Share

Bab 1800

Author: Musim Gugur
Polisi datang untuk mengumpulkan barang bukti di lantai tiga. Ranty menyuruh penanggung jawab untuk menenangkan korban yang terluka. Mereka disuruh untuk mengobati luka mereka terlebih dahulu. Nanti, Ranty akan memberi mereka kompensasi dalam bentuk uang.

Selagi Ranty sedang mengurus yang lain, Sonia memanfaatkan kesempatan untuk pergi ke toilet. Dia mencuci telapak tangannya yang dipenuhi dengan bercak darah. Tiba-tiba Sonia membalikkan tubuhnya bersandar di wastafel sembari memikirkan sesuatu.

Kotak musik dikirim dari luar negeri. Hanya saja, orang yang ingin mencelakai Ranty belum pasti berasal dari luar negeri.

Biasanya Ranty memang selalu bersikap semena-mena, terutama ketika menghadapi wanita-wanita yang ingin menggoda Matias. Bisa jadi dia telah menyinggung banyak orang.

Hanya saja, orang yang menginginkan nyawa Ranty pasti memiliki dendam yang cukup dalam terhadap Ranty. Seharusnya orang itu memiliki kekayaan dan juga kekuasaan. Jika tidak, orang itu pasti tidak berani menying
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Dyandra Mulya
Jika bener² Suka itu ya Bersikap Melindungi & justru Was² beri peringatan spontan pd Ranty. Bukan malah Mundur...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2634

    Suasana terlalu hening. Theresia hendak mengatakan sesuatu, tetapi dia tidak memiliki topik pembicaraan, sengaja mencari topik. “Jane orangnya imut, ya? Seandainya ada orang berkarakter lincah sepertinya di dalam regu, suasana kerja setiap hari juga akan terasa sangat santai. Contohnya seperti asistenku, si Ingga, biasanya dia sangat cerewet. Tapi kalau dia nggak di kantor, aku akan merasa nggak terbiasa.”Pria itu mengeluarkan respons yang sangat singkat. “Emm.”Balasan itu membuat Theresia langsung menelan kembali kata-kata yang hendak dilontarkannya lagi.Saat Theresia hendak melanjutkan suasana hening ini, tiba-tiba Morgan bersuara, “Kalau kamu tidak ada urusan dalam dua hari ini, gimana kalau kamu ikut aku pulang untuk kunjungi Kakek?”Ekspresi Theresia tertegun sejenak. Dia bertanya dengan suara ringan, “Apa kondisi tubuh Kakek Jemmy baik-baik saja?”“Baik.”Theresia menurunkan kelopak matanya dan berkata, “Aku nggak pamitan sama Kakek saat pergi dari Kota Atria waktu itu.”Morga

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2633

    Hanya saja, kedengarannya Jane yang menang.Theresia berjalan lebih lambat setengah langkah daripada Morgan. Tersembunyi di balik sosoknya yang tinggi dan gagah, tangan Theresia tergenggam erat oleh tangannya, mengikuti setiap langkahnya.Di sekeliling begitu sunyi, hingga Theresia bisa mendengar dengan jelas suara daun tertiup angin, suara pasir di anak tangga yang terinjak sepatu, dan suara detak jantungnya sendiri yang berdegup dengan penuh semangat.…Setelah menuruni pegunungan, mereka pun bertemu dengan Julia yang sedang menunggu mereka.Sebelumnya Julia sempat telepon, Theresia mengatakan bahwa mereka baik-baik saja dan estimasi waktu mereka kembali ke vila. Hanya saja, Julia tetap merasa tidak tenang. Dia mengendarai mobil ke kaki gunung untuk menjemput mereka.Setelah mendengar kabar Jane terluka, raut wajah Julia langsung berubah. Hanya saja, dia malah melihat Jane langsung melompat turun dari punggung Lovin dengan lincah. “Nggak apa-apa, cuma terkilir saja, sudah sembuh juga

