnya biarkan kamu melakukan pemeriksaan keham
Aku memakai riasan tipis agar tidak terlihat terlalu lesu. Aku pergi ke firma hukum terbaik di kota untuk berkonsultasi tentang proses perceraian dan kesalahan diagnosis putriku yang menyebabkan kematiannya.Pengacara dengan cepat menyusun surat kesepakatan cerai. Namun, aku butuh lebih banyak bukti
Ketika aku kembali ke kamar tidur, Collin sudah tertidur lelap. Melihat profil wajah pria yang kulihat setiap hari, aku merasa sangat asing.Tenggelam dalam mimpi, Collin menggenggam tanganku dan bergumam, "Jangan pergi. Tetaplah bersamaku selamanya, Rachel." Wajah Collin dipenuhi dengan kasih saya












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan