MasukRoger berkata dengan datar, “Kalau mau jilat, kalian jilat sendiri saja. Jangan tarik-tarik aku! Selain itu, segera cari orang untuk perbaiki mobil Theresia. Kalau tidak, aku akan suruh Theresia untuk lapor polisi. Kalian sudah merusak barang milik orang lain, perbuatan itu tergolong ilegal. Kalau kamu ingin putramu masuk penjara, kamu tidak usah mengurusnya.”Selesai berbicara, Roger langsung mengakhiri panggilan.Jovita merasa marah hingga hampir membanting ponselnya. Dia duduk di tempat sembari berpikir dengan kepala dingin. Pada akhirnya, dia menelepon orang untuk memperbaiki mobil Theresia.Roger juga menelepon Theresia, menyuruhnya untuk lebih berhati-hati dalam beberapa hari ini. Mesti lebih memperhatikan sekitar apabila mengendarai mobil.Theresia memberi tahu Roger bahwa dia akan lebih hati-hati.…Saat Sonia, Morgan, dan yang lain tiba di rumah Aska, waktu sudah siang. Julia pun masih belum tiba.Aska merasa agak panik. Dia tidak menelepon sendiri, melainkan terus mendesak Je
Reza melirik Sonia sekilas, lalu berkata pada Jemmy, “Melihat kondisinya seperti ini, aku juga tidak mungkin buru-buru.”Nada bicara Reza memang terdengar tidak berdaya, tetapi penuh dengan rasa memanjakan. Jemmy pun tersenyum lebar.Malam harinya, mereka menemani Jemmy hingga larut malam, baru kembali beristirahat ke kamar masing-masing.Saat kembali ke vilanya, masih digantung lampion berwarna merah di bawah lorong kayu. Bulu putih bersih White pun tampak berubah menjadi berwarna-warni.Sonia mengambil inti kenari untuk memberi makan White. White pun mulai bersuara, “Selamat untuk Sayangku. Semoga Sayangku segera mendapatkan anak!”Sonia menatap Reza dengan syok, “Siapa yang ajari White ngomong begini?”Reza meraih pergelangan tangan Sonia, lalu memeluknya. Kelima indra tampannya kelihatan sangat memesona di bawah bayangan lampu. “Tidak usah diajari. Semakin banyak orang yang mengatakannya, ia pun bisa sendiri!”Reza menggenggam tangan Sonia lanjut memberi makan untuk White. Dia be
Setibanya di Kediaman Keluarga Bina, Indra juga sudah menunggu di depan pintu.“Kakek Indra!” Sonia berlari mendekat. “Aku sudah kembali!”“Iya!” Indra menatap Sonia dengan tersenyum. Terlihat rasa gembira di dalam tatapannya.Setelah Reza berjalan pergi, dia pun menyapa Indra dan bersama Sonia berjalan memasuki rumah.Jemmy sudah tidak bisa bersabar ingin ke luar rumah untuk melihat kedatangan Sonia. Kebetulan sekali, saat berjalan ke halaman, dia pun langsung tersenyum ketika melihat bayangan tubuh Sonia.…Saat makan, mereka sekeluarga sedang membahas masalah tes DNA yang dilakukan Hallie dengan Julia.Morgan berkata, “Tadi pagi, Bibi Julia telepon aku. Katanya dia bisa kembali ke Kota Jembara besok.”Sonia memiliki sebuah firasat. Setelah Julia bertemu dengan Hallie, dia pasti akan semakin antusias dalam soal tes DNA, sepertinya dia sudah tidak sabar untuk memutuskan hubungan dengan Hallie. Setelah dipikir-pikir, sepertinya salah paham di antara mereka berdua memang sangat dalam.“
Tasya juga merasa antusias. “Semangat, semangat!”Tasya pun semakin merasa gembira saja. “Sonia, aku menyadari kamu itu bintang keberuntungan bagi keluarga kami. Begitu kamu keluar, masalah Paman Reza kesulitan dalam menikah pun teratasi. Kamu bahkan sudah membawakan kekasih begitu baik buat aku. Aku benar-benar sangat menyukaimu!”Sonia mengangkat-angkat alisnya, lalu tersenyum tidak berdaya. “Menurutku, kamu sudah terobsesi sama Yandi!”“Asalkan dia suka sama aku, aku juga bersedia untuk jadi gila!” Perempuan itu tersenyum cerah. Dia terlihat begitu tegas.“Tasya, ayo cepat kemari. Jangan selalu menempel dengan Sonia!” jerit Diana sembari menoleh.“Segera!” balas Tasya dengan suara gumam, “Memangnya kenapa kalau nempel sebentar? Lagi pula, setelah kami pergi nanti, Sonia pun akan jadi milik Paman Reza!” Tasya bergumam sembari berjalan cepat ke sisi Diana.Akhirnya hanya tersisa Sonia dan Reza berdua saja. Di dalam vila yang luas ini, mereka berdua berpelukan dengan tenang, mendengar
