Home / Romansa / Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu / 33. Makin Besar Skandal, Makin Mudah Dijatuhkan

Share

33. Makin Besar Skandal, Makin Mudah Dijatuhkan

Author: Almiftiafay
last update Last Updated: 2025-08-04 14:02:07
Keesokan paginya, Samantha memastikan apa yang dikatakan oleh Nyonya Amy langsung kepada ayahnya. Tuan Harry membenarkan hal itu, bahwa Erick lah yang membawa semua berkasnya.

‘Papa membawanya pada Erick saat memintanya membantu melunasi utang pada bank, Samantha.’

Kalimat sang ayah yang didengarnya tadi kembali terngiang. Sama persis dengan yang dikatakan ibunya.

Ia pikir, semua dokumen itu kemungkinan besar disimpan oleh Erick di ruang kerjanya yang ada di rumah. Karena seingatnya, pria itu banyak meletakkan file penting di sana.

‘Tapi bagaimana caraku kembali ke sana?’ tanya Samantha dalam hati. Ia sudah memutuskan untuk tidak pernah kembali pada Erick. Menginjakkan kakinya kembali ke rumah itu bukanlah sebuah ide yang bagus.

Samantha terdiam cukup lama, duduk di kursi tunggu di kantor polisi. Ia menunduk dengan cepat saat ponselnya menerima pesan dari salah seorang staf restorannya yang terpaksa harus dirumahkan.

Dari Vivian.

[Apa Bu Samantha sudah melihat ini?]

Begitu yan
Almiftiafay

ya? gimana? apanya? 😳😳😳

| 17
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (7)
goodnovel comment avatar
Saraswati
mgkn itu adiknya Damien??
goodnovel comment avatar
Eva
Jangan-jangan mantannya Erick adik atau kakaknya Damien nih? Makanya Damien pingin Erick hancur juga
goodnovel comment avatar
Tyo Inginsetia
kayaknya Damien balas dendam karena sesuatu deh dan pacar lamanya si Erick itu ada hubungan nya sama Damien
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    324. Persiapan Bertemu Bayi Kita

    Sejak minggu pertama Samantha mengatakan kehamilannya, Damien tak pernah absen untuk ikut pergi periksa. Hanya jika orang tua Samantha atau orang tuanya sendiri ingin pergi, maka Damien akan memberikan waktu untuk mereka.Siapa memangnya yang tak bahagia akan memiliki cucu lagi?Itu juga penghiburan untuk para orang tua yang acapkali masih menyimpan sisa-sisa luka dari kejadian di masa lalu—Tuan Gerard dan Nyonya Maria akan kehilangan Seraphina, Tuan Harry dan Nyonya Amy akan rasa bersalah mereka terhadap keputusan melepas Samantha menikah pada usia muda dan kehilangan Gabriella.Siang menjelang sore ini, harusnya Samantha menjemput anak-anak dari lokasi latihan panahan. Tapi saat ia keluar dari kamar, ia merasakan perutnya yang bergejolak.Samantha sudah menyadari ini sejak beberapa hari terakhir, hanya saja ... jika dihitung dari hari perkiraan lahir, ini masih dua minggu dari hari H.Tapi semakin ditahannya, rasanya semakin menjadi-jadi.Ia berjalan menuju ke ruang tamu, hendak me

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    323. Bärenland Dan Malam Yang Hangat

    Bärenland tak hanya memberikan kebahagiaan untuk anak-anak. Si kembar tiga Morgan, Martin dan Maureen sangat senang saat mereka bebas berlarian ke sana ke mari.Di bawah cerahnya langit malam itu, mereka naik giant wheel, di bianglala, dan belajar ice skating. Morgan yang paling mahir. Ia menuntun kedua adiknya dengan telaten, membawa Martin dan Maureen bergantian ke tengah.Saat anak sulungnya itu bebas berselancar di atas lantai es, Damien menggandeng tangan Maureen, sementara Martin digandeng oleh Reid.Gelak tawa bahagia terdengar dari tempat Samantha duduk, mengambil kenangan hari ini untuk disimpannya sebagai arsip. Bahwa saat Samantha mengatakan pada Damien tentang jenis kelamin bayi mereka yang akan laki-laki lagi, mereka masih bisa membagi waktu untuk si kembar tiga juga.Ekspresi Damien?Hm ....Bagaimana Samantha harus menggambarkannya?Sepasang mata birunya melebar saat Samantha mengatakan bayi mereka adalah laki-laki.'Kamu dan Maureen akan punya banyak pria yang melindun

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    322. Family Date At Bärenland

