Compartir

Bab 325

Autor: Runayanti
last update Fecha de publicación: 2026-06-22 09:08:10

Entah karena pertanyaannya terlalu langsung atau karena aku sendiri tidak tahu bagaimana menjawabnya.

Pada akhirnya aku refleks menggeleng.

Gerakan itu keluar begitu saja. Tanpa berpikir panjang.

Dan justru reaksi itulah yang membuat Selia terlihat terkejut.

"Hah?" Ia bahkan sampai menegakkan tubuhnya.

"Nggak? Serius?"

Aku berdehem pelan. "Bukan begitu. Ada ... ada seseorang yang sedang kusukai."

"Lalu bagaimana dengan kakakku?"

Aku meng

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 508 (*)

    “Aku tahu. Aku tahu, Bayu. Aku tidak akan memaksamu, maafkan aku.”"Sephia." Aku menaikkan dagunya dengan sebelah tanganku. Bibir basah miliknya kembali kulumat sebelum aku melanjutkan kalimatku.“Aku baru saja kehilangan Jelita. Aku masih harus menghadapi Joshua, Sebastian, surat warisan itu, dan semuanya belum selesai. Bahkan hubunganku dengan Julia juga sedang berada dalam keadaan yang tidak baik. Aku belum bisa memberikan pernikahan untuknya karena aku masih harus kembali ke kotaku dan memberikan hasil terbaik untuk ujianku, lalu Nara, apakah kamu tahu dia...”“Aku tahu,” potongnya dengan cepat. "Aku tidak ingin menambah masalahmu.“Lalu kenapa kamu masih memintaku seperti ini?”Sephia tersenyum getir. “Karena aku juga manusia, Bay. Maafkan aku...anggap, ... anggap aku tidak pernah mengatakannya, okay?”Jawaban sederhana itu membuat dadaku terasa berat.“Tapi, kamu harus tahu, Bay. Aku bisa memahami kesedihanmu. Aku bisa menjadi tempatmu bercerita. Aku bisa mendengarkan semua kelu

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 507

    Aku tidak langsung menjawab. Mataku masih terpejam, tetapi wajah Jelita kembali muncul dengan begitu jelas dalam ingatanku. Senyum gadis itu, tatapan penuh harapnya, suaranya ketika memanggil namaku, bahkan kalimat terakhir yang masih terus terngiang di kepalaku.Dadaku terasa sesak.Beberapa detik kemudian, barulah aku menjawab dengan suara rendah.“Tentu aku merindukannya.”Sephia menghentikan pijatannya.Ia turun dari punggungku dan membiarkanku memutar tubuh hingga kami saling berhadapan. Ketika membuka mata, aku mendapati wajahnya sedang menatapku dengan serius. Tidak ada senyum seperti biasanya, hanya tatapan yang membuatku merasa seolah perempuan itu sedang berusaha membaca sesuatu yang selama ini kusembunyikan bahkan dari diriku sendiri.“Ada apa denganmu, Sephia?” tanyaku sambil berusaha mencairkan suasana. “Jangan katakan kamu cemburu.”Aku tertawa kecil, mengira ia akan menyangkalnya seperti biasa.Namun, Sephia justru terdiam. Beberapa saat berlalu sebelum akhirnya ia meng

