Share

Bab 341

Author: Runayanti
last update publish date: 2026-06-26 09:08:01

"Aku menyerahkan perusahaan..."

Bahunya mulai bergetar hebat.

"Aku melakukan semuanya demi bayi itu..."

Sephia hendak memeluknya, tetapi kemudian menahan diri karena takut dengan penyakit yang menular. Dalam arti kata apa bisa menular? Aku terdiam di tempatku berdiri.

"Kak..."

"Aku pikir ada bayiku..." Tangisnya semakin keras.

"Aku pikir aku sedang melindungi anakku... tapi bukan anak, melainkan penyakit!"

Aku mengepalkan tangan begitu kuat hin

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 419

    "Bukankah di dunia ini banyak pasangan yang tidak bisa memiliki anak lalu mereka mengadopsinya? Bukan hal baru lagi, Julia."Julia terisak kembali.Aku hanya bisa membalas isakannya dengan memeluknya erat.Kali ini, aku tidak berusaha menahan air mataku sendiri.Biarlah. Aku sudah kehilangan banyak hal dalam hidup.Aku tidak ingin kehilangan Julia hanya karena sebuah kecelakaan telah mengubah tubuhnya.Bagiku, perempuan yang berada dalam pelukanku ini masih tetap Julia.Dan selama hatinya masih sama, aku akan tetap mencintainya dengan cara yang sama.Tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka.Aku dan Julia langsung menoleh.Ardi berdiri di ambang pintu dengan ekspresi canggung."Eh, maaf."Ia melirik kami bergantian. "Apakah aku mengganggu?"Aku segera menggeleng."Tidak, Ardi. Masuklah."Ardi melangkah masuk, kemudian menutup pintu di belakangnya.Aku masih menggenggam tangan Julia.Ardi mendekat ke sisi ranjang."Hai, Julia."Julia menoleh kepadanya. "Hmm.""Bagaimana kabarmu?"Julia t

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 418

    "Kamu tetap Julia.""Aku bahkan mungkin tidak akan bisa memiliki anak," ucap Julia seraya menundukkan kepala.Aku terdiam."Rahimku..." Suaranya semakin lirih."...sudah hancur total."Aku merasakan tubuhku ikut bergetar. Tentu saja aku sudah tahu semua kondisi medisnya.Tanganku menggenggam tangannya lebih erat.Aku bisa merasakan betapa dalam luka yang sedang ia rasakan.Bukan hanya tubuhnya yang terluka.Namun impiannya tentang masa depan juga ikut hancur bersamaan dengan kecelakaan itu.Aku mendekat. "Julia."Ia menatapku. "Kita bisa mengadopsi anak, bukan?"Julia membeku. Aku tersenyum meski mataku masih basah."Kalau memang kita tidak bisa memiliki anak dari rahimmu..."Aku mengusap pipinya."...kita bisa memberikan rumah kepada anak yang membutuhkan keluarga."Julia menggeleng pelan."Tapi...""Tidak ada tapi." Aku menyela dengan cepat sambil menggenggam tangannya erat."Aku tidak pernah memilihmu karena kamu bisa memberiku anak.""Aku memilihmu karena aku mencintaimu. Aku sang

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 417

    Wajah Ardi langsung berubah.Aku mengerutkan dahi.Kedua telinganya bahkan tampak sedikit memerah."Dia baik-baik saja."Aku menyipitkan mata."Kenapa wajahmu merah?""Apaan? M-mana ada ...""Kamu terlihat seperti malu?"Ardi langsung menggaruk belakang lehernya."Anu..."Aku semakin curiga."Anu apa?""Diana itu..."Ardi berhenti sejenak. "Dia wanita yang keras."Aku mengangkat alis. "Keras?""Iya. Apa maksudmu?"Ardi menghela napas."Aku cuma bisa mengikutinya dari belakang."Aku langsung tertawa."Memangnya dia mau memakanmu?""Ya nggak begitu.""Lalu kenapa takut?""Aku nggak berani berhadapan langsung dengannya."Aku menggeleng."Ah, kamu ini, Ardi."Aku menepuk lengannya."Diana itu baik, kok."Ardi menatapku dengan ekspresi yang sulit kuartikan."Aku cuma memastikan dia aman.""Aman?""Iya."Ardi mengangguk."Yang penting aku memastikan dia aman pulang dan pergi dari rumah sakit.""Setelah itu aku kembali bekerja seperti biasa."Aku tersenyum."Terima kasih, Ardi."Ardi mengan

