Share

Bab 281

Author: Musim Gugur
Tasya dan Sonia berjalan menuruni tangga spiral bersama. Semua orang serempak berdiri dan menatap kedua perempuan itu dengan takjub.

Joko juga berdiri. Dia menatap terpaku Tasya yang mengenakan gaun panjang seputih salju, berdiri terpelongo seolah telah kehilangan jiwanya.

Tasya bersikap seolah tidak melihat Yoko di sana. Dia hanya tersenyum manis dan berkata, “Selamat datang di rumahku. Kenalkan, ini temanku, Sonia.”

Setelah itu, Tasya juga berkata pada Sonia, “Sonia, ini teman sekelasku, Deska, Amanda, Fanny ....”

Tasya memperkenalkan mereka satu per satu. Sonia dan Deska serta yang lainnya saling menyapa. Setelah sesi perkenalan, Deska baru memiliki kesempatan untuk bertanya, “Tasya, ini rumah kamu?”

Sonia tersenyum dan mengangguk, “Iya. Maaf, selama ini aku nggak pernah ajak kalian ke rumahku. Sekarang kalian sudah datang. Lain kali kalian bisa sering-sering main ke rumahku.”

Semua orang tercengang, termasuk Yoko. Amanda yang dari keluarga cukup mampu mengenal beberapa orang kaya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Dyandra Mulya
Bullshit, Dasar Pembual Payah kamu Yoko ! Sudah Putus dgn Rani apa'an? Orang malah tinggal 1 atap gitu sm si PELAKOR itu. Cowok kok gak punya malu, masih Ngemis² Cinta Tasya, di saat sdh berkubang Lumpur Kenista'an dgn Cewek jalang modelan Rani itu, Menjijikkan sekali.
goodnovel comment avatar
Nora Alyahas Irham Jasmin
Saya menunggu episode seterusnya please percepatankan...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2657

    Saat Theresia pulang, dia sengaja melirik sekilas ke luar jendela. Dia melihat lampu di kamar Morgan masih dalam keadaan menyala.Setelah memasuki vila dan memasuki ruang tamu, Theresia melepaskan jaketnya. Dia pergi mengambil kotak P3K, lalu pergi mengetuk pintu.“Masuklah!” balas si pria dengan suara rendah.Theresia membuka pintu. Tampak Morgan duduk di depan meja baca sembari membaca beberapa dokumen. Dia meletakkan jaket Morgan ke atas sofa, lalu berkata, “Aku letakkan pakaianmu di sini.”“Emm!” Pria itu juga tidak mengangkat kepalanya, hanya bersandar di tempat duduknya.Theresia membawa kotak P3K ke dalam. Dia sedang mempersiapkan sembari berkata, “Lepaskan pakaianmu. Ganti perban.”Kali ini, Morgan baru melirik Theresia sekilas, lalu mulai melepaskan kancing.Theresia menatap lurus ke depan. Setelah Morgan menarik lengan baju ke bawah, dia baru mulai membuka perban di lukanya.Kemeja luarnya sudah basah karena terkena hujan. Untungnya, hanya lapisan luar perban saja yang sediki

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2656

    Julia tersenyum. “Ternyata kamu salah kenal orang.”Jevan segera menggeleng. “Aku langsung menyadarinya.”Tatapan Julia kelihatan lembut. Dia berkata dengan suara datar, “Apa kamu merasa capek? Aku aturkan tempat tinggal dulu buat kamu.”“Apa aku bisa tinggal bersamamu?” Usai berbicara, Jevan segera berkata, “Maksudku, kita bisa tinggal lebih dekat.”Julia berpikir sejenak, sepertinya dia hanya bisa mengatur Jevan untuk tinggal di vilanya.…Theresia dan Morgan sudah mengantar obat ke klinik. Saat kembali, dia bertemu dengan Julia.Ponsel Morgan berdering. Dia menganggukkan sedikit kepalanya kepada Julia, lalu memasuki vila untuk menerima panggilan.“Hujan sudah berhenti. Udaranya juga bagus sekali. Gimana kalau kita jalan-jalan?” ucap Julia dengan tersenyum.“Oke!” Theresia menyimpan payung, lalu bersama Julia berjalan di jalan bebatuan tengah halaman.Julia berkata, “Aku sudah mengatur orang untuk masuk sif malam. Stok obat juga cukup. Seharusnya tidak akan ada masalah. Untung saja a

