Share

Bab 4 Harapan Bodoh

Fredy saat ini mengedipkan mata berusaha untuk menekan gairah pada bawah perutnya yang bergejolak, dia lalu berkata dengan nada yang semakin dingin, "Kamu kira hanya dengan latar belakang seperti itu maka kamu berhak menggantikan Lily menikah denganku?"

Fredy langsung berdiri tegak lalu berkata dengan kejam tanpa menunggu Dela menjawab, "Aku beri tahu kamu, aku bisa menerimamu di atas ranjang karena bagaimanapun juga postur tubuhmu bagus, bagian bawahmu juga kencang sehingga bisa membuatku puas, jangan memiliki harapan bodoh untuk menjadi istriku!"

Ucapan Fredy ini membuat Dela merasa sangat malu juga terkejut, wajahnya terlihat pucat juga merah.

Fredy berjalan keluar dari kamar mandi, lalu tidak sampai satu menit kemudian dia masuk lagi sambil membawa satu lembar cek, "Ini cek senilai 20 miliar untukmu, bahkan walau itu adalah kamu, juga sudah termasuk uang dalam jumlah besar! Aku tidak berharap kamu melakukan keributan lagi untuk masalah ini karena pada akhirnya reputasimu sendiri yang akan menjadi buruk! Aku sama sekali tidak peduli bagaimana industri bisnis melihatku! Selain itu biarkan aku beri tahu kamu, aku akan menyuruh bagian keuangan untuk membayar gajimu lebih banyak dua bulan, mulai besok kamu tidak perlu datang bekerja lagi!"

Setelah selesai berbicara, Fredy lalu memakai jasnya dan berbalik pergi.

***

Dela terhuyung-huyung masuk ke dalam rumah dengan tubuhnya yang basah kuyup, pikirannya yang dipenuhi dengan ekspresi merendahkan juga cemooh dingin Fredy membuat dirinya merasa kecewa.

"Wah, Nona Besar Amanda masih tahu untuk pulang? Aku kira sudah tidak bisa pulang karena terlalu menggila di luar?" ujar Cindy Brahma sambil tersenyum dengan sinis.

Dela mengabaikannya lalu langsung naik ke atas, sekarang dia sama sekali tidak memiliki tenaga untuk berdebat dengan Cindy, Dela hanya ingin mencari tempat untuk tidur.

"Menjadi orang harus mengerti tata krama, kalau tidak hanya akan dikatakan orang sebagai orang yang tidak dididik oleh ibunya makanya tidak mengerti tata krama!" Cindy berdiri dari sofa lalu berjalan ke depan Dela.

Delo menoleh tanpa tenaga lalu berkata, "Hari ini aku benar-benar tidak ada tenaga untuk mendengar senior seperti Anda berbicara tentang tata krama, jadi tolong minggir aku ingin naik ke atas!"

Cindy tidak akan melepaskan Dela begitu saja, dia lalu meneruskan ucapannya dengan tenang, "Tidak ada tenaga? Benar-benar ingin tahu apa yang sudah lakukan semalaman sampai tidak tidur? Apakah terlalu lelah sampai tidak ada tenaga untuk berbicara lagi?"

Dela berkata sambil tersenyum getir, "Bibi apakah kamu bisa tidak tahu apa yang sudah aku lakukan semalam?"

"Sikap macam apa kamu ini? Apakah ini sikap yang seharusnya ada saat berbicara dengan senior? Seorang gadis yang masih belum menikah ternyata malah bersama dengan pria di hotel, bahkan reporter masih mendapatkan foto yang tidak senonoh. Apakah kamu tidak merasa bersalah? Lihatlah tindakanmu yang memalukanmu ini!" Cindy melemparkan koran pagi tadi ke wajah Dela.

Koran itu jatuh ke atas lantai setelah mengenai wajah Dela. Dela yang sudah lama menahan emosi dari hinaan ibu tirinya ini akhirnya tidak bisa menahan lagi sekarang, "Apa hakmu menyalahkan aku? Apa hakmu menyindirku? Kamu bertanya kepadaku apa yang aku lakukan semalam? Apakah kamu bisa tidak tahu? Jelas-jelas semua ini adalah rencanamu, sekarang misimu sudah selesai, apa lagi yang kamu inginkan?"

Plak!!!

Sebuah tamparan keras di pipi Dela terdengar, pelayan yang baru saja berjalan masuk terkejut tapi dia dengan cerdiknya berpura-pura tidak melihat, meneruskan pekerjaannya membersihkan ruang tamu.

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status