แชร์

Servis Pagi Hari

ผู้เขียน: NomNom69
last update วันที่เผยแพร่: 2026-06-21 11:37:49

Juned bergerak cepat mencengkeram pergelangan tangan Caca, menahan gerakan jemari gadis itu yang semakin berani berusaha mengeluarkan kejantanannya dari balik celana. "Caca, jangan di sini, Ca," ucap Juned pelan dengan nada mendesak, matanya terus melirik cemas ke arah pintu.

Caca hanya tersenyum manis tanpa rasa takut, lalu membalas tatapan panik bosnya itu. "Nanggung, Pak... udah bangun begini kok," bisik Caca manja, justru semakin sengaja menggeliatkan pinggulnya di atas paha Juned.

Juned me
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Pulang Ke Pangkuan Sang Istri

    Juned merapikan kaos dan celananya yang agak kusut, lalu menyunggingkan senyum puas di bibirnya.Pria itu mematikan laptopnya, melangkah santai keluar dari ruang kerja tanpa ada beban sedikit pun.Bagi Juned dan Nayla, main belakang seperti tadi sudah jadi hal biasa yang sering mereka nikmati berdua.Juned melangkah santai menyusuri koridor rumah yang sepi menuju kamarnya.Saat melewati kamar Nayla, Juned sempat mengetuk pintunya pelan dua kali sebagai kode rahasia mereka.Dari dalam kamar, terdengar kekehan halus Nayla yang membalas ketukan tersebut dengan manja.Juned tersenyum miring, lalu memutar gagang pintu kamarnya sendiri dengan tenang.Namun begitu pintu terbuka, lampu meja rias mendadak menyala terang menyiram sudut ruangan.Ratna duduk rileks di tepi ranjang, menatap Juned dengan sebelah alis terangkat tinggi."Lama banget kamu di ruang kerja, Juned?" tanya Ratna santai tapi matanya meneliti tajam.Juned berjalan santai tanpa panik, langsung merebahkan diri di samping Ratna

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Hadiah Penuh Gairah

    Belum ada lima menit Juned memfokuskan pandangan ke layar laptop, pintu ruang kerja kembali berdecit pelan.Juned mendongak kaget saat melihat Nayla kembali melangkah masuk dengan mengunci pintu ruangan dari dalam."Lho, Nay? Ada yang ketinggalan?" tanya Juned heran sambil menatapi langkah adiknya yang terasa beda.Nayla tidak menjawab, hanya berjalan pelan mendekat dengan tatapan mata yang terkunci lurus pada Juned.Gaun tidur tipis berwarna putih satin yang dikenakan Nayla tampak mencetak jelas siluet lekuk tubuhnya.Nayla mengikis jarak, mendadak mendudukkan dirinya tepat di atas pangkuan Juned tanpa ragu sedikit pun.Juned tersentak kaku, kedua tangannya refleks terangkat di udara karena terkejut setengah mati."N-Nay... kamu ngapain?" bisik Juned dengan napas yang mulai tertahan di tenggorokan.Nayla mengalungkan kedua tangan halusnya di leher Juned, menatap mata pria itu dari jarak yang sangat dekat."Nay cuma mau kasih hadiah ucapan terima kasih yang beneran buat Mas," bisik Na

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Berbagi Kejutan

    Juned dan Ratna saling melempar tatapan heran melihat ekspresi misterius dari satpam kantor itu."Yaudah, yuk kita cek ke atas aja," ujar Ratna penasaran sambil menggerakkan dagunya ke arah lif.Mereka berdua naik ke lantai ruangan kerja Juned yang sudah tampak amat sepi.Di atas meja kerja Juned, tergeletak sebuah kotak kardus berukuran sedang dengan pita merah polos tanpa stiker pengirim.Juned melangkah mendekat ke mejanya, perlahan meraih cutter untuk memotong pita yang melingkari kotak tersebut.Ratna ikut berdiri rapat di sampingnya, mencondongkan badan penuh rasa penasaran.Saat tutup kardus dibuka, aroma wangi kue karamel hangat yang khas menyeruak memenuhi ruangan.Di dalam kotak itu terbaring rapi satu set kunci motor baru beserta berkas STNK atas nama Nayla.Di samping dokumen motor, terdapat sebuah kotak bekal berisi camilan kesukaan Juned dan secarik surat kecil.Juned mengambil surat itu, membacanya pelan dalam hati.'Ini kunci motor Nayla udah beres aku urus dokumennya

