Share

Bab 155 Sebuah Rasa

Author: Aira Tsuraya
last update Last Updated: 2025-12-30 12:00:03

“Siapa itu?” tanya Leo.

Erika berdecak keras sambil menatap tajam Leo.

“Ya … pacarnya Alvan sekaligus mahasiswinya.”

Leo terdiam, mengernyitkan alis kemudian menggelengkan kepala.

“Rasanya gak ada yang namanya seperti itu di fakultas seni. Apa mungkin Alvan pacaran dengan mahasiswi dari fakultas lain?”

Leo malah bermonolog sendiri sambil mengetuk dagu beberapa kali. Erika menghela napas panjang sambil mengedikkan bahu.

“Gak tahu. Bisa jadi. Yang pasti Ina bilang, ia mahasiswi Alvan juga.”

Leo terdiam, masih mengetuk dagu dengan kepala yang mengangguk.

“Setahuku Alvan hanya ngajar di fakultas seni. Gitu aja, hampir semua mahasiswi di kampus mengenalnya. Apalagi dia ngajar di beda fakultas.”

“Katamu tadi, dia mahasiswinya. Namun, aku yakin mahasiswi fakultas seni gak ada yang namanya kayak tadi. Aku kan dosen di sana juga, aku sering ngabsen mereka da

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Maysaroh Anisah
akhirnya alvan ngucapin perasaan nya .. n itu yg ditunggu tunggu thea
goodnovel comment avatar
Sasi Amandhari
akhirnya apa yg ditunggu thea di ucapin jg sm alvan good job
goodnovel comment avatar
yuliana
Akhir nya terucap jugak ya Alvan ............
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 179 Ketahuan

    “THEA!!!”Suara cempreng Irma memenuhi telinga Thea pagi ini. Wanita muda berparas cantik itu langsung menghentikan langkah dan menoleh ke belakang. Ia melihat sahabatnya tampak berjalan menghampiri.“Aku pikir kamu bakal gak masuk kuliah lagi.”Thea hanya mengulum senyum sambil berjalan beriringan bersama Irma. Gara-gara harus melakukan test DNA, Thea terpaksa membolos kuliah.“Kemarin Pak Alvan juga gak masuk dan dia memberi banyak tugas. Aku jadi heran, deh. Kenapa setiap kamu gak masuk, Pak Alvan juga gak ngajar. Kayaknya kalian janjian, deh.’Thea kembali tersenyum sambil menggelengkan kepala.“Kebetulan saja kali.”Irma manggut-manggut sambil melirik teman dekatnya. Belakangan ini penampilan Thea berbeda dari sebelumnya. Ia lebih memperhatikan outfitnya dan tidak asal-asalan seperti sebelumnya.Bisa jadi perubahan Thea ini karena hubungannya dengan Aby. Mungkin Aby menuntut

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 178 Berdamai dengan Hati

    Leo tercengang kaget mendengar ucapan Evelyn. Matanya membola lebar. Sayang, kacamata hitam yang selalu nangkring di hidungnya menutupi pandangan Evelyn.“Apa maksud Ibu?” tanya Leo.Evelyn tersenyum sambil menatap Leo dengan tajam.“Bapak hendak menjebak saya, kan? Bapak sengaja membuat saya tak sadarkan diri dan menempatkan saya bersama pria asing yang mengaku menjadi Pak Alvan.”Serta merta Leo terkejut. Ia tidak menduga jika Evelyn tahu akal busuknya. Apa mungkin semalam Evelyn masih terjaga? Ia belum seratus persen pingsan sehingga menyadari apa yang terjadi.“Anda jangan asal tuduh, Bu Evelyn. Saya bisa melaporkan Anda balik sebagai kasus pencemaran nama naik.”Bukannya meminta maaf dan memperbaiki keadaan, Leo malah mengancam Evelyn. Evelyn berdecak sambil menggelengkan kepala.“Ternyata benar rumor yang beredar di kampus ini. Jika Anda bukan seorang gentleman.”Lagi-lagi L

