Share

Bab 1042

Author: Musim Gugur
Liana bertanya, “Apa kita pergi sekarang?”

“Ngapain pergi? Pertunjukan baru dimulai. Apa kamu nggak ingin lihat?” Thalia duduk di sofa. Terlintas ekspresi sinis di wajahnya.

“Tentu saja mau!” balas Liana dengan antusias tinggi. Dia menuangkan segelas anggur kepada Thalia. “Sebelumnya kita sudah pasang kamera di dalam sana, kita bisa menyaksikannya dari ponsel.”

Thalia berkata dengan tersenyum, “Kita juga bisa dengar secara langsung!”

Begitu ucapan dilontarkan, tetiba pintu ruangan didobrak. Lela
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dyandra Mulya
Hukum THALIA setara dgn kejahatan yg dia coba lakukan pd Sonia !!!
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2882

    Saat perjalanan pulang ke perusahaan, semakin dipikir-pikir, Ingga pun merasa semakin marah saja. Dia menelepon Roger untuk memberi tahu semua yang terjadi di perusahaannya tadi.Roger berkata dengan kaget, “Aku tidak suruh orang untuk cari There!”Ingga berucap dengan gusar, “Jadi, ada orang yang sengaja ingin menjebak bos kami? Untung saja, hari ini bos kami ada urusan mendadak, makanya aku gantiin dia kemari. Kalau nggak, mereka pasti akan kesampaian!”Roger terdiam sejenak, lalu berkata dengan nada dingin, “Aku akan selidiki masalah ini, lalu beri penjelasan kepada There.”Roger berpesan lagi, “Beberapa hari ini, kamu suruh There lebih hati-hati. Beri tahu There, kalau ada urusan, aku akan langsung telepon dia, tidak akan melewati asisten mana pun.”“Oke!”…Setelah panggilan diakhiri, Roger segera menghubungi Jovita, “Ibu, kamu lagi di mana?”Jovita sedang bermain kartu. Dia sedang merasa sangat gembira karena menang banyak hari ini. “Aku lagi main kartu sama temanku. Ada apa?”Ro

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2881

    “Lho, kenapa Nona Theresia malah marah?” kata Ethan dengan tersenyum sinis, “Semalam kamu bersulang kepadaku. Kamu sangat lembut ketika nyanyi bareng aku semalam!”Brevi yang berada di samping tertawa terbahak-bahak.Seseorang membuka pintu ruang tamu. Tidak lama kemudian, orang-orang berkumpul untuk menyaksikan keramaian, bahkan ada yang memotret dan merekam.Raut wajah Ingga sungguh kelihatan gusar. “Kalau kalian sembarangan bicara lagi, nanti aku akan lapor polisi buat tuntut kalian sudah melakukan pemfitnahan!”“Kamu bilang siapa yang memfitnah?” Ethan tersenyum dingin sembari menunjukkan ekspresi tidak takutnya. “Lebih baik Nona Theresia segera lapor polisi saja. Bisa jadi, kelak reputasimu di Kota Jembara akan semakin besar lagi. Kamu itu hanya seorang humas. Kamu berbisnis dengan mengandalkan kecantikanmu untuk menggoda pria. Jangan kira kita semua tidak tahu!”Orang di luar ruangan sana mengirim video kepada Agnes. Agnes pun dengan puas mengirimnya kepada Jovita. Setelah membuk

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2880

    Pada hari Kamis, Theresia menerima sebuah panggilan dari asistennya Roger. Nada bicaranya terdengar sungkan. “Nona Theresia, aku asistennya Tuan Roger. Kata Tuan Roger, kontrak kerja sama kedua perusahaan kita sudah hampir jatuh tempo, jadi butuh tanda tangan lagi untuk melanjutkan kontrak.”Theresia mengira Roger sedang sibuk, itulah sebabnya asisten Roger yang menghubunginya. Setelah memeriksa tanggal kontrak, memang sudah hampir berakhir.“Oke, apa ada yang perlu ditambahkan lagi dalam kontrak baru?” tanya Theresia.Asistennya Roger membalas, “Ada. Apa Nona Theresia bisa ke perusahaan sekarang? Kita bahas secara langsung!”“Boleh.” Theresia melihat jam sekilas. “Aku bisa sampai perusahaan kalian sebelum jam sebelas.”“Oke. Kamu bisa telepon aku setelah sampai nanti,” kata asisten dengan ramah.Theresia mengakhiri panggilan, lalu mencari keluar kontrak kerja sama Perusahaan Manthana. Setelah membaca dengan saksama, dia pun berdiri berencana pergi ke perusahaan Roger.Saat keluar ruan

