Compartir

BAB 18

Autor: Nona Mentari
last update Fecha de publicación: 2026-05-25 00:24:42

Darah Heri terasa berhenti mengalir mendengarkan ucapan Doni. Tanpa pikir panjang, ia menginjak ponsel di tangannya hingga hancur berkeping-keping di atas tanah basah, lalu meninggalkan Doni yang terkapar mengerang kesakitan.

Heri melompat kembali melewati jendela kamar dengan baju seragam yang kotor penuh lumpur dan wajah tegang yang pucat pasi.

Sintya yang sedang duduk di tepi ranjang sambil membungkus tubuhnya dengan selimut langsung berdiri tegak. “Gimana, Her? Ketangkep? Mana HP-nya?” tany
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 95

    Heri menyadari perubahan atmosfer di sekitar sofa VIP mereka. Pandangan lapar dari wanita-wanita di meja sebelah bukanlah hal baru baginya, namun malam ini, dengan kemeja satin hitam yang melekat pas di tubuh kekarnya, ia tahu daya pikat fisiknya berlipat ganda.Sintya, yang menyadari tatapan-tatapan liar dari para wanita di meja sebelah, langsung merespons dengan ego yang terbakar. Rasa cemburu dan pengaruh alkohol yang mulai menjalar di kepalanya membuat wanita kaya itu bertindak nekat.Sintya yang sudah meneguk dua gelas tequila langsung menyambar pergelangan tangan Heri dengan kuat, menyeret pria itu keluar dari area sofa menuju ke atas dance floor VIP yang berada tepat di tepi pembatas balkon.Di bawah kilatan lampu strobo yang berputar cepat, membelah kegelapan dengan warna neon biru dan ungu, Sintya bergoyang dengan liar.Ia menempelkan tubuh montoknya pada Heri, bergerak mengikuti dentuman bas yang menghentak dada, seolah ingin menunjukka

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 94

    Satu jam kemudian, malam itu, Heri menanggalkan seluruh atribut satpamnya. Di dalam kamar mandi paviliun yang luas dan berbau harum maskulin, ia menatap pantulan dirinya di cermin besar.Seragam taktis kaku berwarna biru tua yang biasa ia kenakan kini tergeletak begitu saja di atas lantai semen luar, digantikan oleh kemeja hitam satin yang pas di tubuh kekarnya. Bahan satin yang jatuh dengan sempurna itu memperlihatkan siluet dada bidang dan lengan berotot yang tercukur rapi, bergerak dinas mengikuti setiap gestur tubuhnya.Ia memadukannya dengan celana kain mahal berwarna gelap, sebuah mahakarya penjahit lokal berkelas yang dibeli hasil dari uang pemberian Sintya beberapa hari lalu.Heri menyisir rambutnya ke belakang dengan sedikit minyak rambut, menyisakan beberapa helai yang jatuh berantakan di dahi untuk menegaskan kesan maskulin yang acuh tak acuh. Penampilannya malam itu sangat modis, maskulin, dan jauh dari kesan seorang petugas keamanan kasta bawah.

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 93

    Heri melangkah maju dengan ketenangan seorang predator yang tahu betul cara menjinakkan mangsanya yang sedang mengamuk.Sebelum Sintya sempat melontarkan makian berikutnya, tangan kanan Heri yang besar dan kasar bergerak secepat kilat, mencengkeram pinggang ramping Sintya dan menarik tubuh wanita itu dengan satu sentakan kuat hingga menempel erat pada dada bidang dan tubuh kekarnya yang terbungkus seragam satpam.Sintya tersentak, napasnya yang memburu tertahan seketika di tenggorokannya akibat benturan fisik yang mendadak itu. Ia mencoba mendorong dada Heri, namun kekuatan lengan Heri murni mengunci ruang geraknya, memangkas habis semua jarak di antara mereka.Dengan suara bariton yang mendominasi dan berat, Heri merunduk, menempelkan bibirnya tepat di sisi telinga Sintya yang memerah, lalu berbisik menjinakkan kemarahan wanita kaya itu."Aku ketawa karena kamu kelihatan seksi banget kalau lagi marah kayak gini, Sintya," bisik Heri dengan nada rendah nam

