Home / Romansa / Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu / 102. Pertunangan Damien Dan Giselle

Share

102. Pertunangan Damien Dan Giselle

Author: Almiftiafay
last update Huling Na-update: 2025-09-12 13:18:23
Seharusnya, kembang api itu digunakan untuk menyambut kedatangan Damien yang memasuki The Morgenstern.

Giselle bisa melihatnya dari jendela tempat ia berdiri di ballroom.

Tapi anehnya, Damien tak kunjung terlihat. Baru setelah ledakan kembang api itu hampir sirna, pria itu menunjukan batang hidungnya.

Diikuti oleh Giovanni yang mengekor di belakangnya, Damien terlihat sangat mempesona dalam balutan tuxedo yang dikenakannya.

Ia lebih dulu mendekat pada kedua orang tuanya—Tuan Gerard dan Nyonya Maria—kemudian bersama-sama menghampiri Giselle.

Giselle tak bisa menahan senyumnya saat Damien tiba di hadapannya. Ia menyentuh pin jas pria itu seraya berujar, “Apakah aku cantik?”

Damien mengangguk, seulas senyum samarnya terlihat. “Iya, Giselle. Cantik.”

“Aku memilih gaun paling mahal yang aku pikir Kak Damien akan suka.”

“Begitukah?”

Giselle mengangguk. Iris ambernya berpindah ke bahu Damien. Alisnya berkerut kala ia mendapati sesuatu di pundak bidangnya itu. Ada bekas basah
Almiftiafay

Apakah kali ini Damien Morgan lagi yang memegang kendali?? 🤟🏻😎 cowok obsesif kita nih bos, 🤣🤣

| 18
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (8)
goodnovel comment avatar
Mery Randini
nyimak aja deh...
goodnovel comment avatar
Alan Nasution
thor , jngan cuma buat samantha mngis , buat damian juga min. panas dingin , krna cmburu kdekatan saman dngan pria lain .
goodnovel comment avatar
Tyo Inginsetia
yuhuuuuu bagus banget bisa untuk menjadi alasan untuk tidak melanjutkan ke pernikahan wkwkwkw
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    325. Melville Olivier, Bersamamu Kisah Ini Ditutup

    Samantha menggenggam erat tangan Damien kala peluh menetes di keningnya. Rasanya tidak sesakit saat ia melahirkan kembar tiga dulu, ia yang sekarang lebih tenang. Damien tersenyum padanya dan berbisik, “Sebentar lagi kita akan bertemu dengan si kecil. Semangat, Sayangku ....” Satu dorongan lagi, begitu aba-aba yang didengarkan dari dokter wanita yang menangani persalinan Samantha. Saat suara tangisan bayi terdengar nyaring, kelegaan yang hebat memenuhi lubuk hatinya. Damien memeluknya dengan erat. Dekapan yang hangat dan kecupan yang manis. “Terima kasih, Samantha ....” bisik Damien, getar suaranya menandakan ia juga sedang menahan haru. “Bayinya laki-laki, selamat Nona Samantha dan Tuan Damien.” Seperti tahu apa yang harus dilakukan oleh para perawat untuk mengurus bayi dan juga Samantha, Damien lebih dulu meninggalkan kamar setelah berpamitan. Hanya berselang sebentar sebelum bayi mungil itu diserahkan pada Samantha yang lebih dulu berganti pakaian sehingga kini ia

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    324. Persiapan Bertemu Bayi Kita

    Sejak minggu pertama Samantha mengatakan kehamilannya, Damien tak pernah absen untuk ikut pergi periksa. Hanya jika orang tua Samantha atau orang tuanya sendiri ingin pergi, maka Damien akan memberikan waktu untuk mereka. Siapa memangnya yang tak bahagia akan memiliki cucu lagi? Itu juga penghiburan untuk para orang tua yang acapkali masih menyimpan sisa-sisa luka dari kejadian di masa lalu—Tuan Gerard dan Nyonya Maria akan kehilangan Seraphina, Tuan Harry dan Nyonya Amy akan rasa bersalah mereka terhadap keputusan melepas Samantha menikah pada usia muda dan kehilangan Gabriella. Siang menjelang sore ini, harusnya Samantha menjemput anak-anak dari lokasi latihan panahan. Tapi saat ia keluar dari kamar, ia merasakan perutnya yang bergejolak. Samantha sudah menyadari ini sejak beberapa hari terakhir, hanya saja ... jika dihitung dari hari perkiraan lahir, ini masih dua minggu dari hari H. Tapi semakin ditahannya, rasanya semakin menjadi-jadi. Ia berjalan menuju ke ruang tamu, henda

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    323. Bärenland Dan Malam Yang Hangat