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2879

    Setengah badan Theresia merinding. Dia merasa arwahnya sudah bukan miliknya saja.…Di area ruangan bawah tanah vila ini, efek kedap suara di bioskop pribadi ini paling bagus. Mereka pun bisa bersikap semena-mena, tanpa perlu berpikir terlalu banyak.…Saat kembali ke Kediaman Keluarga Angsara, langit sudah gelap. Theresia memberikan hadiah yang dia beli tadi kepada Aska dan yang lain.Jemmy tersenyum cerah. “Kamu juga beli untuk aku?”Aska mengambil pakaiannya dengan ekspresi bangga. “Kamu bisa dapat juga berkat aku!”Jemmy tidak perhitungan dengannya. Lagi pula, dia tahu dia bisa mendapatkan hadiah berkat siapa.Julia melihat Theresia membeli hadiah untuk dirinya. Dia pun merasa sangat gembira. “Morgan, sudah merepotkanmu.”Morgan melirik Theresia sekilas. Dia berkata dengan tersenyum, “Nggak, sudah seharusnya.”Theresia berjalan ke sana, lalu membantu Julia untuk memakaikan gelangnya. Morgan berinisiatif untuk berkata, “Cocok sekali dengan Bibi Julia.”Julia mengangkat pergelangan

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2878

    Theresia bertanya, “Ada urusan?”Roger membalas dengan pengertian, “Kita bicara lagi setelah makan.”Theresia melirik raut wajah pria di hadapannya. Dia takut tidak bisa melanjutkan makannya dengan tenang. Dia pun berkata dengan tersenyum, “Katakan saja sekarang!”Roger berkata, “Aku ingin diskusi masalah wasiat Nenek sama kamu. Kalau kamu ada waktu pada hari Senin nanti, kita pergi ke notaris untuk lakukan pembagian warisan sesuai dengan wasiat mendiang.”Theresia mengangguk. “Oke!”“Kalau begitu, kamu makan dulu. Nanti kita baru bahas detailnya.”Theresia memutuskan panggilan. Dia mengangkat kelopak matanya menatap tatapan dingin si pria.Morgan bertanya, “Kenapa masih ikut campur dengan masalah Keluarga Manthana?”Theresia menceritakan kembali masalah Roger memohonnya. “Dia nggak ingin mahar yang disimpan Nenek Riana seumur hidup malah dihambur-hamburkan oleh ayah dan pamannya. Jadi, kami sudah berdiskusi. Aku akan mewarisi mahar Nenek Riana. Kemudian, aku akan membuka harga secara

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2877

    Di bawah tekanan mengerikan, pria berkaus hitam menyerahkan ponselnya dengan tangan gemetar.Saat Morgan mengambil ponsel, jari tangan pria segera menempel di atas layar. Ponsel pun langsung terbuka.Kali ini, pria berkaus hitam benar-benar terbengong. Ada banyak rahasia di dalam ponselnya, biasanya dia membuka kunci dengan sidik jari manisnya. Tadi, dia sama sekali tidak membuka ponselnya di depan pria itu, tetapi pria itu justru tahu jari mana yang dia gunakan untuk membuka kunci. Selain itu, gerakannya sangat cepat dan tepat, jelas bukan sesuatu yang bisa dilakukan orang biasa.Morgan membuka ponsel itu. Dia dengan cepat menemukan ada fotonya dan Theresia yang dipotret oleh pria berkaus hitam.Morgan mendengus dingin. “Siapa yang suruh kamu foto?”Pria berkaus hitam hanya menatap Morgan tanpa berbicara. Mengkhianati klien sama dengan menghancurkan kariernya di kemudian hari. Dia telah menandatangani perjanjian kerahasiaan. Dia juga adalah seseorang yang memiliki etika profesional!M

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 766

    Reza mengerutkan keningnya. “Kenapa kamu bisa berpikir seperti ini?”“Kamu janji sama aku!” Sonia mencubit pinggang Reza.Reza terdiam sejenak, lalu membalas dengan serius, “Tidak, aku tidak bisa melakukannya. Mungkin dulu aku bisa menyetujui permintaanmu, tapi sekarang aku sudah berubah pikiran. Kala

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 737

    Hanya saja, masalah ini sudah di luar dugaan Stella.Bahkan Reviana juga merasa kaget. Dia memalingkan kepalanya melihat Hendri. “Siapa yang membuang begitu banyak anak?”Mungkin Sonia memang sanggup untuk memasang papan iklan di Celestial Hotel. Hanya saja, sepertinya Sonia tidak akan sanggup untuk m

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 786

    Langit pun sudah terang ketika Johan menyadarkan diri. Cahaya matahari yang menyilaukan mata memancar ke atas seprai biru tua. Hari ini adalah malam hari raya. Suara petasan samar-samar terdengar di luar sana. Johan perlahan menutup matanya dengan tangannya dari silau matahari. Tiba-tiba dia membaya

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 808

    Hari ini Sonia menerima panggilan dari Hendri.Suara Hendri masih lembut seperti biasa. Namun, jika didengar dengan saksama, sepertinya dia menjadi lebih segan. “Sonia, hari ini ada kumpul keluarga di rumah. Kamu hadir, ya. Waktu hari raya kemarin, kamu tidak pulang ke rumah. Kakek dan nenekmu sangat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status