LOGINTiffany melahap kue tar dengan suapan besar. “Jangan bandingkan dengan Kak Reza. Bandingkan sama aku saja. Kamu itu idola yang kupuja!”Tiffany mendorong kue tar kepada Kelly. “Kue tar ini enak sekali. Rasanya lebih enak dari buatan koki bintang lima. Coba kamu cicipi!”Kelly mengambil kue tar, lalu bertanya pada Sonia, “Apa kue ini buatan Bi Rati?”Sonia mengangguk. “Iya!”Kelly berkata dengan tersenyum, “Dulu, aku pernah makan banyak masakan Bi Rati. Pak Yanto juga sering antar buah kemari. Nanti, kalau aku ketemu mereka, aku mesti berterima kasih sama mereka.”Dulu, setiap pulang sekolah Sonia akan melewati toko kue ini. Seandainya Kelly juga sedang berada di sana, Sonia akan memasuki toko kue untuk mengobrol dengannya. Dia memanfaatkan kesempatan untuk makan manisan sebelum pulang ke rumah.Selama itu, Kelly mengira Sonia adalah pelayan Vila Green Garden, sebab dia selalu berpakaian polos. Setiap harinya dia pergi dan pulang sekolah dengan menggunakan kendaraan umum. Dia juga kelih
Sementara setelah Kelly pergi, anggota departemen desain mulai merasa sangat tidak puas terhadap Meagan. Mereka juga mulai keberatan dengan pekerjaan yang diatur Meagan.Meagan berada dalam posisi yang sangat sulit. Dia juga tidak bisa bekerja seperti biasanya. Dia melewati setiap harinya dengan kewalahan.…Pada hari Rabu sore, saat Howard berjalan keluar ruang rapat, dia menerima panggilan dari Kiara.Begitu Kiara bersuara, terdengar nada kesal dari suaranya. “Aku cari Jason. Kenapa dia nggak angkat teleponku?”Howard berkata dengan suara datar, “Tuan Jason lagi rapat. Kalau ada urusan, kamu bisa bicarakan sama aku.”Kiara tersenyum dingin. Terdengar nada gusar di dalam suaranya. “Aku cuma ingin tanya. Apa masalah aku dimutasi ke Yorm itu ulah Jason?”Howard bersuara dengan perlahan, “Nona Kiara, Tuan Jason tidak akan jelaskan kepadamu dan juga tidak perlu. Dari sudut pandangku sebagai orang luar, aku ingin beri beberapa peringatan kepada Nona Kiara! Kalau kamu ingin mengembangkan ka
Meagan segera berkata, “Aku akan tanggung jawab!”“Sepertinya Bu Meagan tidak akan bisa tanggung jawab!” Sikap Levin sangat tegas. “Kami bisa bekerja sama dengan Perusahaan Desain Mirza juga karena Bu Kelly. Sekarang dia sudah tidak berada di sini, sepertinya kerja sama tidak bisa dilanjutkan lagi.”Meagan pun tersenyum. Sikapnya semakin ramah saja. “Aku jamin akan mencari desainer senior yang lebih kompeten dan terkenal daripada Kelly. Mengenai upahnya, kami bisa menurunkan 5% dari harga yang sudah ditetapkan sebelumnya.”Levin tersenyum. “Bu Meagan, hanya barang yang tidak bagus baru bisa dijual dengan harga murah.”Senyuman Meagan langsung terkaku. Dia berusaha untuk mempertahankan sikapnya. “Tuan Levin, setiap desainer dari Perusahaan Desain Mirza mempunyai hasil karya kebanggaan mereka masing-masing. Aku menunjukkan ketulusan hatiku juga karena Kelly mengundurkan diri secara mendadak. Aku mesti bertanggung jawab atas sikap nggak bertanggung jawab dia. Aku bukan lagi mencari desain
Punggung Kiara menjadi dingin. Ujung bibirnya pun berkedut. Saat ini, dia baru berkata dengan suara seraknya, “Aku sudah mengerti maksud Bibi!”“Baguslah kalau kamu mengerti!” Saskia berdiri. “Aku akan tanggung jawab dengan teh pilihanku sendiri. Nona Kiara boleh cicipi teh Jembara untuk tahu perbedaannya dengan teh Yorm, tapi cukup dicicipi saja. Nantinya kamu malah terbiasa dengan rasa teh Jembara, tidak bisa kembali minum teh tempat asalmu lagi!”Wajah Kiara seketika memucat. Dia berkata dengan tersenyum, “Bibi memang cermat.”Saskia sedang memberi tahu Kiara bahwa sekarang dia sedang berada di Kota Jembara, bukan di Kota Yorm. Jika dia berani bertentangan dengan Keluarga Gunawan, Saskia bisa mengusirnya kembali ke Kota Yorm!Saskia tersenyum lembut, lalu melangkahkan kakinya perlahan meninggalkan tempat.Kuku yang baru dipoles Kiara tergesek keramik gelas. Suaranya tidak terdengar nyaring, tetapi cukup menusuk telinga. Kiara menunjukkan wajah dinginnya, lalu mendorong gelas teh ter