    Bärenland tak hanya memberikan kebahagiaan untuk anak-anak. Si kembar tiga Morgan, Martin dan Maureen sangat senang saat mereka bebas berlarian ke sana ke mari. Di bawah cerahnya langit malam itu, mereka naik giant wheel, di bianglala, dan belajar ice skating. Morgan yang paling mahir. Ia menuntun kedua adiknya dengan telaten, membawa Martin dan Maureen bergantian ke tengah. Saat anak sulungnya itu bebas berselancar di atas lantai es, Damien menggandeng tangan Maureen, sementara Martin digandeng oleh Reid. Gelak tawa bahagia terdengar dari tempat Samantha duduk, mengambil kenangan hari ini untuk disimpannya sebagai arsip. Bahwa saat Samantha mengatakan pada Damien tentang jenis kelamin bayi mereka yang akan laki-laki lagi, mereka masih bisa membagi waktu untuk si kembar tiga juga. Ekspresi Damien? Hm .... Bagaimana Samantha harus menggambarkannya? Sepasang mata birunya melebar saat Samantha mengatakan bayi mereka adalah laki-laki. 'Kamu dan Maureen akan punya banyak pri

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    322. Family Date At Bärenland

    Di lobi sebuah lokasi yang digunakan untuk syuting acara televisi, Samantha yang baru keluar dari lift bersama dengan Reid melihat Damien dan tiga anak kembarnya.“MOMMY!”Senantiasa bersemangat meski hari sudah menjelang petang.Si kembar tiga berlarian menghampirinya.“Sayang,” balas Samantha, membiarkan mereka bersamaan memeluknya.Rasanya sangat menyenangkan kala lelah bertemu dengan anak-anak. Semuanya menguap dalam sesaat.“Hati-hati peluk Mommy,” kata Damien dari belakang si kembar, mengingatkan mereka bahwa perut Samantha sudah membesar.“Kalian menjemput Mommy?” tanya Samantha, mengusap bergantian puncak kepala mereka.“Iya, Mommy,” jawab Morgan, disusul celotehan Martin dan Maureen.“Apakah syutingnya sudah selesai, Mommy?”“Hm ... padahal Maureen mau masuk televisi juga. Mommy saaaangat cantik di televisi.”“Benarkah? Terima kasih Sayang-sayangnya Mommy.”Samantha kemudian memandang Damien. Tautan mata itu terjadi cukup lama.Anak-anak mundur untuk memberi jalan, agar Damie

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    321. Aku Yang Hancur Dan Dia Yang Bersinar

    .... Di dalam klinik yang tidak terlalu luas, seorang wanita menatap langit-langitnya dengan pandangan yang kosong. Ia tak memiliki tenaga untuk bicara atau bahkan menggerakkan ujung jarinya. Rasanya hidup sudah cukup enggan untuk membuatnya tetap bisa disebut sebagai ‘manusia’. Ah ... barangkali jika ‘manusia yang tidak berguna’ mungkin masih benar adanya. Sudah berapa lama ia berada di dalam tempat ini? Klinik yang tak hanya sekali ia datangi, atau bau mawar dari luar yang terbawa hingga ke dalam melalui celah jendela itu berasal dari taman kecil yang tiap minggu rumputnya ia siangi. Satu tahun? Ataukah dua tahun? Atau bahkan lebih dari itu? Ia tak ingat kapan baginya waktu terasa berhenti. “Kamu tadi sudah makan, Eliza?” tanya sebuah suara yang membuat wanita yang terbaring di atas ranjang sempit klinik itu menggerakkan kepalanya. Tubuhnya terasa sangat lemas bahkan jika itu untuk menjawab tanya. Eliza. Wanita yang ada di dalam klinik kecil itu adalah Eliza. Klinik yan

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    320. Another Moment With Another Trouble

    Meski nyaris baku hantam jilid ke sekian di dalam ruang VIP Harvest Table, saat mereka keluar dari sana, kembar tiga milik Samantha kembali berbaikan.Mereka mengatakan pada Damien agar pergi ke rumah Giovanni.Mereka ingin melihat Emily, anak perempuan Giovanni dan Anna yang saat ini masih berusia sekitar tujuh bulan dan dalam fase merangkak.Setelah keguguran Anna di masa lalu, dan melewati beberapa tahun dalam pernikahan dengan Giovanni, mereka baru memiliki anak lagi belum lama ini.Seorang anak perempuan yang cantik, Emily Josephine Renaud.Karena perginya mereka mendadak dan tanpa direncanakan, Samantha meminta Damien untuk mampir lebih dulu ke sebuah baby shop untuk membelikan Emily beberapa perlengkapan bayi.Sekalian, Samantha ingin melihat-lihat pakaian untuk anak yang sedang dikandungnya nanti.Pakaian yang dipajang di toko semakin hari semakin bermacam-macam. Dan Samantha suka itu.Akhirnya, mereka memutuskan untuk membeli selimut, yang dipilihkan oleh Maureen.Dua pasang

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status