بيت / Romansa / Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah! / Bab 25 Rahasia Marta dan Marvel

مشاركة

Bab 25 Rahasia Marta dan Marvel

مؤلف: Ratu As
last update تاريخ النشر: 2026-06-02 14:21:05

Membahas soal anak memang topik yang cukup sensitif untuk Marta.

"Kalau itu tidak benar, kamu tidak perlu sensi. Untuk apa sampai berteriak pada Zayn. Ia kan hanya anak muda."

Adinata masih duduk dengan tenang, ia tahu bagaimana sifat putrinya yang memang kadang meledak-ledak.

"Marvel, lebih baik kalian pulang dan beristirahat. Atau tidur di sini saja, sudah larut. Aku juga sudah lelah." Adinata bangkit dari duduknya. Ia tidak mempermasalahkan ucapan Zayn, karena sejak dulu anak itu memang h
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 102 Zayn, Raja Gorila!

    Azalea meremas selimut, tangannya mengepal menahan gemetar saat ia mendengar apa yang sedang Ezra ceritakan. Tidak semua Ezra ceritakan detail, namun garis besar tentang masalah Azalea ia sudah memberitahu. "Jangan sedih Lea, bagaimana pun kami sudah membantu sebisanya. Haikal dimasukkan ke barak militer, dia harus bertahan selama empat bulan di sana." Azalea mengangguk paham, itu sudah cukup baik. Setidaknya, pelaku diberi efek jera. Hanya saja yang tidak Azalea habis pikir, Zayn masih melindungi Naura yang jelas salah! "Kamu tahu, Naura calon pasangannya Zayn. Jadi.... " Ezra agak ragu mengatakannya. "Mungkin Zayn tidak tega harus menghukumnya, tolong mengerti ya... Lea?" Ezra bicara dengan menatap Azalea, memperhatikan perubahan di wajah gadis itu. "Tidak apa, Ez. Aku tahu, Zayn sudah sangat bermurah hati. Ia tidak segan mengadili sahabatnya, tapi untuk Naura, ia memang spesial. Biar aku saja yang menyelesaikan masalahku dengan Naura nanti." Ezra mengangguk, ia lihat Azal

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 101 Ayah Tidak Ingin Bertemu Denganmu

    Zayn menarik tangannya, ia bahkan sudah memejamkan mata. "Latihan samsak," jawab Zayn dengan tetap memejam. Azalea masih merasa aneh, namun tidak mendesak lebih jauh. "Lain kali pakai sarung tinju, bagaimana pun tangan itu berharga," kata Azalea khawatir. Ia menatap Zayn yang sudah memejam dengan berbantalkan tangan kanannya. Azalea menghela napas dalam, kemudian ikut tertidur. Ia mungkin bisa sedikit tenang karena ada yang menemaninya sekarang. Tanpa sadar Azalea terus menggenggam tangan Zayn. Dengan itu, ia bisa lebih tenang dan tidur nyenyak. ***Azalea bangun, namun di sisinya tidak ada lagi Zayn. Hanya seorang perawat yang datang mengecek kondisi Azalea. Gadis itu melihat ponselnya, ia pikir mungkin Zayn mengirimkan pesan. Sayangnya tidak ada satu pun, yang ada justru notifikasi pesan dari forum sekolah di media sosial. Mata Azalea terbelalak, ia membaca berita Haikal yang kini ditahan di kantor polisi. Tidak hanya itu, dua pemuda yang melecehkan Azalea dan tukang ojek k

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 100 Tidur Seranjang

    Ezra tidak mau, bagaimana pun ia lebih takut Haikal akan mati ketimbang ia ikut dimarahi Zayn. "Zayn, sadarlah! Haikal bahkan sudah tidak bisa melawan lagi!""Dia keras kepala! Bahkan masih tidak mau mengakui kesalahannya!" Zayn bicara dengan nada lebih keras. Meski tidak sampai hilang kendali, namun emosi pria itu jelas lebih dari biasanya. "Haikal! Mengakulah! Kamu menutupi kesalahan Naura! Kamu juga yang menyuruh orang mencelakai Lea!" Ezra berteriak, ia bicara pada Haikal hanya agar pemuda itu sadar dan segera mengaku salah sebelum Zayn mengambil tindakan lain. "Zayn, kamu memang teman yang brengsek!" Haikal tertawa angkuh. "Kamu selalu berusaha mengendalikan semua orang! Kamu pikir sehebat itu?!" Suasana semakin memanas. Haikal yang tidak tahu diri dan terus memancing emosi, membuat permasalahan ini tidak kunjung menemui titik temu.​Zayn dan Haikal saling melempar tatapan tajam, membuat atmosfer di sekeliling mereka terasa kian mencekam.​“Kamu boleh menghukumku, tapi jangan