Mengenai tamu lainnya, termasuk Jason dan yang lain juga sudah pulang pagi hari tadi.Saat mengantar Ranty, Ranty memeluk Sonia tidak bersedia untuk melepaskannya. “Seharusnya resepsi pernikahan diadakan selama tiga hari. Sehari sama sekali nggak puas.”Sonia sungguh kehabisan kata-kata. “Tenang saja. Nanti masih ada pernikahan Kelly dan Tiffany. Kamu pasti akan merasa puas nanti.”Ranty berdiri. “Kapan kamu kembali ke Kota Jembara? Atau kamu langsung pergi bulan madu?”Sonia membalas, “Aku akan duluan beri tahu kamu saat pulang nanti.”“Kalau begitu, aku tunggu teleponmu. Kamu jangan diam-diam melarikan diri. Kamu mesti lakukan panggilan video setiap hari sama aku. Kirim foto juga!” Ranty saling berpelukan dengan Sonia, baru memasuki mobil dan meninggalkan tempat.Orang terakhir yang diantar Sonia adalah Cindy dan keluarganya.Hani menatap Sonia dan berkata dengan tersenyum. “Sebenarnya aku benar-benar tidak menyangka pernikahan pertama junior Keluarga Dikara itu kamu. Aku saja sudah
[ Morgan: Saat kamu bangun, apa kamu tidak lihat ada orang lain di sampingmu? ]Theresia membalas setelah tiga detik. [ Siapa? ]Morgan tersenyum. [ Kamu mau ngeyel? ]Beberapa saat kemudian, wanita itu baru mengetik dengan tidak rela. [ Aku nggak … ngeyel. ]Morgan pun tersenyum tipis. Dia memalingkan kepalanya untuk mencari rokok. Belum sempat dia menemukan rokok, dia pun menerima pesan baru lagi. Dia menoleh untuk melihat sekilas. Waktu pun ikut berhenti pada saat itu.Theresia mengirim sebuah bukti transfer. Dia mengirim uang 20 juta kepada Morgan.Morgan mengambil ponselnya dengan raut dingin. Ketika membaca catatan dari transaksi itu, raut wajahnya langsung menjadi muram.Mainan kucing .…Huft!Mainan kucing itu mahal sekali! Theresia meletakkan ponselnya, lalu lanjut mengemudi mobil.Setelah belasan menit kemudian, Theresia baru menerima pesan baru lagi. Dia mengira Morgan tidak berhasil mengendalikan emosinya. Siapa sangka Morgan membalas satu baris dengan sangat tenang. [ Ing
Telinga Reza berdengung. Hatinya bagai disumbat hingga kesulitan untuk bernapas. Dia membuka mulutnya dengan susah payah.“Bagaimana dengan lukanya?”“Bagaimanapun, semua ini tidak ada hubungannya dengan Reza!” ucap Morgan dengan datar, “Aku sudah beri tahu masa lalu Suki kepadamu. Kelak Suki tidak ad
Tiba-tiba ponsel Sonia berdering. Dia melihatnya sekilas, lalu pergi mengangkat panggilan.Tadi Reza sudah sempat membaca nama di atas tampilan ponselnya. Tatapannya seketika menjadi muram. Tidak tampak lagi sedikit pun senyuman di wajahnya.Sonia berjalan sambil berkata, “Kami lagi di Celestial Hotel
Tiffany memelototi Bondan. “Cepat ngomong! Kamu janji sama dia, jangan celakai aku!”Bondan terdiam membisu.Bondan tahu dia tidak berharap Tiffany bisa sehidup semati bersamanya. Namun, dia sungguh kaget dengan ucapan Tiffany tadi. Sebelumnya hubungan mereka berdua boleh dikatakan cukup bagus. Dia ba
Darah memenuhi wajah Sonia. Hanya terlihat sepasang mata yang berkilauan bagai bintang di langit gelap. …Dari atas posko pengawasan di kejauhan, si lelaki sudah kehilangan kesabaran untuk menunggu lagi. Dia memalingkan kepalanya berkata pada Maduro, “Utus orang untuk segera mengatasinya!”“Tenang asj







