Mag-log in“Nyonya Jovita, ini hasil tes DNA-nya. Apa benar kamu adalah temannya orang yang melakukan tes DNA?” tanya orang itu, “Aku bawa keluar hasil tes DNA kepadamu dengan risiko dan tanggung jawab sangat besar!”“Iya, dia memintaku untuk membawa hasilnya. Tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa!” Jovita tersenyum. Dia mengambil hasil tes DNA, lalu menyuruh orang itu untuk kembali duluan. Dia duduk di atas bangku sembari membaca hasil tes DNA di tangannya. Bagian depan diabaikan, langsung membaca hasilnya. Baru saja melihat sekilas, laporan tes DNA pun dirampas oleh orang lain. Jovita mengangkat kepalanya dengan kaget. Dia melihat ada seorang pria tinggi dan tampan di hadapannya dan dia pun terbengong.Morgan melihat hasil tes DNA sekilas, lalu berkata dengan nada dingin, “Apa kamu itu Nyonya Jovita? Apa hasil tes DNA ini ada hubungannya sama kamu? Kamu malah menyuap petugas untuk mengambil hasil tes DNA. Apa kamu tidak tahu perbuatanmu itu melanggar hukum?”Jovita kenal dengan Morgan. Dia s
Theresia tersenyum. “Kamu sudah banyak membantu, sudah sewajarnya aku traktir kamu makan.”Pria itu berkata, “Jadi, aku sibuk demi ditraktir makan sama kamu?”Bola mata Theresia berputar. “Kalau perlu imbalan, kamu bisa mengatakannya juga.” Theresia mengeluarkan ponselnya. “Tuan Morgan merasa cocoknya berapa?”Raut wajah Morgan berubah muram. “Coba saja kalau kamu berani transfer lagi!”Theresia pun tersenyum, lalu memalingkan kepalanya untuk melihat ke luar jendela mobil. Cahaya lampu menyinari lekuk wajah indah Theresia. Ujung matanya juga berkilauan, terlihat menawan.…Setelah kembali ke tempat tinggal Theresia, begitu memasuki rumah, Theresia pun berkata, “Kamu duduk dulu. Aku pergi ambil minuman.”Theresia mengambil dua botol minuman dari dalam kulkas, lalu berjalan ke dalam ruang tamu. Morgan duduk di atas sofa sembari mengambil ponsel untuk membalas pesan.Theresia menyerahkan minuman kepadanya, lalu berbasa-basi, “Sibuk, ya?”Morgan meletakkan ponselnya. Dia tidak mengambil bo
Rose dan Juno berjalan menuruni tangga. Rose memanggil Sonia dengan gembira, lalu berlari menghampirinya. Sepertinya semua sangat gembira hari ini. Hanya saja, hasilnya masih belum keluar, mereka pun merasa sedikit tegang.Juno dan Reza saling menyapa satu sama lain, lalu ke samping untuk mengobrol sembari minum teh. Sementara, Sonia pun mengobrol dengan Rose.Sonia bertanya pada Rose, “Di mana Hallie?”Rose melihat sekeliling. “Aku masih melihatnya ketika sarapan tadi. Kondisinya kelihatan baik-baik saja. Entah ke mana dia sekarang?”Aska memalingkan kepalanya untuk melihat. “Hatinya lagi tidak nyaman. Jangan paksa dia lagi. Biarkan dia tenangkan diri sendiri.”Sonia mengangguk. Hallie memang menunjukkan sikap tidak apa-apa di hadapan mereka, tetapi mereka malah merasa semakin tidak nyaman. Bagus juga untuk menyendiri di atas. Pikirannya pasti akan lebih jernih.….Pada jam delapan, Theresia menerima panggilan dari Morgan. Setelah panggilan tersambung, Morgan pun menyuruh Theresia unt
“Kalau aku cari dia, seharusnya tidak ada masalah, cuma mengambil hasilnya duluan saja, juga bukan mengubah hasilnya. Kalau mengubah, pasti tidak bisa!” kata Jovita dengan makna tersirat.Hallie dapat mendengar makna tersirat dari ucapan Jovita. Dia berkata dengan nada yakin, “Tentu saja nggak perlu mengubah hasilnya. Aku sudah cukup gembira kalau bisa mendapatkan hasilnya satu jam lebih awal.”Jovita berkata, “Kamu tenang saja. Besok kamu kasih tahu aku jamnya. Aku akan duluan ke sana.”“Kalau begitu, aku benar-benar berterima kasih kepadamu!” kata Hallie dengan antusias, “Kalau begitu, aku akan hubungi kamu besok.”“Oke!”Mereka berdua berbasa-basi sejenak. Hallie merasa agak tidak fokus. Dia menggunakan alasan mandi untuk mengakhiri panggilan.Setelah meletakkan ponselnya, jantung Hallie berdetak kencang. Dia tidak mengubah hasil tes DNA, tapi dia bisa melihat duluan. Waktu satu jam juga sudah cukup untuk dia melakukan persiapan. Meskipun dia bukan putrinya Julia, dia juga tidak aka
