Share

Bab 3 Memikat Jiwa

"Huhu."

Seluruh tubuh Dela beserta kepalanya dibenamkam ke dalam bak mandi. Tekanan kuat di kedua pundaknya membuat dia sulit bernapas di dalam air jadi dia hanya bisa melambaikan tangannya di udara secara brutal.

"Dela kenapa sebelumnya aku tidak menyadari kalau kamu begitu licik? Bisa-bisanya kamu memanggil polisi dan reporter kemari? Apakah kamu ingin mengumumkan ke seluruh dunia bahwa kamu sudah berhasil naik ke atas ranjangku lalu kelak memiliki hubungan denganku?" Fredy berteriak keras, tatapan dari sepasang matanya terlihat begitu mengerikan, emosinya seperti tidak bisa reda walaupun sudah merobek orang di dalam bak mandi ini.

"Sialan, ternyata plastik kecil berisi darah itu dipersiapkan agar reporter bisa memfotonya."

Fredy tidak pernah mengalami kejadian yang begitu menyedihkan seperti dikejar oleh reporter sampai ke dalam kamar mandi, untung saja polisi sudah mengusir para reporter itu terlebih dulu.

"Blub blub." Gelembung udara terlihat di permukaan air karena Dela yang tidak bisa mengendalikan napasnya.

Fredy menarik Dela keluar dari air, Dela langsung menarik napas sambil berkata, "Jangan, jangan." Sebelum Dela sempat menghembuskan napasnya, kepalanya sudah dibenamkan lagi ke dalam air, kedua tangannya memegang sisi bak mandi dengan kuat.

Setelah melakukan tindakan penyiksaan itu selama beberapa kali, Fredy akhirnya menarik Dela keluar dari air.

"Huh, haahh." Dela mendongakkan kepala lalu terengah-engah sambil tersedak. Air mulai mengalir keluar dari hidung dan mulutnya. "Apa kamu akan membunuhku?" tanya Dela sambil merintih ketakutan.

Sebenarnya Dela bukanlah wanita yang bernyali kecil, tapi sekarang dia benar-benar takut, dia akan langsung ketakutan setiap kali Fredy bergerak sedikit.

Melihat Dela yang terisak sambil gemetaran, Fredy mendorongnya lagi ke dalam bak mandi dengan kesal, "Kalau bukan karena takut mengotori tanganku, aku benar-benar akan membunuhmu."

Dela meringkuk di dalam air yang dingin, bibirnya yang sudah pucat terus gemetaran, rambutnya juga sudah menempel pada pipinya. Dia memeluk dirinya sendiri dengan kuat, tapi masih juga tidak bisa mengendalikan tubuhnya yang terus gemetaran.

"Apa yang ingin kamu dapatkan dengan mencari polisi juga reporter?" Fredy memegang sisi bak mandi sambil menatap Dela dengan tatapan tajam.

Dela menutup matanya, tidak ingin menyembunyikan apa pun. Dia lalu menjawab, "Menikah denganmu!"

Wajah yang semakin terlihat tampan ketika sedang emosi itu mendekat kepadanya, lalu Fredy berkata kasar, "Apa kamu pikir setelah adikmu kabur dengan orang lain, maka kamu sebagai kakaknya bisa menggantikan posisinya untuk menikah denganku?"

"Berita tentang pernikahan Keluarga Wijaya dengan Keluarga Brahman sudah diumumkan secara resmi, lalu sekarang Lily Brahma sudah kabur. Apakah kamu tidak membutuhkan pengantin pengganti? Aku percaya Keluarga Wijaya tidak akan bersedia menjadi bahan lelucon di industri bisnis!" ujar Dela yang berada di dalam air sambil mengabaikan tatapan sinis Fredy.

Fredy menaikkan alisnya lalu berkata dengan nada penuh sarkas, "Menurutmu apakah dengan standar seperti aku ini bisa menikah dengan sembarangan orang setelah pengantinku kabur?"

"Aku bukan sembarangan orang, namaku Dela Amanda. Aku memiliki gelar master, tahun ini berumur 24 tahun. Sekarang aku adalah sekretaris Presdir Perusahaan Wijaya yaitu sekretarismu." Dela tidak bermaksud untuk bercanda, dia sangat serius memperkenalkan dirinya sendiri sekalian menggunakan cara lain untuk memberitahu Fredy bahwa dirinya bukan orang sembarangan.

Saat ini, tatapan mata Fredy tidak bisa menahan rasa tertarik yang lebih mendalam kepadanya lagi. Dela berendam di dalam air dengan kedua lengannya terlipat di depan dada sehingga tanpa sengaja memperlihatkan sebuah belahan yang sangat menggoda. Air jernih yang melekat pada tubuhnya terlihat seperti batu giok serta bekas ciuman yang tadi Fredy tinggalkan karena terlalu bergairah terlihat begitu istimewa.

Terlihat ada rasa sakit juga malu pada wajah oval Dela, bulu mata yang awalnya terlihat lentik menjadi menyatu karena basah. Mata aprikotnya yang berair, bibir di bawah hidungnya yang terlihat merah dan bengkak karena ciuman Fredy tadi.

Dela yang sekarang ini berada dalam air mirip seperti boneka animasi yang sangat menggoda juga memikat jiwa.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status