Home / Romansa / Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer / Bab 125 Menunggu Pernyataan

Share

Bab 125 Menunggu Pernyataan

Author: Aira Tsuraya
last update Huling Na-update: 2025-12-15 15:50:57

“Sudah selesai?” tanya Alvan begitu melihat Thea menghampirinya.

Thea mengangguk sambil tersenyum, sementara matanya tampak melihat ke luar toko. Entah mengapa sekilas dia melihat Lusi baru keluar dari toko ini. Apa mungkin saat mereka datang tadi ada Lusi di dalam toko dan Thea tidak memperhatikannya?

Lalu bagaimana jika Lusi tahu interaksinya dengan Alvan tadi? Thea yakin anak itu akan gembar gembor ke group kampus dan tak lama semua rahasianya bersama Alvan terbongkar.

“Kenapa? Masih ada yang ingin dibeli?” Pertanyaan Alvan menginterupsi lamunan Thea.

“Enggak, kok. Sudah cukup.”

“Ya sudah, kita pergi dari sini.”

Thea mengangguk, berjalan beriringan keluar dari toko. Alvan seorang dosen yang perhatian pada mahasiswanya. Thea yakin suaminya hapal siapa saja mahasiswanya, apalagi Lusi satu kelas dengannya. Pastinya Alvan tahu jika di dalam toko tadi ada Lusi.

Kalau dia terlihat tenang saja, itu artinya tadi tidak ada Lusi di dalam sana. Bisa jadi yang Thea lihat hanya sosok yang mirip
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
kenapa masih ngotot Alvan harus datang????sadar dong sudah ditolak masih aja mengharap
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 165 Kedatangan Bastian

    “Kamu tidak mau menemuinya?” tanya Thea.Alvan belum menjawab, tapi matanya sudah melirik Thea dengan jakun yang naik turun. Thea berjalan mendekat kemudian kembali duduk di samping Alvan sambil menggenggam tangannya.“Temui saja dan jelaskan lagi kalau kamu menolak perjodohan itu. Jangan menghindar terus. Itu membuat dia penasaran.”Alvan mendengkus, terdiam sesaat kemudian menganggukkan kepala.“Ya sudah. Aku turun dulu.”Thea tersenyum menganggukkan kepala. Sementara Alvan sudah berjalan turun ke lantai satu. Beberapa kali helaan napas panjang keluar masuk dari bibirnya. Kalau boleh jujur, dia malas bertemu Erika.Namun, apa yang dikatakan Thea ada benarnya. Tidak mungkin ia terus menghindar. Ia harus bersikap tegas ke Erika. Meski ia sudah menjelaskan sebelumnya, tapi sepertinya wanita satu ini butuh penjelasan berulang.Perlahan Alvan membuka pintu dan ia langsung terperangah melihat sosok yang

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 164 Bersiap untuk Semua

    “Pak, buruan ikutin mobil di depan itu!!” perintah Evelyn.Ia sengaja memesan taxi online dan menunggu saat Alvan pulang baru diikuti. Tepat dugaannya jika Alvan akan berhenti di mini market untuk bertemu Thea. Sampai saat ini, Evelyn tidak tahu jika Thea juga mahasiswi di fakultas seni.Mungkin karena Evelyn tidak mengajar di kelas Thea, jadi dia tidak mengenalnya. Ditambah Evelyn merupakan dosen baru yang belum hapal satu persatu mahasiswanya.“Maaf, Non. Berdasarkan aplikasi, pemesanannya hanya sampai mini market ini saja. Jadi kalau ingin melanjutkan perjalanan harus melakukan pemesanan lagi,” jawab sopir taxi online tersebut.“APA!!! Kok bisa begitu?”“Ini sudah aturannya, Non. Masa gak tahu soal itu.”Evelyn berdecak kesal kemudian tampak mengeluarkan ponsel dan sibuk menggulir di aplikasi yang sama.“Nona lakukan pemesanan lagi saja, tapi pemesanan sebelumnya diselesaikan du

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 163 Evelyn yang Penasaran

    “Kita langsung ke kampus saja. Aku banyak proyek yang belum selesai hari ini,” pinta Thea.Gara-gara bertemu dengan Bi Mira, Thea terpaksa izin tidak mengikuti kuliah jam pertama. Alvan yang mengemudi di sampingnya tampak manggut-manggut mengiyakan permintaan Thea. Ia juga harus mengajar beberapa kelas hari ini.“Aku turun di mini market biasa saja.” Kembali Thea bersuara dan itu membuat Alvan menoleh menatapnya.“Kenapa tidak di area studio saja? Di sana kejauhan.”Thea menggeleng. “Enggak. Hari ini banyak yang kuliah di sana. Aku takut mereka melihat kita.”Alvan langsung terdiam, tidak berkomentar dan tampak fokus menatap lalu lintas di depan. Thea memperhatikan reaksinya. Perlahan ia sentuh tangan Alvan dan tak ayal membuat Alvan melihat ke arahnya.“Kamu kenapa? Marah?”Alvan mendengkus kemudian menggeleng.“Enggak. Aku capek saja terus sembunyi kayak gini. Suatu saat, aku juga pengen nunjukin kamu ke semua orang kalau kamu istriku.”Thea mengulum senyum sambil menatap Alvan deng