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 506

    Sephia terdiam cukup lama.Aku menatap lantai sebelum melanjutkan, “Aku tidak bisa langsung menjawab. Aku mencintai Julia. Aku sudah menerima keadaan kami. Aku sudah berjanji kepadanya bahwa aku akan menjadi kaki untuknya dan menjalani hidup bersamanya, bahkan kalau kami tidak bisa memiliki anak.”"Aku juga tidak mau menolak Jelita karena dia memang sungguh menawan dan harus kuakui, dia memiliki tempat dalam hatiku, hanya jarak kami terlalu jauh. Aku tidak mungkin mengkhianati Julia," lanjutku.Aku menarik napas dalam-dalam.“Tapi Jelita juga mencintaiku. Sangat mencintaiku sampai terluka berkali-kali. Sebastian sangat cemburu, karena itu dia menyiksanya berulang dan berharap dengan memiliki tubuhnya, Jelita akan patuh dan menikah dengannya. Namun, Jelita mungkin memberikan tubuhnya tetapi tidak hatinya.”Ruangan itu kembali hening.“Saat terakhir, Jelita bahkan mengatakan kepadaku bahwa dia hanya ingin aku tetap berada di sisinya. Aku berjanji kepadanya untuk tidak meninggalkannya, t

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 505

    Dia sudah berdiri di depanku sambil membawa sepiring nasi goreng yang masih mengepulkan uap hangat. Dia meletakkannya di atas meja, tepat di samping dokumen yang sejak tadi kubaca.“Makan dulu, jangan bekerja terlalu keras terus mengabaikan kesehatan,” katanya.Aku menatap nasi goreng itu, lalu kembali menatap surat di hadapanku.Untuk sesaat, aku merasa hidupku benar-benar sedang berjalan ke arah yang tidak pernah kurencanakan.Sephia tidak bertanya apa isi dokumen itu. Dia hanya menarik kursi dan duduk di hadapanku, membiarkanku memutuskan sendiri kapan aku siap bercerita.Aku mengambil sendok dengan tangan yang terasa berat.Namun sebelum menyentuh makanan itu, mataku kembali jatuh pada nama Jelita yang tercantum dalam dokumen.Dadaku kembali terasa sesak.Bagaimanapun juga, warisan ini bukan sekadar harta.Di balik lembaran-lembaran itu ada nama seorang perempuan

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 504

    Aku mengambil kembali dokumen yang tadi terlepas dari tanganku dan menggenggamnya erat. Surat itu terasa begitu berat, seolah membawa seluruh kenangan tentang Jelita kembali ke dalam hidupku.Tanpa mengatakan apa-apa lagi, aku berbalik dan berjalan menuju pintu.Aku mendengar suara napas Julia yang bergetar di belakangku, tetapi aku memilih untuk tetap diam. Tanganku sudah berada di gagang pintu ketika aku berhenti sejenak, lalu mengembuskan napas panjang sebelum akhirnya keluar dari kamar.Pintu tertutup perlahan di belakangku.Aku meninggalkan Julia sendirian di dalam kamar, tanpa tahu apakah setelah kepergianku dia akan kembali marah atau justru terisak dalam tangisan.Namun, saat ini aku benar-benar membutuhkan ruang untuk diriku sendiri.Aku berjalan menjauh dari kamar sambil membawa dokumen warisan Jelita di tanganku. Semakin jauh aku melangkah, semakin jelas satu hal yang kurasak

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 503

    "Apa?" Suaraku meninggi.Aku terdiam cukup lama. Aku tidak tahu bagaimana harus menjawab pertanyaan itu. Bagaimana mengatakan bahwa Jelita sudah meninggal karena semua rentetan kejadian balas dendam ini? Tentang balas dendam yang tidak ada artinya lagi.Secara hukum, mungkin memang benar aku mendapatkan hak tersebut. Namun, secara perasaan, aku sama sekali tidak pernah menginginkannya.Aku menatap nama Jelita yang tertulis di dalam dokumen itu dan tiba-tiba dadaku terasa sesak.Seandainya semua harta ini bisa ditukar dengan satu kesempatan untuk mengembalikan Jelita, aku rela menyerahkan semuanya tanpa berpikir panjang. Aku juga tidak akan membiarkan amarah Julia menyala-nyala seperti ini."Dengarkan aku, Julia...""Aku tidak pernah meminta warisan ini, Julia."Suaraku terdengar lirih. "Aku juga tidak menginginkannya."Julia menarik napas dalam-dalam, kemudian perlahan men

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status