MasukPagi harinya, Kelly mengikuti Edwin pergi melihat gedung. Dia belajar bisnis dari Edwin. Setelah pulang, dia pun lembur untuk menulis laporan. Malam harinya, dia pun menyusun kembali apa yang dipelajarinya di pagi hari. Kemudian kembali membuat lukisan desain Kempinski.Jason yang diabaikan itu merasa sedikit kesal, bahkan merasa agak depresi. Saat tengah malam, seringkali dia berdiri di depan ruang baca sembari menatap Kelly dengan kesal. “Sayang, bekerja keras dan bekerja tanpa memikirkan nyawa itu dua hal yang berbeda!”Kelly mengangkat kepalanya. Ketika melihat Jason sedang bersandar di kusen pintu, wajah tampannya memang kelihatan agak suram, tetapi tatapannya yang tajam tersimpan rasa sakit dan tidak berdaya.Kelly tersenyum. “Aku masih ada sedikit ide. Aku ingin segera melukisnya. Kalau nggak, bisa jadi aku akan melupakannya besok. Kamu tidur dulu.”Jason menghela napas. “Kita sudah tiga hari tidak bermesraan.”Cahaya lampu memancarkan lapisan sinar lembut yang bergradasi di waj
“Apa kamu masih bersama dengan Tuan Jason?”“Iya!”“Tidak peduli siapa kekasihmu, kita juga tergolong teman lama. Kalau ada apa-apa, kamu bisa cari aku setiap saat.”“Oke!” Kelly tersenyum. “Kamu pergi sibuk dulu. Aku juga mau ke sana.”Kenneth tersenyum. “Oke, pergilah!”Kelly sedikit mengangguk, lalu membalikkan tubuhnya untuk berjalan ke dalam ruang VIP.Kenneth berdiri di tempat sembari menunjukkan ekspresi merenung sesuatu. Beberapa saat kemudian, dia mengeluarkan ponsel untuk menelepon. “Willie, ini aku Kenneth.”Sebelumnya saat mencari orang untuk mendesain gedung, ada yang merekomendasikan Willie kepada Kenneth. Mereka berdua pernah bertemu beberapa kali. Hubungan mereka juga tergolong bagus.Willie berkata dengan tersenyum, “Tuan Kenneth!”Kenneth berbasa-basi dengan Willie duluan, baru bertanya, “Gimana kabar Kelly di perusahaan pada belakangan waktu ini?”Willie sedang bekerja. Dia mengamati sekeliling, lalu berdiri pergi mencari tempat yang agak terpencil, baru berkata, “Tu
Mereka berdua mengobrol beberapa saat, lalu masing-masing kembali bekerja. Kelly menerima panggilan dari Edwin untuk menetapkan waktu dan tempat ketemuan. Setelah itu, Kelly membereskan barangnya dan bergegas ke sana. Mereka masih berkunjung ke proyek perumahan milik Kempinski. Proyek tersebut sudah memasuki tahap akhir. Berhubung pembangunan masih berlangsung, area proyek dipenuhi berbagai pekerja dan cukup berantakan. Edwin meminta Kelly untuk tetap berada di sisinya dan jangan berjalan-jalan sembarangan.Edwin pergi menemui seorang penanggung jawab proyek dan meminta gambar konstruksi untuk diberikan kepada Kelly, agar dia dapat melihat sendiri.Cuaca di bulan Juni sangat panas. Matahari terasa sangat terik. Hanya berdiri di bawah sinar matahari selama beberapa saat saja, sudah membuat seseorang seolah-olah merasa tubuhnya akan terpanggang hingga kering saja.Kelly mencari tempat yang teduh untuk duduk, lalu mempelajari tata letak kawasan perumahan dengan serius.Setengah jam kemud
Kelly langsung datang untuk bersandar. Dia menggenggam jari tangan berlekuk itu, lalu mengangkat bola matanya dan berkata, “Tebak apa yang baru aku pikirkan tadi?”Jason mengangkat alisnya. “Apa kamu merasa suamimu ganteng sekali?”Kelly membenamkan wajahnya ke bagian pinggang Jason sembari menahan tawanya. “Tuan Jason, sejak kapan kamu nggak narsis lagi?”Jason membalas dengan tenang, “Aku memang ada persyaratan.”Suara tawa Kelly semakin kuat lagi.Jason mencubit pipi Kelly. “Kamu masih belum kasih tahu aku, apa yang kamu pikirkan?”Kelly memalingkan kepalanya untuk melihat kemari. Sepertinya karena tertawa terlalu kuat, air matanya pun membasahi bagian bulu matanya. Matanya tampak berkilauan. Pipinya juga sedikit merona. “Aku lagi berpikir, aku benar-benar beruntung bisa bertemu dengan Jason.”Tatapan hangat Jason semakin mendalam. Dia membungkuk untuk mencium ujung mata Kelly, lalu beralih mencium pipi lembut sang wanita. “Sayang, kamu masih bisa lebih beruntung lagi, contohnya sur
