分享

Bab 70 Dalang Pelecehan

作者: Ratu As
last update publish date: 2026-06-22 09:05:12

"Pertanyaan tentang apa, Haikal? Kamu terlihat sangat serius, aku jadi gugup." Naura memaksakan senyumnya.

"Apa kamu membenci Azalea?"

Pertanyaan itu sontak membuat Naura terdiam beberapa saat, ia menatap fokus pada Haikal. Mencari maksud apa dibalik pertanyaan tidak biasa itu.

"Membenci Lea? Apa masalahnya? Kenapa tiba-tiba kamu bertanya aneh seperti itu? Lea kan temanku," jawab Naura mengalihkan tatapannya. Ia berusaha setenang mungkin meski suaranya sedikit bergetar.

Haikal menangkap ger
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 96 Ciuman Zayn dan Naura

    Ezra tidak mengerti, di saat ia mulai memaklumi Azalea, Haikal justru bersikap sebaliknya. Tidak ada tugas yang bisa dikerjaan, Ezra iseng mengirim pesan pada sahabatnya yang lain--Varan dan Varel. Si kembar itu biasanya akan sangat heboh jika diajak bicara soal Naura. [Hei, apa kamu tahu? Naura si peri kecil yang manis dan imut idaman kita dulu? Kurasa ia sudah banyak berubah.] Pesan itu berisi sama, namun terkirim ke nomor masing-masing secara pribadi. Ezra tidak ada niat menjelekan Naura, ia hanya ingin mengungkapkan kekecewaannya. Pasalnya, dulu Naura menjadi teman perempuan mereka yang paling mereka kagumi. Tak lama Varel membalas. [Apa yang berubah darinya? Apa semakin centik? Hahahaha] Dari ketikannya, Varel membalas dengan candaan. Tentu saja berbanding terbalik dengan apa yang hendak Ezra kasih tahu. [Bukan itu sih, kalau cantik memang iya. Hanya saja sikapnya tidak secantik dulu. Sekarang ia lebih mirip penyihir!]Varel [??? ] Ezra menghela napas, balasan Varel hany

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 95 Kecurigaan Ezra

    Adinata melengos, ia sama sekali tidak menghiraukan gurauan cucunya. "Ayolah, Kek. Jangan sampai cucumu ini terlibat kasus pencurian karena menginginkan itu!" Adinata semakin geregetan, ia lalu mengusir Zayn untuk pulang saja. "Lebih baik pulang dan istirahat di rumah! Jangan terus di sini dan memancing emosi Kakek!"Zayn menarik napasnya dalam lalu mengembuskannya dengan berat, sengaja agar kakeknya mendengar helaan yang menyedihkan itu. "Baiklah." Zayn menurut. "Tapi aku tunggu Kakek kasih lukisan itu sebagai hadiah ulang tahunku!" Zayn bicara setengah berteriak dan berjalan cepat meninggalkan ruangan itu. Ia tidak menunggu respon dari kakeknya yang tahu jelas pasti bakal sensi. Adinata menghela napas, asisten pribadi di sebelahnya tampak tersenyum dan menggelengkan kepala melihat interaksi dua manusia berbeda usia itu. ***Pihak kepolisian sudah mengamankan tukang ojek yang menyiram air panas pada Azalea. Mereka juga sudah menginterogasi dan menyelidiki secara detail. Namun

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 94 Suka Lukisannya Suka Orangnya!

    Segera Azalea menarik tangannya, pipinya terasa memanas, bahkan sekarang sudah memerah seperti kepiting rebus. Zayn tersenyum geli melihat gadis itu salah tingkah. "Aku mau ke kasir dulu!" Azalea memilih kabur dari hadapan Zayn. Ia buru-buru membayar belanjaannya. Tidak sampai di situ, Zayn juga menemani Azalea ke toko kain dan perlengkapan alat jahit. Gadis itu sangat perhatian pada ibunya, ia belikan kebutuhan ibunya selagi punya uang lebih. "Apa ibumu bisa membuat baju lelaki juga?" tanya Zayn santai, ia berdiri dengan bersandar di dekat rak. Sedangkan Azalea sedang melihat gulungan kain. "Bisa, tapi tentu tidak untukmu," jawab Azalea cepat. Sebelah alis Zayn terangkat, seolah mempertanyakan perkataan Azalea. "Baju yang kamu pakai kan harganya puluhan juta! Tentu tidak cocok menjahit baju di tukang amatiran seperti ibuku." Zayn tersenyum miring, ia lihat Azalea yang bicara sambil menyindirnya. Azalea pasti ingat momen pertama mereka bertemu. Gara-gara seragam berharga ma

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 93 Kamu Lebih Mesum!

