FAZER LOGIN“Bi, Rima tadi kenapa?”Bibi pelayan menoleh ke arahnya. “Oh, tadi Bu Rima tanya tamunya laki-laki atau perempuan.”Niko mengangguk. Sebelum Niko pergi menyusul Rima, Bibi pelayan segera mengatakan pesan yang disampaikan Noel.“Tadi yang datang laki-laki, Pak, katanya mau meminta maaf pada Bapak karena sudah menyinggung dan berbuat lancang,” lanjutnya.Mendengar itu, Niko langsung paham siapa yang baru saja datang ke rumahnya hari ini.Dua menit berikutnya Niko sudah menyusul Rima ke lantai atas. Dia melihat Rima baru saja selesai mandi, dia sedang duduk sambil menyisir rambutnya di depan cermin. Niko berjalan mendekat lalu memeluknya. Dia meletakkan dagunya di bahu Rima sambil menatap wajah Rima di cermin.“Kenapa bertanya tamunya laki-laki atau perempuan?”Rima tidak menjawab, dia hanya tertawa lalu mencubit hidung Niko.“Kamu pura-pura bertanya alasannya?” balas Rima.“Aku tidak pernah terlibat dengan wanita mana pun. Di lokasi syuting semuanya adalah rekan kerja.”Rima mengangguk
Melihat ekspresi Niko, Yosep tahu putra bungsunya itu tetap enggan duduk di kursi direktur.Dia mendekat lalu menepuk bahu Niko. “Ini bukan untuk dirimu sendiri, tapi untuk Ramon dan Rehan. Aku ingin kedua cucuku itu... kamu tahu maksud Papa, kan? Mereka sangat cerdas! Dalam waktu singkat mereka bisa memahami situasi di sini. Pernah sekretaris pribadiku melaporkan masalah penting. Rehan si kecil cerdik itu langsung memberikan solusi padaku, dia berbisik di telingaku.”Niko hampir tidak percaya dengan apa yang dia dengar, dia sama sekali tidak memiliki bakat seperti Rehan atau Ramon kecuali wajah mereka yang terlalu identik dengan wajah Niko.“Pa, aku ragu mereka adalah kedua putraku, apa jangan-jangan mereka adalah...”“Tutup mulutmu! Jangan sembarang bicara. Aku memang sangat mengagumi Rima, tapi aku tidak pernah memperlakukannya seperti yang kamu pikirkan.”“Pa, aku hanya bercanda, jangan marah,” ralatnya.Niko bukan tidak bisa belajar, dia memang tidak terlalu suka dengan posisi t
Noel terlihat berpikir keras, dia mencoba mencari cara agar Elguen tidak menolak kerja sama dengannya. Pria itu hanya bisa menundukkan wajahnya. Namun setelah memikirkannya dia tahu Elguen juga akan berpikir sama tentangnya.“Apakah Anda juga akan menolakku?” tanyanya kemudian.Elguen mengukir senyum, dia melihat ekspresi pucat di wajah Noel. Dia sudah tidak memiliki kepercayaan diri seperti sebelumnya.“Kamu sebelumnya begitu percaya diri bahwa aku pasti akan setuju dengan tawaranmu, baru beberapa menit berlalu dan kamu sudah berubah pikiran?” “Entahlah, melihat reaksi dan tanggapan Anda barusan sepertinya aku memang kurang matang.”Elguen menyatukan telapak tangannya, dia menatap Noel dengan tatapan mata serius. “Apa kamu benar-benar tidak tahu kesalahanmu? Ini sudah beberapa hari sejak proyek film yang kamu sutradarai dibatalkan rumah produksi. Kepada siapa kamu seharusnya meminta maaf, apakah kamu masih tidak tahu?”Noel menelan ludahnya, dia memang tidak berpikir sudah menyinggu
Dua minggu kemudian... Niko hanya mengambil cuti dua minggu untuk proses pernikahan sekaligus berlibur bersama keluarga. Pada saat dia kembali untuk syuting film baru, beberapa orang mulai terkejut karena pikir mereka Niko tidak akan kembali bekerja sebagai artis.Kabar pernikahannya dengan Rima sudah menyebar. Namun ada berita lain yang menyebabkan pro dan kontra. Ketika dia berjalan masuk ke dalam lokasi, sutradara langsung memanggilnya untuk bicara. Niko sama sekali tidak tahu masalah yang terjadi. “Niko, kemarilah, ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan denganmu.”Niko menatap Erik sebentar, pria itu mengangkat kedua bahunya karena dia juga tidak tahu apa masalah yang terjadi di dalam forum. Sampai di depan sutradara, sutradara tersebut membuka forum yang banyak dibuka oleh kalangan penggemar. Anggotanya terdiri dari ibu-ibu yang sudah menikah. “Apa ini? Kamu masih masuk ke lokasi apa kamu sungguh tidak tahu apa-apa? Berita ini sudah populer dan masuk ke beberapa komunitas
Hanya sebentar saja Rehan sudah akrab dengan Yosep dan Arumi. Arumi juga menunjukkan foto-foto Rehan dan Ramon yang pernah dia ambil beberapa tahun yang lalu saat mereka masih bayi.“Jadi bolehkah aku memanggil Anda, Nenek?”Arumi menganggukkan kepalanya lalu memeluk kedua bahunya.“Ya, panggil aku nenek.”Yosep ikut mengusap puncak kenapa Rehan. Rehan menatap Arumi yang kini menangis sambil memeluknya. Yosep juga meneteskan air mata haru.“Kakek dan Nenek, kalian tenanglah, adikku Ramon pasti akan baik-baik saja, selama ini dia sangat kuat! Dia bahkan tidak menangis saat terjatuh.”Arumi mengangguk lalu mencium keningnya.“Rehan sayang, nenek hanya merasa kamu sudah besar sekarang. Kamu sangat hebat! Sudah sangat lama sejak kami tidak melihatmu lagi, kamu tumbuh sebesar ini. Bagaimana kondisi kalian selama tinggal di sini?” tanyanya.Rehan menepuk pelan punggung Arumi.“Kami tinggal di rumah kecil, Mama sibuk dan lebih sering pergi karena masalah pekerjaan. Saat Mama pergi akan datan
Niko sangat marah, tadinya dia sedang berolahraga di ruangan pribadinya langsung berlari menuju ke pintu. Erik baru saja tiba di depan pintu sambil menggenggam jaket olahraga miliknya, niatnya datang untuk membahas pekerjaan. Tapi Niko malah pergi tanpa bicara, pria itu menyambar jaketnya dan langsung menuju ke arah parkir.Dia mengemudikan mobilnya menuju ke apartemen Rima. Setibanya di sana dia menekan bel beberapa kali, tidak ada tanda-tanda pintu akan dibukakan untuknya. Niko mengepalkan tinjunya memukul daun pintu.“Rima! Buka pintunya! Aku tahu kamu pasti di dalam!”Hening, tidak ada jawaban dari dalam ruangan. Niko kembali memukul daun pintu sampai dia dimarahi oleh tetangga di sebelah rumah Rima tapi tetap saja Rima tidak mau membukakan pintu untuknya.Tidak lama kemudian pintu rumah sebelah terbuka, seorang pria melongokkan kepala keluar.“Pak, tolong jangan berisik! Kenapa kamu menggedor pintu seperti itu, apa kamu rentenir?” tanya tetangga sebelah padanya. “Ya, benar, or







