Share

Bab 1097

Author: Angin
Kekuatan pukulan yang begitu kuat menghantam bagian dadanya. Rasa sakit menjalar ke seluruh tubuhnya dan darah segar menyembur keluar dari mulut Chandra. Dengan cepat dia bangkit dari tanah dan duduk bersila. Kemudian dia mulai mengerahkan Pernapasan Bintang Biduk menekan aliran darah yang hendak meledak keluar dari tubuhnya.

Di waktu yang sama dia mendongak untuk melihat ke sekeliling. Seorang lelaki yang sangat tua tengah berjalan sambil memegang tongkatnya. Ekspresi Ronald menggelap ketika me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Teguh Imam
ceritanya semakin seru
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Jenderal Naga   Bab 3016

    Menciptakan seni pedang sendiri dan memahami niat pedang sendiri adalah hal yang sangat sulit. Hanya seorang prajurit kuat pedang sejati yang dapat mencapai tingkatan itu.Sekarang tugas Chandra bukanlah menciptakan, melainkan belajar. Dia fokus dalam berlatih seni pedang. Energi pedang di dalam tubuhnya menjadi sepenuhnya aktif. Energi pedang itu keluar dari pori-porinya dan berkumpul di kulit seluruh tubuhnya.Energi pedang tidak berbentuk, tapi memiliki wujud. Saat Chandra memahami niat pedang dan teknik pedang, energi pedang dan Citra Dharmanya meningkat tanpa dia sadari.Dalam sekejap mata, Chandra telah berada di dalam Formasi Waktu selama lima ratus tahun. Lima ratus tahun telah berlalu. Tingkat kekuatannya telah meningkat dari tingkat dua puluh awal Alam Ajaib ke tingkat dua puluh puncak. Kecepatan peningkatan kekuatan ini benar-benar menakutkan.Citra Dharma energi pedang Chandra juga jauh lebih kuat dari sebelumnya. Untuk sementara, dia meninggalkan pemahamannya tentang seni

  • Jenderal Naga   Bab 3015

    Istana Abadi sendiri merupakan sebuah formasi pengumpul roh, yang mampu terus menyerap dan menyimpan energi dari dunia luar. Berlatih di dalam Istana Abadi jauh lebih efisien daripada di luar. Sejumlah besar Energi Spiritual Langit dan Bumi masuk ke dalam tubuh melalui setiap pori. Kemudian, energi tersebut dimurnikan oleh Formasi Pengubah Lima Elemen dan diubah menjadi energi yang paling murni. Kekuatan Chandra juga perlahan-lahan meningkat.Berkultivasi merupakan sebuah proses yang membosankan dan melelahkan. Selama waktu itu, Chandra harus membagi perhatiannya. Dia berlatih sambil memikirkan aksara hitam misterius di dalam tubuhnya. Aksara-aksara itu terbentuk ketika dia menekan kekuatan kutukan yang diserap Segel Kerajaan.Dalam sekejap mata, sepuluh tahun telah berlalu dalam Formasi Waktu. Selama sepuluh tahun ini, kekuatan Chandra telah meningkat. Dia juga telah mempelajari aksara hitam. Namun, setelah bertahun-tahun lamanya, dia masih tidak dapat memahami arti aksara-aksara ters

  • Jenderal Naga   Bab 3014

    Kaisar Ceptra memberikan daftar bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membangkitkan tubuh fisiknya kepada Chandra. Semua bahan yang tertera sangatlah langkah. Kemunculan dari setiap bahan itu akan memunculkan persaingan dari para prajurit kuat. Chandra sadar, kalau dirinya akan kesulitan untuk mendapatkan semua bahan itu dengan kekuatannya saat ini. Dia pun menyimpan daftar itu dengan hati-hati. Kaisar Ceptra memperhatikan raut wajah Chandra yang serius lalu dia tersenyum seraya berkata, “Aku sudah bilang, kalau kamu tidak perlu terburu-buru. Kamu memiliki waktu sekitar seratus ribu tahun untuk mengumpulkannya.” “Tapi ....”Raut wajah Kaisar Ceptra seketika berubah serius lalu kembali berkata, “Aku telah menghabiskan banyak kekuatan dalam pertempuran sebelumnya. Sekarang, aku harus fokus ke pemulihanku. Aku tidak akan bisa menolongmu jika aku kembali mengalami bahaya. Di Dunia Tawang ini, kamu harus selalu berhati-hati dengan apa yang kamu lakukan.”“Aku mengerti, terima kasih atas peri