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 92

    Heri mengepalkan tangan kirinya hingga buku-buku jarinya memutih, sementara tangan kanannya menempelkan ponsel erat-erat ke telinga. Otak taktisnya langsung memetakan ulang seluruh rencana yang baru saja berantakan di Bali. Tidak ada ruang untuk panik. Di dunia bawah, perpindahan dari satu kegagalan ke taktik berikutnya harus dilakukan dalam hitungan detik."Aku paham, Man. Kamu tenang dulu," kata Heri, suaranya sangat rendah dan stabil, mencoba menyuntikkan ketenangan ke dalam kepala Maman yang sedang bising oleh raungan mesin motor."Gini caranya. Tarik mundur semua informan fisikmu dari sekitaran hotel sekarang juga. Jangan ada yang nongkrong di radius satu kilometer dari Uluwatu.""Terus gimana sama bukti video di dalam kamarnya, Her? Anak buahku udah nggak bisa masuk lagi! Penjagaan Reno makin ketat kayak presiden!" seru Maman di seberang sana, suaranya masih tersenggal-senggal."Kita beralih ke taktik baru. Pakai peretasan digital," perintah Heri, matanya menyipit menatap kaca p

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 91

    Darah Heri mendadak berdesir kencang, sedingin es yang merayap di sepanjang tulang belakangnya. Panggilan telepon dari Maman yang penuh kepanikan itu mendadak terputus oleh suara gaduh, suara benturan keras, teriakan serak yang tertahan, dan bunyi kresek sinyal yang mati total."Man! Maman! Sialan!" Heri menggeram rendah, menjauhkan ponsel dari telinganya dan menatap layar yang kini menampilkan tulisan Panggilan Terputus.Otak taktis Heri berputar secepat kilat. Situasi di Bali telah berubah menjadi zona tempur yang mematikan.Di saat yang sama, ribuan kilometer dari pos jaga tempat Heri berdiri, atmosfer di dalam ruang bawah tanah (basement) utilitas hotel bintang lima di Uluwatu terasa begitu pekat oleh aroma oli, semen lembap, dan ancaman maut.Reno Baskoro berdiri dengan wajah bengis yang sangat kontras dengan piyama sutra atau jas mahal yang biasa ia kenakan di kompleks perumahan elitnya. Matanya merah menyala penuh amarah, menatap tajam ke arah seorang pemuda kurus, informan sur

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 90

    Rabu pagi, Reno resmi berangkat dinas. Kompleks mewah itu terasa sepi, seolah-olah sebagian besar energi kehidupan di klaster elit tersebut ikut terbawa pergi bersama mobil sedan mewah yang menjemput sang pengusaha subuh tadi.Namun, bagi Heri, keheningan di luar justru berbanding terbalik dengan apa yang terjadi di dalam kepalanya. Ketegangan di kepala Heri justru mencapai puncaknya. Setiap detik yang berdetak di jam dinding pos jaga terasa seperti bom waktu yang siap meledak.Sambil berjaga di pos, Heri terus memantau laporan demi laporan yang dikirimkan oleh jaringan Maman dari Bali melalui aplikasi pesan instan terenkripsi. Ponselnya yang diletakkan di bawah buku mutasi jaga tidak berhenti bergetar, memuntahkan rentetan data real-time yang krusial.Bzzzt.Heri menyambar ponselnya dengan cepat. Sebuah foto masuk. Itu foto Reno yang sedang bergandengan tangan dengan seorang wanita di lobi hotel bintang lima kawasan Uluwatu.Dari sudut pengambilan gambar yang agak tersembunyi di bali

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 68

    Ketakutan melihat kemurkaan Sintya yang bisa menghancurkan kontrak kerja sama bernilai miliaran rupiah dengan sekali jentikan jari, Baskoro tidak berani membuka mulutnya lagi.Pria paruh baya itu buru-buru menyambar draf pemecatan di atas meja marmer dengan tangan yang bergetar hebat, lalu

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 67

    Baskoro dan Teddy tersentak di tempat duduk mereka, seolah baru saja disengat aliran listrik ribuan volt. Bentakan kasar Sintya yang melengking tinggi membuat suasana di dalam ruang tamu bergaya modern itu terasa semakin mencekam.Namun, Sintya rupanya belum selesai menumpahkan seluruh dom

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 66

    Heri menekan Baskoro dengan suara baritonnya yang mengintimidasi, mengunci pandangan pria paruh baya itu agar tidak bisa mengelak lagi.Sembari menumpu kedua tangan kekarnya di atas meja marmer, Heri menyorongkan tubuhnya ke depan, memangkas jarak psikologis hingga Baskoro terpaksa bersand

  • Jatah Malam Nyonya Besar   BAB 62

    Kamar utama lantai dua menjadi saksi bisu gempuran liar Heri yang penuh letupan amarah dan frustrasi akibat dikhianati sistem. Di bawah temaram lampu tidur yang remang-remang, atmosfer kamar berubah mencekam sekaligus panas.Heri memperlakukan tubuh Sintya dengan beringas. Setiap entakan dan cengke

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status