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 162 Bertemu Bi Mira

    Beberapa hari kemudian …“Ini Rendy, Bi. Dia pengacara yang akan membantu Ina menjalani sidang,” ucap Thea.Bi Mira hanya tersenyum sambil menatap pria berpenampilan rapi yang berdiri di sebelah Thea. Kemudian pandangan Bi Mira teralihkan ke Alvan yang berdiri dekat di sisi lain Thea.“Dia siapa? Pacarmu?” tanya Bi Mira.Thea yakin Ina sudah bicara banyak soal Alvan ke ibunya. Wajar jika wanita paruh baya ini sangat penasaran dengan Alvan. Bahkan sejak pertama kali datang tadi, Bi Mira beberapa kali mencuri pandang ke suami ganteng Thea ini.Thea mengulum senyum kemudian mengangguk. Dalam hal ini, ia belum berani mengatakan siapa sebenarnya Alvan. Ia tidak mau mengambil resiko terlalu besar.“Iya. Namanya Alvan.”“Oh … dosen itu, ya?”Bi Mira langsung berkomentar. Tepat tebakan Thea, Ina pasti sudah bercerita banyak tentang Alvan.“Iya, saya memang dosen. Apa ada yang salah?” Alvan langsung menyahut dengan suara dingin dan tatapan yang sinis.Bi Mira langsung terdiam, mengatupkan rapa

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 161 Kebohongan Bi Mira

    “Bibi tahu siapa orang tua kandung saya?” tanya Thea. Ia sangat terkejut saat Bi Mira berkata seperti itu. Selama ini ternyata keluarganya telah menyembunyikan rahasia ini darinya. Terdengar hening sejenak di seberang sana. Hanya helaan napas yang berulang kali didengar Thea. “Iya, Bibi tahu.” Thea membisu lagi dan tak mampu bersuara. Ia masih terkejut dengan pernyataan bibinya tadi. Padahal Thea berharap surat yang ditulis Bu Aminah itu palsu. Thea berharap ia anak kandung Bu Aminah, tapi nyatanya … “Kamu bantu kami dulu, baru aku akan bantu mempertemukanmu dengan orang tua kandungmu. Bagaimana?” Belum ada jawaban dari Thea. Ia tidak tahu harus membantu dalam bentuk apa. Namun, kalau dari arah pembicaraan mereka tadi. Thea berasumsi, Bi Mira sedang kesulitan financial. Kalau harus membantu dalam hal itu, Thea juga kebingungan. Meski ia sudah bekerja sebagai asisten dosen, tapi tetap saja gajinya tidak akan cukup untuk menyewa pengacara. Bisa jadi Ina yang memberitahu ayah dan

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 160 Sebuah Permintaan

    “Aku tidak suka kamu dekat dengan wanita lain,” imbuh Thea.Alvan langsung tersenyum sambil menatap Thea dengan lembut. Biasanya wanita cantik ini tidak pernah mau mengakui cemburu. Kenapa kini tiba-tiba dengan spontan ia bersuara seperti itu?“Kenapa malah senyum-senyum? Aku serius. Aku gak suka kamu dekat dengan wanita lain.”Alvan menggeser tubuhnya kemudian memeluk Thea dan mendaratkan beberapa kecupan di pipinya.“Aku pikir kamu bakal menyangkal lagi kalau cemburu, ternyata tidak.”Thea melirik Alvan sekilas sambil memajukan bibirnya beberapa senti ke depan.“Kamu sudah berterus terang soal perasaanmu. Jadi, apa salahnya jika aku melakukan hal yang sama.”“Mulai saat ini, aku gak akan bohong soal perasaanku padamu. Kuharap kamu juga melakukan hal yang sama.”Alvan tersenyum sambil menganggukkan kepala. Kembali kecupan singgah di kening dan pipi Thea.“Iya, Sayang. Aku janji.”“Lalu … soal Evelyn tadi. Tidak semuanya benar. Aku dan dia memang satu SMA. Dia teman SMA-ku, tapi kita g

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status