    Ardi mengangguk. "Katakan.... " Ia lalu menyuruh sekretarisnya untuk keluar agar obrolan dengan putranya lebih privasi. Haikal mendekat, lalu membungkuk ke depan dengan tangannya menumpu ke meja. Tatapannya tajam pada ayahnya. "Aku tidak akan bicara pada siapa pun soal ini, tapi aku minta bantuan Ayah--"Ardi tampak fokus, ia seolah sedang melakukan negosiasi yang serius dengan putranya. "Apa itu?" Haikal merasa datang di waktu yang tepat, meski benci melihat ayahnya berselingkuh di depan mata, namun situasi seperti inilah yang membuat Haikal diuntungkan. "Aku terlibat dengan kasus seorang siswi, aku ingin Ayah menutupnya. Aku tidak ingin sampai ketahuan oleh pihak kepolisian--"Kening Ardi berkerut, pengakuan putranya membuat Ardi sedikit heran. "Tunggu--" Ardi berpikir keras, ucapan putranya sontak membuatnya teringat dengan berita viral dari sekolah putranya. "Apa maksudmu kasus penyiraman gadis pelukis itu ... kamu yang melakukan?" Haikal tidak langsung menjawab, namun diam

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 92 Haikal Terdesak

    "Ibu malah tidak kepikiran yang seperti itu." Marta bicara jujur. "Ketika Ibu tahu gadis miskin itu hendak mengikuti kompetisi yang ada di kepala Ibu hanya bagaimana cara ia agar tidak lolos." Tangan Azalea yang sakit memang menjadi alasan paling masuk akal juri yang ia suap untuk mencari celah. Hanya saja, Marta tidak tahu ada cerita lebih gelap tentang luka gadis itu. "Untuk apa Ibu mengambil resiko yang seperti itu, belum tentu kalau tangannya cidera gadis itu akan kalah. Tapi kalau menyuap jurinya langsung, sudah bisa dipastikan semua beres!"Alya mengerti jalan pemikiran ibunya. Namun awalnya ia mengira semua yang terjadi pada Azalea, Ibunya yang mengatur. Kalau bukan, berarti ada pihak lain yang tak kalah benci dengan gadis itu! "Baiklah, kalau bukan Ibu yang melakukan itu. Karena di media sosial sedang sangat ramai." Alya masih belum bisa tenang. "Tapi, Bu, jika kasus Azalea diselidiki polisi, bukankah bisa jadi penilaian juri yang Ibu suap itu juga bisa terendus?" Marta t

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 91 Dalang Dibalik Kasus Azalea

    "Ah, haha ... tidak Zayn." Ezra tertawa bodoh, ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku rasa tidak akan meminjam Azalea lagi, aku akan cari teman wanita lain saja!" ucapnya bergeser beberapa langkah lalu memilih kabur dari ruangan itu. Ezra memilih pergi ketimbang harus mendapat pelototan Zayn. Ia kembali ke kelas, di saat itu lagi-lagi ia mendengar suara Naura dan keributan di kelasnya. "Al, kamu jangan sampe deket sama Lea lagi. Dia cuma parasit yang nggak tahu diri!" Suara Naura keras. Gadis itu duduk di meja Alvano dengan beberapa siswa duduk di sekitarnya. "Sekarang saja Lea sedang coba mendekati Zayn! Aku tahu, diam-diam Lea sering merayu dan menggoda pacarku!" "Serius? Pantas saja sekarang kamu nggak deket lagi sama Lea dan memilih pindah tempat duduk!" Naura tersenyum miring dengan mimik wajah menunjukan ketidaksukaan saat nama Azalea disebut. "Ya iyalah, aku udah tahu belangnya! Cuma aku diem ajah pura-pura tidak tahu. Aku cuma tidak mau ribut. Soalnya dia lebi

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 25 Rahasia Marta dan Marvel

    Membahas soal anak memang topik yang cukup sensitif untuk Marta. "Kalau itu tidak benar, kamu tidak perlu sensi. Untuk apa sampai berteriak pada Zayn. Ia kan hanya anak muda." Adinata masih duduk dengan tenang, ia tahu bagaimana sifat putrinya yang memang kadang meledak-ledak. "Marvel, lebih bai

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 21 Hari Pertama Naura

    Azalea langsung mengusap pipinya, ia berusaha bangkit. "Dokter, apa Dokter bisa tolong ibuku?" Gadis itu langsung memohon, bahkan memegang lengan sang dokter dengan gemetar. Terlihat jelas binar penuh harap di sorot matanya. ​"Nak, tenanglah. Ibumu sedang diperiksa oleh dokter lain," ujar dokter

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 20 Bayar Jasaku

    Azalea segera mengatupkan bibirnya. Ia tahu ekspresi dingin itu--peringatan kalau cowok menyebalkan itu tidak ingin mendengar omong kosong. Azalea kembali membonceng, tapi kali ini tidak mau merangkulkan tangan seperti sebelumnya. Ia lebih memilih memegangi tas Zayn di belakang. Gadis itu berpega

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 18 Zayn Iseng

    "Ibu--" Azalea kembali bicara, menatap Renata dengan sungguh-sungguh. "Aku normal. Meski tidak sempurna. Zayn pasti hanya bercanda, ia memang suka iseng padaku.""Ah?" Mata Renata membulat, ada rasa tak enak hati karena sudah salah. "Ya ampun, syukurlah kalau begitu. Ternyata Nak Zayn suka iseng. P

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status