    Di lobi sebuah lokasi yang digunakan untuk syuting acara televisi, Samantha yang baru keluar dari lift bersama dengan Reid melihat Damien dan tiga anak kembarnya.“MOMMY!”Senantiasa bersemangat meski hari sudah menjelang petang.Si kembar tiga berlarian menghampirinya.“Sayang,” balas Samantha, membiarkan mereka bersamaan memeluknya.Rasanya sangat menyenangkan kala lelah bertemu dengan anak-anak. Semuanya menguap dalam sesaat.“Hati-hati peluk Mommy,” kata Damien dari belakang si kembar, mengingatkan mereka bahwa perut Samantha sudah membesar.“Kalian menjemput Mommy?” tanya Samantha, mengusap bergantian puncak kepala mereka.“Iya, Mommy,” jawab Morgan, disusul celotehan Martin dan Maureen.“Apakah syutingnya sudah selesai, Mommy?”“Hm ... padahal Maureen mau masuk televisi juga. Mommy saaaangat cantik di televisi.”“Benarkah? Terima kasih Sayang-sayangnya Mommy.”Samantha kemudian memandang Damien. Tautan mata itu terjadi cukup lama.Anak-anak mundur untuk memberi jalan, agar Damie

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    321. Aku Yang Hancur Dan Dia Yang Bersinar

    .... Di dalam klinik yang tidak terlalu luas, seorang wanita menatap langit-langitnya dengan pandangan yang kosong. Ia tak memiliki tenaga untuk bicara atau bahkan menggerakkan ujung jarinya. Rasanya hidup sudah cukup enggan untuk membuatnya tetap bisa disebut sebagai ‘manusia’. Ah ... barangkali jika ‘manusia yang tidak berguna’ mungkin masih benar adanya. Sudah berapa lama ia berada di dalam tempat ini? Klinik yang tak hanya sekali ia datangi, atau bau mawar dari luar yang terbawa hingga ke dalam melalui celah jendela itu berasal dari taman kecil yang tiap minggu rumputnya ia siangi. Satu tahun? Ataukah dua tahun? Atau bahkan lebih dari itu? Ia tak ingat kapan baginya waktu terasa berhenti. “Kamu tadi sudah makan, Eliza?” tanya sebuah suara yang membuat wanita yang terbaring di atas ranjang sempit klinik itu menggerakkan kepalanya. Tubuhnya terasa sangat lemas bahkan jika itu untuk menjawab tanya. Eliza. Wanita yang ada di dalam klinik kecil itu adalah Eliza. Klinik yan

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    320. Another Moment With Another Trouble

    Meski nyaris baku hantam jilid ke sekian di dalam ruang VIP Harvest Table, saat mereka keluar dari sana, kembar tiga milik Samantha kembali berbaikan.Mereka mengatakan pada Damien agar pergi ke rumah Giovanni.Mereka ingin melihat Emily, anak perempuan Giovanni dan Anna yang saat ini masih berusia sekitar tujuh bulan dan dalam fase merangkak.Setelah keguguran Anna di masa lalu, dan melewati beberapa tahun dalam pernikahan dengan Giovanni, mereka baru memiliki anak lagi belum lama ini.Seorang anak perempuan yang cantik, Emily Josephine Renaud.Karena perginya mereka mendadak dan tanpa direncanakan, Samantha meminta Damien untuk mampir lebih dulu ke sebuah baby shop untuk membelikan Emily beberapa perlengkapan bayi.Sekalian, Samantha ingin melihat-lihat pakaian untuk anak yang sedang dikandungnya nanti.Pakaian yang dipajang di toko semakin hari semakin bermacam-macam. Dan Samantha suka itu.Akhirnya, mereka memutuskan untuk membeli selimut, yang dipilihkan oleh Maureen.Dua pasang

  • Jangan Menangis, Nona! Tuan Muda Akan Memanjakanmu    319. Mommy Cantik Sejak Dulu

    “Daddy,” jawab Damien lebih dulu saat Samantha masih menghela napasnya untuk bicara. “Woahh ... Daddy yang lebih dulu menyayangi Mommy?” tanya Martin dengan sepasang mata biru berbinar dan lesung pipinya yang manis. “Iya.” Samantha meremas jemarinya yang ada di atas paha, berdebar kencang jantungnya. Meski ini sudah bertahun-tahun ia hidup dan menjadi istri Damien, tapi setiap kali Damien jujur akan kata hatinya, Samantha selalu dibuat seperti ini. Ia menahan sejenak napas saat Damien meraih tangannya, menggenggamnya dan meletakkan di atas meja agar anak-anak melihatnya. “Daddy yang lebih dulu jatuh cinta pada Mommy,” akunya sekali lagi. “Bagaimana Mommy dulu, Daddy?” tanya Morgan. Maureen pun menyahut, “Apakah Mommy lebih cantik dari hari ini?” Damien memiringkan kepalanya, seolah membiarkan anak-anak menunggu dengan rasa penasaran. “Hm ....” gumamnya. “Ayolah, Daddy ....” “Mommy dulu tidak menyukai Daddy pada awalnya karena Mommy sering sering sedih memikirkan Kakak Gabri

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status