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2632

    Theresia juga mengambil tas rangka lukisan Steffie untuk memikulnya. “Biar aku pikul saja. Kamu ke depan untuk terangi jalan Lovin. Kamu juga mesti hati-hati!”Steffie berterima kasih kepada Theresia, lalu mengambil senter berjalan ke hadapan Lovin untuk menerangi jalannya.Morgan dan Theresia berjalan di belakang. Mereka berdua memikul tas rangka lukisan yang berat, tetapi langkahnya sangat ringan bagai sedang berjalan di permukaan datar saja.Saat berjalan di area jalan pegunungan yang agak curam, Morgan memalingkan kepalanya berkata kepada Theresia, “Berikan tas rangka lukisanmu kepadaku juga!”“Nggak usah!” Theresia tersenyum tipis. “Aku masih bisa memikulnya. Kalau nggak bisa, aku pasti akan cari kamu!”“Pegunungan sudah mulai berembun. Anak tangga pasti sangat licin. Kamu juga mesti lebih hati-hati!” ucap Morgan, lalu mengulurkan tangan kepada Theresia.Tangan Theresia sempat melintas di telapak tangannya yang lebar dan hangat. Jantungnya berdebar lebih cepat, tetapi dia tidak me

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2631

    Theresia berdiri di atas sebongkah batu, lalu melambaikan tangan ke sisi Morgan. “Kamu lihat sebelah sana.”Morgan berjalan ke sana, lalu melihat ke arah yang ditunjuk Theresia. Samar-samar terlihat beberapa bangunan berdiri di lereng setengah gunung.“Ada apa?” tanya Morgan.“Apa ada orang yang tinggal di sana?” tanya Theresia.Morgan menggeleng dengan perlahan. “Tidak ada yang tinggal di sana. Itu tempat istirahat sementara yang disiapkan khusus untuk orang-orang yang naik gunung.” Theresia mengangguk dengan perlahan dan ingin pergi melihat. Hanya saja, jika pulang pergi, langit pasti sudah gelap, jadi dia menyingkirkan pemikiran itu.Morgan yang memiliki tatapan tajam itu dapat membaca isi hati seseorang. Dia berkata dengan suara datar, “Hari ini sudah kemalaman. Lain kali aku akan bawa kamu ke sana. Tapi, tidak ada yang seru di sana, cuma beberapa gubuk kayu saja.”Theresia tersenyum. “Kamu pernah ke sana?”Morgan duduk di atas bebatuan, lalu melipat kakinya. “Sewaktu kecil dulu,

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2630

    Morgan berkata, "Kamu memang pintar dalam menghibur diri sendiri!”“Tentu saja!” Theresia melihat pohon pinus di kejauhan. “Lagi pula, apa yang dia katakan juga sangat masuk akal.”“Masuk akal apanya?” Morgan memalingkan kepalanya untuk menatap Theresia. "Bunga di cermin dan bulan di air?”Tidak masalah jika Morgan tidak menyinggungnya. Begitu diungkit, Theresia langsung tak bisa menahan diri. Senyumnya merekah di wajahnya. Sepasang mata indahnya juga berkilau seperti bintang.Setelah puas tertawa, Theresia mengulurkan tangan ke arahnya. “Kembalikan kepadaku!”“Apa?” tanya si pria.“Jimat itu dibeli dengan harga 400 ribu. Jimat itu bisa membuat pikiranku semakin jernih,” ucap Theresia.Morgan mengeluarkan jimat dari saku celananya, lalu mengembalikannya kepada Theresia. “Apa kamu berencana menyembahnya setelah pulang nanti?”Theresia tidak menghiraukan sindiran Morgan, melainkan melipat jimat dengan saksama, meletakkannya ke dalam saku celana. Setelah itu, dia memalingkan kepalanya unt

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2629

    Theresia spontan melihat ke dalam bangunan. Jendela kayu berjeruji memantulkan sinar matahari. Cahaya berkilauan memenuhi pandangan hingga apa pun tidak terlihat jelas itu, justru menambah kesan misterius.Tak lama kemudian, biksu tua itu keluar dari bangunan, lalu menyerahkan selembar kertas jimat kepada Theresia. “Kenakan di tubuhmu. Nanti pikiranmu otomatis akan terasa jernih. Segala sesuatu di hatimu akan terasa jelas.”Sebenarnya Theresia tidak terlalu percaya pada hal semacam itu. Hanya saja, dia merasa tersentuh ketika melihat biksu tua yang begitu baik hati. Dia menerimanya dengan penuh hormat, memegangnya dengan kedua tangan. “Terima kasih, Master!”“Jangan sungkan!” Senyuman biksu itu semakin ramah lagi. “Nak, coba lihat kemari!” Usai berbicara, biksu itu menarik seutas tali dari lehernya, ada sebuah papan kecil digantung di atas tali. Di atasnya adalah barcode pembayaran.Biksu tua itu berkata dengan tersenyum, “Empat ratus ribu. Mohon dibayar.”Theresia menatapnya dengan te

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status