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 416

    Beberapa saat berlalu dalam keheningan.Ardi akhirnya menyerah. "Baiklah."Aku langsung tersenyum."Tapi kamu harus berjanji."Aku menatapnya dengan wajah serius. "Apa?""Jangan memaksakan diri. Kalau sakit, harus bilang, okey?"Aku mengangguk. "Janji."Ardi kemudian mengambil kursi roda.Aku berusaha turun dari ranjang dengan bantuan Ardi. Tanganku yang sehat merangkul pundaknya.Begitu kakiku menyentuh lantai, rasa sakit langsung menjalar."Akh!"Ardi segera memegang pinggangku, menahan tubuhku dengan tangannya yang kokoh."Pelan-pelan! Brengsek! Hampir saja. Patah lagi, sudahlah!" omelnya dengan kesal."Aku bisa.""Jangan sok kuat. Bisa mati kejang aku dibuat kalian!"Aku tersenyum tipis sambil berusaha menyimpan rasa nyeri yang menusuk di pinggangku.Aku akhirnya berhasil duduk di kursi roda."Kita bergerak sekarang? Ada yang mau kamu ambil?"

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 415

    Ardi ikut tertawa. "Benar juga. Tapi kita tahu sifatmu yang sok pahlawan."Ia kemudian keluar dari ruangan sambil terkekeh.Aku menggeleng kepala, sedikit kesal dan ingin melemparnya dengan bantal, namun pintu sudah terlanjur kembali tertutup.Aku mengembuskan napas panjang.Kini aku sendirian.Tubuhku masih terasa kaku.Kedua kakiku tidak bisa kugerakkan dengan bebas dan masih dibalut secara penuh. Salah satu tanganku bahkan masih terbalut gips.Aku menatap langit-langit kamar."Julia..."Pikiranku kembali tertuju kepadanya.Aku memejamkan mata. Aku ingin sekali bangun. Ingin pergi menemuinya. Juga ingin menggenggam tangannya dan menemaninya dalam tidur.Namun tubuhku sama sekali tidak bisa diajak bekerja sama.Aku hanya bisa terbaring di ranjang ini.Menunggu.Sementara di luar sana, Julia sedang berjuang menghadapi luka yang mungkin akan mengubah seluruh hidupnya.Aku menggertakkan gigi."Maafkan aku..."Suaraku nyaris berbisik. "Aku akan datang.""Bagaimanapun caranya, setelah ma

  • Jangan Lakukan Ini, Kalian Itu Sepupuku!   Bab 414

    "Joshua harus ditangkap."Ardi menekan bahuku. "Kita akan mengurusnya, Bro. Kamu harus segera pulih. Tim motor kami memang tidak terlibat dalam tindakan kriminal apa pun, tetapi apa yang mereka lakukan kepada Julia sudah mencoreng integritas kami juga.""Tidak." Aku menatapnya tajam."Aku ingin tahu di mana dia. Aku akan mengurusnya sendiri. Ini dendam pribadi yang harus diselesaikan.""Bayu..."Suaraku meninggi, "dia sudah menghancurkan hidup Julia.""Makanya kamu harus sembuh dulu kalau ingin mengurusi Joshua!" Ardi ikut meninggikan suaranya.Aku menatap tanganku yang masih terbalut perban. Suaraku bergetar, "aku bahkan sempat memberinya cincin itu.""Aku bahkan belum sempat mengatakan bahwa aku ingin menikahinya."Air mata mulai menggenang di mataku. "Dan sekarang..."Aku menelan ludah yang terasa sangat pahit. "...dia harus menjalani hidup dengan tubuh yang sudah tidak sama lagi."Ardi terdiam.Aku mengepalkan tangan. "Joshua, Richard dan Charlie, mereka sudah mengambil semuanya

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status