  • Jenderal Naga   Bab 3013

    “Baiklah,” ujar Nova tanpa ragu. Kemudian dia mengingatkan Chandra dengan berkata, “Pavilion Pil adalah kekuatan paling kuat di Dunia Tawang. Bahkan penggabungan ratusan Sekte Bela Diri Sejati saja tetap tidak akan mampu melawan satu Pavilion Pil. Jadi, berhati-hatilah.”Chandra mengangguk lalu berkata, “Baiklah, aku akan lebih berhati-hati.”Kemudian Chandra kembali berdiri dan menatap Dewi seraya berkata, “Katakan pada Burando, kalau aku ada urusan penting dan harus segera pergi sekarang juga.”Raut wajah Dewi terlihat enggan lalu dia berkata, “Papa, apa Papa harus benar-benar pergi sekarang?”Chandra membelai lembut rambut putrinya lalu berkata, “Kita masih punya banyak waktu di masa depan. Kita akan menghabiskan waktu bersama setelah masalah-masalah sulit ini berhasil terselesaikan.”“Oh,” ujar Dewi. Dia sadar kalau Chandra memiliki banyak masalah yang jauh lebih penting yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, Dewi sama sekali tidak berusaha mencegah kepergian Chandra.

  • Jenderal Naga   Bab 3012

    Chandra memutuskan untuk tinggal di Sekte Bela Diri Sejati sementara waktu agar bisa menghabiskan waktu bersama istri dan putrinya. Di sisi lain, Ayu tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. Namun, dia merasa kalau Chandra saat ini terasa semakin misterius dengan jarak yang semakin lebar di antara mereka.Dia tidak bisa menahan diri untuk menatap Nova. Wajar saja Chandra tidak tertarik padanya, karena Chandra sudah memiliki istri yang cantik dan menawan seperti Nova. “Nova, apa yang terjadi pada Dewi?” tanya Chandra. Dia sudah cukup lama ingin menanyakan hal ini kepada Nova. Namun, tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengajukannya. Dia memang sudah tahu kalau Dewi adalah putrinya, tapi Dewi dilahirkan jauh sebelum Chandra mengetahuinya. Nova langsung menatap Chandra lalu berkata, “Apa lagi yang perlu kamu tanyakan? Aku sudah hamil sejak masih berada di Bumi.”“Lalu kenapa kamu tidak memberitahuku?”“Aku ingin memberimu kejutan, tapi aku malah tersesat di Sungai Waktu.”Chandra m

  • Jenderal Naga   Bab 3011

    Tidak lama kemudian, mereka semua sudah meninggalkan penginapan. Di luar penginapan, banyak orang sudah menunggu, termasuk Burando, Tetua Sekte Bela Diri Sejati dan Penguasa Kota Gurun Selatan yang terus menunjukkan rasa hormatnya ketika berhadapan dengan Burando. Di saat yang bersamaan, Ayu tampak bingung ketika melihat ada banyak orang di luar. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada begitu banyak prajurit kuat di sini? “Senior Chandra, apa kita bisa pergi sekarang dari tempat ini?” tanya Burando kepada Chandra dengan penuh hormat. Chandra mengangguk pelan lalu berkata, “Ya, kita pergi sekarang.”Burando memberi isyarat seraya berkata, “Silakan, lewat sini.”Chandra langsung berjalan di urutan paling depan yang terus membuat Ayu terkejut bukan kepalang. Bagaimanapun juga, Burando adalah sosok terkuat di Dunia Tawang, tapi dia bersikap sangat penuh hormat kepada Chandra. Hal ini sungguh membuat Ayu bingung dan dia hanya bisa mengikuti Chandra dengan tatapan kosong. Mereka semua pe

  • Jenderal Naga   Bab 1792

    Tiga tahun kemudian, di sebuah pegunungan di Someria. Seorang laki-laki sedang berjalan melewati pegunungan dengan membawa keranjang bambu di punggungnya. Dia memegang sabit di tangannya dengan mengenakan pakaian yang sangat sederhana. Bahkan dia mengenakan jerami sebagai alas kakinya. Keranjang bam

  • Jenderal Naga   Bab 1828

    "Siapa kalian?"Kemunculan Robi dan rombongannya langsung menarik perhatian para penjaga istana Negara Akasa. Puluhan penjaga bersenjata berat segera mendekat dan mengelilingi mereka. Cahaya pedang berkilauan, bayangan tubuh bergerak cepat. Ronald bergerak sekejap. Dalam sekejap, puluhan penjaga bers

  • Jenderal Naga   Bab 1791

    Nova hanya duduk di sebelah Chandra tanpa mengucapkan sepatah kata pun dari mulutnya. Dia hanya mendengarkan ocehan dari ayah mertuanya tanpa merespons semua itu. Akhirnya, Chandra menatap Rudi dan Robi lalu berkata, “Kakek, Papa, aku sama sekali tidak tertarik dengan semua itu. Tapi, aku juga tidak

  • Jenderal Naga   Bab 1845

    Seruan takjub terdengar dari segala penjuru. Semua orang yang menyaksikan pertempuran itu menahan napas, mata mereka terpaku pada duel tersebut tanpa berkedip. Wukon, yang menyadari kekuatan pedang Energi Sejati yang telah terwujud secara nyata, mulai merasa cemas.“Serang!” seru Chandra dengan tenan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status