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Godaan, Sebuah Paket

    Wkwk sorry bro, gue kebablasan halu! Wkwk oke oke, kita reset balik ke rel cerita utama!Pelayan membuka pintu kayu berukir itu, memperlihatkan ruangan private yang tenang dan elegan.Di dalam ruangan, dua orang perwakilan klien bisnis sudah duduk menunggu di dekat jendela besar."Selamat siang, Bu Ratna, Pak Juned," sapa salah satu klien berdiri ramah menyambut kedatangan mereka.Ratna tersenyum profesional, mengulurkan tangan menjabat salam mereka. "Selamat siang, maaf ya kalau agak menunggu."Juned menarik napas lega, ikut menjabat tangan kedua klien itu lalu duduk berdampingan di sebelah Ratna.Mereka pun mulai membicarakan poin-poin penting kerja sama proyek dengan suasana yang serius namun santai.Di tengah-tengah penjelasan materi, jemari kaki Ratna di bawah meja perlahan bergerak nakal.Ujung sepatu tumit tinggi milik Ratna mendadak mengelus lembut betis kaki Juned dari balik celana kainnya.Juned langsung tersentak kaku, berusaha keras menahan ekspresi kagetnya di depan para

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Permainan Kolong Meja

    Juned tersentak kaget, refleks menahan napas saat jemari Caca makin berani merayap naik."Caca, kamu ngapain? Ini masih pagi di kantor," bisik Juned tegang, matanya melirik cemas ke arah pintu ruangan yang transparan.Caca hanya terkekeh manja, menatap Juned dengan pandangan berani yang membakar gairah."Pintu udah aku kunci kok dari dalam, Pak..." bisik Caca halus tepat di depan telinga Juned.Tanpa menunggu balasan, Caca perlahan meluncur turun dan berlutut tepat di kolong meja kayu yang luas itu.Jemari lentik Caca bergerak lincah dan cepat membebaskan kejantanan Juned dari balik celananya."Ca... ssshh... pelan-pelan," desah Juned tertahan, kepalanya mendongak pasrah saat udara dingin menyapa kulitnya.Caca mendekatkan wajahnya, memberikan hembusan napas hangat sebelum akhirnya menyapu lembut area sensitif itu dengan sentuhan bibirnya."Mnnngghh..." Juned merintih halus, matanya terpejam erat seraya jemarinya mencengkeram kuat pinggiran meja kayu.Caca makin gencar memanjakan June

  • Dimanja Nyonya Dan Nona Muda   Godaan dan Sindiran Manja

    Ratna menderai tawa kecil, menggelengkan kepalanya melihat wajah Juned yang memerah panik."Yaudah, Aku naik duluan ya," ujar Ratna santai sambil berbalik menuju lorong."Iya, Na... bentar lagi Aku naik ke atas," sahut Juned cepat, suaranya masih terdengar agak gugup.Ratna hanya melambaikan tangan tanpa menoleh, lalu melangkah santai menaiki tangga menuju kamarnya.Pintu kamar kembali tertutup rapat, menyisakan keheningan yang mendadak terasa begitu canggung.Nayla perlahan memunculkan kepalanya dari balik selimut, menatap Juned dengan pipi yang masih merona hebat."Bu Ratna... beneran denger semuanya ya, Mas?" bisik Nayla sangat pelan, jemarinya meremas selimut erat-erat.Juned menghembuskan napas panjang, mengusap wajahnya kasar sembari menatap ke arah pintu."Iya kayaknya, Nay..." jawab Juned canggung, menepuk pelan bahu Nayla yang terbuka.Nayla makin menunduk malu, menenggelamkan separuh wajahnya di atas bantal.Juned merapikan selimut yang menutupi tubuh Nayla, lalu bergerak pe

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status