Laporan ditulis dengan sangat cepat. Kelly menyelesaikannya dalam waktu tak sampai setengah jam. Setelah memeriksa sekali lagi, Kelly pun mengirimkannya ke alamat e-mail Meagan.Kelly meregangkan tubuhnya, kemudian mengirim pesan kepada Jason. [ Kak Jason, aku sudah selesai. Aku tunggu kamu, ya. ]Jason membalas dengan cepat. [ Segera. ]Selagi menunggu Jason, Kelly membuat catatan terpisah mengenai pemikirannya setelah melakukan survei lapangan. Setelah Jason tiba di bawah gedung, dia menghubungi Kelly. Kelly mematikan komputernya, mengambil tas, lalu berlari dengan langkah kecil untuk memasuki lift.Saat memasuki mobil, wajah bulat Kelly kelihatan memerah. Mata besarnya juga semakin hitam dan berkilauan. “Tiga menit. Cukup cepat, ‘kan!”Jason melihat wajah imut Kelly, lalu spontan ingin mengangkat tangannya untuk mencubit Kelly sejenak. “Apa kamu merasa capek? Aku sudah suruh Bi Linda untuk bujukin Yana makan. Sekarang, aku bawa kamu pergi makan enak.”Kelly menggeleng. “Akhir pekan
Pada akhirnya, pria itu berkata, “Semua ini bukan hasil bualanku sendiri. Sepengetahuanku, bos dari Kempinski juga sangat mementingkan soal fengsui. Lebih tepatnya, setiap bos properti pasti akan mementingkannya.”Kelly menunjukkan ekspresi merenung, lalu bertanya dengan tersenyum, “Kamu begitu memahaminya, jangan-jangan dulu kamu juga pernah melakukan desain bangunan?”“Apa kamu menyadarinya?” Pria itu tersenyum lantang. “Aku sudah bekerja selama 20 tahun. Aku sudah mendesain ratusan proyek perumahan, dari yang besar maupun kecil. Tapi lucunya, aku sendiri bahkan tidak mampu membeli satu rumah pun di Kota Jembara.”“Kemudian, aku memutuskan berhenti kerja dan terjun ke dunia bisnis. Sekarang, hanya dengan mengerjakan beberapa proyek saja, aku sudah bisa menghasilkan uang sebanyak yang dulu harus kuperjuangkan selama 10 tahun. Sekarang, aku sudah mampu menyiapkan uang untuk anak laki-lakiku menikah nanti.”Kelly memang belum memiliki banyak pengalaman dalam mendesain proyek perumahan.
Aska menatap Jemmy sembari memikirkan sesuatu. Dia pun mengangguk dengan perlahan. “Aku mengerti!”“Baguslah kalau mengerti. Sekarang tes DNA masih belum dilakukan, wajar kalau Julia tidak memiliki perasaan terhadap Hallie. Semuanya kita bicarakan lagi setelah melakukan tes DNA. Jangan sampai sebelu
“Nggak mungkin!” Theresia menarik erat tali di tangannya. Pria bertopeng pun mengeluarkan suara mendengus.Theresia melonggarkan talinya, lalu kembali bersuara, “Lepaskan kami. Kalau nggak, jangan harap kamu bisa hidup!”Tiba-tiba pintu yang tertutup rapat ditendang dengan keras. Angin dingin beremb
Saat pelayan wanita ragu untuk membuka pintu kamar tamu atau tidak, pelayan wanita lain yang datang mengantar teh pereda mabuk mendorong pintu kamar, tetapi pintu kamar tidak bisa dibuka. Dia pun bergumam dengan ragu, “Kenapa pintunya tidak bisa dibuka?”“Aku ada kuncinya!” Pelayan wanita yang menga
Selama beberapa hari ini, Roger tidak istirahat dengan baik. Kantong matanya gelap. Tatapannya juga kelihatan suram. Dia menatap Jovita dengan tatapan mendalam.Jovita ditatap hingga hatinya terasa bergetar. “Tatapan apa itu?”Roger berkata dengan tersenyum sinis, “Ibu sudah punya pemikiran ini seja