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 177 Kena Batunya

    “Terima kasih sudah mengantar saya,” ucap Evelyn begitu mobil yang mereka tumpangi tiba di apartemennya.Bastian hanya mengangguk sambil tersenyum. Evelyn membuka seat belt dan bersiap turun, tapi tiba-tiba ia menghentikan aktivitasnya.“Eng … boleh aku tahu namamu. Sepanjang perjalanan tadi, kita belum berkenalan.”Bastian kembali tersenyum, kemudian mengulurkan tangan.“Bastian. Nama saya Bastian.”Evelyn tersenyum menyambut uluran tangan Bastian. “Panggil aku Evelyn.”Bastian mengangguk. Evelyn bersiap turun, tapi tiba-tiba ia terdiam dan tampak sibuk mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.“Ini nomor teleponku. Lain kali aku akan traktir kamu, tapi tidak di tempat tadi. Anggap saja sebagai ucapan terima kasih sudah menolongku.”Kembali Bastian menjawab dengan anggukan kepala. Selanjutnya Evelyn sudah turun dan masuk ke dalam apartemen.Bastian tampak

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 176 Perlahan Mundur

    BRAK!!!Tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar bersamaan lampu yang menyala benderang. Seketika pria tak dikenal itu terjingkat kaget dan menoleh ke arah pintu.Seorang pria tak dikenal berpenampilan rapi dan bertubuh jangkung telah berdiri menantang di depannya.“APA-APAAN INI?” sergah pria tak dikenal itu.Ia langsung bangkit tergesa mengurai pagutannya. Evelyn yang tadinya terbuai segera membuka mata dan memperhatikan sekitar. Sebenarnya ia bukan tipikal orang yang gampang mabuk. Namun, gara-gara obat tidur yang dimasukkan ke minumannya membuat Evelyn setengah mengantuk.Evelyn mengerjapkan mata menatap pria yang baru saja beradu saliva dengannya.“Kamu bukan Alvan?” desisnya.Pria tak dikenal itu terkejut dan buru-buru bangkit menghampiri pria yang masih menghadang di depan pintu.“Dia memang bukan Tuan Alvan Abbiya, Nona,” sahut pria bertubuh jangkung itu, yang tak lain Bastian.Evel

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 175 Masuk Jebakan

    “Mana yang lainnya, Pak?” tanya Evelyn.Ia langsung berangkat ke tempat yang dikirim Leo beberapa saat kemudian, tapi Evelyn sangat terkejut ketika mendapati hanya dirinya dan Leo yang berada di sana. Tidak ada rekan sejawat seperti yang dikatakan Leo di telepon tadi.“Mereka sedang ke toilet, tapi ada juga yang sudah pulang. Kami sejak dari tadi di sini, Bu Evelyn.”Evelyn hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala. Sesekali ia mengedarkan pandangan memperhatikan sekitar.Sebenarnya Evelyn terbiasa datang ke tempat seperti ini. Ia juga terbiasa minum minuman alkohol. Saat sekolah di luar negeri, salah satu penyebabnya. Apalagi saat itu dia punya circle pertemanan yang cukup banyak dan sering hang out di bar seperti ini.“Saya pesankan minum ya, Bu Evelyn?”Tiba-tiba suara Leo membuyarkan lamunan Evelyn. Evelyn mengangguk dan sama sekali tidak curiga saat Leo bangkit dari duduknya dan pergi menuju meja pe

  • Jatuh di Pelukan Pak Dosen Killer   Bab 174 Siasat Licik Leo

    “Kamu memang pintar, Bu. Gak rugi aku menikah denganmu,” ujar Paman Sapto.Bi Mira hanya berdecak sambil melihatnya sekilas. Selanjutnya wanita paruh baya itu sudah memundurkan kembali tubuhnya.“Oh ya, lalu bagaimana kabar Ina? Apa hukuman sudah diputuskan?” Paman Sapto mengalihkan topik pembicaraan.Bi Mira menghela napas panjang sambil menggeleng.“Belum. Ada beberapa berkas yang belum lengkap. Semoga saja pengacara suruhan Alvan itu mau membantu Ina. Setidaknya meringankan hukumannya.”Paman Sapto terdiam sambil menganggukkan kepala. Wajahnya terlihat lesu dan muram. Hal yang sama juga ditunjukkan Bi Mira. Bagaimanapun mereka tidak ingin masa depan putri tunggalnya hancur berantakan hanya karena kasus seperti ini.Namun, apa yang terjadi harus terjadi dan Ina harus bertanggung jawab atas perbuatannya.Hampir pukul tujuh malam saat Alvan dan Thea tiba di studio tempat mereka tinggal. Cukup lama m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status