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 99 Terungkap

    "Lea, sebentar. Sepertinya aku harus menyusul Zayn." Ezra berdiri. Ia membaca pesan singkat yang Zayn kirim."Kamu juga mau menemui Naura--""Jaga dirimu baik-baik, kalo ada apa-apa bisa chat aku atau Zayn!" potong Ezra cepat, ia tidak menunggu pertanyaan Azalea dan langsung berlari keluar. Ezra terlihat tergesa-gesa. Di ruangan itu, terasa semakin sepi. Azalea menghela napas, ia lemas tapi tidak bisa tenang. Ia terus kepikiran soal ibunya. Ia teringat dengan kepala ibunya yang terbentur mobil dan aspal, darah yang merembes sangat banyak. ***Zayn dan Ezra kini berada di sebuah gedung kosong. Tempat itu yang menjadi pilihan oleh orang suruhan Zayn untuk mengumpulkan target-target yang selesai mereka cari. "Bos muda," panggil ketua dari lima orang suruhan itu pada Zyan. Ia tersenyum penuh percaya diri. "Dua pria brengsek, ojol brengsek, dan satu lagi anak sekolah brengsek sudah kami dapatkan!"Zayn berdiri, di sampingnya ada Ezra yang tersenyum puas namun juga ada rasa kecewa keti

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 98 Azalea dan Ibunya Mengalami Kecelakaan

    "A--pa? Berbeda apanya!" Azalea gugup, jangan sampai Zayn tahu ia badmood seharian ini karena terus kepikiran Zayn berciuman dengan Naura. "Kamu terlalu banyak berpikir, Zayn--"Saat Azalea bicara, Zayn kembali mendekat dan reflek Azalea mendorongnya. "Zayn, jangan mendekat! Bibirmu bekas Naura!" ucap Azalea keceplosan. Sontak saja Zayn mengernyit heran. Ia mungkin bukan hendak mencium Azalea, namun ucapan gadis itu jelas membuatnya merasa aneh. "Maksudmu apa, Lea? Kamu bilang bibirku bekas?" Zayn langsung menarik tengkuk gadis itu agar condong ke arahnya, lalu sebelah tangannya kembali mencengkeram dagu gadis itu. "Apa yang membuatmu berpikir seperti itu?" Azalea tidak berani menjawab, ia mengatupkan bibirnya rapat-rapat. "Bicara, Lea!" Ibu jari Zayn menekan sudut bibir gadis itu hingga membuatnya terbuka dan memaksanya bicara. "A-ku, aku ... melihatmu berciuman dengan Naura siang tadi. Karena itu, aku tidak ingin membuatnya sering salah paham dengan kedekatan kita. Aku akan b

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 97 Lea Kamu Berbeda!

    "Zayn?" Azalea buru-buru menegakkan tubuhnya. Ia berdiri gugup. "Aku tidak ceroboh, tapi suara itu memang mengagetkanku!" elak Azalea dengan sedikit ketus. Sementara seseorang yang memanggil itu tidak menampakan dirinya, hanya teman iseng. Zayn tersenyum miring, ia melihat ke arah jam di tangannya. "Latihan hari ini selesai, terimakasih untuk kerjasamanya!" kata Livia pada semua timnya termasuk Azalea yang menoleh dan mengangguk. Azalea buru-buru ingin berkemas ke ruang ganti, setelah pamit pada Zayn yang masih berdiri di sana.Keluar dari ruang ganti, ia berniat untuk langsung pulang, namun ada Zayn yang menunggu. "Zayn, tadi aku sudah mengirim pesan. Aku harus langsung pulang. Kalau mau memberiku tugas, besok saja," mohon Azalea. "Aku antar pulang." Azalea menggeleng cepat. "Tidak perlu, Zayn. Tidak ada kegiatan apa pun yang akan kulakukan. Aku tidak mau merepotkanmu," tolak Azalea cepat. Seperti biasa, Zayn tidak mendengarkannya. Zayn langsung berjalan ke tempat parkir. Di

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 16 Pegangan!

    Tanpa meminta izin, Zayn langsung mengambil kuas di tangan Azalea, lalu menggunakannya untuk mencorat-coret hasil lukisan Azalea. "Zayn, kamu--" Azalea berdiri, ia hendak merebut kuas di tangan Zayn, namun pemuda itu lebih dulu mematahkannya. Krak! Suara patahan itu mungkin lirih, namun di telin

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 15 Melukis Pria Tampan

    Zayn menunduk, bertemu tatap dengan manik mata Azalea yang bulat dan bening. "Apa yang kamu lihat?" Zayn menaikkan satu alis.Saat menyadari tatapan Azalea, ia malah tersenyum miring, namun senyum itu lebih mirip seperti ejekan dan tuduhan kalau gadis di depannya itu diam-diam mesum! "Ti--tidak,

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 12 Gosip Murahan

    Ezra langsung bicara blak-blakan.​"A—pa? Aku trending?" Azalea menunjuk dirinya sendiri dengan wajah cengo.​Ezra menghentak napasnya kasar, lalu mengeluarkan ponsel dan memperlihatkan layarnya tepat di depan hidung Azalea.​"Hah, beli kuota internet saja pasti kamu tidak mampu, kan? Makanya kudet

  • Jangan Sentuh Milik Raja Sekolah!    Bab 8 Ciuman Ilegal

    Alya menyambar ponselnya, tidak ingin gadis kampung itu lama-lama menatapnya. Setelahnya ia bergegas pergi dengan menyenggol bahu Azalea hingga gadis itu terhuyung. "Lea!" Sean menangkapnya. "Kamu tidak apa-apa?" Azalea tersadar dari lamunannya. "Maaf, Kak Sean. Aku tidak apa-apa." Azalea memak

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status