Yana tersenyum hingga menunjukkan beberapa gigi putih kecilnya. Dia menatap Kelly dengan penuh penantian. “Ibu, apa kamu bersedia?”Kelly menatap Jason dengan tatapan mendalam. Dia pun mengangguk. “Bersedia. Aku sangat bersedia!”Tatapan Jason terlihat semakin mendalam, tetapi penuh rasa manja. Jason mencondongkan tubuhnya untuk mencium kening Kelly. Dia menurunkan Yana dan kue tar, lalu mengambil cincin tersebut, memasangkannya di tangan Kelly.Jason melihat cincin perlahan masuk ke dalam jari tengah tangan kiri Kelly. Cincin itu terlihat sangat sempurna dengan jari tangan putih kurus Kelly. Hati pria itu juga mulai terasa tenang.“Kelly, kelak kita masih akan melewati jalan yang sangat panjang. Sekarang, aku merasa semakin yakin dan semakin menantikannya!”Kelly menatap cincin di atas tangan. Suasana hatinya terasa bagai mimpi, seperti ketika melihat vila ini. Senyumannya pun berubah menjadi lebih hangat dan manis. “Terima kasih, Tuan Jason!”“Terima kasih juga, Nona Kelly!” Jason ke
Yana memeluk leher Kelly dengan gembira. Suara tawanya terdengar nyaring seperti suara lonceng saja.…Jason sedang mengendarai mobil, sedangkan Kelly dan Yana sedang mengobrol di belakang.Terkadang Jason menoleh untuk menimpali. Yana pun tertawa hingga jatuh ke dalam pelukan Kelly. Suara tawanya menular ke semua orang.Kelly melihat ke luar jendela. Dia menyadari pemandangan di luar sana sangat familier. Dia pun bertanya dengan kaget, “Apa kita pergi cari Sonia?”Ini adalah perjalanan menuju Vila Green Garden.Dulu, Kelly sering pergi bekerja paruh waktu di toko kue di Jalan Yunani. Dia sering bolak-balik berapa kali. Tentu saja dia sangat jelas.Jason pun tersenyum dan tidak berbicara.Kelly anggap Jason mengiakan ucapannya. Dia juga tidak bertanya lagi, melainkan memberi tahu Jason untuk berhenti di depan toko kue sebelumnya. Dia ingin membawakan beberapa kue kesukaan Sonia.Tidak lama kemudian, Jason berhenti di depan toko kue, tetapi dia tidak membiarkan Kelly menuruni mobil. Jas
Sonia membalikkan kepalanya. “Maksudmu si Rose? Dia itu kating aku. Hanya saja, umur kami sebaya, aku jarang panggil dia kakak. Aku anggap dia seperti temanku.”“Dia juga bekerja di Arkava Studio?”“Iya!”Reza mengira kakak tingkat yang dimaksud Sonia adalah teman sekolahnya di Jembara University. Jadi
Sonia pun tersenyum tipis. Dia membalikkan tubuhnya melihat ke luar jendela. Tetiba Sonia menerima sebuah pesan masuk. Dia melihatnya sekilas, ternyata ada pesan dari Cindy.[ Sonia, hari ini Stella sudah dipermalukan habis-habisan. Rasain Paman Hendri dan juga Bibi Reviana! Cepat atau lambat mereka
“Suap,” perintah Jason.Jantung Kelly berdegup kencang. Dia langsung meneguk alkohol di dalam gelas. Hanya saja, Kelly tidak sanggup untuk menyuap Jason.Jason melihat Kelly menggembungkan wajahnya. Tatapannya seketika menjadi lembut. Belum sempat disuapi Kelly, Jason langsung menundukkan kepalanya un
“Ada apa?” Reza menepuk-nepuk pundak Sonia dengan gugup. “Semua salahku. Lain kali aku tidak akan bercanda di saat kamu lagi makan.” Reza membalikkan tubuh menyerahkan segelas air hangat kepadanya. “Diminum.”Jason yang berdiri di samping pun terbengong.“Aku baik-baik saja!” Sonia menggeleng. Dia tid