Sonia memutar bola matanya. Senyumannya tidak secerah tadi lagi. “Tadi aku ngobrol sebentar sama Hallie. Ternyata dia nggak ingin meninggalkan rumahnya Pak Aska.”Reza berkata dengan tatapan serius, “Sesuai dengan dugaan.”Sonia merenung sejenak dan mengatakan, “Jadi, ini juga sebuah permasalahan. Kalau Theresia itu cucunya Pak Guru, gimana dengan Hallie?”Permasalahan ini juga disebabkan oleh Sonia. Sudah seharusnya dia membantu untuk mengatasinya.“Ada satu masalah lagi …,” kata Sonia, “Belakangan ini, sepertinya Hallie cukup dekat dengan anggota Keluarga Manthana.”Reza menyipitkan matanya, lalu mengangguk dengan perlahan. “Oke, aku akan utus orang untuk perhatikan dia. Apa pun ceritanya, yang penting dia tidak melukaimu dan juga anggota keluarganya Pak Aska. Sisanya gampang untuk dibicarakan.”…Semalaman ini Hallie terus memaksa dirinya untuk senang. Alasan pertama karena dia merasa kecewa dan khawatir lantaran dirinya bukan anggota keluarganya Aska. Alasan keduanya, dia memaksa d
Morgan berpikir sejenak, lalu berkata, “Sepertinya anaknya lagi sakit, jadi butuh uang!”Julia merasa sakit hati. Orang tua asuh yang bisa menjualnya pasti memperlakukannya dengan sangat tidak baik.“Di mana orang tua asuhnya? Kapan mereka mengasuhnya?” tanya Aska lagi.Morgan membalas, “Kata orang tua asuhnya, dia dipungut di pinggir sungai, tapi belum tentu benar.”“Apa orang tua asuhnya juga berasal dari Keluarga Bina?”“Bukan!” Morgan tertegun sejenak, lalu berkata, “Karena aku bermarga Bina, makanya dia ikut margaku.”Semua orang terdiam sejenak. Semuanya memiliki pemikiran mereka masing-masing.Aska masih ingin bertanya, tiba-tiba Sonia berkata, “Besok, Theresia dan Bibi Julia akan melakukan tes DNA, jadi Pak Guru nggak usah buru-buru untuk memahami Theresia atau mencari kejanggalan sekarang. Setelah hasil tes DNA keluar, nggak terlambat juga kalau kamu ingin bertanya.”Sekarang, Theresia masih belum pasti adalah putri kandung dari Julia. Sonia tidak ingin mereka mencari tahu mas
Menu makanan sangat rumahan. Mereka berdua makan sembari mengobrol. Sebenarnya Roger adalah orang yang jago mengobrol. Selain itu, dia juga sangat menjaga perasaan orang lain, tidak akan membuat suasana garing dan juga canggung. Intinya suasana terasa sangat menyenangkan.Selesai makan, mereka berdu
Waktu itu, Morgan memiliki perasaan yang sangat aneh. Dia menatap perut Julia, seolah-olah benar-benar ada anak perempuan di dalam perutnya.Julia mengulurkan jari tangannya ke sisi Morgan. “Ini rahasia di antara kita berdua. Jangan beri tahu orang lain.”Morgan juga mengulurkan jari tangannya untuk
Suasana terlalu hening. Theresia hendak mengatakan sesuatu, tetapi dia tidak memiliki topik pembicaraan, sengaja mencari topik. “Jane orangnya imut, ya? Seandainya ada orang berkarakter lincah sepertinya di dalam regu, suasana kerja setiap hari juga akan terasa sangat santai. Contohnya seperti asist
“Sebentar!” Tiba-tiba si pria berjalan kemari, lalu menghalangi di hadapan Theresia. Dia mengamati Theresia dengan tatapan yang membuat orang merasa sangat tidak nyaman. “Kamu itu bosnya Ashley?”Theresia mengangguk. “Iya!”Pria itu berkata, “Ashley bisa dirugikan juga karena masalah pekerjaan. Seka