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2655

    Theresia tertawa. Dia membuka jendela, lalu melihat pria berambut pirang yang mengikutinya dari belakang. “Ayo, masuk mobil. Bibi Julia lagi tidak berada di kota, masih ada perjalanan yang harus ditempuh.”“Terima kasih!” Pria berambut pirang itu tersenyum memperlihatkan giginya yang putih. Dia membuka pintu belakang mobil, lalu masuk ke dalam.Morgan menempatkan tangannya di atas setir mobil. Ketika melihat senyuman pria itu dari kaca spion, wajahnya menampakkan sedikit rasa kesal.Setelah mobil berjalan dengan stabil, pria berambut pirang itu menyerahkan kartu nama kepada Theresia. Dia tersenyum lembut dan sopan. “Halo, ini kartu namaku.”Theresia mengambil kartu itu. Warna kartu itu coklat kehitaman dengan sebuah nama tertulis “Jevan”, diikuti oleh nama belakang yang panjang.Di sudut kiri atas kartu terdapat sebuah gambar roda, tampak seperti simbol dari suatu keluarga. Selain itu, tidak terdapat informasi lain di atas kartu itu. Ketika melihat simbol roda itu, Theresia merasa san

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2654

    Pria berambut pirang mundur selangkah dengan kaget.Theresia terbengong sejenak, lalu segera meraih lengan Morgan. Dia berkata dengan suara ringan, “Kamu sudah salah paham. Dia itu … teman bule … dia datang untuk mencari Bibi Julia.”Morgan menyipitkan matanya dengan kaget. “Cari Bibi Julia?”“Apa kalian benar-benar kenal sama Julia? Apa kamu bisa bawa aku pergi mencarinya?” Tatapan pria berambut pirang itu kelihatan panik dan penuh harapan.Morgan menatap pria itu dengan tatapan interogasi. “Untuk apa kamu cari Julia?”Pria berambut pirang segera berkata, “Aku itu temannya. Aku sengaja datang ke Negara Cendania untuk mencarinya. Kalau kalian kenal sama dia, mohon bawa aku untuk bertemu dengannya.”“Kenapa kamu tidak langsung telepon dia?”“Tadinya aku ingin beri kejutan kepadanya. Tapi ketika sampai di sini, aku malah kehilangan ponselku, tidak bisa menghubunginya. Aku juga tidak tahu di mana tepatnya dia sekarang?” Pria berambut pirang kelihatan agak putus asa. “Aku sudah seharian ke

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2653

    Theresia tertegun sejenak, lalu membalikkan kepalanya untuk melirik pundak Morgan. Dia mengulurkan tangannya hendak memilih sebuah payung.“Satu saja sudah cukup!” Morgan menarik lengan Theresia. “Tidak ada ruang untuk menaruh begitu banyak payung!” Sambil berbicara, Morgan menarik Theresia untuk berjalan pergi.Theresia hanya sempat menoleh untuk tersenyum bersalah terhadap penjual payung itu.Mereka berdua masuk ke dalam apotek. Theresia berjalan ke depan kasir. Baru saja dia ingin mengatakan obat yang dia inginkan kepada staf, Morgan pun mengeluarkan selembar daftar kepada staf itu. “Sediakan sesuai dengan yang ditulis!”Theresia melihat kertas itu dengan syok, lalu memalingkan kepalanya untuk menatap Morgan.Raut wajah Morgan kelihatan santai. “Kertas ini diberi staf yang mengurus anak-anak tadi. Mungkin Bibi Julia tidak tahu.”Theresia sedikit tersenyum. Memangnya apa yang bisa dia lakukan jika Julia tahu?Saat staf apotek sedang mempersiapkan obat-obatan, Theresia berjalan-jalan

  • Jatuh Cinta Setelah Malam Pertama   Bab 2652

    Dengan keunggulan tinggi badan Morgan, memayungi mereka berdua akan jauh lebih gampang dibandingkan dengan Theresia.Tubuh Theresia hampir menempel pada lengannya. Payung menutupi cahaya lampu jalan, membuat suasana di bawahnya semakin redup, seolah-olah sebuah ruangan tertutup saja. Di dalam ruang sempit itu, hanya terdengar suara rintik hujan yang jatuh di atas payung, serta napas mereka berdua yang saling bercampur. Dunia di luar seakan-akan telah terisolasi.Julia berjalan menuju vila tempat tinggal para murid. Dari kejauhan, dia melihat bayangan tubuh kedua orang di bawah cahaya lampu jalan. Morgan memegang payung, tetapi payung itu kelihatan miring, sebagian besar condong ke arah Theresia. Dia sedang melindungi Theresia dari hujan, sementara setengah bahu Morgan justru terkena hujan.Jane juga sudah melihatnya. Dia segera berkata, “Aku pergi antar satu payung lagi buat mereka.”“Tidak usah!” Julia tersenyum tipis sembari menghalangi Jane. “Kita pergi lihat murid-murid yang sakit

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status